Puasa Daud

Salah satu bentuk ibadah dalam Islam yang mudah dilakukan dan tidak memerlukan banyak tenaga untuk melakukannya adalah puasa Nabi Daud. Puasa daud kerap dilaksanakan kebanyakan muslim karena caranya yang sangat mudah untuk dilakukan.

Puasa daud dilakukan secara selang seling, artinya sehari berpuasa pada hari ini kemudian pada hari berikunya tidak lalu berpuasa lagi pada hari selanjutnya. Puasa ini merupakan sebaik-baiknya puasa dan derajat puasa, selain itu ibadah ini adalah puasa yang paling disukai oleh Allah SWT.

Pengertian Puasa Daud

Pengertian Puasa Daud

Seperti yang telah disinggung sedikit diatas, Puasa Nabi Daud merupakan puasa selang-seling yakni puasa yang dilakukan sehari, tidak berpuasa pada hari selanjutnya dan puasa lagi pada hari berikutnya. Mengapa disebut puasa daud? karena puasa ini merupakan puasanya Nabi Daud’alaihis salam.

Puasa daud hukumnya sunnah, meski demikian puasa ini memiliki keunggulan. Puasa daud merupakan puasa yang paling disukai Allah SWT. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya.

أَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ ، كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا ، وَأَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ ، كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ

Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Ia berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari. Dan sholat yang paling disukai oleh Allah adalah sholat Nabi Daud. Ia tidur seperdua malam, bangun sepertiganya, lalu tidur seperenamnya. (HR. Bukhari).

Para ulama juga telah bersepakat mengenai hukum dari puasa daud, Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam fiqih Islam wa Adillatuhu secara tegas menjelaskan bahwa, Puasa-puasa sunnah yang disepakati para ulama antara lain puasa sehari dan tidak puasa sehari. Inilah puasa yang paling utama.

Sementara itu, Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam Fikih Empat Madzhab, beliau menegaskan bahwa ‘Di antara puasa yang dianjurkan adalah puasa Nabi Daud. Yakni satu hari puasa dan satu hari tidak. Di dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam disebutkan bahwa puasa ini adalah puasa sunnah yang paling afhdal’.

Keunggulan puasa daud juga tertuang dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dari ‘Abdullah bin Amir bin Al Ash menyebutkan bahwa Rassullah Muhammad SAW pernah bersabda mengenai kemuliaan Puasa ini sebagai puasa yang paling disukai Allah SWT.

Sebaik-baik sholat di sisi Allah adalah sholatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Dan sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Nabi Daud. Nabi Daud dahulu tidur di pertengahan malam dan beliau sholat di sepertiga malamnya dan tidur lagi di seperenamnya. Adapun puasa Daud yaitu sehari puasa dan tidak puasa di hari berikutnya.

Hadits tersebut menjelaskan bagamana Nabi Daud AS menjalankan ibadah sesuai dengan ketentuan Allah SWT, salah satu ibadah tersebut adalah berpuasa. Selain itu, hadits diatas pula yang menyiratkan bagaimana sunnah puasa Nabi Daud dapat dijalankan.

Keutamaan Puasa Nabi Daud

Keutamaan Puasa Daud

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa puasa daud merupakan puasa yang paling disukai oleh Allah SWT, maka tentunya puasa ini memiliki keutamaan ketimbang jenis puasa lainnya, setidaknya terdapapat empat keutamaan yang dimiliki oleh puasa ini yang membuat ibadah ini patut untuk dilaksanakan.

Puasa Nabi daud memiliki keutamaan yang luar biasa sesuai dengan sabda Rasulullah Muhammad SAW. Tidak hanya itu, melalui sabdanya, Rasulullah Muhammad SAW juga menyerukan kepada para umatnya untuk melakukan puasa Nabi daud, beliau menyebut tidak ada puasa paling afdhal dari itu.

Puasa Sunnah Paling Utama

Sesuai dengan sabda Rasulullah Muhammad SAW, puasa daud merupkan puasa sunnah afdhal atau paling utama. Hal itu dikemukakan sendiri oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melalui sabdanya.

أَفْضَلُ الصِّيَامِ صِيَامُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

Puasa yang paling utama adalah Puasa Daud ‘alaihis salam. Beliau berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari. (HR. An Nasa’i; shahih).

Keutamaan puasa ini juga dijelaskan dalam HR. Bukhari no. 6277 dan Muslim no. 1159, yang juga menyebutkan bahwa puasa ini merupakan puasa yang paling afdhol, apabila seseorang berpuasa daud berarti ia sudah berpuasa separuh tahun karena sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa.

Hadits diatas juga didukung oleh Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah yang secara tegas mengatakan bahwa sesuai yang diriwayatkan HR. Bukhari no. 6277 dan Muslim no. 1159, menunjukkan bahwa puasa daud adalah sebaik-baiknya puasa.

Puasa Sunnah Paling Dicintai Allah SWT

إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبَّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud, dan shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam malam terakhir. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan buka sehari. (HR. Bukhari)

Dari pernyataan hadist diatas dapat disimpulkan bahwa salah satu keutamaan puasa Nabi Daud adalah puasa sunnah yang paling disukai Allah SWT. Pada hadist tersebut dijelaskan, puasa ini dilakukan dengan sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa.

Puasa sunnah seperti itulah yang paling disukai oleh Allah SWT dan tidak ada lagi puasa sunnah yang lebih dari itu. Untuk itulah, para kaum muslim diserukan untuk melakukan puasa sunnah daud jika mampu dan memiliki niat. Karena puasa daud termasuk ibadah yang paling dicintai Allah SWT.

Puasa Sunnah Paling Tinggi

Selain paling dicintai Allah SWT, puasa Nabi Daud juga merupakan puasa sunnah terbaik dan puasa sunnah tertinggi sekaligus terberat. Hal ini dikarenakan seseorang tidak boleh menjalankan puasa tidak lebih dari puasa ini, hal ini melihat bagaimana kondisi tubuh seseorang juga perlu dijaga kesehatannya.

Hal ini sesuai dengan yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan lainnya yang menyebut bahwa Abdullah bin Amr pernah berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bertanya kepadanya mengenai ia yang selalu qiyamul lail pada malam hari dan pada siang hari berpuasa.

Abdullah bin Amr pun menjawab bahwa apa yang ditanyakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu benar. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruhnya untuk menjalani puasa dan sholat sambil juga menjaga kesehatannya.

“Berpuasalah dan berbukalah. Shalatlah dan tidurlah! Karena tubuhmu memiliki hak terhadapmu. Istrimu memiliki hak terhadapmu. Dan tamumu juga memiliki hak terhadapmu. Cukuplah bagimu berpuasa tiga hari setiap bulan.”

Meskipun Abdullah merasa sanggup untuk melakukan lebih dari itu tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tetap memberikan pilihan yang terbaik untuk dirinya, beliau kemudian menyuruh Abdullah untuk melakukan puasa ini karena kegigihannya untuk melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.

Puasa Sunnah yang Paling Adil

Keutamaan lain yang dimiliki oleh puasa Nabi daud adalah puasa ini merupakan puasa yang paling adil. Hal ini juga melihat kejadian yang dialami Abdullah bin Amr yang sangat gigih mempertahankan niatnya untuk berpuasa dan melakukan sholat malam terlepas kewajibannya untuk menjaga kesehatan tubuh.

Dalam sabdanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata bahwa beliau menyuruh Abdullah untuk menjalani puasa satu hari dan tidak berpuasa pada hari berikutnya. Itu merupakan puasa paling adil, puasa Nabi Daud ‘alaihis salam’.

“Berpuasalah satu hari dan berbukalah satu hari dan itu adalah puasa yang paling adil. Itu puasanya Nabi Daud ‘alaihis salam.” Aku berkata, “Sesungguhnya aku mampu lebih baik dari itu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada yang lebih utama dari itu.” (HR. Muslim dan Abu Dawud)

Tata Cara Puasa Nabi Daud

Tata Cara Puasa Daud

Seperti kebanyakan puasa sunnah atau puasa wajib lainnya, tata cara puasa berikut ini tidaklah berbeda dengan kebanyakan puasa lainnya. Sebelum melaksanakan puasa ini seseorang perlu melakukan persiapan terlebih dahulu, berikut secara singkat penjelasan tata cara berpuasa daud.

1. Niat

Sebelum melakukan puasa Nabi daud, perlu adanya niat. Niat puasa dilakukan pada malam hari atau sebelum fajar terbit. Akan tetapi, karena puasa ini termasuk puasa sunnah maka apabila seseorang lupa, niat dapat dilakukan pada pagi hari asal seseorang itu belum memakan apa-apa dan tidak melakukan hal yang dapat membatalkan puasa.

2. Sahur

Sahur atau makan sahur merupakan kegiatan sunnah puasa yang apabila dilakukan maka seseorang tersebut akan mendapat pahala dan keberkahan. Namun, jangan khawatir apabila tidak dilakukan karena misalnya terlambat bangun dan waktu sahur habis maka puasa yang dijalankan tetap sah.

3. Menahan Hawa Nafsu

Saat berpuasa seseorang wajib menahan diri dari hawa nafsu tentang apapun, hal ini juga wajib dilakukan saat melaksanakan puasa tersebut. Hal-hal yang dapat membatalkan puasa diantaranya seperti, makan, minum hingga berhubungan dengan istri.

Menahan hawa nafsu dilakukan sejak terbitnya fajar matahari hingga terbenamnya matahari. Hal-hal kecil yang tanpa disadari membatalkan puasa juga harus dihindari seperti, ghibah, dusta hingga segala perbuatan dalam bentuk kemaksiatan.

Niat Berpuasa Daud

niat puasa daud

Tidak seperti niat untuk melaksanakan puasa wajib pada saat bulan Ramadan. Di dalam hadits tidak ditemukan bagaimana perafalan atau lafadz niat untuk puasa ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersama para sahabat biasa menjalankan ibadah ini dengan niat tanpa dilafadzkan.

Lebih lanjut Syaikh Wahbah dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menegaskan bahwa para ulama sepakat untuk melaksanakan puasa ini, tempat adanya niat tersebut adalah di dalam hati. Kemudian, mengucapkan atau melafadzkan niat juga bukan merupakan syarat.

Meski demikian, jumhur ulama memiliki pendapat bahwa hukumnya sunnah, dikarenakan agar dapat membantu hati untuk menghadirkan niat. Sementara itu, menurut mazhab Maliki, lebih baik tidak mengucapkan niat karena tidak bersumber dari Rasulullah hallallahu ‘alaihi wasallam, berikut pengucapan niatnya, (Nawaitu shouma daawuda sunnatan lillaahi ta’aalaa).

Puasa Nabi Daud Bertemu Hari Puasa Lain

Seseorang tidak boleh asal dalam melaksanakan puasa ini, perlu memperhatikan hadits, hukum, dan peraturan lain yang mengatur sunnah puasa lainnya. Seperti contoh, ketika memasuki bulan Ramadan, seseorang tentu dan pastinya tidak akan dapat melaksanakan puasa terbaik ini.

Ketika memasuki bulan Ramadan semua umat muslim di dunia wajib menjalankan puasa Ramadan, artinya tidak dalam bulan tersebut tidak boleh melakukan puasa sunnah, termasuk puasa ini meski puasa Nabi Daud adalah puasa yang paling dicintai Allah SWT.

Puasa Ramadan hukumnya fardlu dan tidak boleh menggunakan niat puasa lain selain dengan niat puasa Ramadan, baik itu niat puasa sunnah atau fardlu lainnya. Berikut beberapa ketentuan apabila puasa ini bertemu dengan puasa lainnya.

1. Bertemu dengan hari yang diharamkan

Sudah pasti tidak boleh berpuasa pada hari tersebut ketika bertemu dengan hari-hari yang diharamkan, seperti dua hari raya dan hari-hari tasyriq. Seseorang harus meninggalkan puasa pada hari-hari tersebut, mereka tidak boleh berpuasa meskipun dengan alasan melaksanakan puasa tersebut.

2. Ketika Haji

Melaksanakan ibadah haji pada hari arafah maka seseorang tersebut disunnahkan untuk tidak berpuasa saat melaksanakan wikuf di Arafah. Hal itu sesuai dengan petunjuk Rasulullah Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang pada saat itu tengah melaksanakan ibadah haji.

Itulah yang dilakukan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam saat melaksaanakan haji dan tidak berprinsip pada niat melaksanakan puasa Nabi Daud, kemudian beliau tetap berpuasa pada hari itu karena sesuai dengan gilirannya untuk berpuasa.

3. Termasuk Sunnah Puasa Lain

Hal ini merujuk pada puasa ini merupakan puasa terbaik dan paling dicintai oleh Allah SWT diantara semua puasa sunnah lainnya. Maka, tidak menutup kemungkinan seseorang berpuasa daud pada hari-hari yang disunnahkan lainnya seperti puasa senin-kamis, puasa hari Arafah, Hari Asyura dan lain sebagainya.

Dapat dikatakan puasa Nabi Daud telah meliputi dan mencukupi semua puasa sunnah yang lainnya. Itulah makna dari pengertian puasa ini adalah puasa sunnah terbaik, hal ini sama dengan seseorang yang senantiasa membaca Al-Qur’an dan berdzikir kepada Allah SWT terus menerus dalam setiap ibadahnya.

Puasa Nabi Daud Sama dengan Membaca Al-Qur’an

“Barangsiapa yang sibuk membaca Al Qur’an dan berdzikir kepada-Ku sehingga dia tidak sempat meminta kepada-Ku, maka aku akan memberikan kepadanya sesuatu yang terbaik yang Aku berikan kepada para peminta (orang-orang yang berdo’a)”. dan keutamaan firman Allah terhadap perkataan yang lainnya adalah seperti keutamaan Allah terhadap semua makhluknya”

Sesuai hadits yang diriwayatkan Abu Sa’id diatas maka dapat diartikan bahwa seseorang yang melaksanakan puasa yang paling dicintai Allah SWT ini nampak seperti seseorang yang membaca Al-Qur’an dan berdzikir secara terus menerus kepada Allah SWT, meski tak sama tetapi hal ini dapat dianggap mirip, berikut penjelasannya.

1. Bacaan Al-Qur’an dan Dzikir Meliputi Doa

Berdoa merupakan ibadah yang mulia bahkan disebut sebagai inti dari ibadah, namun apakah seseorang yang sibuk membaca Al-Qur’an dan berdzikir kepada Allah SWT tidak sempat berdoa. Sesungguhnya bacaan Al-Qur’an dan dzikir sudah mewakili semua doa itu.

2. Sholat Tahiyyatul Masjid ketika Iqamah Berkumandang

Salah satu sunnah yang dilakukkan ketika memasuki masjid adalah melakukan sholat tahiyyatul masjid, namun bagaimana jika datang ke masjid tepat saat iqamah dikumandangkan. Seseorang tidak boleh melakukan sholat Tahiyyatul Masjid saat iqamah dikumandangkan.

Selebihnya, ia harus mengikuti sholat berjama’ah dengan makmum lainnya yang sudah melaksanakan sholat sunnah sebelumnya. Juga tidak perlu mengqodlo’ sholat sunnah qobliyah atau melaksanakan sholat sunnah qobliyah sesudah sholat wajib berjama’ah.

Hal tersebut tidak perlu dilakukan karena makna hadist perintah melaksanakan sholat ketika memasuki masjid adalah agara seseorang tersebut memulai aktivitas di masjid dengan mengerjakan ibadah terbaik kepada Allah SWT.

Keajaiban Puasa Nabi Daud

Setelah mengerti keutamaan puasa Nabi Daud yang mudah dijalani bagi setiap umat islam, ternyata itulah keajaiban besar yang dialami oleh orang-orang yang menjalani puasa ini. Pahala berlimpah yang diberikan Allah SWT, paling dicintai Allah SWT dan paling utama dan paling adil. Keajaiban puasa ini itu pun hadir di dalam kehidupan nyata umat manusia.

Salah satu keajaiban puasa tersebut yang terjadi pada umat muslim yang menjalankan puasa Nabi Daud adalah, orang yang mengamalkannya akan dibimbing Allah SWT dan dijauhkan dari kemaksiatan, selain itu puasa ini juga memberi banyak manfaat bagi umat muslim dalam kehidupan sehari-hari mereka, berikut beberapa diantaranya.

1. Terhindar dari Maksiat

Puasa merupakan benteng paling kuat untuk menjaga seseorang dari segala perbuatan maksiat, dengan melaksanakan puasa seseorang akan selalu mawas diri, waspada dan yang paling terpenting adalah selalu ingat kepada Allah SWT.

2. Menjaga Kesehatan

Beberapa manfaat kesehatan juga akan dirasakan pada seseorang yang berpuasa seperti, mengurangi resiko penyakit jantung. Seseorang yang berpuasa bagian dari pencernaan akan beristirahat, sejak setelah makan sahur tidak mengonsumsi makanan sehingga metabolisme jantung akan terjaga.

Selain itu, berpuasa juga dapat memberikan manfaat kecantikan bagi kulit, dengan berpuasa dapat berguna untuk menjadikan kulit terlihat lebih segar, sehat lembut dan berseri.

3. Menambah Pengetahuan

Allah SWT telah berjanji akan memberikan pengetahuan yang tak terdua bagi setiap umat muslim yang melaksanakan puasa Nabi Daud. Semua pengetahuan berasal dari Allah, beruntunglah bagi mereka yang melaksanakan puasa Nabi Daud karena Allah SWT telah menganugerahi mereka dengan ilmu yang istimewa.

Sekian pembahasan Puasa Arafah, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.