Onani Menurut Pandangan Islam

Onani merupakan aktivitas yang biasa dilakukan oleh kaum muda untuk memuaskan hasrat yang terpendam di dalam diri mereka, hal ini terjadi karena tidak bisanya menyalurkan hasrat secara sah sehingga banyak kaum muda yang mengambil jalan pintas dengan melakukan Onani. Sebagian besar pelaku Onani adalah kaum laki-laki, namun tak sedikit juga dilakukan oleh kaum perempuan.

Menurut beberapa sumber menyebutkan bahwa 99% kaum laki-laki di dunia ini pernah melakukan yang namanya Onani. Onani sendiri dilakukan dengan rangsangan fisik yang dapat menimbulkan rasa nikmat, sehingga hal inilah yang membuat kaum laki-laki terus mengulangnya agar dapat merasakan rasa tersebut.

Sejarah Onani

Sejarah Onani

Onani sudah ada sejak zaman dahulu, dan di dalam Bahasa Arab menggunakan istilah istimna yang artinya usaha mengeluarkan sperma atau mani dengan paksaan. Istilah Onani sendiri pertama kali dijelaskan di Kitab Injil, di kitab tersebut dijelaskan bahwa istilah onani berasal dari salah satu nama anak Judas yang bernama Onan.

Menurut kitab tersebut mengatakan bahwa Onan disuruh ayahnya untuk menyetubuhi istri dari kakaknya, namun karena Onan tidak mau dan tidak berani melakukannya membuat nafsu birahi Onan semakin memuncak, alhasil Onan menggunakan rangsangan fisik untuk bisa memuaskan nafsu birahi tersebut, dari sinilah istilah Onani muncul untuk penisbatan terhadap Onan.

Usia yang Rentan Melakukan Onani

Usia yang Rentan Melakukan Onani

Onani sangat rentan dilakukan oleh kaum muda terutama usia 17-30 tahun, hal ini disebabkan pada usia tersebut seorang laki-laki mengalami masa dimana ia memiliki nafsu yang sangat tinggi terhadap lawan jenisnya. Ditambah lagi saat usia tersebutlah seorang laki-laki banyak yang belum bisa melampiaskan atau memenuhi hasrat yang terpendamnya secara sah yaitu dengan cara menikah.

Usia tersebut juga rentan dialami oleh perempuan dalam melakukan Onani, namun perbedaannya perempuan melakukan Onani atas dasar yang berbeda dengan laki-laki. Biasanya perempuan melakukan Onani dengan tujuan memenuhi keingintahuan mereka.

Bukan hanya kaum muda saja yang melakukan Onani, namun tak jarang orang dewasapun juga melakukannya. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor seperti ketidakpuasan dengan pasangan mereka ataupun sedang ditinggal jauh oleh pasangannya.

Pandangan Islam Terhadap Onani

Pandangan Islam Terhadap Onani

Menurut Islam Onani adalah salah satu hal yang tercela, dimana seseorang telah melampaui batasnya. Menurut Firman Allah SWT “ dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki ; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa yang mencari dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

Dari firman di atas sudah terpampang jelas bahwa Onani sangat dilarang oleh Islam, hal ini dikarenakan di dalam Islam kita dituntut untuk menjaga kemaluan kecuali dengan istri atau budaknya. Dan mereka yang mencari dibalik itu ( salah satunya Onani ) adalah orang yang telah melampaui batasnya.

Nabi Muhammad SAW juga bersabda “ Wahai para pemuda siapa yang mampu ba’ah ( biaya pernikahan dan mampu akan hal itu ) maka hendaknya dia menikah. Karena hal itu dapat menahan pandangan dan menjaga kemaluan. Siapa yang tidak mampu hendaknya dia berpuasa karena hal itu menjadi tameng ( tameng terjatuh dari yang diharamkan ).

Dari sabda Rasulullah SAW tersebut mengajarkan kita bahwa alangkah baiknya jika sudah mampu untuk menikah maka segeralah menikah, dan jika belum mampu maka berpuasa akan menjadi hal baik dalam perlindungan diri terhadap sesuatu yang diharamkan.

Faktor Penyebab Seseorang Melakukan Onani

Faktor Penyebab Seseorang Melakukan Onani

1.Tingginya Libido

Seseorang melakukan Onani bukanlah tanpa penyebab, melainkan banyak faktor yang bisa membuat seseorang melakukan Onani. Salah satunya adalah tingginya libido seseorang, terutama kaum muda karena memang kaum mudalah yang sering melakukan Onani. Di masa muda terutama kaum pria akan memiliki libido yang sangat tinggi dikarenakan hormon testosteron yang berada di puncaknya.

Menurut psikologi hal ini wajar karena kaum muda sedang dalam masa pertumbuhan hormon sex, sehingga memiliki ketertarikan kepada lawan jenis yang berlebihan. Namun menurut pandangan norma manusia dan ajaran agama Onani tetap tidak diperbolehkan untuk dilakukan.

  1. Kurang Menjaga Pandangan

Penyebab yang kedua adalah pandangan yang kurang dijaga, terutama kaum laki-laki yang akan selalu melihat perempuan dengan nafsu yang tinggi. Hal inilah yang akan membuat seseorang melakukan Onani. Namun hal ini tidak sepenuhnya menjadi salah seorang pria karena di zaman sekarang banyak sekali perempuan yang tidak menutup auratnya dan bahkan sampai memakai baju yang sangat minim.

Ditambah lagi perkembangan teknologi yang semakin maju, dimana banyak sosial media berkembang dan dari sanalah banyak kaum remaja melihat hal-hal yang tidak layak dipertontonkan. Dari itulah yang mendorong seseorang untuk memuaskan apa yang ia lihat dengan melakukan Onani.

  1. Belum Mampu Untuk Menikah

Penyebab ini adalah penyebab yang menjadi problem terbesar yaitu belum mampunya untuk menikah, tidak seperti di zaman dahulu pernikahan di era sekarang dibutuhkan banyak dana serta mental yang harus disiapkan. Menikah sudah menjadi hal yang sangat sulit dan berat untuk dilakukan di Zaman sekarang sehingga banyak menyebabkan seseorang lebih memilih Onani dalam memuaskan hasrat.

Untuk mengatasi hal ini sebenarnya cukup mudah untuk dilakukan jika masing-masing individu mengerti tentang makna dari pernikahan, karena sudah banyak anak muda yang salah mengartikan suatu pernikahan. Bagi mereka pernikahan hanya akan membuat mereka terkekang dan tidak bisa bebas seperti sebelum menikah.

  1. Pergaulan Bebas

Masalah lainnya datang dari pergaulan remaja zaman sekarang yang semakin hancur, dimana seorang remaja dengan bebas memamerkan aurat, mabuk, judi, hingga yang namanya Onani sudah menjadi hal biasa bagi kaum remaja.

  1. Kurangnya Pengawasan Orang Tua

Nah penyebab yang terakhir adalah kurangnya pembekalan dan pengawasan dari orang tua. Disini orang tua seharusnya memiliki peran penting terhadap pengawasan apa saja yang dilakukan oleh anaknya, di zaman yang semakin berkembang ini seorang anak bisa dengan mudah mengakses internet dimana terdapat banyak hal yang seharusnya tidak ditonton seperti video porno.

Video-video yang dapat di akses dengan mudah ini akan mendorong seorang anak untuk melakukan Onani, bahkan di usianya yang terbilang masih di bawah umur sekalipun. Disinilah peran penting orang tua untuk mengawasi anaknya tentang hal yang bisa bersinggungan dengan video porno dan juga Onani.

Bahaya Onani Menurut Kesehatan

Bahaya Onani Menurut Kesehatan

1.Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini adalah salah satu bahaya yang ditimbulkan dari aktivitas ini, hal ini terjadi karena Onani akan membiasakan seseorang untuk ejakulasi secara dini. Sehingga jaringan otot dan jaringan kelamin akan terbiasa dengan keadaan tersebut, hal ini tentu saja akan menjadi problem bagi seseorang dengan pasangannya saat sudah menikah nanti.

  1. Rusaknya Jaringan Alat Kelamin

Onani memang memiliki banyak risiko dan bahaya, salah satunya adalah dapat merusak jaringan yang terdapat pada alat kelamin. Rusaknya jaringan ini disebabkan oleh aktivitas ini secara ekstrem, sehingga Mengakibatkan kerusakan di jaringan pentingnya.

Rusaknya jaringan kelamin akan menimbulkan beberapa masalah, mulai dari hilangnya kemampuan ereksi hingga hilangnya kemampuan memproduksi sperma.

  1. Perubahan Fisik

Perubahan fisikpun juga akan terlihat jika seseorang sering melakukan Onani, mulai dari berkurangnya berat badan hingga gerak otot yang bisa terganggu. Hal ini bisa terjadi karena aktivitas ini akan menghilangkan sebagian besar nutrisi ataupun gizi yang seharusnya berguna dalam tumbuh kembang seorang remaja.

  1. Mudah Lelah

Onani juga membutuhkan energi yang sangat besar sehingga akan membuat seseorang mudah mengalami kelelahan. Tentu saja kelelahan ini akan mengganggu segala aktivitas keseharian seseorang tersebut.

  1. Insomnia

Susah tidur atau biasa disebut dengan insomsia juga akan dirasakan seseorang yang melakukan Onani, bukan hanya itu namun kondisi lain seperti jantung berdebar kencang, napas semakin cepat, hingga kepala menjadi pusing adalah gejala yang bisa ditimbulkan. Jika hal ini terus berulang tentunya akan membahayakan tubuh seseorang tersebut.

Efek Samping Onani Terhadap Kejiwaan

Efek Samping Onani Terhadap Kejiwaan

1.Sering Melamun

Bukan hanya bagi kesehatan saja namun aktivitas Onani juga akan mengganggu kejiwaan dari seseorang tersebut. Nah salah satunya adalah keadaan dimana ia sering melamun dan kehilangan konsentrasi yang dimilikinya. Kondisi ini akan dialami oleh remaja yang sedang dalam perkembangan hormonnya.

Jika dibiarkan saja akan berakibat fatal bagi kehidupannya sehari-hari, contohnya saja saat mengendarai kendaraan ataupun saat sedang bekerja. Tentunya jika ia kehilangan konsentrasi akan berakibat buruk yang bisa menimbulkan kecelakaan yang tidak diinginkan.

  1. Perasaan Bersalah

Kondisi inilah yang sangat sering dialami oleh seseorang yang sering melakukan Onani, kondisi tersebut adalah munculnya perasaan bersalah ketika sudah terlanjur. Hal ini umumnya sangat sering dialami dan jika diteruskan akan bisa berakibat buruk bagi psikologi seseorang yang melakukan aktivitas tersebut.

  1. Perubahan Kebiasaan

Perubahan sifat ataupun kebiasaan merupakan efek samping yang tidak bisa dibiarkan, efek ini muncul karena dorongan emosi yang sering terulang ketika melakukan Onani. Seseorang akan cenderung suka marah, bingung, dan mudah kaget sehingga hal tersebut sangat tidak baik bagi kejiwaan dan masa depan yang dimilikinya.

  1. Sering Berfantasi

Kondisi ataupu efek yang paling parah dari aktivitas ini adalah sering berfantasi, biasanya seseorang yang sering Onani akan mulai sering berfantasi ketika sendiri. Hal ini bisa menyebabkan kegilaan ringan bahkan akan menjadi kegilaan kronis jika dibiarkan dan tidak dihentikan sedini mungkin olehnya.

Bukan hanya saat sendiri saja ia akan berfantasi namun saat melihat lawan jenisnya ia akan mulai berfantasi yang aneh-aneh sehingga rentan terhadap hal buruk yang dilarang oleh Islam yaitu maksiat dengan lawan jenisnya tanpa ikatan sah.

Cara menghentikan Kebiasaan Onani

Cara menghentikan Kebiasaan Onani

  1. Menikah

Sudah dijelaskan secara jelas di sabda Rasulullah SAW bahwa cara yang ampuh untuk menghindarkan diri dari sesuatu yang mendekati zina adalah dengan cara menikah, beliau memerintahkan para pemuda yang sudah mampu untuk menikah hendaknya ia menyegerakan untuk menikah. Bukan hanya untuk menghindarkan diri dari zina saja namun menikah memiliki keutamaan yang sangat besar.

Banyak sekali pelajaran serta amalan yang bisa dilakukan saat menikah, bahkan suatu riwayat menyebutkan bahwa menikah adalah jalan terdekat menuju ridho Allah SWT. Sehingga dengan menikahlah kita bisa terhindar dan bisa berhenti melakukan hal tercela yaitu melakukan aktivitas tersebut, tentunya menikah dengan rukun dan syarat nikah.

  1. Berpuasa

Selain menikah salah satu cara yang tepat adalah dengan melakukan puasa, hal ini juga tercantum pada sabda Rasulullah SAW dimana beliau menyarankan para pemuda yang belum mampu untuk menikah alangkah baiknya melakukan puasa. Sebenarnya puasa memang bisa menghindarkan kita dari hawa nafsu yang ada sehingga terhindar dari kebiasaan tersebut.

Selain bisa menahan nafsu puasa juga bisa memperkuat iman kita sehingga bisa menjauhkan diri dari hal tercela seperti aktivitas Onani. Puasa juga bisa menghindarkan kita dari pandangan dan pikiran negatif tentang keinginan untuk melakukan tersebut.

  1. Mengisi Waktu Luang

Cara berikutnya yang terbukti ampuh adalah dengan sering-sering mengisi waktu luang, khususnya para remaja yang bisa mengisi waktu luangnya dengan berbagai cara. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mencari kegiatan di luar rumah, seperti hangout bersama teman ataupun sekedar membangun hobi baru sehingga bisa menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas yang menyita banyak waktu.

Hindarilah menyendiri di rumah ataupun di kamar, hal ini bisa menyebabkan kebiasaan Onani akan muncul karena kejenuhan yang menghampiri diri kita. Lebih baik menghabiskan waktu dengan hal positif dari pada di rumah sendiri yang bisa mendatangkan keinginan untuk melakukan aktivitas Onani.

  1. Hindari Hal Berbau Porno

Semakin berkembangnya zaman membuat dunia digital semakin maju, dari sinilah muncul berbagai masalah yang salah satunya adalah mudahnya akses untuk mencari video porno. Hal ini tentu saja sangat buruk dikarenakan akan membangkitkan hawa nafsu dan berujung pada Onani karena tidak bisa menyalurkan hawa nafsu tersebut secara benar menurut Islam.

Bukan hanya video porno saja yang harus dijauhi, melainkan hal-hal kecil yang berbau porno juga harus bisa dihindari. Contohnya saja foto-foto vulgar yang bisa membangkitkan hawa nafsu, hal ini bisa kita temui dengan mudah di sosial media zaman sekarang, sehingga sebisa mungkin jika menggunakan sosial media usahakan memilih konten ataupun tetap berhati-hati dan hindarilah foto-foto tersebut.

  1. Menguatkan Tekad dan Keinginan

Menghentikan kebiasaan ini bukan hanya dari luar saja namun juga harus ada dorongan dari dalam diri kita sendiri, maka dari itulah bangunlah tekad serta keinginan yang kuat untuk menghentikan aktivitas tercela tersebut. Bangunlah minset bahwa kita tidak akan melakukannya lagi dan katakan tidak dan segala jenis pemuasan hasrat yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

Berilah hadiah kepada diri sendiri jika sudah bisa mencapai target yang diinginkan untuk tidak melakukannya, hal ini penting supaya kita bisa menjaga tekad supaya tidak melemah seiring waktu berjalan.

  1. Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Cara atau tips terakhir dalam menghentikan tindakan Onani tentu saja adalah dengan mendekatkan diri kepada sang pencipta, perkuatlah iman dan taqwa terhadap Allah SWT. Dengan selalu mendekatkan diri kepada sang kuasa tentu saja kita akan terhindar dari keinginan dan gemerlap dunia yang hanya kita tinggali sementari ini saja.

Cara mendekatkan diri kepada sang pencipta juga bisa dilakukan dengan berbagai cara yang berbeda, contohnya saja dengan melakukan salat wajib, memberi sesama yang kekurangan, zakat, puasa, dan masih banyak lagi lainnya. Cara seperti ini akan lebih ampuh jika kita lakukan dengan konsisten atau istikharah dalam mengerjakannya.

Sekian pembahasan Onani, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.