Hal – hal yang Dapat Membatalkan Puasa Ramadhan dan yang Tidak Membatalkan

Hal-hal yang dapat membatalkan puasa ramadhan sangatlah penting yang harus dimengerti sebagai seorang muslim. Hal ini menjadi salah satu hal paling penting karena, ketika seorang muslim tidak mengetahui dan memahami akan puasa ramadhan, maka akan mengakibatkan tidak dapat memaksimalkan ibadah yang satu ini. Ketika seorang muslim memahami tentang ibadah wajib ini, maka pastilah akan bisa maksimal dalam menjalaninya.

Kesalahan bagi seorang muslim yang tidak memahami perihal syariat puasa ramadhan, tidak akan bisa memanfaatkan segala macam praktek yang akan menghantarkan kesempurnaan puasa ramadhan. Ketika kita memahami dengan sepenuhnya bahwa ibadah puasa ramadhan ini terdapat ibadah terkait, sehingga aktifitas dalam melakukan ibadah ini bisa sekaligus mengerjakan ibadah lainnya.

9 Hal – hal Yang dapat Membatalkan Puasa Ramadhan

Memasukkan Suatu Benda Ke Dalam Mulut

Memasukkan segala macam benda ke dalam mulut, pastilah akan mengurangi keabsahan dari puasa ramadhan. Hal-hal yang dapat membatalkan puasa ramadhan memang sering kurang dimengerti oleh kebanyakan orang. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya lah kita mencoba membuka diri untuk memahami akan apa saja yang menjadi aturan dan syaratnya.

Dalam melaksanakan ibadah puasa pastilah menahan dari rasa lapar dan haus. Dan sudah sepantasnyalah, kita tidak diperkenankan untuk memakan dan minum apapun itu dari waktu imsak atau sebelum subuh hingga menjelang waktu maghrib. Ketika kita tidak melakukan atau memasukkan suatu apapun ke dalam mulut kita, niscaya ibadah puasa kita pun sah.

Melakukan Hubungan Seksual

Hal-hal yang dapat membatalkan puasa ramadhan selanjutnya yaitu, menahan diri dari melakukan hubungan suami dan istri. Kita menyadari jika dalam pelaksanaan sebuah ibadah puasa, pastilah akan menahan dan berhenti melakukan segala hal kebiasaan yang sering dilakukan. Salah satunya ialah berhubungan badan dengan suami ataupun istri.

Larangan ini hanya berlaku ketika pada waktu pelaksanaan ibadah puasa saja, yakni dimulai pada imsak sampai waktu maghrib tiba. Setelah pelaksanaan waktu puasa selesai, maka hubungan suami dan istri pun diperkenankan. Jika hal ini tidak dimengerti oleh orang yang melaksanakan puasa, niscaya juga tidak akan mampu menahan akan masalah hubungan seksual.

Mengobati Kemaluan Dan Dhubur

Ada kalanya dalam melaksanakan puasa ramadhan justru sering terjadi berbagai penyakit, yang mengakibatkan kurang sah dari puasanya. Dan salah satu hal-hal yang dapat membatalkan puasa ramadhan ialah mengobati kemaluan dan dhubur, dengan menggunakan obat cair atau dengan cara memasukkan dan mengoleskan nya ke bagian kemaluan dan dhubur.

Hal ini lah yang  tidak diperkenankan ketika melaksanakan sebuah puasa ramadhan. Hal ini bisa terjadi dikarenakan, ketika tetap dilakukan proses mengobati kemaluan atau dhubur ini akan mengakibatkan masuknya cairan ke dalam tubuh. Sehingga ini termasuk tidak diperkenankan dalam memasukkan segala jenis apapun yang bisa masuk ke dalam tubuh.

Muntah Disengaja

Hal-hal yang dapat membatalkan puasa ramadhan selanjutnya salah satunya ialah muntah dengan disengaja. Ada memang hal-hal kecil namun kurang diperhatikan bagi orang yang sedang melakukan aktifitasnya. Dan ketika sampai terjadi, maka akan mengakibatkan kerugian bagi ibadah puasa ramadhan yang sedang dilaksanakan. Muntah disengaja ini bisa dikarenakan mencium sesuatu yang kurang disenangi.

Maka bagi seorang muslim memang dalam melaksanakan ibadah puasa ramadhan, sangat dianjurkan memperbanyak aktifitas rohaniyah dibandingkan dengan aktifitas jasmaniyah. Hal ini ketika tidak mampu dijaga akan mengakibatkan hal-hal yang kurang bermanfaat. Salah satu aktifitas jasmaniyah lah, yang sering memicu terjadinya kejadian batalnya puasa seseorang.

Keluar Air Mani

Dalam pelaksanaan ibadah puasa ramadhan memang sangat menjaga akan kebersihan dan kesucian dari seorang muslim. Sehingga dalam aturan secara syariat islam ini, sangatlah tegas dalam batasan dan hal-hal yang harusnya tidak dilakukan oleh seorang muslim. Sehingga akan menghantarkan menjadi puasa yang baik.

Keluar air mani ini bisa terjadi karena banyak hal. Dan salah satu kondisi dimana keluarnya air mani ini apabila dipicu dari faktor diri sendiri, yang dengan sengaja tidak mampu menahan hawa nafsu nya. Maka pastilah termasuk ke dalam membatalkan puasa ramadhan. Dan hal ini patut diperhatikan oleh seorang muslim, agar mampu memahamai hakekat sebuah puasa ramadhan yaitu menahan diri.

Haid

Haid pun menjadi hal-hal yang dapat membatalkan puasa ramadhan. Hal ini bisa terjadi dikarenakan ketika pada proses haid, maka seorang wanita dinyatakan sedang melangsungkan proses pembersihan dari darah kotor. Sehingga ketika belum selesai masa haid tersebut, akan tetap mengurangi dan tidak menyempurnakan tentang kesucian seorang muslim.

Oleh sebab itu, karena hakekatnya puasa ini ialah menjaga kesucian diri baik rohani dan jasmani, maka bagi seorang wanita yang sedang melangsungkan masa haid nya untuk tidak melaksanakan ibadah puasa. Dan bisa melaksanakannya ketika telah usai masa haid tersebut.

Nifas

Bagi seorang wanita yang belum selesai masa nifasnya pun tidak diperkenankan untuk melaksanakan ibadah puasa. Karena masih harus menunggu sampai benar-benar dalam keadaan bersih. Puasa ini dimaksudkan tidak hanya berjuang menahan dari rasa lapar dan dahaga semata, melainkan juga berusaha untuk menjaga kebersihan badan, organ tubuh, pikiran dan perilaku.

Hingga menjadikan puasa ramadhan ini dijadikannya proses menahan dan berbagai bentuk aktifitas sebagai ibadah. Hingga tidur pun di saat siang hari dihitung sebagai ibadah karena menahan dari aktiftas yang tidak bermanfaat. Inilah mengapa ibadah ini ada beberapa hal-hal yang dapat membatalkan puasa ramadhan, yang tentunya harus dipahami oleh seorang muslim sehingga ibadah puasa yang dilakukan sempurna.

Gila

Gila termasuk ke dalam keadaan pikiran yang tidak dapat mengontrol setiap aktifitas yang dilakukan. Sehingga akan menimbulkan banyak kemadharatan dibandingkan dengan ketentuan sesuai syariat islam. Oleh karena itu, bagi orang yang sedang mengalami gangguan kejiwaan termasuk ke hal-hal yang dapat membatalkan puasa ramadhan.

Dan bagi orang gila tersebut tidak diperkenankan untuk melaksanaan puasa ramadhan. Namun bagi orang yang memiliki akal yang sehat dan fisik yang sehat tidak melaksanaan ibadah puasa, ada ketentuan lainnya yang mampu mendukung diringankannya puasa ramadhan ini.

Murtad

Orang yang telah murtad tidak dibebankan atasnya melaksanakan ibadah puasa ramadhan. Karena setelah orang yang telah melepas agama islam dalam dirinya, maka setelah itu telah dianggap sebagai orang yang non muslim, dan tidak terikat segala macam bentuk ibadah yang ada pada agama islam. Tentunya syarat ini berlaku ketika seorang muslim telah melepas agama islamnya untuk beralih ke agama lain selain islam.

11 Hal Yang Tidak Membatalkan Puasa Ramadhan

1. Berbekam

Metode pengobatan yang saat ini semakin terkenal dan banyak diminati oleh orang muslim yaitu berbekam. Seolah telah menjadi salah satu pengobatan paling ampuh dari masa nabi hingga sekarang. Namun bagi kehidupan modern saat ini, seolah ada banyak orang yang belum memahami jika berbekam ini diperkenankan ketika melaksanakan ibadah puasa.

Hal ini bisa terjadi dikarenakan, salah satunya darah yang keluar pada badan ini niscaya menjadikan badan berpengaruh secara langsung terhadap peredaran darah tubuh seorang muslim tersebut. Namun tidak menjadikan adanya cairan yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga memang hal ini dikategorikan sebagai salah satu hal yang tidak membatalkan puasa.

2. Berkumur

Berkumur ini pula bukan termasuk ke hal-hal yang dapat membatalkan puasa ramadhan. Namun ketika melakukan berkumur dengan sengaja dan dimaksudkan untuk menyegarkan tenggorokan, maka tidak diperkenankan. Karena hal ini bisa menjadikan air untuk berkumur tersebut masuk ke dalam tubuh dan tentunya akan merugikan seorang muslim tersebut.

Memasukkan apapun ke dalam mulut dengan disengaja tentunya akan dapat membatalkan puasa. Oleh sebab itu, bagi seorang muslim hendaknya memperhatikan beberapa hal penting dan sepele agar tidak mengorbankan puasa ramadhannya hanya dengan hal-hal yang tidak darurat. Dan salah satunya yaitu berkumur yang notabene tidak membatalkan puasa namun juga harus berhati-hati.

3. Bersiwak

Bersiwak senantiasa diijinkan oleh para ulama dilakukan ketika melaksanakan puasa. Hal ini dikarenakan bersiwak merupakan upaya dalam mencapai kebersihan dari gigi. Sehingga hal ini diperkenankan oleh sebagian besar ulama. Hal yang tidak diperkenankan ketika melaksanakan puasa yaitu, ketika bukannya membersihkan badan dari najis dan kotoran namun justru kotor, dan salah satu contohnya menelan air berkumur.

Perbedaan dan kondisi tertentu memang sangat sulit dilakukan oleh seseorang yang apabila melakukan banyak aktifitas, ketika melaksanakan ibadah puasa ramadhan. Hal yang membatalkan puasa dan yang diperkenankan bagi yang memang belum terlalu paham pastilah akan masuk ke lingkaran puasa yang keliru. Maka bagi seorang muslim senantiasa memahami perihal tatacara puasa ramadhan yang baik.

4. Mandi, Berenang, Berendam

Di kalangan khalayak umum masih menjadi hal yang belum diresapi dan dipahami, tentang berbagai aktiftas yang dapat dilakukan oleh seorang muslim ketika melaksanakan ibadah ramadhan. Salah satu nya yaitu mandi, berenang dan berendam, yang tentunya hal ini menjadi hal yang tidak dilarang namun berbahaya akan terjadinya hal yang menyebabkan puasa batal.

Aktifitas yang bersinggungan langsung dengan air, maka akan memungkinkan orang tersebut menelan air. Seperti yang kita ketahui jika telah masuk air sedikit saja, maka tidak sah puasa nya. Oleh sebab itu, ketika bulan ramadhan tidur diperumpamakan seperti ibadah, karena salah satu bentuk ibadah agung yang di dalamnya terdapat banyak ibadah-ibadah sederhana lain yang bisa dioptimalkan, salah satu nya tidur dan berdiam diri.

5. Masuknya Asap Atau Debu Ketika Bekerja

Masuknya asap atau debu ketika seorang muslim melaksanakan aktifitas pekerjaannya, maka tidak menjadikan orang tersebut batal puasanya. Hal ini bisa terjadi dikarenakan orang tersebut, tidak dengan sengaja melakukan hal tersebut. Dan dengan sungguh-sungguh semata hanya untuk mencari ridho allah swt. Maka dari itu, hal yang tidak dilakukan dengan sengaja masih dikategorikan tingkat aman.

Namun saat ini masih ada banyak orang yang memang sengaja melakukan hal tersebut. Salah satunya merokok pada saat puasa ramadhan. Kurang nya pemahaman dan pengertian akan hakekat puasa ramadhan memang menjadikan orang menggampangkan, tentang melaksanakan ibadah puasa. Merokok atau masuknya asap ke dalam mulut meskipun asap yang dihirup ini bukan berbentuk benda akan tetap saja membatalkan puasa.

6. Muntah Tanpa Sengaja

Adapun hal –hal yang tidak membatalkan puasa selanjutnya yaitu, muntah yang terjadi tanpa sengaja. Maka hal ini tidak menjadikan puasa yang anda lakukan batal. Secara keseluruhan, hal-hal yang membatalkan puasa ini dikarenakan dilakukan dengan sengaja, maka apabila terjadi hal seperti muntah tanpa sengaja, maka masih mendapatkan melanjutkan puasa ramadhan.

Adapun kejadian muntah yang memang awalnya tidak disengaja. Misalkan orang yang melakukan ibadah puasa ramadhan tersebut mabuk transportasi, dan melakukan perjalanan jauh. Maka puasa orang tersebut dinyatakan batal atau tidak sah. Hal ini bisa terjadi dikarenakan orang tersebut memaksakan diri untuk bisa melakukan perjalanan jauh, padahal kondisi dari tubuh kurang mampu.

7. Junub Pada Siang Hari

Berbagai aktifitas yang dilakukan oleh seorang muslim dalam melaksanakan ibadah puasa, memang mengharuskan orang tersebut manahan dari segala aktifitas yang tidak dapat dilakukan, seperti hari-hari lain pada umumnya. Dan salah satunya ialah yang berkaitan tentang keadaan tubuh seperti junub, nifas, haid dan lain sebagainya, tidaklah diperkenankan melakukan ibadah puasa ramadhan.

Bukan nya larangan akan pelaksanaan ibadah puasa, namun hakekat sebuah puasa yaitu membersihkan badan dan menahan hawa nafsu dari aktiftas yang dilakukan sehari-hari. Maka ketika orang tersebut dalam kondisi belum suci, maka menyebabkan kurang sempurnanya puasa orang tersebut.

8. Mencium Bau Yang Harum

Mencium bau tertentu bagi seorang yang berprofesi sebagai seorang pemasak pastilah akan selalu dilakukan. Hal ini selaras dengan puasa ramadhan yang tidak membatalkan bagi orang yang mencium bau tersebut. Kecuali ketika orang tersebut mencicipi dari masakan yang dimasak, inilah yang tidak diperkenankan.

Ketika hanya sekadar melakukan mencium bau harum atau bau tertentu, yang hanya diniatkan untuk menciptakan cita rasa yang enak dan sesaui yang diinginkan, maka diperkenankan untuk dilakukan dan tidak membatalkan puasa ramadhan.

9. Mengkhayal

Salah satu hal yang memang masih menjadi perbincangan hangat dari seorang muslim yaitu, mengkhayal atau melamun. Banyak para ulama yang memperbolehkan hal ini namun dengan kadar yang sewajarnya dan tidak dibuat-buat. Sejatinya puasa ini manahan hawa nafsu dengan cara apapun, dan melakukan dengan diniatkan beribadah kepada allah swt.

Ibadah puasa telah diatur dengan sedemikian rupa oleh allah swt dengan sangat sempurna, salah satunya apabila ada hal-hal yang kurang bermanfaat bisa tidur. Karena tidur ketika di bulan ramadhan dihitung sebagai sebuah ibadah. Hal ini yang menjadikan orang muslim diperuntukkan memaksimalkan ibadah agung ini.

10. Menelan Air Liur

Menelan air liur memang bukan termasuk hal-hal yang dapat membatalkan puasa ramadhan. Namun apabila hal ini dilakukan dengan sengaja dan terus-menerus, maka juga tidak diperkenankan. Oleh karena itu, apa yang sedang dilakukan boleh dilakukan asalkan tidak dibuat-buat atau disengaja. Hal yang tidak bermanfaat ketika bulan ramadhan, maka akan berperan aktif dalam menjadikan puasa yang kita miliki ini kurang sempurna.

11. Menangis

Menangis juga bukan termasuk hal-hal yang dapat membatalkan puasa ramadhan. Ada banyak para ulama yang memperbolehkan menangis namun dalam kadar sewajarnya. Memang segala hal yang kita lakukan senantiasa tidak dilakukan secara berlebihan. Karena ketika kita melakukan segala aktifitas secara kurang wajar, maka tidak akan baik juga untuk diri kita.

Oleh karena itu, dengan adanya puasa ramadhan ini diharapkan mampu meningkatkan keimanan dan kebiasaan yang kurang baik. Selain itu, di bulan ramadhan ini pula kita diperkenalkan dengan kebiasaan baru yang akan menjadikan batu loncatan, bagi seorang muslim untuk menjadi insan yang lebih baik.

Sekian pembahasan Hal Hal yang Dapat Membatalkan Puasa Ramadhan, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.