Amalan di Bulan Ramadhan

Amalan di bulan Ramadhan merupakan berbagai ibadah yang dianjurkan dilaksanakan di bulan Ramadhan. Pasalnya, pada bulan Ramadhan banyak keberkahan dan pahala yang bisa di dapat umat muslim dengan melakukan berbagai ibadah.

Tak cuma satu dua atau di waktu tertentu, amalan di bulan Ramadhan seolah tersebar sepanjang waktu. Ada yang baik dikerjakan malam hari, dini hari dan sepanjang siang hari. Maka dari itu banyak umat muslim yang berlomba-lomba meraih kebaikan di bulan istimewa, Ramadhan.

Amalan di Bulan Ramadhan dengan Berpuasa 

Amalan di Bulan Ramadhan dengan Berpuasa

Salah satu amalan di bulan Ramadhan yang utama adalah puasa. Puasa merupakan aktivitas ibadah menahan diri makan, minum dan hawa nafsu. Puasa dilakukan sejak terbitnya fajar yang biasa ditandai dengan imsak lantas disusul waktu subuh hingga matahari terbenam yang ditandai dengan waktu adzan maghrib.

  • Hukum Puasa

Amalan di bulan Ramadhan yang utama dan wajib dilakukan oleh umat islam yang telah baligh (dewasa),berakal sehat, dan dalam keadaan bermukim yakni bukan dalam perjalanan jauh atau musafir.Karena memiliki hukum wajib, maka puasa merupakan amalan yang harus dilakukan dan jika ditinggalkan akan mendapatkan dosa.

Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit dan mendapatkan periode datang bulan atau hamil yang tidak memungkinkan berpuasa untuk wanita ada pengecualian. Mereka boleh membatalkan puasa, tapi tetap diganti sesuai jumlah yang dibatalkan di luar bulan Ramadhan.

Kepastian hukum wajib untuk melakukan ibadah puasa itu tertuang dalam kitab suci Al-Qur’an. Disebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 183, kewajiban puasa itu tertulis dengan jelas       

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah [2] : 183).

Menjadi salah satu amalan wajib di bulan Ramadhan, ibadah puasa dimulai dari niat pada malam hari atau sebelum waktu imsak. Usai melakukan niat para umat muslim disarankan untuk mengisi energi dengan melakukan sahur hingga waktu imsak datang.

Seusai mengisi tenaga dengan sahur, umat muslim harus menahan lapar dan haus hingga waktu berbuka puasa datang. Waktu berbuka sendiri ditandai dengan adanya adzan maghrib. Setelah berbuka puasa, umat muslim bisa makan dan minum untuk menghilangkan rasa haus dan lapar saat berpuasa.

  • Manfaat puasa

Meski harus menahan rasa lapar dan haus seharian, ibadah puasa ternyata memiliki banyak manfaat bagi secara fisik maupun psikis. Puasa ternyata mampu menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi risiko terkena penyakit-penyakit berbahaya.

Jika melakukan puasa secara berkala, tubuh akan membakar lemak sebagai sumber energi, karena tak ada asupan gula yang masuk saat berpuasa. Hal itu membuat puasa membantu bagi orang-orang yang ingin berdiet. Dengan catatan harus tetap berbuka dan sahur dengan makanan bergizi agar tubuh tetap bugar saat menjalankan ibadah puasa.

Selain bermanfaat untuk membantu diet, puasa merupakan amalan di bulan Ramadhan yang membantu metabolisme tubuh manusia. Hal tersebut terjadi karena saat berpuasa sistem pencernaan manusia tengah beristirahat.

Kondisi tersebut memberi energi pada metabolisme untuk membakar kalori lebih efisien.Puasa juga berperan dalam mengatur pencernaan dan meningkatkan fungsi usus agar tetap sehat.

Selain soal kesehatan tubuh, puasa juga memberikan manfaat perihal kesehatan mental. Dengan berpuasa, seseorang bisa menumbuhkan rasa empati dan simpati pada lingkungan. Pasalnya saat berpuasa orang akhirnya mengetahui bagaimana rasanya lapar dan haus dan tumbuh rasa simpati dan empati.

Saat puasa,  tak hanya diminta untuk menahan diri dari makan dan minum, namun juga hawa nafsu. Dengan menahan hawa nafsu, manusia bisa belajar mengontrol emosi dan keinginan diri yang tidak baik. Selain itu puasa juga mengajarkan manusia bersabar dengan berlatih menunggu datangnya buka puasa.

Amalan di Bulan Ramadhan dengan Melakukan Salat Tarawih

Amalan di Bulan Ramadhan dengan Melakukan Salat Tarawih

Amalan di bulan Ramadhan berikutnya usai berpuasa adalah Salat Tarawih. Salat tarawih adalah ibadah salat yang dilakukan pada malah hari di bulan Ramadhan. Salat tarawih biasa dilakukan setelah Salat Isya’ dan diakhiri dengan Salat Witir setelahnya.

Pengerjaan Salat Tarawih sama seperti salat fardhu, hanya saja aturan rakaat dan salamnya berbeda-beda. Ada yang mengerjakan dengan cara setiap dua rakaat salam, ada pula yang memilih empat rakaat salam.

Selain itu, Salat Tarawih juga memiliki perbedaan jumlah rakaat tergantung golongan yang terdapat dalam agama Islam. Ada yang melaksanakan Salat Tarawih sebanyak 20 rakaat. Namun, ada pula yang mengerjakannya hanya 8 rakaat.

Usai Salat Tarawih, biasanya disusul dzikir dan berdoa sebentar lantas dilanjutkan dengan Salat Witir sebanyak tiga rakaat. Seusai melaksanakan Salat Witir, biasanya akan ada waktu berdoa dan mengucapkan niat berpuasa keesokan harinya bersama-sama.

Menjadi salah satu amalan ibadah di malam hari, Salat Tarawih memiliki hukum sunnah menurut kesepakatan par ulama. Sunnah merupakan salah satu ketentuan hukum islam dimana jika dilakukan akan mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa.

Namun, meski begitu Salat Tarawih menjadi salah satu amalan yang dianjurkan. Pasalnya, pada malam bulan Ramadhan yang hanya datang sekali setahun ada banyak keberkahan dan kebaikan serta pahala yang didapat jika umat Islam mau melakukan ibadah.

Amalan di Bulan Ramadhan dengan Bersedekah

Amalan di Bulan Ramadhan dengan Bersedekah

Bersedekah menjadi salah satu amalan di bulan Ramadhan yang bisa menolong sesama. Bersedekah di bulan Ramadhan menjadi ajang saling berbagi. Umat Islam yang lebih mampu dianjurkan memberi kepada sesama saudaranya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas RA, Nabi Muhammad SAW adalah orang yang sangat dermawan. Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika perilaku Nabi Muhammad itu diikuti dan diamalkan di bulan Ramadhan dan bulan-bulan setelahnya.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ (صحيح البخاري

Rasulullah saw adalah orang yang paling dermawan, dan lebih dermawan lagi saat ramadhan, ketika dijumpai Jibril (as), yang mengunjungi beliau setiap malam di bulan ramadhan, dan mengajarkan beliau saw Alqur’an, maka sungguh Rasulullah saw lebih dermawan dalam berbuat baik daripada angin yang berhembus” [HR. Bukhari]

Sedekah di bulan Ramadhan bisa dilakukan dengan berbagai cara, dan salah satunya yang dianjurkan adalah dengan memberi makan orang-orang yang tengah berpuasa. Menurut hadits yang ada, memberi makan orang yang berbuka puasa akan mendapatkan pahala senilai pahala orang yang berpiasa tersebut.

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ أَوْ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الصَّائِمِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barangsiapa yang memberi ifthar kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).

Amalan di Bulan Ramadhan dengan Membaca Al-Qur’an

Amalan di Bulan Ramadhan dengan Membaca Al-Qur'an

Membaca kitab suci Al-Qur’an atau yang biasa disebut tadarus Al-Qur’an adalah salah satu amalan di bulan Ramadhan yang dianjurkan dan ditingkatkan. Pasalnya, segala amalan kebaikan akan dilipat gandakan di bulan Ramadhan.

Sebagimana amalan lain membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan juga memiliki keistimewaan. Keistimewaan tersebut adalah saat membaca satu huruf dalam Al-Qur’an akan diberikan sepuluh kebaikan sebagai balasannya.

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ آلم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi)

Membaca Al-Qur’an dalam bulan Ramadhan tak harus menunggu lancar. Karena, meski pembaca Al-Qur’an membaca dengan terbata-bata pun masih ada dua pahala yang dijanjikan akan didapatnya. Hal tersebut tertuang di dalam hadits lainnya.

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala.” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).

Amalan di Bulan Ramadhan dengan Melaksanakan I’tikaf

Amalan di Bulan Ramadhan dengan Melaksanakan I'tikaf

Amalan di bulan Ramadhan yang mendatangkan kebaikan berikutnya adalah I’tikaf atau menetap dan berdiam diri di dalam masjid. Tak sekadar menetap, orang yang melakukan I’tikaf juga melakukan ibadah dengan berdzikir dan bermuhasabah atau mengintropeksi diri atas segala perbuatannya selama ini.

Khusus pelaksanaan ibadah I’tikaf biasanya dilakukan dalam 10 hari terakhir Ramadhan. Pasalnya, di 10 hari tersebut merupakan waktu utama untuk beribadah. Karena akan terbuka kesempatan beribadah di malam seribu bulan yang penuh berkah, malam Lailatur Qadar.

Saat melakukan ibadah I’tikaf sebaiknya dalam keadaan suci atau berwudhu. Lalu melakukan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan  membaca doa. Saat melakukan I’tikaf sebaiknya tak hanya diam saja namun melakukan beberapa daftar amalan ini.

  • Salat

Perbanyaklah salat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT saat melakukan I’tikaf di masjid. Dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, orang yang beri’tikaf akan mendapatkan pahala yang besar.

  • Memperbanyak Membaca Al-Qur’an

Saat melakukan ibadah  I’tikaf di masjid, seorang muslim disarankan memperbanyak membaca Al-Qur’an. Membaca Al-qur’an merupakan salah satu amalan baik yang memiliki pahala besar.

  • Memperbanyak Berdzikir dan Bershalawat

Orang yang melakukan ibadah I’tikaf hendaknya berdzikir. Berdzikir meliputi mengucapkan kalimat tasbih, takhmid, tahlil dan istighfar. Dzikir bertujuan untuk selalu mengingat dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

Selain berdzikir, saat melakukan ibadah I’tikaf juga ada baiknya bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Pasalnya, dengan bershalawat bisa mendatangkan pahala bagi yang melakukannya sesuai hadits yang diriwayatkan Imam Muslim.

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah memberinya rahmat sepuluh.” (HR Muslim).

  • Mengurangi Berhubungan dengan Banyak Orang

Tujuan melakukan I’tikaf adalah beribadah dan bukan berbicang. Sehingga, saat berada di masjid untuk melakukan I’tikaf dan bertemu dengan banyak orang alangkah baiknya mengurangi komunikasi yang tidak penting. Lebih baik memanfaatkan waktu untuk berdiam diri berdzikir dan menginstropeksi diri daripada berbicara dengan banyak orang.

Amalan di Bulan Ramadhan

Amalan di bulan ramadhan

Umrah atau haji kecil termasuk salah satu sunnah nabi. Mirip dengan haji, umrah juga merupakan ibadah yang mengharuskan pelaksanaannya mengunjungi kota Makkah. Bedanya jika di umrah bisa dilakukan kapan saja Sementara itu haji hanya dilakukan saat bulan Dzulhijjah.

Selain itu, haji dan umrah juga memiliki perbedaan dalam hal pelaksanaannya. Umrah dan haji hampir memiliki tahapan yang sama, yakni  terdiri atas Ihram, Thawaf, Sa’i dan Thallul. Bedanya, pada umrah tak ada tahapan wukuf di Arafah dan melempar jumroh, sementara pada haji ada kegiatan tersebut.

Dapat dilakukan kapan saja, umrah menjadi salah satu amalan di bulan Ramadhan yang istimewa. Pasalnya dalam suatu hadits dijelaskan jika umrah saat bulan Ramadhan akan mendapatkan keutamaan menyerupai haji.

عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ حَجَّةٌ

“Umrah pada bulan Ramadhan menyerupai haji.” (HR. Al-Bukhari & Muslim).

Amalan di Bulan Ramdhan dengan Menunaikan Zakat Fitrah  

Amalan di Bulan Ramdhan dengan Menunaikan Zakat Fitrah

Menunaikan zakat fitrah menjadi salah satu amalan di bulan Ramadhan yang wajib dilakukan selain berpuasa. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan perorangan baik laki-laki maupaun perempuan. Zakat fitrah biasanya berupa makanan pokok masyarakat setempat seperti nasi, gandum, kurma, dan lain sebagainya.

Meski wajib, orang yang harus mengeluarkan zakat fitrah harus memenuhi beberapa syarat yang ada. Pasalnya, jika tak memenuhi syarat hukum kewajiban itu menjadi gugur. Berikut syarat orang yang harus mengeluarkan zakat fitrah

  1. Islam dan merdeka
  2. Menemui dua waktu yakni diantara bulan Ramadhan dan Syawal
  3. Mempunyai harta yang lebih daripada kebutuhan sehari-hari untuk dirinya dan juga keluarga yang ditanggungnya pada hari raya dan malamnya. Sehingga orang yang kekurangan tidak wajib mengeluarkan zakat fitrah.

Selain orang yang wajib mengeluarkan zakat fitrah, adapula kondisi orang yang tidak wajib mengeluarkan zakat. Kewajiban zakat itu gugur karena individu tersebut tidak memenuhi syarat yang ada pengeluaran zakat.

  1. Orang yang meninggal sebelum terbenam matahari pada akhir Ramadhan
  2. Anak yang lahir setelah terbenamnya matahari di hari terakhir bulan Ramadhan
  3. Orang yang memeluk agama islam sesudah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan
  4. Golongan hamba sahaya atau budak, fakir miskin dan anak yatim

Waktu zakat fitrah ini sebaiknya dikeluarkan mulai dari awal bulan Ramadhan hingga sebelum salat Idul Fitri. Jika dikeluarkan setelah salat Idul Fitri hingga terbenam matahari maka hukumnya makruh dan akan menjadi haram jika dikeluarkan setelah matahari terbenah di hari raya Idul Fitri.

Dikeluarkan saat bulan Ramadhan, zakat fitrah akan disalurkan kepada orang-orang yang berkah menerimanya,. Secara umum ada delapan golongan yang berhak menerima zakat fitrah ataupaun zakat lainnya. Berikut daftar delapan golongan tersebut.

  1. Fakir, orang yang sama sekali tidak memiliki harta
  2. Miskin, kondisi dimana seseorang memiliki penghasilan tapi tidak mencukupi dalam kehidupannya
  3. Riqab, orang yang berstatus sebagai hamba sahaya atau budak
  4. Gharim, orang yang memiliki banyak hutang bukan untuk tujuan maksiat
  5. Mualaf, orang yang baru saja memeluk agama Islam
  6. Amil Zakat, orang atau panitia yang mengurus pengelolaan zakat
  7. Sabililillah, orang yang berjuang di jalan Allah SWT
  8. Ibnu Sabil, orang yang tengah dalam perjalanan jauh, perantauan atau yang biasa dikenal dengan musafir

Amalan di Bulan Ramadhan dengan Menyegerakan Berbuka Puasa dan Mengakhirkan Sahur

Saat melakukan ibadah puasa di bulan Ramadhan, tentu ada waktu berbuka puasa yang telah ditunggu-tunggu berbuka puasa. Meski masih merasa kuat meneruskan puasa, disarankan untuk menyegerakan berbuka. Menyegerakan berbuka merupakan salah satu amalan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Selain menyegerakan berbuka, amalan di bulan Ramadhan lainnya yang dianjurkan adalah mengakhirkan makan sahur. Makan sahur adalah saat dimana tubuh yang akan berpuasa mengisi energi dengan bangun dinihari dan memakan makanan.

Hukum makan sahur sendiri sangat dianjurkan karena memberi banyak manfaat, salah satunya mempersiapkan tubuh untuk melakukan puasa sehari penuh. Sementara itu, waktu makan sahur yang disarankan adalah saat mendekati imsak atau subuh.

Anjuran perihal menyegerakan berbuka puasa tersebut tertulis dalam sebuah hadits yang ditulis oleh Imam Ahmad. Dalam hadits tersebut Nabi Muhammad SAW, menyebutkan tentang mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka puasa.

Rasulullah SAW bersabda “Umatku akan selalu dalam kebaikan selama mengakhirkan sahur dan mempercepat berbuka.” HR. Ahmad.

Selain beberapa amalan di bulan Ramadhan yang telah disebutkan, anda juga  harus tetap melakukan ibadah wajib seperti shalat lima waktu sebagaimana semestinya. Serta selalu berbuat kebaikan dan menyebarkan agama islam dengan saling mengingatkan agar sama-sama mendapatkan keberkahan di bulan Ramadhan.

Sekian pembahasan Amalan di Bulan Ramadhan, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.