Nabi musa merupakan seorang rasul, serta nabi pilihan Allah yang diutus untuk menghadap kepada kaum Fir’aun. Selain itu, Nabi Musa juga diperintah untuk membeskan Bani Israel ketika menghadapi penindasan Bangsa Mesir. Nabi Musa ini dikenal sebagai perantara di dalam hal pengajaran agama, serta pengampunan dosa untuk kaum Bani Israel.

Nabi Musa memiliki gelar Kallamullah, yaitu seorang Nabi yang berbicara dengan Allah. Kisah Nabi Musa banyak sekali diceritakan di dalam Al Qur’an. Selain itu, beliau juga termasuk dalam golongan Rasul Ulul Azmi. Anda juga dapat membaca tentang Nabi Muhammad,
Nabi Yusuf dan Nabi Nuh Adapun mengenai kisah hidup Nabi Musa, mari kita simak bersama-sama.

Peristiwa Penindasan Orang Israel di Mesir

Nabi Yaqub yang merupakan keturunan Israel, pergi ke Mesir bersama dengan anak-anak serta keluarga mereka masing-masing. Nabi Yaqub memiliki keturunan berjumlah tujuh puluh orang. Sedangkan Yusuf, sudah terlebih dahulu berada di Mesir. Setelah beberapa waktu kemudian, Yusuf, serta saudara-saudaranya meninggal, begitu halnya dengan orang-orang yang seumuran dengannya.

Akan tetapi, keturunan mereka, yaitu orang-orang Israel memiliki anak cucu yang sangat banyak, serta jumlah anak cucu tersebut cepat sekali bertambahnya. Hingga akhirnya negeri Mesir penuh dengan mereka.

Setelah itu, seorang raja baru di Mesir, yang mana raja tersebut tidak mengenal Yusuf mulai berkata kepada rakyatnya “ Orang-orang Israel itu sangat berbahaya sekali bagi kita, mereka berjumlah sangat banyak, serta memiliki kekuatan lebih dari kitta”. Andai terjadi perang, maka bisa saja mereka berskutu dengan musuh.

Mendengar ucapan raja tersebut, akhirnya orang-orang Mesir mengangkat pengawas atas bangsa Israel dengan tujuan untuk mempersulit hidup mereka. Mereka dipaksa untuk mendirikan bangunan untuk raja Mesir, kota-kota Pitom, serta Raamsees, sebagai tempat pusat untuk menyimpan barang. Didalam kisah nabi Musa banyak terdapat cerita tentang penindasan yang diterima beliau.

Tidak berhenti sampai disitu saja, kemudian, raja Mesir tersebut memberikan perintah kepada Sifra dan Pupa, yaitu dua bidan yang bekerja menolong wanita-wanita tersebut. Dalam perintahnya, raja tersebut berkata “ Ingatlah, ketika yang lahir anak laki-laki, maka bunuhlah dia, sebaliknya jika yang lahir adalah anak perempuan maka biarkan dia tetap hidup”.

Akan tetapi, kedua bidan tersebut merupakan orang yang patuh dengan perintah Allah, sehingga mereka tidak mau melakukan perbuatan tersebut. Hingga akhirnya Allah memberkati bidan tersebut dengan memberikan keturunan kepada mereka. Hingga akhirnya jumlah orang Israel semakin banyak.

Kemudian  raja memberikan perintah baru, dimana setiap anak Ibrani yang lahir harus dibuang ke Sungai Nil, akan tetapi semua anak perempuan boleh dibiarkan hidup. Kisah nabi Musa dimulai dengan lahirnya beliau.

Nabi Musa A.S Lahir dan Diselamatkan

Nabi Musa A.S Lahir dan Diselamatkan

Di zaman tersebut, seorang laki-laki dari suku Lewi, juga menikah dengan suku tersebut. Kemudian wanita tersebut melahirkan anak laki-laki. Ketika ia melihat anak yang lahir tersebut amat bagus, maka mereka menyembunyikannya selama kurang lebih tiga bulan. Akan tetapi, mereka semua sadar, jika bayi yang mereka lahirkan tersebut tidak bisa disembunyikan terlalu lama.

Kemudian, ibu tersebut akhirnya mengambul sebuah keranjang dari rumput gelagah, kemudian keranjang tersebut dilpisinya dengan ter. Hal tersebut dilakukan agar bayinya tidak kena air. Bayi tersebut kemudian diletakkan di dalam keranjang, kemudian dibawanya ke sungai Nil, serta ditaruh di tengah-tengah rumpun gelagah yang ada di tepi sungai tersebut.

Kakak perempuan dari bayti tersebut berdiri agak jauh, supaya tetap bisa melihat ketika terjadi sesuatu yang terjadi pada adiknya.

Kemudian, datanglah seorang puteri raja. Kata putri raja kepada ibu tersebut, “Bawalah bayi ini dan kemudian susuilah, nanti akan kuberi upah”. Maka dibawalah bayi tersebut. Ketika bayi tersebut sudah agak besar, maka ibunya menyerahkan kembali kepada putri raja, hingga akhirnya putri raja menjadikan bayi tersebut sebagai anak angkatnya.

“Dia kuberi nama Musa, karena kuambil dia dari air “ kata putri raja. Kisah nabi Musa berlanjut dengan perginya beliau ke tanah midian.

Nabi Musa Lari Ke Tanah Midian Untuk Membela Bangsanya

Nabi Musa Lari Ke Tanah Midian Untuk Membele Bangsanya

Ketika Nabi Musa sudah dewasa, dirinya pergi untuk menemui orang yang sebangsa dengannya. Kemudian dirinya melihat bagaimana mereka dipaksa untuk melakukan beragam pekerjaan yang berat. Selain itu, dilihat juga seorang Mesir yang tega membunuh bangsa Ibrani.

Nabi Musa kemudian menengok ke sekeliling, takkala tidak ada yang melihat, maka dibunuhlah orang Mesir tersebut. Mayat orang Mesir tersebut kemudian disembunikanlah di dalam pasir.

Kemudian, esok harinya Nabi Musa pergi, kemudian dirinya melihat ada dua orang bangsa Ibrani yang sedang berkelahi. “Mengapa engkau memukul kawanmu?” tanya Nabi Musa kepada orang yang bersalah tersebut.

Lantas orang tersebut menjawab “ Siapa yang mengangkat dirimu menjadi pemimpin serta hakim kami?” Apakah dirimu juga hendak membunuh saya juga, layaknya orang Mesir yang kaubunuh tersebut?” Kemudian Nabi Musa menjadi takut, serta berpikir, “Celaka, perbuatanku tersebut sudah ketauan”. Kisah nabi Musa berlanjut dengan tinggal di rumah nabi Syu’aib.

Nabi Musa Tinggal di Rumah Nabi Syu’aib

Nabi Musa Tinggal di Rumah Nabi Syu’aib

Ketika raja mendengar kejadian pembunuhan tersebut, maka raja akhirnya mencari cara untuk bisa membunuh Nabi Musa. Akan tetapi, Nabi Musa sudah lari, kemudian tinggal di Negeri Meridian. Imam dari negeri tersebut bernama Syu’aib, memiliki tujuh anak perempuan.

Di suatu hari, ketika Nabi Musa sedang duduk di dekat sebuah sumur, maka datanglah ketujuh anak tersebut untuk menimba air, serta mengisi tempat minum kawanan kambing, serta domba milik ayah mereka.

Akan tetapi, beberapa orang gembala mengusir gadis tersebut, kemudian Nabi Musa datang untuk menolong mereka, serta memberi minum ternak mereka. Ketika anak gadis tersebut pulang, ayah mereka bertanya “Mengapa kalian cepat sekali pulang hari ini?”

Mereka menjawab “ Ada orang Mesir yang menolong kami dari gangguan gembala lain. Orang Mesir tersebut malah menimbakan air untuk kami, serta memberi minum kepada ternak kita”.

Dimana orang Mesir tersebut sekarang?”tanya Syu’aib kepada anak-anak mereka. Mengapa kalian semua meninggalkan orang tersebut? Pergilah cari orang tersebut, dan ajaklah dia makan bersama kita.

Setelah bertemu dengan Nabi Musa, gadis tersebut menyampaikan amanat dari ayahnya. Nabi Musa setuju dengan tawaran dari gadis tersebut. Kemudian Syu’aib menikahkan Nabi Musa dengan anaknya bernama Zipora.

Zipora melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Gersom. Hingga akhirnya Nabi Musa tinggal dan berkeluarga di rumah Nabi Syu’aib. Kisah nabi Musa berikutnya tentang turunnya perintah dari Allah.

Mendapatkan Perintah dari Allah

Nabi Musa Mendapatkan Perintah dari Allah

Allah mendengar mereka, kemudian teringat akan perjanjianNya dengan Ibrahim, serta Yaqub. Melihat orang Israel diperbudak, maka ditolonglah orang-orang Israel tersebut. Pada waktu itu, Nabi Musa sedang menggembala domba, serta kambing milik Nabi Syu’aib.

Ketika Nabi Musa sedang menggiring ternak tersebut ke seberang padang gurun, maka ia tiba di Gunung Sinai, sebuah Gunung yang suci. Di Gunung Sinai tersebut, malaikat menampakkan diri kepadanya dalam wujud api yang menyala, yang keluar dari semak-semak.

Nabi Musa melihat semak tersebut menyala, akan tetapi semak tersebut tidak terbakar. “Luar biasa, semak menyala api, namun tidakl terbakar” Kata Nabi Musa dalam pikirannya. Allah melihat Nabi Musa mendekat ke tempat tersebut, maka Tuhan berseru di tengah-tengah semak tersebut.

Musa ! Musa! Saya disini, Jawab Nabi Musa, jangan mendekat, bukalah sandalmu, karena engkau mendekat di tanah yang suci. Aku ini adalah Allah nenek moyangmu. Allah Ibrahim, Ishak dan Yaqub. Kemudian Nabi Musa menutup mukanya. Nabi Musa takut memandang wajah Allah. Kemudian didalam kisah nabi Musa, beliau mendengar suara.

“Aku sudah melihat penderitaan umatku yang ada di Mesir, dan aku sudah mendengar mereka berteriak minta dibebaskan dari orang yang menindas mereka, hingga akhirnya aku turun untuk membebaskan mereka”.

Tangisan Bangsa Israel sudah kudengar, serta kulihat juga bagaimana Bangsa Israel ditindas oleh Bangsa Mesir. Sekarang, engkau kuutus unruk menghadap kepada Raja Mesir supaya engkau bisa memimpin bangsaku keluar dari negeri ini.

Kemudian Musa menjawab “Siapa saya, sehingga saya sanggup untuk menghadap raja, serta membawa orang Israel keluar dari Mesir? Allah menjawab, “Akulah yang akan menolong engkau. Dan jika bangsa tersebut sudah engkau bawa keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadat kepadaku di Gunung ini.

Tuhan berkata lagi kepada Nabi Musa “ Masukkanlah tanganmu ke dalam bajumu”. Nabi Musa menurut, serta ketika ia menarik tangannya keluar, tangan tersebut putih sekali karena penyakit kulit yang mengerikan. Kemudian Tuhan berkata “Masukkanlah lagi, tangan itu sudah sembuh, kata Tuhan”.

Jika mereka tidak percaya dengan keajaiban yang pertama, maka keajaiban ini akan membuat mereka percaya, dan jika mereka masih tidak peduli dengan kata-katamu, maka ambillah sedikit air dari Sungai Nil, kemudian tuangkan air tersebut ke tanah, nisacaya air tersebut akan berubah menjadi darah”.

Akan tetapi Nabi Musa berkata, “Ya, Tuhan saya bukanlah orang yang memiliki kepandaian berbicara, baik dahulu maupun saat ini, saya ini berat lidah, jika berbicara lambat dan tidak lancar”. Kemudian Tuhan berkata kepada Musa.

“Siapakah yang memberi mulut kepada manusia? Siapa yang membuat dia akan tuli dan bisu? Siapa yang membuat mereka melihat atau buta? Bukankah aku, Tuhan? Sekarang, pergilah, aku akan menolong engkau berbicara, serta mengajarkan apa yang harus engkau katakan”. Kemudian, Kisah Nabi Musa berlanjut dengan kembali nya beliau ke Mesir.

Kembali Lagi ke Mesir

Nabi Musa Kembali Lagi ke Mesir

Nabi Musa kembali lagi ke rumah Nabi Syu’aib, mertuanya, serta berkata kepadanya “Izinkanlah saya untuk kembali ke Mesir, saya ingin menengok saudara-saudars saya, serta melihat mereka masih hidup”.

Nabi Syu’aib berkata kepadanya, “Pergilah dengan selamat”.

Ketika Nabi Musa masih berada di tanah Midian, Tuhan berkata kepada Nabi Musa, “Kembalilah ke Mesir. Semua orang yang hendak membunuhmu sduah mati”. Kemudian Nabi Musa mengajak istri serya anak-anaknya untuk kembali ke Mesir. Atas perintah Allah, nabi Musa juga membawa tongkatnya.

Tuhan berkata kepada Musa “ Aku sudah memberi kuasa kepadamu untuk menciptakan keajaiban-keajaiban. Untuk itu, jika engkau sudah kembali ke Mesir, maka lakukanlah keajaiban-keajaiban tersebut di depan raja Mesir.

Akan tetapi, aku akan menjadikan mereka keras kepala, hingga akhirnya tidak mau mengizinkan bangsa tersebut pergi. Kemudian, katakanlah kepada raja tersebut, jika aku, Tuhan memberikan pesan kepadaku “Israel merupakan anak-Ku yang sulung, serta engkau sudah kuberi perintah untuk memberikan izin anak-Ku itu pergi.

Sementara itu, Tuhan berkata kepada Harun “Pergilah ke padang gurun untuk menemui Musa”. Harun lantas pergi ke gurun dan kemudian bertemu dengan adiknya di gunung suci, seraya mencium adiknya tersebut.

Nabi Musa menceritakan kepada Harun semua yang dikatakan Tuhan kepadanya ketika hendak kembali ke Mesir, serta tentang semua keajaiban yang harus dibuatnya. Kisah Nabi Musa berlanjut dengan berangkat nya Musa ke Mesir.

Musa serta Harun pergi ke Mesir, mereka mengumpulkan semua pemimpin Israel. Harun menyampaikan kepada mereka semua hal yang dikatakan Tuhan kepada Musa, serta Musa melakukan segala keajaiban dihadapan orang tersebut.

Maka percayalah orang-orang tersebut, serta ketika mereka mendengar jika Tuhan sudah memperhatikan bangsa Israel, serta melihat segala penderitaan mereka, maka mereka semua menyembah dan bersujud kepada Tuhan.

Di Bantu Nabi Harun yang Pandai Berbicara

Nabi Musa di Bantu Nabi Harun yang Pandai Berbicara

Di waktu Nabi Musa di Utus Tuhan untuk menghadap ke raja Mesir, Nabi Musa berkata “ Saya mohon, jangalah mengutus saya, utuslah orang lain”. Lantas Tuhan menjadi marah kepada Musa, seraya berkata, “Bukanlah engkau memiliki saudara yang bernama Harun? Aku mengetahui ia memiliki kepandaian untuk berbicara.

Sesungguhnya. Harun dalam perjalan ke sini, serta dirinya akan sangat senang ketika bertemu dengan engkau. Bicaralah dengan dia, serta beritahukan kepadanya apa yang seharusnya Harun katakan.

Aku akan memberi pertolongan kepada dirimu serta Harun. Aku akan mengajarka apa yang seharusnya kalian katakan, serta lakukan. Dia harus berbicara atas namamu di hadapan rakyat. Harun akan menjadi juru bicaramu, serta engkau akan dianggap seperti Allah yang mengatakan apa yang sebaiknya engkau katakan.

Bawalah tongkat tersebut, engkau akan membuat keajaiban-keajaiban dengan hal tersebut. Jangan ragu wahai Musa, segera temui raja Mesir dan lakukan semua perintah dariKu itu”. Kisah Nabi Musa berlanjut ketika menghadap ke Firaun

Menghadap Ke Firaun

Nabi Musa Menghadap Ke Firaun

Di waktu Tuhan berbicara kepada Musa di Mesir, maka Tuhan berkata”Akulah Tuhan. Sampaikanlah kepada raja Mesir segala hal yang sudah kukatakan kepadamu”. Kemudian Nabi Musa menjawab “ Tuhan, engkau mengetahui jika saya tidak memiliki kepandaian dalam hal berbicara, mana mungkin raja mau mendengarkan saya?”

Tuhan lantas berkata kepada Nabi Musa. “Aku akan menjadikan engkau seperti Allah dihadapan raja, serta saudaramu Harun akan berbicara kepadanya sebagai nabimu”. Sampaikanlah kepada Harun mengenai segala hal yang sudah kuperintahkan kepadamu.

Perintahlah Harun untuk berkata kepada Raja jika dirinya harus mengizinkan orang Israel untuk bisa keluar dari Mesir. Akan tetapi aku akan menjadikan raja semakin keras kepala, sehingga mereka tidak peduli terhadap engkau, sekalipun aku akan mendatangkan banyak bencana di Mesir.

Karena hal tersebut, maka aku akan menghukum umat Mesir dengan hukuman-hukuman yang berat. Selanjutnya akan kubawa semua bangsa Israel, umat-Ku untuk bisa keluar dari negeri mereka.”

Lantas Nabi Musa dan Nabi Harun melakukan semua yang diperintahkan oleh Tuhan. Pada waktu itu Nabi Musa berumur 80 tahun, sedangkan Nabi Harun berumur 83 tahun, saat keduanya menghadap ke raja Mesir.

Tuhan kemudian berkata kepada Nabi Musa dan Nabi Harun, “Jika mereka meminta kamu untuk membuat keajaiban sebagai bukti, maka suruhlah Harun untuk mengambil tongkatnya, serta melemparkan ke tanah di depan raja, tongkat yang dilempar tersebut akan berubah menjadi ular”.

Lantas keduanya pergi untuk menghadap raja, serta mereka melakukan semua yang diperintahkan Allah. Harun kemduian melemparkan tongkatnya ke tanah, dan tongkat tersebut langsung berubah menjadi uar. Tongkat Harun kemudian menelan tongkat milik mereks.

Meskipun  begitu, raja masih saja berkeras kepala, serta tidak mau peduli dengan perkataan Musa, serta Harun”.

Kisah Nabi Musa penuh dengan lika-liku, serta banyak pelajaran yang bisa kita petik dari semua kisah Nabi Musa di atas.

Sekian pembahasan Kisah Nabi Musa, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.