Hadits (sunah) merupakan bentuk perkataan, perbuatan, atau ketentuan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW semasa hidupnya, dan dijadikan sebagai landasan serta pedoman dalam syariat Islam.

Dalam penerapannya, setiap muslim harus bertindak sesuai dengan hukum dasar Islam yang berupa Al-Qur’an dan juga Assunnah. Tujuannya agar hidup manusia senantiasa dalam rahmat dan ridho illahi. Seperti yang telah dicontohkan dalam beberapa riwayat berikut ini.

Hadits Tentang Amal Jariyah

Hadits Tentang Amal Jariyah

Jika didefinisikan secara syara’, amal jariyah merupakan perbuatan terpuji yang nilai pahalanya tidak akan terputus meskipun orang yang mengamalkan tersebut sudah meninggal. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa:

“Jika seseorang dari anak Adam telah meninggal, maka seluruh amalnya akan terputus kecuali tiga perkara, yakni sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang manfaat, dan anak yang sholeh yang senantiasa mendoakan orang tuanya”.

Beberapa faedah yang bisa diambil dari hadits di atas yakni:

  1. Terputusnya Pahala Manusia Ketika Meninggal

Semua amalan baik dan buruk manusia akan terputus ketika ia meninggal. Maka dari itu, alangkah baiknya jika semasa hidup kita hendaknya diisi dengan memperbanyak amal sholeh.

Seperti tidak pernah jenuh untuk beribadah kepada Allah, memperbanyak sholawat dan baca Al-Qur’an, berkumpul dengan orang-orang sholeh, dan berperilaku baik sesama makhluk Allah. Yakni dengan memberi makan orang miskin, menyantuni anak yatim, serta menolong sesama.

  1. Harus Memperbanyak Sedekah Jariyah

Dari riwayat di atas maka ada tiga amalan yang tetap mengalir pahalanya, salah satunya yaitu dengan bersedekah jariyah. Sedekah yang dimaksud di sini yaitu seperti membangun atau mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid, sekolah, dan bangunan lain yang bermanfaat seperti sumur atau sebagainya.

Amalan lain yang juga termasuk dalam sedekah jariyah yakni menulis, membuat, atau mencetak buku yang bisa dimanfaatkan untuk ibadah.

  1. Mengamalkan Ilmu yang Bermanfaat

Seperti sumur yang terus mengeluarkan air, maka ilmu yang bermanfaat jika diamalkan kepada orang lain akan menghasilkan pahala yang tidak pernah putus. Seorang guru atau orang yang berilmu akan berjasa ketika apa yang diajarkan bisa membawa muridnya menuju kesuksesan dunia dan akhirat. Sama seperti orang tua yang mengajarkan agama kepada anaknya, maka pahalanya tidak akan pernah habis meskipun ia meninggal.

  1. Mendidik Anak Agar Sholeh

Anak yang sholeh merupakan buah hasil didik orang tua yang senantiasa memperhatikan pendidikan agama Islam. Untuk itu, anak yang sholeh akan membalas kerja keras orang tuanya dengan selalu mendoakan mereka. Bahkan setelah meninggal, anak yang sholeh akan tetap mengirimkan doa agar Allah mengampuni segala dosa bapak ibunya, dan senantiasa menjaga kedua orang tuanya dari siksa kubur dan panasnya api neraka.

Hadits tentang Sakit Penghapus Dosa

Hadits Tentang Sakit Penghapus Dosa

Dalam suatu riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim dikatakan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan seorang muslim ditimpa dengan suatu penyakit atau sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan dosa-dosanya saat itu juga seperti pohon yang menggugurkan daunnya”.

Maka dari itu, alangkah baiknya jika kita senantiasa bersyukur meskipun ia dalam kondisi sakit dan tidak berputus asa atau malah berprasangka buruk terhadap Allah.

Beberapa faedah yang bisa diambil dari hadits di atas yakni:

  1. Mengajarkan untuk Tetap Berprasangka Baik Terhadap Allah

Dari riwayat di atas maka kita harus yakin bahwa segala sesuatu terjadi karena kehendak Allah SWT yang lebih tahu dengan jalan hidup kita. Jadi kita tidak boleh berprasangka buruk yang kemudian menyalahkan Allah atas musibah sakit yang kita alami. Kita harus yakin bahwa Allah mendatangkan penyakit tersebut dengan tujuan mulia, yakni sebagai hukuman dan penghapus atas dosa yang kita perbuat.

  1. Mengajarkan untuk Senantiasa Bersyukur

Allah tidak akan memberikan penyakit kecuali untuk mengetuk kesadaran hambanya agar senantiasa bersyukur terhadap nikmat kesehatan yang dinikmatinya. Maka dari itu, setiap muslim seharusnya lebih menghargai kesehatan dengan menjaga pola hidup yang sehat.

Selain itu, orang muslim harusnya juga bersyukur karena setiap waktu yang dijalani ketika ia sakit akan mengurangi tumpukan dosa-dosa yang pernah ia lakukan sehingga ia kembali suci.

  1. Mengajarkan untuk Tetap Optimis dan Tidak Berputus Asa

Ketika mengalami musibah sakit maka sebaiknya kita tidak gampang berputus asa dan yakin bahwa Allah tidak akan mendatangkan suatu penyakit kecuali dengan obatnya. Kita harus tetap berusaha mencari pengobatan dan tidak berputus asa. Kalaupun penyakit yang diderita cukup lama dan tidak bisa diobati maka kita harus sabar dan tetap semangat karena meskipun kita meninggal maka timbangan dosa kita akan berkurang.

Hadits tentang Keutamaan Sujud

Hadits Tentang Keutamaan Sujud

Sujud merupakan kegiatan membungkuk dan merendahkan badan di atas tanah, dengan makna bahwa seorang hamba tidak akan lebih mulia dari Tuhannya. Keutamaan sujud diriwayatkan dalam shahih Muslim, yang bersumber dari Abu Hurairah RA, yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“(Kondisi) di mana seorang hamba lebih dekat dengan Tuhannya yakni ketika ia sedang melakukan sujud (dalam sholat), maka hendaklah ia memperbanyak do’a”.

Beberapa faedah yang bisa diambil dari hadits di atas yakni:

  1. Anjuran untuk Memperbanyak Doa Ketika Sujud

Banyak kita lihat jika seseorang melakukan kesalahan atau menginginkan sesuatu maka ia akan bersujud di hadapan orang yang lebih berkuasa atas dirinya. Hal ini dilakukan dengan harapan agar ia mendapatkan apa yang diinginkan.

Dalam konteks yang sama maka seorang hamba juga sepatutnya memperbanyak doa dengan bersujud kepada Allah, baik dalam keadaan sholat, bersyukur, atau memanjatkan doa seperti pada sholat hajat.

  1. Sarana Mendekatkan Diri Pada Allah dengan Sholat

Salah satu amal yang pertama kali dihisab kelak di akhirat yakni tentang ibadah sholat. Keutamaan sholat bagi manusia yakni mampu mendekatkan diri kita dengan Sang Pencipta, terutama karena di dalam sholat terdapat gerakan berupa sujud. Dengan bersujud maka kita membuktikan bakti seorang hamba terhadap Tuhannya. Maka dari itu, janganlah meninggalkan sholat meskipun dalam keadaan terjepit dan tidak berdaya (sakit) sekalipun.

  1. Bersungguh-Sungguh Dalam Berdoa

Doa adalah sarana untuk mencurahkan isi hati dan keinginan kita kepada Sang Kuasa. Untuk itu, agar doa yang kita panjatkan segera terkabul maka hendaklah bersungguh-sungguh dalam melakukannya. Doa juga tidak dipanjatkan satu atau dua kali saja, namun harus berulang kali. Gunakanlah berbagai macam do’a yang bersumber dari Al-Qur’an dan Assunnah yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW karena sudah jelas kandungannya.

Hadits tentang Berterimakasih

Hadits Tentang Berterimakasih

Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk bersikap angkuh dan sombong. Apalagi ketika mendapatkan pertolongan dari sesama hamba Allah, maka kita wajib untuk mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada mereka.

Sebagaimana yang diriwayatkan Abu Hurairah RA yang ditulis dalam shahih At- Tirmidzi, yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak mau berterimakasih sesama manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah”.

Beberapa faedah yang bisa diambil dari hadits di atas yakni:

  1. Anjuran untuk Menghargai Orang Lain

Sebagai makhluk sosial maka sudah sewajarnya jika manusia akan saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lain. Untuk itu, jika ada orang yang baik dengan kita maka sudah sepatutnya kita merasa bersyukur dan berterimakasih kepadanya.

Di antara berbagai bentuk rasa terima kasih yakni dengan memuji dan mendoakan kebaikan mereka, serta memperlakukan dengan bijak mereka yang telah berkata atau berperilaku baik kepada kita.

  1. Mencela Orang yang Sombong

Salah satu faedah yang bisa diambil dari riwayat di atas yakni kita tidak boleh berperilaku sombong dengan tidak mau berterimakasih atas bantuan orang lain. Untuk itu, Allah tidak akan menerima rasa syukurnya terhadap pemberian Allah, bilamana ia tidak bisa mengucapkan rasa syukur kepada orang yang telah membantunya. Pentingnya rasa terima kasih juga bisa membuat orang lain merasa senang karena dapat diandalkan.

  1. Menguatkan Ukhuwah Islamiyah

Dengan berterimakasih maka kita turut menguatkan persaudaraan sesama muslim. Karena sejatinya tidak baik untuk memutus hubungan sesama muslim hanya karena sifat angkuh dan keras kepala.

Menghargai pertolongan orang lain juga sangat bermanfaat bagi kita di kemudian hari, bilamana kita kembali membutuhkan mereka. Bayangkan saja jika kita sudah dibantu namun enggan berterimakasih, maka orang tersebut juga akan enggan membantu kita lagi.

Hadits tentang Pertemanan

Hadits Tentang Pertemanan

Teman adalah orang terdekat selain keluarga yang berperan penting dalam pertumbuhan akhlak seseorang. Dalam Islam, pentingnya pertemanan juga telah diajarkan kepada umatnya terutama dalam hal bergaul dan memilih teman.

Melalui riwayat Abu Dawud  dan At- Tirmidzi, dijelaskan bahwa Abu Hurairah RA mengatakan jika Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang menggantungkan diri pada agama temannya, sebaiknya melihat dahulu siapa yang menjadi temannya.”

Beberapa faedah yang bisa diambil dari hadits di atas yakni:

  1. Teman Bisa Mempengaruhi Sifat Seseorang

Perilaku seseorang cenderung akan berubah sesuai lingkungan yang ditempatinya, baik itu dalam keluarga, pertemanan, atau dalam suasana kerja. Jika lingkungan tempat ia tinggal baik, maka ia akan tumbuh menjadi orang baik. Sebaliknya jika lingkungannya buruk maka ia bisa saja berubah menjadi buruk. Jika demikian maka penting untuk meningkatkan keimanan dan kepribadian yang baik sehingga lebih kuat dan tidak mudah terperdaya.

  1. Anjuran untuk Memilih Teman yang Baik

Pentingnya memilih teman yang baik yakni agar kita tidak terhasut atau terjerumus ke dalam hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam. Apalagi dengan kemajuan teknologi sekarang ini, maka kita harus pintar-pintar dalam menyeleksi kepada siapa kita harus berinteraksi. Teman yang baik tidak akan menjerumuskan kita ke dalam masalah, sebaliknya akan mendorong kita untuk selalu bertindak positif dalam urusan agama dan dunia.

  1. Pengelompokan terhadap apa yang dicintai

Allah akan membangkitkan dan mengelompokkan suatu kaum dengan apa yang mereka cintainya atau kaguminya. Jika kita suka berteman dengan orang yang sifatnya buruk maka di akhirat kelak kita juga akan dibangkitkan bersama dengan mereka yang bersifat buruk. Untuk itu, pilihlah teman yang mampu membawa Anda menuju jalan yang benar, agar Anda bisa bersama-sama menuju surga seperti apa yang telah dijanjikan.

Hadits tentang Keutamaan Puasa

Hadits Tentang Keutamaan Puasa

Puasa merupakan ibadah yang mampu menjaga kekuatan tubuh dan keimanan seseorang. Orang yang berpuasa akan menahan diri dari nafsu makan dan amarah, sehingga bermanfaat dalam kehidupan.

Keutamaan puasa dijelaskan dalam riwayat An-Nasa’I, yang mengatakan ketika Abu Umamah Al-Bahily RA bertanya: “Ya Rasulullah berikanlah perintah kepadaku sekiranya yang bermanfaat di sisi Allah”, lalu Rasulullah menjawab: “Berpuasalah, karena puasa tidak ada bandingannya”.

Beberapa faedah yang bisa diambil dari hadits di atas yakni:

  1. Puasa Adalah Ibadah yang Paling Agung

Dari riwayat di atas maka kita bisa mengetahui bahwa puasa termasuk ibadah yang paling agung di dalam Islam, karenanya setiap muslim wajib untuk memperhatikannya. Seperti halnya puasa Ramadhan, barangsiapa yang tidak menunaikannya dengan alasan yang masuk akal maka dia wajib untuk membayar hutang puasanya di lain hari, atau membayar sejumlah harta benda atau makanan yang telah ditentukan di dalam Islam.

  1. Anjuran untuk Memperbanyak Puasa

Memperbanyak puasa tidak akan membuat orang menjadi sakit dan sengsara, malah sebaliknya membuat mereka lebih sehat dan dimudahkan segala urusannya. Ketika berpuasa maka tubuh tidak akan menerima asupan makanan yang bisa saja menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit.

Bahkan di dalam dunia kedokteran, orang yang akan melakukan operasi atau tes kesehatan tertentu dianjurkan untuk melakukan puasa sehari guna melancarkan proses tersebut.

  1. Puasa Merupakan Sarana untuk Mendapat Ridha Allah

Puasa juga merupakan sarana untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT. Maka dari itu, orang yang banyak mengalami kesulitan atau mendapatkan beban yang berat dianjurkan untuk memperbanyak puasa, agar apa yang diinginkan bisa mendapatkan kemudahan dari Allah. Selain itu, puasa juga memperbanyak pahala yang bisa digunakan sebagai pundi-pundi amal tabungan di akhirat kelak.

Hadits tentang Keutamaan Berdakwah

Hadits Tentang Keutamaan Berdakwah

Dalam shahih Muslim diriwayatkan keutamaan berdakwah sebagaimana yang bersumber dari Abu Hurairah RA, yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang menyeru suatu petunjuk, maka akan mendapat pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, dan tidak mengurangi sedikitpun pahala mereka. Dan barang siapa yang mengajak kesesatan maka ia akan mendapatkan dosa seperti dosa orang yang mengikutinya, dan tidak mengurangi dosa mereka sedikitpun.”

Beberapa faedah yang bisa diambil dari hadits di atas yakni:

  1. Pentingnya Penyebaran Agama Islam Secara Hikmah

Islam merupakan agama yang rahmatan lil alamin, yang harus disebarkan dengan dasar ilmu dan diajarkan secara hikmah. Penyebaran Islam tidak bisa dilakukan secara sembarangan tanpa berlandaskan Al-Qur’an dan Assunnah, agar tidak menjadikan maslahat yang berdampak luas dalam kehidupan masyarakat. Pentingnya penyebaran Islam selain untuk memerangi sifat jahiliyah, juga untuk menciptakan keadilan, kedamaian, dan ketenangan.

  1. Pentingnya Dakwah yang Berpengaruh

Menyebarkan agama Islam bisa melalui orang atau sarana prasarana yang sangat berpengaruh di semua lini masyarakat, tempat, dan kondisi. Orang seperti pemimpin, pemain sinetron, atau ulama  merupakan subyek dakwah yang paling berpengaruh karena banyak menjadi panutan. Untuk itu apa yang mereka ucapkan dan lakukan harus sesuai dengan tabiat yang benar agar patut dicontoh oleh penganutnya.

  1. Larangan Dakwah yang Menyesatkan

Akhir-akhir ini banyak sekali isu-isu politik, sosial, dan agama yang menimbulkan kerusakan akidah dan akhlak. Banyak dari para pelakunya mengatasnamakan agama untuk memecah bela dan menimbulkan perselisihan yang tiada ujungnya. Tentu hal ini tidak sesuai dengan hukum syar’i yang diajarkan oleh Islam dan bisa merusak perilaku-perilaku baik. Oleh karenanya hadits di atas bisa menjadi tolak ukur dalam berdakwah.

Sekian pembahasan Hadits, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.