Doa Untuk Orang Sakit, Anjuran Menjenguk, Dan Hukum Berobat Menurut Islam

Sudah sewajarnya jika sesama muslim harus saling tolong menolong, baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan duka. Jika salah satu diantara saudara, teman, keluarga, atau orang yang kita kenal ada yang sakit maka sebagai muslim kita disunnahkan untuk menjenguk dan mendoakannya. Doa untuk orang sakit sangat diperlukan untuk menguatkan kesabaran dan meringankan penyakitnya sehingga ia bisa kembali bersemangat dan sehat.

Anjuran Rasulullah SAW Untuk Menjenguk dan Mendoakan Orang Yang Sakit

Anjuran Rasulullah SAW Untuk Menjenguk dan Mendoakan Orang Yang Sakit

Sebagaimana anggota tubuh maka keberadaan muslim satu dengan lainnya tidak bisa dipisahkan dan saling berkaitan. Seperti hadis riwayat Bukhari dan Muslim, dari Nu’man bin Basyir RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi adalah ibarat tubuh yang satu. Jika salah satu anggota tubuh sakit maka seluruh anggota badan ikut merasakan panas dan demam”.

Dengan menjenguk dan memanjatkan do’a maka kita telah memenuhi salah satu kewajiban dari enam hak sesama muslim, yakni mengucapkan salam ketika bertemu, menghadiri undangannya, memberikan nasehat jika diminta, bertsymit ketika ia bersin (mengucapkan Yarhamukallah), menjenguk ketika sakit, dan mengantarkan jenazahnya ketika meninggal. Bahkan mendoakan orang yang sakit juga telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dengan tata cara yang lengkap beserta do’anya.

Macam-macam doa untuk orang sakit

Macam-macam doa untuk orang sakit

Dalam kitab Al-Adzkar yang ditulis oleh Imam An-Nawawi rahimahullah dan bersumber dari beberapa riwayat, telah dijelaskan sejumlah adab dan tata cara Nabi Muhammad SAW ketika menjenguk para sahabatnya yang sedang sakit. Dalam hadis riwayat tersebut, ada beberapa lafadz do’a yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk mendoakan kesembuhan para sahabatnya. Adapun macam-macam doa untuk orang sakit tersebut yakni sebagai berikut.

  1. Do’a Nabi untuk keluarganya yang sakit

Aisyah RA pernah bersabda seperti yang dijelaskan dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim, yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah mengunjungi atau berziarah pada salah satu keluarga yang sakit parah. Rasulullah SAW kemudian mengusap kepala anggota keluarga yang sakit tersebut dengan tangan kanannya seraya mengucapkan: “Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman”.

Yang artinya: “Ya Allah, Tuhan seluruh umat manusia, hilangkanlah penyakit yang dia derita. Berikanlah kesembuhan kepada dia karena Engkau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Engkau, dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit lagi”. Selain bisa dibaca ketika menjenguk orang yang sakit, do’a tersebut juga bisa dilafadzkan ketika selesai melakukan sholat, dzikir, membaca Al-Qur’an, atau menjelang berbuka puasa.

  1. Do’a Nabi untuk orang yang sedang sakit parah

Ketika menjenguk orang sakit dan hampir menemui ajal, maka Anda juga bisa melafadzkan do’a berikut di hadapannya. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi yang mengatakan bahwa Ibnu Abbas RA pernah menjumpai Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menjenguk orang yang sakit sebelum sampai pada terputusnya nyawa, lalu dibacakan do’a berikut sebanyak tujuh kali, maka Allah akan mengangkat penyakitnya”.

Adapun doa untuk orang sakit yang dimaksud di atas yaitu berbunyi: “As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka”. Yang artinya: “Hamba memohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhan pemilik Arsy yang Agung, semoga Dia menyembuhkan engkau”. Memohon dengan menyebut nama Allah yang Maha Agung berarti menunjukkan kekuasaan Allah dalam memberikan kesembuhan untuk berbagai penyakit dan tiada daya kecuali berasal dari-Nya.

  1. Do’a Nabi untuk meruqyah seseorang

Ruqyah menurut syariat Islam yakni berupa bacaan Al-Qur’an, asmaul husna, dan beberapa do’a yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah, dengan tujuan untuk meminta pertolongan dan perlindungan kepada Allah dari berbagai penyakit seperti tersengat binatang berbisa, kerasukan jin, terkena sihir, dan sebagainya. Dalam Al-Qur’an sendiri terdapat dua surah yakni Al-Falaq dan An-Naas yang biasa dipakai Nabi untuk meruqyah seseorang dari gangguan sihir.

Menurut hadis riwayat At-Tirmidzi melalui Aisyah RA, bersabda bahwa Rasulullah SAW senantiasa membaca dua surah tersebut lalu meniupkan pada kedua telapak tangannya, bagian kepala, wajah, dan anggota badan lainnya. Sementara dari Abu Said mengatakan bahwa Rasulullah SAW sering kali berlindung dari gangguan jin dan manusia. Namun ketika turun dua surah tersebut, Beliau meninggalkan (metode) yang lainnya dan mengganti dengan keduanya.

Selain itu, dalam hadis riwayat lain oleh Al-Bukhari dan Muslim dijelaskan jika Aisyah RA pernah bersabda bahwa Rasulullah SAW bila meruqyah seseorang akan membaca: Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta. Yang artinya “ Hapuslah penyakit dia, wahai Tuhan sekalian manusia. Hanya di tangan-Mu ada kesembuhan, dan tidak ada yang bisa mengangkat penyakitnya kecuali Engkau”.

  1. Do’a meminta kesembuhan dengan menyebut nama orang yang sakit

Melafadzkan doa untuk orang sakit juga bisa secara khususon atau menyebut nama mereka. Sebagaimana yang dilakukan oleh baginda Rasulullah SAW ketika menjenguk Sa‘ad bin Abi Waqqash dalam hadis riwayat Imam Muslim. Ia (Sa’ad) bersabda bahwa Rasulullah SAW menjenguknya, kemudian Beliau meletakkan tangan pada jidad, wajah, dan perutnya, lalu berdoa “Allāhummasyfi Sa‘dan” sebanyak tiga kali. Yang artinya: Ya Allah, sembuhkanlah Sa‘ad.

Anda bisa memakai do’a di atas dengan mengganti nama Sa’ad (Sa’dan) dengan nama orang yang sedang sakit. Dengan menyebutkan nama orang yang sakit secara berulang pada do’a, maka secara tidak langsung kita telah membuat ikatan tertentu dengan orang tersebut. Maka dari itu, kita harus menyertakan banyak kebaikan dalam do’a tersebut dengan meminta kesembuhan dan pengampunan dosa dari Yang Maha Kuasa.

  1. Do’a Nabi untuk segala macam penyakit

Dalam hadis riwayat Al-Bukhari juga dijelaskan jika Ibnu Abbas RA bersabda, bahwa Rasulullah SAW pernah menjenguk orang badui yang sedang menderita sakit demam. Ia kemudian melafadzkan “Lā ba’sa thahūrun insyā’allāhu”. Yang artinya: (Semoga) tidak apa-apa (tidak sakit), dan semoga menjadi suci dengan kehendak Allah. Do’a ini bisa Anda amalkan untuk meminta kesembuhan dalam berbagai penyakit umum, bahkan penyakit ganas sekalipun.

  1. Do’a Nabi dengan meminta kesembuhan dan pengampunan dosa

Dalam mendoakan seseorang yang sakit maka alangkah baiknya jika Anda juga menyertakan do’a untuk pengampunan dosanya, perlindungan agama, dan juga jiwa raganya. Hal ini dimaksudkan agar orang yang sakit lebih dimudahkan jalannya untuk memperoleh ridha illahi dan cepat memperoleh kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Sebagaimana riwayat Ibnu Sunni, yang menjelaskan do’a Rasulullah SAW yang dibaca ketika menjenguk Salman Al-Farisi RA.

Rasulullah SAW berdoa: Syafākallāhu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘āfāka fī dīnika wa jismika ilā muddati ajalika. Yang artinya: “Wahai (nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia”. Selain do’a tersebut, masih banyak do’a lainnya yang bisa diamalkan. Bahkan dalam mendoakan juga bisa memakai bahasa daerah agar tidak salah tafsir.

Mendoakan orang yang sakit dengan surah Al-Fatihah

Mendoakan orang yang sakit dengan surah Al-Fatihah

Membacakan doa untuk orang sakit juga bisa dengan suratul Fatihah. Kemampuan surah pertama dalam AL-Qur’an atau Ummul Qur’an ini memang tidak bisa dipungkiri keagungannya. Para ulama juga sepakat jika surah yang satu ini merupakan surah paling agung diantara surah-surah lainnya dalam AL-Qur’an. Menurut al-Qurthubi, surah Al-Fatihah memiliki 12 sebutan atau nama lain yang dua diantaranya yaitu al-Syifa (obat) dan al-Ruqyah (mantra).

Menurut HR Al-Darimi dan al-Bayhaqi, surah al-Fatihah merupakan obat dari segala macam penyakit. Surah ini bisa dibacakan dengan berbagai cara, seperti kirim do’a secara bersama untuk kesembuhan orang yang sedang sakit di suatu tempat, atau dibacakan secara langsung di tempat orang yang sakit. Sedangkan menurut HR al-Bukhari dan Muslim, surah al-Fatihah bisa digunakan untuk ruqyah berdasarkan riwayat Abu Sa’id Al-Khudri.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri dijelaskan bahwa ada beberapa sahabat Rasulullah yang melakukan perjalanan jauh melewati perkampungan Arab. Mereka kemudian dimintai pertolongan untuk menyembuhkan pembesar kampung yang terkena sengatan binatang. Lantas mereka membacakan surah Al-Fatihah dan pembesar itu pun sembuh. Mereka dihadiahi seekor kambing kemudian menceritakan kisahnya kepada Rasulullah. Dan Rasulullah kemudian berkata “Bagaimana engkau tahu kalau al-Fatihah itu adalah ruqyah?”. Oleh karena itu, surah al-fatihah termasuk doa untuk orang sakit.

Mendoakan orang yang sakit dengan sholawat Tibbil Qulub

Mendoakan orang yang sakit dengan sholawat Tibbil Qulub

Shalawat thibbil qulub atau obat hati merupakan jenis shalawat yang juga sering digunakan dalam praktek penyembuhan berbagai penyakit. Dalam penerapannya, shalawat thibbil qulub bisa dibaca hingga sepuluh kali sembari memegang bagian tubuh yang sakit. Selain menyembuhkan penyakit, bacaan shalawat thibbil qulub juga diyakini bisa mengobati rasa was-was dan kegundahan dalam hati. Adapun bacaan shalawat thibbil qulub tersebut yakni sebagai berikut.

“Allahumma sholli ‘ala Sayyida Muhammadin thibbil quluubi wadawaaiha, wa’aafiyatil abdani wasyifaaiha, wanuuril abshoori wadhiyaaiha wa’ala aalihi washohbihi wabaarik wasallim”. Yang artinya: Tuhanku, berikanlah rahmat kepada junjungan besar Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya, dan untuk menyinari penglihatan beserta cahayanya, dan sebagai makanan jasmani dan rohani. Sholawat dan salam juga tercurahkan kepada keluarga dan para sahabatnya”. Begitulah salah satu doa untuk orang sakit.

Keutamaan Menjenguk dan Mendoakan Orang Yang Sakit

Keutamaan Menjenguk dan Mendoakan Orang Yang Sakit

  1. Ladang syurga

Menjenguk dan membacakan doa untuk orang sakit merupakan tuntunan Islam yang harus dilakukan bagi sesama muslim. Selain untuk memohon kesembuhan bagi orang yang sakit, mendoakan mereka juga bisa berfungsi sebagai ladang mengumpulkan pahala di sisi Allah. Dalam hadis riwayat Imam Muslim dikatakan bahwa: Orang yang menjenguk orang sakit maka ia berada dalam taman buah di syurga hingga ia kembali pulang.

  1. Meringankan beban orang yang sakit

Menjenguk sekaligus mendoakan orang yang sakit tentu akan meringankan beban derita yang dirasakan oleh hati, badan, dan juga pikiran mereka. Orang yang dijenguk akan merasa senang dan kembali bersemangat. Selain itu, ketika kita mendoakan sesama muslim maka malaikat akan meng-aamiin-i dan mendoakan kembali orang yang berdoa dengan doa yang sama. Maka dari itu, kekuatan do’a mampu untuk menyinari mata hati.

  1. Mendapatkan doa dan shalawat dari para malaikat

Dalam riwayat Ibnu Majah, dijelaskan bahwa seseorang yang menjenguk saudara muslimnya sakit maka pahala kebun surga baginya dari ketika ia berjalan hingga ia duduk. Jika ia duduk maka rahmat Allah akan menyelimutinya. Jika ia datang pagi hari, maka 70.000 malaikat akan bershalawat untuknya hingga sore hari. Dan jika datang pada sore hari, maka 70.000 malaikat akan bershalawat hingga pagi hari.

  1. Tempat bersyukur

Ketika menjenguk orang yang sedang sakit maka kita akan terbawa dengan situasi dimana kita akan sadar bahwa nikmat kesehatan itu sangatlah penting. Dengan begitu kita bisa mengambil hikmah atau pelajaran dengan selalu bersyukur dan tetap menjaga kesehatan. Selain itu, kita juga akan tahu bahwa tanpa pertolongan Sang Kuasa lewat doa untuk orang sakit, maka tidak akan ada kesembuhan yang terjadi.

Hukum Berobat Bagi Orang Yang Sakit

Hukum Berobat Bagi Orang Yang Sakit

Keyakinan bahwa Allah satu-satunya Dzat yang mampu meyembuhkan penyakit tidak seharusnya menjadi pokok penghalang untuk mencari pengobatan. Bahkan Rasulullah SAW sendiri telah memberikan perintah kepada umatnya agar berobat sebagaimana yang diriwayatkan oleh Usamah bin Syariik RA. Dalam Musnad Imam Ahmad, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW mengatakan: Wahai hamba Allah, berobatlah! Sesungguhnya  Allah tidak memberikan penyakit, kecuali dengan obatnya. Kecuali penyakit tua.

Dalam hadis lain oleh Imam Muslim, yang bersumber dari sahabat Jabir bin Abdillah RA, mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwasanya semua penyakit ada obatnya. Dan jika sesuai antara obat dan penyakit, maka penyakit tersebut akan sembuh dengan seizin Allah. Maka dari itu mencari obat untuk kesembuhan penyakit tidak akan menentang keimanan seseorang terhadap Allah SWT. Dengan membacakan doa untuk orang sakit akan lebih baik lagi untuk orang tersebut.

Namun dalam prosesnya ia harus tetap meyakini bahwa kesembuhan yang terjadi hanya akan datang dengan seizin Allah. Bahkan meskipun fungsi obat dikatakan sangat manjur, atau dokter yang menangani memang benar-benar ahli, namun jika Allah SWT sudah berkehendak lain maka semua hal tersebut juga tidak akan terjadi. Untuk itu kita tidak boleh bersandar pada penyebabnya saja, melainkan darimana asal penyebab tersebut.

Larangan Berputus Asa Bagi Orang Yang Sakit

Larangan Berputus Asa Bagi Orang Yang Sakit

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, yang bersumber dari Abu Hurairah, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda: Allah tidak akan menurukan suatu penyakit, kecuali Allah juga menurunkan obatnya. Maka dari itu, seorang muslim yang sedang sakit dan lama tidak kunjung sembuh tidak seharusnya terus menerus mengeluh dan berputus asa. Karena hal tersebut hanya akan memperburuk kondisi tubuh, mental, dan penyakit yang dideritanya.

Beberapa hal yang bisa dilakukan agar penyakitnya lekas sembuh yakni dengan berusaha sekuat tenaga untuk mencari pengobatan yang tepat. Selain itu, ia juga harus bertawakal dan menyerahkan semua hasilnya kepada Allah SWT. Ia harus sabar menerima takdir dan selalu berprasangka baik terhadap Allah. Mungkin cobaan yang diterimanya yakni sebagai ujian dalam tingkatan keimanannya atau sebagai hukuman atas kesalahan yang dibuat.

Hal-Hal Yang Harus Dilakukan Selama Sakit

Hal-Hal Yang Harus Dilakukan Selama Sakit

  1. Yakin dan tidak berputus asa, serta percaya bahwa Allah akan memberikan rahmat berupa mukjizat obat dan kesembuhan kepada dirinya;
  2. Bersyukur terhadap nikmat kesehatan ketika ia sudah kembali sehat;
  3. Takut dengan siksa Allah dan senantiasa memohon ampunan kepada Allah atas dosa-dosa yang pernah ia lakukan;
  4. Sabar dan lapang dada menerima cobaan yang bertubi-tubi dari Allah, dan selalu berpikir positif terhadap ketentuan-Nya;
  5. Tidak boleh mengharap kematian, meskipun penyakitnya sangat parah dan sulit untuk disembuhkan;
  6. Menyelesaikan kewajiban atau hak yang harus segera ditunaikan, seperti hutang, wasiat atau sebagainya.

Sekian pembahasan Doa Untuk Orang Sakit, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.