Kisah Nabi Ismail

Ada 25 nabi yang kita kenal,  termasuk salah satunya adalah Nabi Ismail. Nabi Ismail merupakan nabi kedelapan diantara 25 nabi dan rasul yang dikenal di dalam agama Islam. Nabi Ismail ini adalah anak semata wayang dari Nabi Ibrahim bersama dengan Siti Hajar. Siti Hajar sendiri merupakan istri kedua Nabi Ibrahim. Berikut ini akan dibahas mengenai kisah Nabi Ismail secara lengkap dan detail.

Kisah Nabi Ismail As Saat Kelahirannya

Kisah Nabi Ismail As saat Kelahirannya

Suatu hari, Nabi Ibrahim melakukan hijrah dari Mesir menuju ke Palestina. Beliau pergi bersama dengan sang istri yang bernama Sarah dan pembantunya yang bernama Hajar. Semua harta dan binatang ternak juga ikut serta hijrah menuju ke Palestina.

Nabi Ibrahim sangat menginginkan kehadiran anak di rumah tangganya. Mengetahui keinginan suaminya maka Sarah pun berniat untuk Nabi Ibrahim menikah dengan Siti Hajar pembantunya menikah.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim untuk memiliki anak adalah dengan berdoa. Nabi Ibrahim senantiasa selalu berdoa kepada Allah SWT agar segera diberi anak. Doa tersebut dicantumkan pada Al Qur’an surat Ash – Shaffat ayat 100 dan 101. Arti dari ayat tersebut adalah sebagai berikut:

Nabi Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, anugerahkan kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang – orang sholeh.”

Allah pun menjawab doa Nabi Ibrahim yang tertuang pada ayat selanjutnya, yang artinya:

“Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.”

Siti Hajar pun mengandung dan melahirkan seorang anak laki – laki bernama Ismail yang oleh Allah SWT diangkat menjadi seorang Nabi dan Rasul.

Kisah Nabi Ismail dan Sejarah Munculnya Air Zam – zam

Kisah Nabi Ismail dan Sejarah Munculnya Air Zam - zam

Air zam – zam merupakan salah satu jenis air yang terdapat di Makkah. Arti kata zam – zam dalam bahasa arab adalah air yang melimpah. Wujudnya berupa mata air yang tidak akan habis meskipun sering diambil setiap saat.

Hingga kini air zam – zam di Makkah masih tersedia dalam jumlah yang melimpah. Tak heran jika banyak umat muslim yang berbondong – bondong untuk meminumnya. Hal ini dikarenakan  air zam – zam memiliki banyak khasiat.  

Tak heran jika banyak para jamaah haji yang mengambil air zam – zam untuk dibawa pulang ke tanah air. Tujuannya adalah agar dapat dibagikan kepada sanak saudara masing – masing.  

Air zam – zam sendiri bukan merupakan air yang biasa karena air tersebut memiliki banyak khasiat. Rasulullah SAW bersabda yang artinya adalah sebagai berikut:

“Sebaik – baik air dipermukaan bumi adalah air zam – zam, padanya terdapat makanan yang menyegarkan dan padanya terdapat penawar bagi penyakit.”

Adapun khasiat dan manfaat air zam – zam antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Berfungsi sebagai obat untuk mengatasi dan menyembuhkan penyakit baik jasmani dan rohani.
  2. Membuat perut kenyang dan menghilangkan rasa haus
  3. Membantu agar metabolisme di dalam tubuh lancar
  4. Meremajakan sel kulit
  5. Peredaran darah menjadi lancar
  6. Berfungsi memperkuat tulang pada gigi
  7. Baik dikonsumsi oleh ibu hamil untuk menguatkan dinding rahim.
  8. Mengatasi stress pikiran
  9. Mencegah adanya kerusakan pada ginjal
  10. Membantu memelihara cairan di tubuh Anda agar tetap seimbang.

Anda dianjurkan untuk berdoa sebelum meminum air zam – zam. Doanya adalah sebagai berikut:

Artinya:

“Ya Allah, aku memohon kepadaMu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rizki yang luas dan sembuh dari segala sakit dan penyakit pikun dengan rahmatMu ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ada pun sejarah munculnya air zam – zam dimulai dari zamannya Nabi Ibrahim yang juga terdapat kisah Nabi Ismail di dalamnya. Saat itu, Nabi Ibrahim beserta istrinya yang bernama Siti Hajar dan anaknya yang bernama Ismail melakukan perjalanan panjang.

Di tengah – tengah perjalanan Nabi Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah SWT. untuk meninggalkan baik anak maupun istrinya di padang pasir yang saat itu belum dijumpai  adanya kehidupan. Lalu, Siti Hajar memasrahkan semuanya kepada Allah SWT.

Beberapa saat kemudian Siti Hajar dan anaknya kehabisan bekal. Ismail pun menangis tiada hentinya. Hal ini membuat Siti Hajar nampak gelisah. Namun, ia tak kehabisan akal lalu mencari makanan di tengah – tengah padang pasir yang tandus dan luas tersebut.  

Demi mendapatkan makanan Siti hajar berlari bolak – balik dari bukit shofa hingga ke marwa selama 7 kali. Namun, ia tak berhasil mendapatkan apa – apa. Peristiwa tersebut dijadikan sebagai salah satu rukun haji yang terkenal dengan istilah sa’i.

Ada saat itu Nabi Ismail yang masih bayi menangis sembari menghentak – hentakkan kakinya di tanah sehingga saat itu juga muncullah air di tempat Nabi Ismail menghentakkan kakinya. Dengan segera Siti Hajar mengambil air zam – zam itu untuk diminumkan kepada anaknya. Air tersebut yang kini dikenal dan populer dengan sebutan air zam – zam. 

Kisah Nabi Ismail As dan Istrinya

Kisah Nabi Ismail As dan Istrinya

Alkisah suatu hari Nabi Ismail sedang berburu sehingga di rumah hanya dijumpai istrinya. Pada saat itu juga Nabi Ibrahim hendak mengunjungi Nabi Ismail namun beliau hanya bertemu dengan istrinya. Lalu, Nabi Ibrahim mengajukan beberapa pertanyaan, salah satunya adalah tentang pekerjaan Nabi Ismail.

Di dalam kisah Nabi Ismail tersebut, Istri Nabi Ismail pun memberitahu bahwa kehidupan yang dijalaninya bersama Nabi Ismail sangat sulit dan saat ini suaminya tengah berburu. Setelah mendengar penjelasan tersebut Nabi Ibrahim menitipkan pesan untuk disampaikan kepada Nabi Ismail.

Usai Nabi Ismail pulang dari berburu, istrinya menyampaikan pesan bahwa ada orang tua yang datang, istri Nabi Ismail menceritakan ciri – ciri orang tua tersebut. Orang tua tersebut menanyakan tentang kehidupan yang dijalaninya bersama Nabi Ismail. Lalu orang tua tersebut berpesan untuk menyampaikan salam sembari berkata agar nabi Ismail mengganti palang pintu di rumah Nabi Ismail.

Mendengar pesan istrinya Nabi Ismail menjelaskan makna dari pesan tersebut kepada istrinya bahwa orang tua yang datang adalah ayahnya. Lalu Nabi Ismail berkata bahwa yang dimaksud palang pintu adalah istrinya, artinya Nabi Ismail diminta untuk bercerai dengan istrinya.

Nabi Ismail pun menikah kembali. Hal yang sama pun terjadi, suatu hari Nabi Ibrahim datang untuk menengok anaknya. Namun, beliau hanya berjumpa dengan istrinya karena Nabi Ismail sedang berburu. Lalu, Nabi Ibrahim pun memberikan pertanyaan yang sama seperti pertanyaan yang dilontarkan kepada istri Nabi Ismail yang sebelumnya.

Namun, Nabi Ibrahim mendapatkan jawaban yang berbeda. Saat itu istri Nabi Ismail pun bercerita tentang kehidupannya bersama nabi Ismail yang penuh kebaikan. Istri Nabi Ismail ini adalah seorang wanita yang penuh syukur  dan baik perilakunya.  

Nabi Ibrahim pun akhirnya meninggalkan pesan untuk disampaikan kepada Nabi Ismail. Setelah pulang istrinya berkata bahwa ada orang tua yang datang mencari Nabi Ismail dan menitipkan pesan. Pesan itu berupa salam dan nasehat untuk Nabi Ismail agar mengokohkan palang pintu rumahnya.

Mendengar penuturan dari istrinya Nabi Ismail menjelaskan bahwa orang yang datang adalah ayahnya. Makna dari pesan tersebut adalah berisi perintah untuk mempertahankan wanita tersebut tetap menjadi istri Nabi Ismail.  

Pelajaran yang Dipetik dari Kisah Nabi Ismail As.

Meneladani kisah nabi dan rasul  salah satunya kisah Nabi Ismail dapat menambah wawasan kita. Ada banyak hal yang dapat kita ambil hikmah dari setiap peristiwa yang ada pada masing – masing zaman nabi dan rasul tersebut. Hal ini senada dengan firman Allah yang terdapat di dalam surat Yusuf ayat 111 yang artinya adalah sebagai berikut:

“Sesungguhnya pada kisah – kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal.  (Al – Qur’an) itu bukanlah cerita yang dibuat – buat, tetapi membenarkan kitab – kitab yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang – orang yang beriman.”

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat kita petik hikmahnya berdasarkan dari kisah Nabi Ismail As:

  1. Nabi Ismail merupakan sosok nabi dan rasul yang patut kita contoh. Nabi Ismail sangat taat kepada perintah Allah dan berbakti kepada orang tuanya. Hal ini terbukti pada saat Nabi Ibrahim ayahnya mendapat perintah untuk menyembelih Ismail.  Bahkan Nabi Ismail pun tidak takut dan meminta sang ayah untuk menjalankan perintah Allah untuk menyembelihnya.
  2. Anda dianjurkan untuk tidak bersedih hati. Salah satu caranya adalah dengan mendekatkan diri dan meningkatkan ketaatan kita kepada Allah.
  3. Allah memberikan cobaan kepada hamba-Nya sebagai salah satu wujud dan bukti kecintaan Allah kepada hambaNya.
  4. Anda juga harus selalu bersifat  husnuzhon kepada Allah dan selalu menepati janji.
  5. Di dalam kisah Nabi Ismail Allah memerintahkan untuk berkurban dengan menyembelih hewan ternak, salah satunya adalah menggunakan domba.
  6. Anda dianjurkan untuk memiliki sifat sabar dan tekad yang kuat saat menjalankan perintah Allah sehingga kita akan menjadi orang yang bahagia baik di dunia maupun di akhirat.  
  7. Anda juga dianjurkan untuk menghilangkan sifat ragu – ragu dan mengabaikan bisikan setan. Anda harus selalu taat kepada Allah.
  8. Anda dianjurkan untuk tidak berkeluh kesah kepada sesama manusia karena termasuk dalam kategori perbuatan tercela. Oleh karena itu, Anda hanya boleh berkeluh kesah kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha atas segala – galanya.

Banyak sekali hikmah yang dapat kita petik berdasarkan kisah Nabi Ismail di atas. Sebagai manusia ciptaan Allah SWT kita senantiasa harus meneladani sifat – sifat dari Nabi Ismail. Nabi Ismail memiliki sifat sabar, taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua dan lain – lain. Sifat tersebut tercermin dalam diri Nabi Ismail saat menyikapi turunnya perintah Allah untuk menyembelih dirinya.

Sekian pembahasan Kisah Nabi Ismail, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.