Zakat penting untuk anda ketahui serta anda pahami karena zakat merupakan suatu kewajiban yang harus anda keluarkan sebagai seorang muslim, dan seperti yang anda pahami bersama bahwa apabila meninggalkan kewajiban hukumnya adalah dosa. Dan untuk macam-macam zakat sendiri terdapat beberapa jenis yang akan di bahas dalam penjelasan berikut.

Dalam rukun islam, membayar zakat menempati urutan ketiga setelah mengucapkan syahadat dan menjalankan shalat. Namun terdapat beberapa kriteria yang menjadi penentu apakah seorang muslim sudah memiliki kewajiban membayar zakat atau belum.

Pengertian Zakat

Pengertian Zakat

Secara bahasa zakat dapat berarti suci, berkah, tumbuh, bersih, serta baik. Sedangkan menurut istilah zakat dapat berarti mengeluarkan kadar harta tertentu yang wajib untuk dikeluarkan oleh seorang muslim kepada yang berhak menerimanya dengan syarat tertentu.

Hukum dari zakat adalah fardhu ‘ain untuk setiap muslim yang memiliki harta serta telah mencapai batas nisabnya. Untuk fungsinya, zakat dapat berfungsi sebagai pembersih jiwa dari sifat tercela seperti iri hati, riya, dengki, serta takabur. Dengan masalah zakat yang begitu penting, maka perintah membayar zakat terus beriringan dengan perintah shalat.

Itu artinya selain anda diperintahkan untuk menjaga hubungan baik dengan Allah swt melalui shalat, anda juga diperintahkan untuk menjaga hubungan baik serta peduli dengan sesama manusia dan menunaikan zakat. Allah swt berfirman dalam QS At-taubah : 109 yang artinya “Ambillah zakat dari sebagian zakat mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.”

Macam-Macam Zakat Menurut Syariat Islam

Macam-Macam Zakat Menurut Syariat Islam

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap orang islam laki-laki ataupun perempuan, muda ataupun tua baik untuk dirinya sendiri ataupun untuk orang-orang yang menjadi tanggungannya. Pemberian zakat dapat dilakukan dengan cara mengeluarkan bahan makanan pokok sesuai dengan kadar zakat yang telah ditetapkan oleh hukum syariat islam.

Waktu paling afdol pengeluaran zakat fitrah sendiri dikeluarkan pada malam hari raya idul fitri dengan tujuan untuk mensucikan jiwa. Jumlah dari zakat fitrah yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim adalah 1 sha’ atau setara dengan 2,5 kg atau 3,1 liter.

2. Zakat Mal

Zakat mal merupakan macam-macam zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim yang mampu untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerima zakat (mustahik) dengan syarat dan ketentuan bahwa harta tersebut telah mencapai nisab serta dimiliki secara penuh. Mengeluarkan zakat mal memiliki tujuan untuk menyucikan harta yang dimiliki.

Jenis harta yang wajib untuk dikeluarkan zakatnya oleh setiap muslim yang mampu adalah emas, perak, mata uang, harta perniagaan, hewan ternak, buah-buahan maupun biji-bijian yang yang menjadi makanan pokok, barang tambang serta harta temuan (rikaz). Untuk macam-macam zakat mal sendiri dapat dijelaskan dalam uraian berikut:

a. Zakat Perdagangan

Macam-macam zakat dari jenis zakat mal yaitu zakat perdagangan. Setiap kekayaan maupun penghasilan hasil dari berdagang atau berniaga wajib untuk dikeluarkan zakatnya. Kekayan dari berdagang ini termasuk stok barang dagangan yang dimiliki, ditambah dengan uang kontan serta piutang yang kemungkinan masih dapat kembali

Apabila nilai dari total kekayaan hasil kegiatan berdagang tersebut, setelah dikurangi kewajiban utang, telah mencapai batas nishab (yaitu setara dengan nilai 85 gram emas) dan telah berusaha satu tahun haul, maka besar zakat yang wajib dikeluarkan adalah 2,5 persen.

Rumus dari zakat perdagangan adalah (modal yang diputar + keuntungan + piutang yang dapat dicairkan) – (utang-kerugian) x 2,5 persen. Untuk zakat yang dikeluarkan dapat berupa barang dagangan maupun uang seharga barang tersebut.

Rasulullah saw bersabda  yang artinya: “Wahai para pedagang, sesungguhnya jual beli itu selalu dihadiri (disertai ) kemaksiatan dan sumpah oleh karena itu kamu wajib mengimbanginya dengan sedekah (zakat)”. (HR. Ahmad)

b. Zakat Pertanian (Zakat Ziro’ah)

Apabila anda memiliki mata pencaharian sebagai petani yang menghasilkan makanan pokok ternyata juga terdapat hitungan zakatnya. Macam-macam zakat mal yang salah satunya zakat pertanian memiliki ketentuan nisab yaitu apabila yang dihasilkan makanan pokok sebesar 520 dan sebesar 653 kg gabah. Untuk zakat pertanian ini dibayarkan setiap masa panen.

Apabila selain makanan pokok, maka nisabnya disamakan dengan makanan pokok yang paling umum pada sebuah daerah. Kadar zakat apabila diairi dengan air hujan, sungai, ataupun mata air, maka besar zakatnya adalah 10 persen. Sedangkan kadar zakat apabila diairi dengan cara disiram (dengan menggunakan alat maupun saluran irigasi maka zakatnya cukup 5 persen saja.

Mengenai zakat pertanian atau zakat ziro’ah, Allah swt telah menetapkan dalam Al-Quran surat Al-An’am ayat 141 yang artinya:

“Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung serta yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanaman-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun, serta delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan yang tidak sama (rasanya). Makanlah buahnya (yang bermacam-macam itu) apabila berbuah, dan tunaikanlah haknya dari memetik hasilnya (dengan dikeluarkannya zakat), dan janganlah kamu berlebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan”.

c. Zakat Hewan Ternak

Macam-macam zakat mal yang selanjutnya adalah zakat hewan ternak, ketentuan dari zakat hewan ternak ini berlaku untuk setiap muslim yang memiliki hewan ternak dengan aturan yang berlaku. Dalil yang mendasari seseorang wajib mengeluarkan zakat hewan ternak adalah sebagai berikut:

“Tidak ada seorang laki-laki yang memiliki unta, lembu, atau kambing yang tidak diberikan zakatnya, melainkan datanglah binatang-binatang itu pada hari kiamat keadaannya lebih gemuk serta lebih besar dibandingkan ketika di dunia, lalu mereka menginjak-injaknya dengan telapak-telapaknya dan menanduknya dengan tanduk-tanduknya setelah binatang-binatang itu berbuat demikian, diulanginya lagi dan demikianlah terus-menerus hingga Allah selesai menghukum para manusia”. (HR. Bukhari).

Binatang ternak yang dimaksud untuk wajib dikeluarkan zakatnya adalah apa yang dalam bahasa arab disebut Al-An’am, yaitu binatang yang diambil manfaatnya. Binatang-binatang tersebut seperti unta, kambing, / biri-biri, sapi, serta kerbau.

Dalil selanjutnya yang memperkuat seseorang untuk mengeluarkan zakat hewan ternak adalah: “Setiap unta yang di gembalakan, zakatnya setiap 40 ekor adalah seekor anak unta betina yang selesai menyusui”. (HR. Ahmad, Nasa’I, Abu Dawud).

Serta penggalan dari HR. Abu Daud yang artinya “…Dan pada kambing yang di gembalakan, bila ada 40 ekor, zakatnya seekor kambing. Jika hanya memiliki 39 ekor, maka terkena kewajiban zakat”. Pengeluaran zakat ternak ini pada setiap tahun dan dengan catatan apabila telah mencapai nisab.

d. Zakat Emas dan Perak

Apabila saat ini anda telah memiliki simpanan emas serta perak, jangan sampai lupa untuk membayarkan zakatnya. Dalam macam-macam zakat emas dan perak memiliki ketentuan tersendiri seperti untuk emas telah mencapai satu tahun dengan nisab sebesar 85 gram emas murni, maka besarnya zakat yang wajib dikeluarkan adalah 2,5 pernsennya.

Cara menghitung zakat emas yaitu: apabila seluruh emas yang dimiliki, tidak dipakai atau dipakainya hanya setahun sekali, maka zakat emasnya adalah emas yang dimiliki X harga emas X 2,5 persen.

Namun apabila emas yang dimiliki ada yang dipakai seperti dalam bentuk perhiasan, maka hitungan zakat emasnya adalah emas yang dimiliki dikurangi emas yang dipakai kemudian dikalikan dengan harga emas serta dikalikan 2,5 persen. Untuk perak yang telah mencapai haul setahun, mencapai nishab 595 gram perak, maka besarnya zakat yang dikeluarkan adalah sama yaitu 2,5 persen.

Untuk cara menghitung zakat perak yaitu: apabila seluruh perak yang dimiliki, tidak dipakai atau dipakai hanya setahun sekali, maka hitungan zakatnya adalah banyaknya perak yang dimiliki dikali dengan harga perak dan kemudian dikali 2,5 persen.

Apabila perak yang dimiliki ada yang dipakai, maka hitungan zakatnya adalah jumlah perak yang dimiliki dikurangi dengan banyaknya perak yang dipakai dikali dengan harga perak dan dikali 2,5 persen.

Untuk dalil dari zakat emas dan perak yang wajib seseorang keluarkan zakatnya terdapat dalam surat Attaubah ayat 34 hingga 35 yang artinya:

“Orang-orang yang menimbun emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, peringatkanlah mereka tentang azab yang pedih. Pada hari emas dan perak dipanaskan dalam api neraka, kemudian dibakar dengannya dahi-dahi mereka, rusuk-rusuk, serta punggung, maka dikatakan kepada mereka, “inilah kekayaan yang kalian timbun dahulu, rasakanlah oleh kalian kekayaan yang kalian simpan itu”.

Kemudian ada pula sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah, bahwa Nabi saw bersabda yang artinya:

“Tidak ada seorangpun yang memiliki emas dan perak yang dia tidak berikan zakatnya, melainkan pada hari kiamat akan dijadikan hartanya itu beberapa keping api neraka. Setelah dipanaskan di dalam neraka jahanam, kemudian digosokkan pada lambung, dahi, serta punggungnya, dengan kepingan itu. Setiap kepingan itu dingin, akan dipanasakan kembali. Pada (hitungan) satu hari yang lamanya 50 ribu tahun, sehingga Allah menyelesaikan urusan dengan hambanya”.

e. Zakat Profesi atau Penghasilan

Macam-macam zakat mal yang perlu anda ketahui selanjutnya adalah zakat profesi atau penghasilan. Ini merupakan zakat yang dikeluarkan dari pendapatan maupun penghasilan anda, sehingga disebut dengan zakat penghasilan. Zakat ini wajib anda keluarkan apabila pendapatan anda telah mencapai nisab ataupun ukuran tertentu.

Untuk zakat profesi atau penghasilan saat ini, ukurannya adalah setara dengan 520 kilogram beras dan wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen. Terhitung dari pendapatan kasar (brutto) besar zakat yang wajib dikeluarkan adalah pendapatan total (keseluruhan) dikali 2,5 persen menghitung dari pendapatan bersihnya (netto).

Untuk pendapatan wajib zakat adalah pendapatan total dikurangi pengeluaran perbulan. Maka besar zakat yang harus dibayarkan adalah pendapatan wajib zakat dikali 2,5 persen. Pengeluaran perbulan adalah pengeluaran untuk kebutuhan primer (sandang, pangan, dan papan). Pengeluaran perbulan termasuk juga pengeluaran diri, istri, 3 anak, orang tua serta cicilan rumah.

Apabila seorang istri, maka yang termasuk kebutuhan primer perbulan adalah selain kebutuhan diri, 3 anak, serta cicilan rumah.

f. Zakat Investasi

Zakat investasi merupakan salah satu dari macam-macam zakat mal yang dikenakan pada harta hasil investasi seperti bangunan maupun kendaraan yang disewakan. Zakat investasi dikeluarkan pada saat menghasilkan, dan untuk modal tidak dikenai zakat. Besarnya zakat yang dikeluarkan 5 persen untuk penghasilan kotor serta 10 persen untuk penghasilan bersih.

g. Zakat Tabungan

Setiap orang, khususnya bagi anda seorang muslim pasti memiliki uang dan telah disimpan selama satu tahun dengan nilai yang setara dengan 85 gram emas maka wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen.

h. Zakat Rikaz atau Barang Temuan

Setiap penemuan harta yang telah terpendam dalam tanah bertahun-tahun atau disebut juga dengan rikaz, seperti emas maupun perak yang sudah tidak diketahui lagi pemiliknya, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 20 persen. Macam-macam zakat mal seperti zakat rikaz atau harta temuan yang sering juga dikenal dengan sebutan harta karun tidak terdapat nisab dan haul, zakat rikaz yang dikeluarkan oleh penemunya cukup sekali saja yaitu saat harta rikaz itu ditemukan.

Untuk dalilnya adalah sebagai berikut yang terdapat dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah yang artinya:

“Sesungguhnya Nabi saw bersabda mengenai harta kanzun (simpanan lama) yang didapatkan seseorang ditempat yang tidak didiami orang. Apabila engkau mendapatkan harta itu di tempat yang didiami orang, hendaklah engkau beritahukan, dan jika engkau dapatkan harta itu ditempat yang tidak didiami orang, maka disitulah wajib zakat, dan pada harta rikaz (zakatnya) 1/5”.

Maksud dari hadis tersebut adalah barang siapa yang menemukan dalam suatu penggalian harta simpanan orang bahari atau menemukannya di suatu desa yang tidak didiami orang. Maka ia wajib mengeluarkan zakatnya sebesar 1/5 atau sebesar 20 persen.

i. Zakat Ma’adin (Barang Galian)

Macam-macam zakat mal selain barang temuan ada pula barang galian yaitu segala sesuatu yang dikeluarkan dari bumi yang memiliki harga seperti timah, emas, besi, perak, perunggu dan yang lainnya. adapun yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ma’adin itu adalah segala sesuatu yang dikeluarkan (didapatkan) oleh seseorang dari laut ataupun darat (bumi), selain tumbuhan dan makhluk hidup.

Untuk zakat ma’adin dikeluarkan setiap mendapatkannya tanpa hizab, kadar zakatnya yaitu sebesar 2,5 persen. Dalil untuk zakat ma’adin atau barang temuan ini adalah:

“Bahwa Rasulullah saw telah menyerahkan ma’adin qabaliyah kepada Bilal bin Al-Harts Al-Muzanny. Ma’adin itu hingga kini tidak diambil darinya, melainkan zakat saja”. (HR. Abu Daud dan Malik).

Dari hadits di atas menunjukkan bahwa ma’adin itu ada zakatnya serta menyatakan bahwa dari ma’adin tersebut tidak diambil melainkan zakat saja. Dari kedua keterangan itu dapat dipahami bahwa zakat yang diambil dari ma’adin itu berupa zakat emas dan perak, yaitu sebesar 2,5 persen.

Golongan yang Berhak Menerima Macam-Macam Zakat (Mustahik)

Golongan yang Berhak Menerima Macam-Macam Zakat (Mustahik)

1. Fakir

Adalah orang yang tidak memiliki harta kekayaan serat tidak memiliki penghasilan yang tetap sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.

2. Miskin

Adalah orang yang memiliki pekerjaan tetap akan tetapi penghasilan yang didapat tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

3. Amil

Adalah orang yang mendapatkan kepercayaan untuk mengurus zakat, baik menerima ataupun membagikannya.

4. Mualaf

Adalah orang yang baru masuk agama islam sehingga masih membutuhkan bimbingan serta pembinaan karena imannya masih lemah.

5. Riqab atau hamba sahaya

Adalah yang dijanjikan oleh tuannya untuk dimerdekakan dengan menebus dirinya dengan uang maupaun harta tertentu.

6. Gharim

Adalah orang yang memiliki banyak utang, sedangkan utang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, bukan untuk melakukan maksiat.

7. Sabilillah (Orang yang Berjuang di Jalan Allah)

Adalah semua usaha untuk menegakkan serta menyebarluaskan agama islam.

8. Ibnu Sabil

Adalah orang yang memiliki kesulitan dalam perjalanan, dan perjalanan yang ditempuh tersebut untuk tujuan yang baik.

Sekian pembahasan Macam-Macam Zakat, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.