Khutbah Jumat
Khutbah merupakan satu kata yang berasal dari bahasa Arab yaitu “Khutbah”  yang memiliki arti pidato atau ceramah. Khutbah ada beberapa macam seperti Khutbah idulfitri, Khutbah iduladaha, Khutbah saat salat istiska (salah untuk meminta hujan), Khutbah nikah, Khutbah tatkala wuquf di Arafah dan Khutbah Jumat

Khutbah Jumat merupakan ceramah yang dilakukan pada setiap hari Jumat dan merupakan salah satu yang menentukan keabsahannya. Tepatnya sebelum melakukan salat berjemaah dua rakaat saat waktu dzuhur di hari jumat. Khutbah umumnya berisi beberapa ceramah keagamaan dalam Islam. Artikel ini akan membahas beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang Khutbah Jumat

Adab Khutbah Jumat

Adab Khutbah Jumat

Khutbah jumat dinilai sebagai salah satu media strategis dalam menjalankan ceramah dan menyebarkan dakwah islam.  Dakwah rutin ini dihadiri oleh seluruh umat muslimin dan berjemaah. Karena itu, penting untuk mempelajari adab Khutbah jumat yang seusai syariah Islam agar dakwah yang dapat tersampaikan dengan baik dan luas

a. Sebaiknya khatib dalam melaksanakan khurbah jumat dalam keadaan berdiri (bagi yang kuasa untuk melakukannya) dengan sesekali duduk di antara kedua Khutbah.

Dua Khutbah tersebut merupakan salah satu syarat sah jumatan (menurut imam mahzab 3). Imam Asy Syafii menerangkan bahwa berdiri ketika dalam dua Khutbah jumat dengan sesekali duduk di antaranya merupakan wajib atau keharusan.

Ibnu Umar R.A pernah berkata “Nabi Muhammad SAW melakukan Khutbah pada hari jumat dengan beridiri kemudia duduk dan berdiir lagi (Untuk melakukan Khutbah) layaknya yang dikerjakan oleh orang-orang hari ini”

b. Tidak wajib bagi seorang khatib untuk memberikan salam saat masuk masjid dan saat naik ke mimbar sebelum melakukan Khutbah, namun sunah hukumnya. Ibnu Umar RA pernah berkata bahwa Nabi Muhammad SAW apabila masuk masjid pada hari jumay selalu memberikan salam kepada orang-orang yang sedang duduk di sisi mimbar.

Selain itu, ketika Nabi Muhammad naik mimbar beliau menghadap kepada para jamaat jumatan dan mengucapkan salam pula (HR. Ath Thabrani)

c. Yang tak kalah penting dari adab Khutbah jumat ialah pemenuhan rukun dan syaratnya. Rukun dan syarat tentu merupakan kewajiban yang tidak boleh dilupakan begitu saja.

d. Seorang khatib di sunahkan untuk duduk pada anak tangga di mimbar yang paling atas. Hal itu disebabkan karena Nabi Muhammad SAW mengerjakan hal tersebut pula.

e. Seorang khatib ketika melakukan Khutbah jumat sunah untuk melakukannya di atas mimbar. Seperti Nabi Muhammad SAW dahulu yang melakukan Khutbah jumat di atas mimbar

f. Jabir RA pernah meriwayatkan bahwa Nabi Muhhamd SAW ketika melakukan Khutbah kedua matanya memerah, suaranya mengeras, nampak amarah seperti hendak menghasungkan prajurit untuk melakukan peranng (HR. Muslim dan Ibnu Majah).

g. Khatib sunah untuk berpegangan pada tongkat pun busur panah dengan bersandar. Hal ini sesuai dengan Al Hakam Bin Hazan RA yang meriwayatkan bahwa Nabi Muhammd SAW melakukan khtbah sembari besandar pada tongkat atau busur panahnya (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

h. Khutbah jumat yang disampaikan oleh khotib sebaiknya tidak bertele-tele, padat, namun berisi. Seperti yang telah diriwayatkan oleh Amar Bin Yasir RA yang mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda sebagai berikut

“Sesungguhnya lama waktu salat dan pendeketnya Khutbah jumat yang disampaikan oleh seseorang merupakan pertanda kepahamannya (dalam urusan agama). Dengan demikian, maka lebih baik panjangkan lah salat dan memperpendek Khutbah” (HR Ahmad dan Muslim) Memperpendek Khutbah tanpa mengurangi nilai yang terkandung di dalamnya.

i. Berdasar Imam Asy Syaukani, seorang khatib dapat memberikan isyarat melalui telunjuknya ketika berdoa. Hal tersebut juga dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW ketika melakukan Khutbah jumat.

j. Kutbah jumat baik yang pertama maupun yang kedua harus memperbincangkan perkara urusan umat islam. Hal tersebut seperti peristiwa yang tengah terjadi di kalangan umat islam dari berbagai aspek yang ada.

Hal tersebut juga dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat serta khalifahnya (yang menjadi khatib) yang berkedudukan sebagai pemimpin politik (Al Qiad As Siyasi) bagi umat islam.

Realitas atau masalah yang sedang marak terjadi dan berkaitan dngan umat islam perlu dikaji oleh khatib saat sedang melaksanakan Khutbah jumat. Tidak hanya sekadar mengulang Khutbah yang kurang memberikan dampak secara nyata kepada para jemaah jumat. Sehinga mampu meningkatkan gairah bagi yang mendengarnya.

Syarat Khutbah Jumat

Syarat Khutbah Jumat

a. Disampaikan oleh seorang khatib laki-laki
b. Khutbah dilaksanakan dalam sebuah bangunan suci yang dipakai untuk salat jumat. Maksud dari syarat ini ialah posisi khatib yang berada dalam titik pelaksanaan salat jumat. Jemaah salat jumat dapat mendengar di luar kawasan (asalkan terdapat 40 jemaah dalam tempat) Khutbah akan tetap sah.
c. Khatib terlebih dahulu memberikan dalam dan menyampaikan Khutbah dengan cara beridir (bagi yang berkuasa)
d. Khutbah dibawakan tidak lama, namun memiliki irama yang teratur, tertib, dan berisi bagi pendengar ceramahrutin salat jumat.
e. Khutbah pertama salat jumat disambung dengan Khutbah kedua salat jumat
f. Khutbah kedua kemudian disambung dengan salat jumat
g. Khutbah disampaikan dengan suara yang lantang
Khutbah jumat yang disampaikan harus dengan suara yang lantang dankeras sehingga dapat didengar oleh seluruh jamaat saat jumat. Setiap ulama memiliki pendapat yang berbeda mengai standar dalam memperdengarkan Khutbah kepada para jemaah
Imam hajar mengisyaratkan bahwa Khutbah diperdengarkan secara nyata, tidak ada ramai-ramai yang dapat mengganggu keberlangsungan penyampaian ceramah jumat kepada para jemaah salat jumat. Dengan demikian khatib harus lebih melantangkan suaranya sehinga dapat didengar secara nyata.
Menurut Imam Al Ramli, Khutbah jumat diperdengarkan secara hukum yaitu Khutbah cukup di dengar oleh para jamah meskipun dalam keramaian. Yang penting tidak ada penghalang berarti sehingga para jemaah tetap dapat mengderakan isi Khutbah meski dalam ramai. Selain itu, tidak cukup absah jika Khutbah disetai tulinya jemaah dan disertai tidur.
h. Khutbah diharidi atau didengarkan oleh minimal 40 jemaah salat jumat (mazhab Imam Syafii). Jemaah salat jumat yang dapat mengesahkan salat jumat yaitu muslim yang baligh, berakah, bukan budak, laki-laki, dan memiliki tempat tinggal yang tetap (muqim mustauthin)
i. Khutbah dilakukan setelah tergelincirnya matahari (yaitu ketika masuk waktu zuhur) dan dilakukan sebelum salat jumat.
j. Khatib yang menyampaikan dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun dari hadas besar. Selain tu, juga harus suci dari najis baik pada tubuh, tempat, maupun pakaian yang dikenakan.

Jika dalam berKhutbah, khatib dalam keadaan tidak suci (misal kentut) hendaknya digantikan oleh salah satu dari para jemaah dengan syarat meneruskan bacaan khatib awal. Dan tidak ada masa pemisah lama menurut standar urf (khataib pertama dan kedua). Jika melewati pemisah lama maka khatib memulai melakukan Khutbah sedari awal.

Namun, jika tidak berniat untuk menggantikan maka sebaiknya khatib kembali berwudu atau bersuci dan mengulang Khutbahnya kembali dari awal. Karena, Khutbah jumat merupakan satu kesatuan ibadah seperti halnya salat.

Rukun Khutbah Jumat

Rukun Khutbah Jumat

  1. Membacakan hamdalah
  2. Membacakan selawat atas Nabi Muhammad SAW
  3. Membacakan syahadatain yakni syahadat tauhid dan syahadat rasul
  4. Memberikan wasiat dan nasihat perihal ketakwaan. Menyebar luaskan ajaran agama islam seperti akidah, syariat atau muamalah
  5. Membacakan sebagian ayat suci AlQuran pada salah satu dari dua Khutbah yang dilakukan (namun lebih baik membacakan saat Khutbah pertama)
  6. Melakukan doa kepada semua umat islam di salah satu dari dua Khutbah yang dilaksanakan (lebih baik pada saat Khutbah kedua)

Sunah Khutbah Jumat

Sunah Khutbah Jumat

  1. Disampaikan kepada para jemaah di tempat yang sedikit lebih tinggi dari jemaah salat jumat. Umumnya disampaikan oleh khatib di atas mimbar
  2. Disampaikan oleh khatib dengan intonasi yang jelas, terang, dan fasih Kalimatnya beurutan, runtun, sistemai, tidak sulit untuk dipahami, tidak terlalu panjang.Pendek, berisi, dan dapat sampai ke para jemaah salat jumat dengan penuh hikmat.
  3. Khatib menghadap ke arah para jemaah
  4. Khatib memberikan salam kepada para jmaah layaknya yang Nabi Muhammad SAW lakukan
  5. Khatib duduk sekejap saja di atas kursi mimbar setelah memberikan salam serta pada saar adzan dikumandangkan
  6. Khatib membacakan surat Al Ikhlas ketika duudk di antara dua Khutbah
  7. Khatib menertibkan rukun Khutbah, terutama selawat atas Nabi Muhammad SAW dan memberika wasiat taqwa kepada para jemaah

Syarat Menjadi Khatib dalam Khutbah Jumat

Syarat Menjadi Khatib dalam Khutbah Jumat

  1. Khatib suci dari hadas kecil maupun hadas besar
  2. Khatib suci dari Suci pada bagian tubuh, pakaian, dan tempat. Pakaian yang digunakan sebaiknya sopan, rapi, dan santun.
  3. Khatib menutupi aurat layaknya ketika melakukan salat
  4. Khatib menyampaikan Khutbah dalam keadaan berdiri (bagi yang berkuasa)
  5. Khatib tentu harus mengetahui dengan baik syarat, rukun, maupun sunah dalam Khutbah jumat
  6. Khatib lancar dan fasih dalam membacakan ayat alquran dan juga hadis
  7. Suara pada saat membacakan khutah jumat sebaiknya lantang keras, jelas. Dapat didengarkan oleh seluruh jemaah salat   Bahasa yang digunakan dalam berKhutbah sebaiknya mudah dipahami dan tidak bertele-tele
  8. Balig serta memiliki akhlak yang baik

Fungsi Khutbah Jumat

Fungsi Khutbah Jumat

Khutbah jumat selain merupakan salah satu hal yang menentukan keabsahan dari prosesi salat jumat yang rutin dilaksanakan tiap jumat juga memiliki banyak sekali fungsi dan manfaat. Manfaat yang ditularkan baik kepada diri sendiri hingga kehidupan bersosial dalam masyarakat. Berikut beberapa fungsi dari Khutbah jumat yang perlu Anda ketahui

a. Memberikan pelajaran kepada para jemaah salat jumat mengenai bacaan yang dibacakan salam Khutbah jumat. Dengan demikian, jemaah akan terbiasa untuk memahami bahasa arab terutama makna yang terkandung dalam setiap pembacaan ayat suci alquran dalam Khutbah jumat. Dengan demikian, jemaah akan senantiasa mengingatnya.
b. Adanya Khutbah jmatakan memberkan dorongan kepada para jemaah atau pendengar ceramah untuk meningatakan iman dan takwa kepada sang Maha Kuasa, Allah SWT.
c. Dapat mengajak para jamah salat jumat untuk terus berjuang dan berusaha semaksimal mungkin dalam meningkatkan amar makruf nahi mungkar
d. Mengajak para jemaah salat jumat untuk senantiasa berusaha dalam menggiatkan dan membudayakan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari dan bermasyarakat
e. Dengan adanya Khutbah jumat pada informasi dapat tersampaikan dengan baik teritama perkembangan ilmu pengetahuan atau hal-hal fakta dan aktual lain untuk meningkakan iman dan islam kepada para jemaah yang hadir.
Materi yang baik yang disampaikan oleh khatib akan semakin meluas hingga berhubungan dengan sejarah, ilmu pengetahuan maupun teknologi terkini. Sejarah akan mengajarkan umat islam untuk belajar dan berbenah dari peristiwa yang sudah terjadi. Ilmu pengetahuan dan teknologi akan membuat umat islam tidak ketinggalan zaman dan up to date
f. Merupakan salah hal yang menuntun kesempurnaan salat jumat
g. Dapat mengingatkan umat muslim untuk terus mengupgrade iman dan takwa kepada Allah SWT serta meningkatkan amalan saleh dalam kehidupan sehari-hari.
h. Dakwah pada hari jumat ini juga bisa membuat jiwa seorang muslim untuk lebih memperhatikan saudara yang kurang mampu dalam penegakan keadilan serta kesejahteraan dalam bermasyarakat dan bersosial
i. Sebagai media informasi karena umumnya dakwah yang disampaikkan oleh khatib jumat adalah hal aktual, hangat, dan menarik yang sedang gencar terjadi. Oleh karena itu, informasi yang didapatkan akan baru dan membuat otak senantiasa mendapatkan informasi yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari
j. Peningkatan akhlakul karimah akan sangat terasa oleh pendengar Khutbah jumat. Akhlak yang patut di terapkan mulai dari lingkup terkecil yaitu kehidupan individu masing-masing, kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
k. Dapat mengingatkan umat ilsam untuk meningkatkan kemauan dalam memperdalam ilmu pengetahuan maupun wawasan dalam keagamaan. Berita gembira terkait keagamaan kadang kala juga disampaikan sehingga sehingga ketakwaan umat muslim akan semakin meningkat
l. Dengan adanya Khutbah jumat maka umat silam akan lebih mempererat ukhuwah islamiyah dan membantu sesama muslim dalam keadaan apapun sehingga bisa menuju jalan kebaikan bersama
m. Ceramah pada setiap hari jumat saat waktu zuhur ini dapat mengingatkan kepada sleuruh umat muslim agar tetap rajin dan giat dalam bekerja demi mencapai kebahagiaan hidup. Bukan hanya kebahagiaan dunia melainkan juga kebahagiaan di akhirat nanti
n. Mengingatkan sesama kaum Nabi Muhammad SAW menegaji ajaran islam, syariat islam. Serta menjalanka perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya seusai yang terdapat dalam kitab suci Alquran
o. Ceramah jumat yang disampaikan juga terkait dalam makna dalam alquran dan al hadis. Materi yang disampaikan akan seputar wawasan keagamaan yang dapat meningkatkan kaulitas diri seperti akida, ibadah, dan akhlak
p. Merupakan salah satu media untuk menyatukan umat islam. Acara rutian tiap hari jumat ini juga mengadnung nilai kebersamaan. Berkumpulnya semua jemaah dalam satu tempat dan mendengarkan ceramah dengan penuh khidmat akan membuat rasa persatuan dan kesatuan antar umat islam semakin terasa.

Tekstual Khutbah Jumat

Tekstual Khutbah Jumat

Sebelum melaksanakan Khutbah jumat, alangkah baiknya jika seorang khatib menyusun teks pidato mingguan ini terlebih dahulu, dengan bagian-bagian antara lain

  1. Pendahuluan yang umumnya berisi ucapan hamdalan, syahatain, selawat nabi, dan juga wasiat takwa
  2. Terkait materi Khutbah yang akan disampaikan. Didalam bagan ini hendaknya terdapat bacaan ayat suci alquran beserta makana yang bisa didengar oleh seluruh jamaat salat jumat
  3. Penutup yang umumnya berisi hamdalah, syahadatain, selawat nabi, dan juga doa.

Sekian pembahasan Khutbah Jumat, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.