Doa Qunut

Doa Qunut merupakan sebuah doa yang diamalkan pada saat solat dengan menengadahkan tangan dan disisipkan pada gerakan solat. Berikut ini akan dijelaskan mengenai Doa Qunut Subuh, Doa Qunut Nazilah, Doa Qunut Latin, Hukum Doa Qunut, dan mengenai hikmah serta manfaatnya.

Doa Qunut Subuh

Adalah doa yang dilafalkan saat menunaikan ibadah solat subuh. Pembacaannya saat rokaat kedua sebelum sujud. Ini bukanlah wajib namun hukumnya sunnah dan tidak membatalkan. Permasalahan ini dibahas dalam Mazhab Syafii dan Maliki. Jika tidak dilakukan pun tidak apa – apa dan tidak bersifat membatalkan.

Adapun bunyi doa qunut adalah sebagai berikut ini:

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ

وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ

وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ

وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ

وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ،

فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ

وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ

وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ

تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ

وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Artinya : “Ya Allah, tunjukkanlah saya sebagaimana mereka yang Engkau berikan petunjuk. Dan berikanlah kesehatan padaku sebagaimana mereka yang Engkau beri kesehatan. Dan peliharalah aku sebagaimana orang yang telah engkau pelihara. Dan berilah keberkahan bagiku pada segala apa yang Engkau sudah karuniakan. Dan lindungi aku dari segala bahaya kejahatan yang Engkau sudah pastikan.

Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang mana Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau seluruh pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau.”

Doa Qunut Nazilah

Adapun bunyi doa Qunut Nazilah adalah sebagai berikut ini:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ

اَللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلَ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَائَكَ

اَللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لاَ تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ

Artinya: “Ya Allah, ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Satukanlah hati mereka. Perbaikilah ikatan antara mereka dan menangkanlah mereka atas musuh engkau dan musuh mereka. Ya Allah laknatilah orang – orang kafir ahli kitab yang selalu menghalangi jalan Engkau, mendustakan rasul – rasul Engkau, dan memerangi wali – wali-Mu.

Ya Allah, cerai beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah langkah – langkah mereka, dan turunkanlah kepada mereka siksa Engkau yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat buruk”

Doa Qunut Nazilah ini dilaksanakan setelah I’tidal berdiri setelah melakukan ruku’ yang paling akhir ketika melaksanakn solat fardhu. Sifatnya sunat, dan kerap diamalkan pada saat saudara dan saudari muslim kita sedang terkena musibah aau bencana.

Doa Qunut Latin

Doa Qunut Latin

Bagi Anda yang merasa kesulitan membaca huruf Arab, inilah bacaannya yang sudah diromanisasi ke dalam tulisan latin:

  1. Doa Qunut Subuh

Allah hummah dinii fiiman hadait. Wa’aa finii fiiman ‘aafait. Watawallani fiimn tawal – laiit. Wa baariklii fiimaa a’thait. Waqinii syarramaa qadhait. Fainnaka taqdhii walaa yuqdha ‘alaik. Wainnahu laayadzilu man walait. Walaa ya’izzu man ‘aadait. Tabaa rakta robbanaa wata’aalait. Falakalhamdu ‘alaa maaqadhait. Astagfiruka wa’atuubu ilaik. Wasallallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi. Wa’alaa aalihi washahbihi wassallam.

  1. Doa Qunut Nazilah

Allahummagfir lanaa walilmu’miniina walmu’minaati walmuslimiina walmuslimati wallip baina quluubihim wa aslih dzata bainihim wanshurhum ‘alaa ‘adzuwwika wa’adzuwwihim. Allahummal’an kaparota ahlal kitaabi alladziina yashudduuna ‘an sabiilika wayukadzibuuna rusulaka wayuqootiluuna auliyaaika. Allahumma khollip baina kalimihim wazalzil iqdaamahum wainzil bihim ba sakalladzii latarudduhuu ‘anilqaumil mujrimin.

Hukum Doa Qunut

Tak ada satupun ulama dan hukum islam yang menunjukkan doa Qunut itu bid’ah. Hanya golongan tertentu saja yang mengatakan demikian. Akan tetapi nyatanya sampai sekarang belum ditemukan hukum yang menyatakan bahwa doa ini haram atau bid’ah.

Sesungguhnya doa Qunut ini hukumnya sunnah. Pendapat ini diperkuat dengan pendapat dari para Imam Mu’tabar. Imam Syafei, Abu Ishaq Al Ghazali, Ibnu Abi Laila, Abu Bakar bin Muhammad, Hakam bin Utaibah, dan beberapa imam lain mengemukakan pendapat yang sama. Ini juga yang pada akhirnya dipegang oleh para Ulama Salaf.

Hukum doa Qunut ini juga diperkuat oleh sebuah hadits riwayat Imam Ahmad daripada Anas bin Malik, yang artinya “Rasulullah SAW membaca doa qunut pada solat Subuh sehingga Baginda wafat.” Diriwayatkan pula bahwa Sayidina Umar bin Khattab juga membaca doa Qunut pada solat Subuh dan disaksikan serta diikuti oleh para sahabat lainnya.

Dalam Al-Um jilid 1 halaman 205, Imam Syafi’I berkata “Tak ada Qunut dalam solat yang lima waktu kecuali solat Subuh. Kecuali jika terjadi bencana maka boleh Qunut pada semua sembahyang jika imam menyukai” Pada kitab Al-Mahalli jilid 1 halaman 157, Imam Jalaludin Al-Mahalli berkata “Disunatkan membaca Qunut pada I’tidal  rakaat kedua dalam solat Subuh dengan doa. Allahumahdini hingga selesai”

Hukum Doa Qunut menurut pendapat dari empat Imam Madzab:

  1. Ulama Syafi’iyyah

Para ulama ini mengemukakan bahwa tidak ada Qunut dalam solat witir kecuali ketika setengah akhir di bulan Ramadhan. Mereka juga berpendapat bahwa tidak ada doa Qunut dalam solat lima waktu kecuali solat Subuh dalam berbagai kondisi, baik jika saudari seiman sedang tertimpa musibah ataupun tidak.

  1. Ulama Malikiyyah

Para ulama ini berpendapat bahwa tidak ada doa Qunut dalam solat lain kecuali hanya solat fardhu Subuh saja. Pada solat witir atau solat – solat yang lain tidak ada.

  1. Ulama Hanabilah

Terkait doa Qunut, para ulama ini meyakini dan mensyariatkan bahwa doa Qunut hanya diamalkan ketika solat witir, dan tidak ada anjuran melakukan doa Qunut pada solat lain kecuali pada saat terjadinya musibah, bencana, atau wabah penyakit.

  1. Ulama Hanafiyyah

Para ulama ini meyakini bahwa doa Qunut dilaksanakan hanya pada saat solat Witir saja. pada solat lain tidak disyariatkan. Kecuali jika terjadi musibah maka dianjurkan untuk melakukan Qunut Nawazil. Pelafalan juga hanya dilakukan oleh imam solat, para makmum hanya mengamininya saja.

Doa Qunut Witir

Doa Qunut Witir

Tak hanya doa qunut subuh dan nazilah, beberapa ulama yakin dengan pengamalan doa qunut witir. Waktu pengamalannya dimulai di pertengahan bulan Ramadhan hingga akhir Ramadhan pada akhir rakaat witir. Pada awalnya, ini didasari oleh sebuah riwayat yang isinya bahwa Rasulullah SAW mengajarkan qunut kepada cucunya Sayyid Hasan bin Ali Karromallahu Wajhah.

Ada juga dasar lain yang dirujuk pada kitab Al – Adzakar halaman 57. Selain itu, menurut Imam Nawawi juga disunnahkan membaca Qunut dalam separuh Ramadhan.

Makna Qunut

Dalam Al –Quran, kata “qunut sendiri sering muncul dan bisa diartikan menjadi seperti berikut:

  1. Sikap Taat

Pada Surat Al-Baqarah ayat 116, muncul satu penggal ayat yang di dalamnya memuat kata “qunut” yang bermakna tunduk. Jika ayat tersebut diartikan maka menjadi seperti ini: “Hanya milik Allah segala yang ada di langit dan di bumi, semuanya kunut (Tunduk) kepada Allah”.

  1. Perintah Solat

Pada surat Ali Imran ayat ke 43, kata “qunut” bisa diartikan sebagai perintah untuk solat. Arti dari ayat ini kurang lebih “hai Maryam, lakukan kunut (solatlah), sujudlah, dan rukuklah bersama orang – orang rukuk.

  1. Tenang

Dalam surat Al Baqarah ayat 238, kata “qunut” dapat diartikan sebagai sikap tenang. Artinya begini “Berdirilah menghadap Allah (solatlah) dengan tenang”.

Selain itu pada hadits riwayat Bukhari juga menjelaskannya setelah ayat ini turun. Isinya yaitu tentang Zaid bin Arqam yang mengatakan “Dahulu kau mengobrol ketika solat, hingga turun ayat ini, dan kami diperintahkan untuk diam, dan kami dilarang berbicara”

  1. Berdiri Lama Ketika Solat

Dalam hadits HR Bukhari dan Muslim, kata “qunut” bisa diartikan dengan maksud berdiri. Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Salat yang paling utama adalah qunutnya (berdirinya).

Manfaat dan Keutamaan Doa Qunut

Manfaat dan Keutamaan Doa Qunut

Mengamalkan doa Qunut dalam solat ternyata memberikan manfaat yang besar dalam kehidupan. Kelebihan dan kegunaannya adalah sebagai berikut ini:

  1. Memberikan Petunjuk

Seperti pada penggalan ayatnya yang menyatakan bahwa hamba yang mengucapkan doa Qunut meminta untuk diberi petunjuk. Apabila Anda sedang dilanda suatu kebingungan maka amalkanlah doa ini setiap rokaat kedua solat Subuh setelah I’tidal. Insha Allah, akan segera diberikan petunjuk dan jalan keluar atas masalah dan kebingungan yang dihadapi.

  1. Mendapat Perlindungan Langsung dari Allah SWT

Allah Maha Pelindung, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Rasa Kasih-Nya kepada seluruh makhuk terbagi seadil – adilnya. Dengan mengamalkan doa Qunut, insha Allah perlindungan yang Allah SWT berikan lebih lagi. Dalam doa tersebutlah “Wa’afinii fii man ‘afait”, yang bermakna memohon kasih sebagaimana Allah telah memberi kasih keselamatan terhadap hamba-Nya yang lain.

Ajaibnya, perlindungan ini tak terbatas. Perlindungan yang diberikan di dunia dan untuk tabungan di akhirat kelak. Masha Allah, sungguh besar kasih dari Allah SWT terhadap hamba – hamba-Nya yang selalu berdoa.

  1. Memberi Nikmat dan Keberkahan

Dalam potongan ayat “Wabaariklii fiimaa a’thoiit”, seorang hamba memohon kepada Allah SWT untuk diberkahi dalam setiap apa yang Allah telah beri atau kasihi. Kalimat ini jelas menunjukkan bahwa nikmat apapun yang ia dapat, ia selalu meminta keberkahan untuk nikmat tersebut.

  1. Allah Menjadi Wali

“Wa tawalla – nii man tawallait”, adalah permohonan seseorang kepada Allah SWT untuk-Nya menjadi wali bagi hamba tersebut. Dengan demikian maka Allah akan selalu menjadi pelindung, pemberi petunjuk pada jalan lurus, dan membantu pada setiap ujian yang dihadapi seorang hamba.

  1. Pengakuan Terhadap Ketetapan Allah

Melalui doa Qunut, “Innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaiik..” seorang muslim mengakui bahwa Allah adalah satu – satu-Nya di dunia ini yang memutuskan terjadinya sesuatu dan menetapkan sesuatu. Untuk itu, jika kita telah memohon kepada Allah, dan tidak dikabulkan maka itu adalah sebaik – baiknya ketetapan dari-Nya. Sungguh Allah Maha mengetahui apa yang terjadi kepada hamba-Nya di masa depan.

  1. Pengakuan Bahwa Musuh Allah Tidak Akan Dimuliakan

Pada bacaan “Wa innahuu laa yadzillu maw waa laait”, yang berarti bahwa sesungguhnya tak akan terhina orang yang dijadikan Wali Allah” jika pada lafal sebelumnya, seorang hamba memohon kepada Allah SWT untuk menjadi walinya, maka di bagian potongan ayat ini kita memuliakan Wali – Wali Allah yang pernah diutus di dunia.

Yang perlu digaris bawahi adalah, wali – wali ini bukanlah orang – orang indigo, pertapa, atau yang memiliki kekuatan mengaku bisa melihat masa depan. Yang dimaksud para wali Allah adalah mereka yang merupakan para ahli ibadah dan berdakwah berjalan di jalan Allah SWT. Bukan mereka yang mengaku dapat menyembuhkan penyakit dan menyebut diri mereka adalah wakil Allah di dunia.

  1. Memohon Perlindungan dari Keburukan

Pada penggalan ayat “Wa qinii syarra maa qadhaiit” mempunyai makna bahwa hamba tersebut meminta perlindungan hanya kepada Allah SWT. Ia percaya bahwa apapun yang terjadi dalam hidupnya merupakan takdir, ujian, dan cobaan dari Allah, untuk itu hanya kepada-Nya lah ia mengembalikan, memasrahkan, dan menggantungkannya kepada Allah SWT. Dengan begitu hidupnya akan selamat dunia dan akhirat.

Alasan Qunut Dibaca

Alasan Qunut Dibaca

Setelah keruntuhan Khilafah Islamiyah, doa ini secara terus menerus dibaca dan diamalkan dalam solat. Hal ini berhubungan dengan runtuhnya Khilafah terakhir Turki Utsmaniy yang runtuh pada 1924. Semenjak itu, Islam selalu dirundung banyak ujian dan musibah. Seperti peperangan, bencana alama, kondisi bumi yang semakin memburuk, dan lain – lain.

Untuk itu, tak heran jika untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT dari segala marabahaya yang mungkin datang para kaum muslimin dan muslimat banyak – banyak mengamalkan doa Qunut pada solat Subuh mereka.

Menyikapi Perbedaan Hukum Doa Qunut

Menyikapi Perbedaan Hukum Doa Qunut

Beberapa hadits, golongan, dan pendapat ternyata tidak selaras. Akan tetapi, itu bukanlah sebuah alasan untuk langsung memberikan penilaian mengenai baik atau buruknya sebuah amalan. Sikap yang perlu diambil untuk menghadapi situasi seperti ini diantaranya adalah:

  1. Meyakini Salah Satu

Yakinilah salah satu, putuskan mana yang paling baik menurut Anda. Tentunya disertai dengan alasan dan juga dalil atau hadits yang benar, yang paling shahih. Membatalkan salah satu atau dengan nasikh mansukh bisa dilakukan apabila ditemukan sebuah riwayat yang jelas terkait.

  1. Menemukan Sebab

Tentu saja perbedaan pendapat terjadi bukan karena disengaja. Ada alasan tersendiri dan sebab yang jelas. Maka dari itu, cari tahu apa penyebabnya. Mungkin saja perbedaan zaman bisa menjadi penyebabnya. Zaman Rasulullah SAW dengan zaman sekarang tentu kondisinya begitu berbeda. Bisa juga karena situasi tertentu, menjadi sebuah alasan mengapa para ulama ini memiliki perbedaan pendapat.

  1. Kaitkan dengan Bidang Fikih

Ilmu agama yang mempelajari tentang peribadatan adalah fikih. Pada permasalahan teknis ibadah sering kali ditemukan adanya perbedaan karena perkenanan pilihan yang banyak. Islam itu pada dasarnya memberi kemudahan kepada pemeluknya untuk melakukan ibadah. Untuk itu, dalam teknisnya pun bisa menjadi berbeda sebab adanya kebebasan dalam hal – hal tertentu.

Jika Lupa Doa Qunut

Jika Lupa Doa Qunut

Mengamalkan doa Qunut pada saat solat Subuh bisa menjadi sebuah kebiasaan. Akan tetapi, manusia yang tak pernah luput dari kesalahan dan lupa ini terkadang bisa melewatkan apapun di dalam hidupnya. Apabila Anda terbiasa melafalkan doa Qunut dan kemudian lupa maka bisa diatasi dengan melakukan Sujud Syahwi. Caranya adalah sebagai berikut ini:

  1. Niat

Di penghujung rokaat terakhir berniatlah. Setelah membaca tahiyat akhir, sebelum salam, takbir, dan kemudian sujud dengan mengucap doa sujud syahwi.

  1. Sujud

Saat sujud, lafalkan “Subhaana Man Laa Yanaamu Walaa Yashuu” artinya, “Maha Suci Allah, zat yang tidak pernah tidur dan idak pernah lupa” sebanyak tiga kali.

  1. Duduk Di Antara Dua Sujud

Setelah sujud, bangun dan duduk seperti saat duduk di antara dua sujud. Bacaan pun sama seperti pada saat melakukan solat biasa.

  1. Sujud

Sujudlah sekali lagi. ucapkan bacaan yang sama seperti pada nomor dua. Setelah itu bangun, bila belum membaca tahiyat akhir bisa membacanya. Jika tidak maka bisa langsung diikuti dengan salam.

Download MP3

Bagi anda yang ingin memiliki bacaan doa qunut dalam bentuk mp3 dapat download disini

Sekian pembahasan Doa Qunut, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.