Keutamaan Bulan Ramadhan

Sebagai umat Islam, Anda selayaknya memahami keutamaan bulan Ramadhan dari setiap ibadah yang Allah SWT perintahkan. Para ulama berpendapat bahwa pemahaman terhadap fadhilah amalan shaleh bulan puasa akan menjadi penyemangat untuk meningkatkan ketaqwaan. Apalagi pada bulan Ramadhan pahala akan dilipat gandakan. Berikut ini adalah keutamaannya yang perlu diketahui.

Bulan penuh keutamaan

Bulan penuh keutamaan

Diantara kekhususan bulan Ramadhan dibanding bulan lainnya adalah dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka dan dibelenggunya setan. Bahkan pada setiap malam bulan Ramadhan, para penduduk neraka akan dibebaskan. Pada bulan ini juga umat muslim dapat menemui malam Lailatul Qadar untuk bermunajat kepada Allah SWT agar doanya diijabah.

Allah memang telah memilih bulan Ramadhan menjadi yang paling utama dibanding lainnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh dengan keutamaan. Keutamaan bulan Ramadhan ini diatur oleh Allah SWT dalam surat Al Qashas ayat 68 yang terjemahannya yaitu: ‘

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya (dengan kekhususan dan keutamaan)” (Al Qashas 68).

Disamping surat Al Qashas, kedudukan bulan Ramadhan yang penuh keutamaan juga dibahas dalam sebuah hadist. Hadist tersebut diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada sahabatnya. Berikut ini adalah bunyi terjemahan lengkapnya yaitu sebagai berikut:

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan puasa kepada kalian di dalamnya, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan dibelenggu para setan yang durhaka. di dalamnya terdapat bulan yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa terhalangi dari kebaikan Ramadhan, maka ia telah terhalangi (dari kebaikan)” (HR. An-Nasa’i no. 2105. dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa’i).

Bulan diturunkannya Al-Qur’an

Bulan diturunkannya Al-Qur’an

Ramadhan mendapat julukan syahrul Qur’an karena pada bulan inilah kitab suci tersebut diturunkan. Diturunkannya Al-Qur’an di bulan Ramadhan menjadi bukti kemuliaan dan keutamaannya. Mengenai keutamaan bulan Ramadhan, Allah SWT membahasnya dalam dua surat. Kedua surat tersebut yaitu Al-Baqarah ayat 185 dan Al Qadar ayat 1. Di bawah ini adalah bunyi terjemahan kedua surat itu.

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185).

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam qadar” (QS. Al-Qadar: 1).

Tak hanya ayat Al-Qur’an bahasan mengenai bulan Ramadhan sebagai waktu diturunkannya kitab suci ini juga terdapat di beberapa hadist. Imam Ath Thabari menyampaikan bahwa Al-Qur’an diturunkan tepat di malam Lailatul Qodar. Ini menjadi salah satu keutamaan bulan ramadhan. Ada hadist lain yang juga membahas waktu turunnya kitab-kitab terdahulu. Agar lebih memahaminya, Anda bisa menyimak hadistnya berikut ini.

Al Qur’an diturunkan sekaligus di malam lailatul qadar pada bulan Ramadhan, ke langit dunia. Lalu setelah itu jika Allah ingin memfirmankan sesuatu ke dunia, ia (Al Qur’an) diturunkan dari langit dunia (bagian demi bagian) hingga akhirnya dikumpulkan” (Tafsir Ath Thabari, no. 2818)

Shuhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan. Taurat diturunkan pada hari ke malam ke 7 bulan Ramadhan. Injil diturunkan pada malam ke-14 Ramadhan. Sedangkan Al Qur’an diturunkan pada malam ke-25 bulan Ramadhan” (dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, 1575)

Pahala dilipat gandakan

Bulan Ramadhan bagi umat Islam memang memiliki keistimewaan tersendiri. Salah satunya adalah ketika Anda beramal shaleh maka jumlah pahalanya akan dilipat gandakan. Amalan shaleh yang dilakukan bisa berupa amalan wajib seperti sholat lima waktu. Selain itu, lipat ganda pahala juga berlaku untuk amalan sunnah seperti berpuasa dan sholat tarawih, witir dan tahajud.

Keutamaan bulan Ramadhan yang menyangkut pahala berlipat ganda ini diriwayatkan Rasulullah SAW kepada sahabatnya. Riwayat tersebut termaktub dalam hadist Bukhari dan Muslim serta Ibnu Rajab. Di bawah ini adalah bunyi terjemahan dari kedua hadist tersebut.

“Pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Abu Bakr bin Abi Maryam mengatakan bahwa banyak guru-gurunya yang berkata, ‘Apabila telah tiba bulan Ramadhan maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq di bulan Ramadhan dilipatgandakan bagaikan infaq di jalan Allah, dan tasbih di bulan Ramadhan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain”.

Doa di bulan Ramadhan dijamin Mustajabah

Doa di bulan Ramadhan dijamin Mustajabah

Allah SWT memang menjanjikan berbagai keberkahan bagi umatnya pada bulan puasa. Salah satu bentuk keberkahan yang dijanjikan adalah doa di bulan Ramadhan pasti mustajabah. Jadi, Anda sangat disarankan untuk berdoa untuk kepentingan dunia maupun akhirat. Selain itu, ada baiknya Anda juga mendoakan kaum muslimin lainnya.

Soal keutamaan bulan Ramadhan ini, Rasulullah SAW meriwayatkan kepada sahabat melalui dua hadist. Hadist ini diriwayatkan kepada At Tarmidzi dan Al Bazaar. Kedua hadist yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW tersebut adalah berbunyi sebagai berikut:

”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadis, 9/224).

Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”. (HR. At Tirmidzi no. 3598. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini hasan).

Dari kedua hadist tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagai umat muslim Anda disunnahkan untuk berdoa. Berdoa pada bulan suci Ramadhan ini sangat dianjurkan untuk dilakukan karena sudah pasti diijabah oleh Allah SWT. Jadi, sebaiknya Anda selalu membiasakan diri untuk mengakhiri sholat wajib maupun sunnah dengan berdoa.

Adanya malam Lailatul Qodar

Bagi umat muslim bulan Ramadhan memang sangat istimewa. Dikarenakan pada waktu inilah hadir malam penuh kemuliaan serta keberkahan yaitu Lailatul Qadar. Biasanya malam Lailatul Qadar ini ada di 10 akhir bulan Ramadhan dan pada tanggal ganjil. Saking istimewanya, Islam menyebut malam ini lebih baik dari malam seribu bulan.

Mengenai keutamaan bulan Ramadhan khususnya malam Lailatul Qodar, Allah SWT membahasnya dalam salah satu surat dalam Al-Qur’an. Surat yang dimaksud tersebut adalah Al Qadr dari ayat pertama hingga kelima. Adapun terjemahan dari ayat tersebut adalah sebagai berikut:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1-5).

Disamping surat Al Qadr ayat 1 hingga 5, Rasulullah SAW juga membahas tentang malam Lailatur Qodar dalam hadist. Hadist tersebut diriwayatkan oleh nabi kepada sahabatnya yaitu Ibnu Rajab. Bunyi terjemahan dari riwayat hadist tersebut adalah sebagai berikut:

“Abu Bakr bin Abi Maryam mengatakan bahwa banyak guru-gurunya yang berkata, ‘Apabila telah tiba bulan Ramadhan maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq di bulan Ramadhan dilipatgandakan bagaikan infaq di jalan Allah, dan tasbih di bulan Ramadhan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain”.

Kemudian, Abu Hurairah dalam kitab Shahih Bukhori juz  1 halaman 283 juga menyampaikan aspek utama dari bulan Ramadhan. Beliau berpendapat bahwa keutamaan bulan ramadhan ini adalah adanya malam Lailatul Qodar. Hadist tersebut kemudian diriwayatkan kepada Bukhori dan berbunyi seperti di bawah ini.

“Bahwa Nabi Muhammad bersabda, barang siapa yang menunaikan sholat di malam lailatul qadar dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, maka Akan diampuni dosa-dosa yang terdahulu. Dan barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, maka diampuni dosa-dosa yang terdahulu”. (HR. Bukhori).

Bulan penuh keberkahan

Syahrun Mubarak, inilah julukan dari bulan Ramadhan yang artinya adalah bulan penuh keberkahan. Wujud keberkahan yang akan Anda dapatkan adalah berlipat gandanya pahala dari berbagai amalan baik wajib maupun sunnah. Mengenai keutamaan bulan Ramadhan berupa keberkahan, Rasulullah SAW meriwayatkan dalam sebuah hadist. Berikut ini adalah bunyi terjemahan dari hadist tersebut.

”Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian..” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi).

Selain pahala, bulan puasa juga menghadirkan keberkahan lainnya diantaranya adalah dari aspek ekonomi. Puasa ditinjau dari aspek ekonomi, maka bulan Ramadhan memberikan rezeki bagi para pedagang khususnya makanan. Kemudian, bagi fakir miskin bulan suci ini juga mendatangkan kemuliaan untuk mereka.

Ini dikarenakan pada bulan puasa, seorang Muslim akan sangat disunnahkan untuk melakukan infaq dan sedekah. Disamping jenis kedua amalan ini, umat muslim juga diwajibkan untuk membayar zakat fitrah. Dengan demikian, di bulan ini keberadaan dari fakir miskin akan lebih terjamin kehidupannya.

Dalam redaksi lainnya, keutamaan bulan Ramadhan juga dibahas. Redaksi yang dimaksud adalah kitab al Ithafu Ahlu al Islam bi Khususiyyati as Syiam karangan dari Imam Ibnu Hajar al Haitami al Makki. Pada halaman 46 dan 51 redaki tersebut berbunyi sebagai berikut:

“Datang kepada kalian bulan Ramadhan sebuah bulan yang penuh keberkahan yang di dalam terdapat kebaikan, Allah telah menurunkan di bulan ini kerahmatan, menghapus beberapa kesalahan, terkabulnya sebuah doa, memamerkan dirimu sekalian kepada malaikat, maka lakukanlah kebaikan dari dirimu sekalian, sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang terhalang dari rahmat Allah.”

Diampuninya dosa Maghfirah

Keutamaan bulan Ramadhan lainnya bagi umat Muslim adalah diampuninya dosa Maghfirah. Jadi, tidak hanya pahala yang berlipat ganda tetapi dosa Anda selama ini juga akan diampuni selama menjauhi dosa besar. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam sebuah hadist. Adapun bunyi terjemahan dari hadist tersebut adalah sebagai berikut:

”Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat dan Ramadhan ke Ramadhan menghapuskan dosa-dosa di antara masa-masa itu selama dosa-dosa besar dijauhi”. (HR. Muslim).

Berdasarkan hadist di atas, dapat disimpulkan bahwa segala dosa Maghfirah akan dihapuskan dengan melaksanakan berbagai amalan. Selain amalan sholat lima waktu, Anda juga disarankan untuk mengerjakan puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Anjuran ini diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadist yang berbunyi:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah Swt, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.(HR.Bukhari dan Muslim).

Disamping berpuasa, Anda juga disunnahkan untuk melakukan berbagai sholat malam. Diantaranya adalah sholat tarawih, witir dan tahajud. Amalan sholat malam ini juga akan menghapuskan dosa-dosa Anda sebelumnya. Dengan menjalankannya, tentu keutamaan bulan ramadhan akan lebih didapatkan. Perkara penghapusan dosa Magfirah melalui sholat lail ini diatur dalam sebuah hadist berikut ini.

“Barangsiapa yang berpuasa yang melakukan qiyam Ramadhan (shalat malam) dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah Swt, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka

Dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka

Aspek terakhir dari keutamaan bulan Ramadhan adalah terbuka lebarnya pintu surga. Sebaliknya, pada bulan suci ini pintu neraka akan ditutup serta syaithan-syaithan diikat. Ini Artinya Allah SWT memberi kesempatan kepada seluruh umatnya untuk masuk surga. Cara yang mesti Anda lakukan tentu saja dengan mengerjakan berbagai amalan shalih baik itu wajib maupun sunnah.

Dalam dua hadist agung, Rasulullah SAW meriwayatkan mengenai perkara ini. Kedua hadist yang dimaksud adalah diriwiyatkan masing-masing kepada Muttafaqun ‘alaihi dan At Tirmidzi. Bunyi terjemahan kedua hadist tersebut adalah sebagai berikut:

“Jika telah datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu”. (Muttafaqun ‘alaihi).

“Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.(HR. At Tarmidzi).

Soal keutamaan bulan ramadhan lainnya adalah dibukanya pintu surga, Syaikh ‘Utsaimin Rahimahullah berpendapat. Menurutnya, dibukanya pintu surga karena banyaknya amalan shaleh yang dikerjakan. Selain itu, alasan lain dibukanya pintu surga lebar-labar adalah agar umat Islam termotivasi untuk melakukan kebaikan.

Sementara itu, dengan ditutupnya pintu neraka harapannya adalah semakin sedikit kemaksiatan yang dilakukan oleh umat Islam. Tidak hanya itu, setan-setan juga diikat selama satu bulan penuh untuk tidak menggoda manusia. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak mengerjakan kebaikan di bulan penuh keberkahan ini.

Mengajarkan sabar dan meningkatkan ketaqwaan

Mengajarkan sabar dan meningkatkan ketaqwaan

Puasa terlebih lagi yang Anda lakukan di bulan Ramadhan akan mengajarkan sabar. Dalam konteks ini, Anda akan berlatih sabar untuk menahan makan, minum dan hawa nafsu. Kesabaran inilah yang akan menuntun Anda untuk meningkatkan taqwa terhadap Allah SWT. Selain itu, berbagai penyakit hati yang berpotensi menurunkan ketaqwaan juga akan jauh dari Anda.

Menjalankan ibadah puasa memang mengajarkan diri untuk sabar. Ketika terbiasa sabar, maka secara otomatis akan diiringi dengan peningkatan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Perkara ini diatur dalam firman Allah SWT pada surat Al-Baqarah ayat 183 yang terjemahannya adalah berikut ini.

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. al Baqarah: 183).

Itulah beberapa keutamaan bulan Ramadhan yang perlu Anda ketahui. Harapannya adalah Anda akan diberikan kekuatan sehingga bisa menjalankan ibadah ini dengan konsisten di bulan puasa mendatang. Dengan demikian, limpahan pahala, rahmat, berkah dan ampunan Allah SWT akan Anda peroleh.

Sekian pembahasan Keutamaan Bulan Ramadhan, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.