Puasa Wajib merupakan salah satu ibadah yang harus dilakukan oleh umat muslim, puasa wajib sendiri dilakukan di waktu-waktu tertentu sesuai syariat Islam. Puasa Ramadhan adalah salah satu contoh puasa wajib yang harus dilakukan oleh umat muslim, puasa ini biasanya dikerjakan selama sebulan penuh setiap tahunnya. Menurut bahasa puasa memiliki ari “menahan”, sedangkan menurut Ajaran Islam puasa memiliki arti menahan makan, minum, serta perbuatan buruk dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari. Selain Puasa Ramadhan puasa wajib juga terbagi ke dalam beberapa macam atau jenis.

Jenis-jenis Puasa Wajib

Jenis-jenis Puasa Wajib

  1. Puasa Ramadhan

Puasa wajib yang pertama tentu saja adalah puasa ramadhan, puasa ini adalah puasa yang pasti dilakukan oleh umat muslim setiap tahun. Tepatnya pada bulan ramadhan, biasanya terdiri dari 28, 29, atau 30 hari tergantung lamanya bulan ramadhan tersebut. Penentuan awal serta akhir dari bulan ramadhan biasa dilakukan dengan melihat hilal. Bulan ramadhan biasa disambut dengan suka cita oleh seluruh umat Islam, hal ini dikarenakan terdapat banyak sekali keutamaan yang tidak bisa ditemukan di bulan lainnya. Selain itu bulan ini adalah bulan yang suci, dimana terdapat ibadah puasa, terawih, hingga banyak amalan-amalan lainnya.

  1. Puasa Qadha

Jenis puasa wajib yang kedua adalah Puasa Qadha, puasa ini dilakukan untuk menebus tidak ikutnya puasa saat bulan ramadhan. Ketidak ikutan karena sakit, bepergian, atau berhalangan wajib untuk mengganti puasa ramadhan dengan puasa qadha ini. Sama seperti puasa pada umumnya, puasa qadha bisa dilakukan dari terbitnya matahari sampai terbenamnya matahari. Puasa ini bisa dilakukan pada hari apapun, kecuali pada hari raya ataupu hari Tasyrik.

  1. Puasa Kafarot

Berbeda dengan puasa sebelumnya, puasa kafarot adalah puasa wajib yang hanya dikerjakan beberapa orang saja. Puasa ini wajib dikerjakan bagi umat muslim yang melakukan kesalahan yang berat, seperti membunuh ataupun orang yang mengingkari sumpah yang telah ia lakukan.

  1. Puasa Nadzar

Nadzar merupakan perjanjian kepada diri sendiri, apabila mendapatkan sesuatu ia bernadzar berpuasa. Maka puasa nadzar wajib ia lakukan, hal ini tercantum dalam sabda Rasulullah Saw “ Apabila seseorang melakukan nadzar berpuasa, maka ia wajib untuk melakukannya”.

Tata Cara Puasa Wajib

Tata Cara Puasa Wajib

  1. Sahur di Akhir Waktu

Sahur merupakan tata cara pertama yang dilakukan sebelum melakukan puasa, sahur sendiri adalah kegiatan makan dan minum pada waktu sebelum imsyak. Alangkah baiknya mengerjakan sahur di akhir waktu atau mendekati imsyak, hal ini bertujuan untuk menguatkan umat muslim dalam menjalani ibadah puasa. Pentingnya sahur ini sampai Rasulullah Saw bersabda “ Sahur itu merupakan suatu berkah. Maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya seteguk air saja. Sesungguhnya Allah dan malaikat bershalawat atas orang yang bersahur “.

  1. Niat Atau Doa

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى Artinya : Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.

  1. Menahan Makan, Minum, dan Nafsu

Puasa pada dasarnya ditunjukkan untuk seseorang muslim, dimana ia wajib menahan makan, minum, ataupun nafsu lainnya sampai waktu berbuka tiba. Bukan hanya itu seorang muslim wajib menahan amarah, emosi, ataupun perbuatan buruk, hal tersebut dapat membatalkan ibadah puasa. Menahan makan dan minum ini dilakukan dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari, tepatnya setelah imsyak hingga berkumandang adzan magrib.

  1. Berbuka dengan Segera

Berbuka puasa adalah tata cara selanjutnya yang perlu dipahami, berbuka ini alangkah baiknya jika di segerakan. Maksud di segerakan adalah saat mendengar adzan magrib langsung melakukan buka, tidak menunda-nunda berbuka puasa. Disunnahkan juga untuk memakan makanan yang manis seperti buah-buahan, terutama kurma yang memang menjadi buah yang cocok untuk berbuka. Berbuka dengan buah kurma lalu shalat magrib dan dilanjutkan dengan makan adalah anjuran yang diajarkan oleh Rasulullah Saw.

  1. Membaca Doa Berbuka

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْن Artinya : ”Ya Allah keranaMu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), denganrahmat MU, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih”.

Orang yang Wajib Mengerjakan Puasa 

  1. Islam

Di dalam Islam terdapat orang-orang yang wajib mengerjakan puasa wajib, salah satunya adalah bagi seorang muslim. Orang muslim adalah orang yang wajib menjalankan puasa, dimana puasa sendiri adalah salah satu rukun Islam atau pilar bagi orang yang beriman. Sudah sewajarnya jika umat Islam melakukan puasa wajib tersebut, dikarenakan puasa memiliki keutamaan yang sangat besar. Bukan hanya sekedar menahan makan dan minum, namun berpuasa juga dapat menghindarkan seseorang dari tindakan lalai.

  1. Baligh

Puasa diwajibkan bagi seorang mukmin yang sudah mengalami baligh, dalam artian sudah memiliki umur yang matang. Baligh sendiri ditandai dengan pertumbuhan badan yang semakin dewasa, sehingga dianggap sudah mampu dalam mengerjakan puasa wajib.

  1. Berakal dan Sehat

Puasa juga diwajibkan bagi mereka yang berakal, dalam artian memiliki akal sehat dan tidak mengalami kegilaan. Selain itu ia juga dalam kondisi sadar, tidak sedang tidak sadarkan diri seperti pingsan atau sedang mabuk. Puasa juga harus dilakukan bagi mukmin yang sedang sehat dan tidak mengalami sakit. Dikatakan sehat ini karena ia dianggap mampu mengerjakan ibadah puasa.

Orang yang Boleh Meninggalkan Puasa 

  1. Perjalanan Jauh

Dalam Ajaran Islam juga memperbolehkan bagi seorang muslim untuk meninggalkan puasa wajib, namun dengan beberapa alasan atau keadaan tertentu. Salah satunya adalah perjalanan jauh, bisa disebut juga dengan seorang musafir. Seorang musafir adalah orang yang melakukan perjalanan jauh, sehingga sangat tidak mumpuni atau tidak mampu melakukan puasa. Ia diperbolehkan meninggalkan puasa wajib, namun tetap harus menggantinya di lain waktu.

  1. Sudah Berusia Lanjut

Islam juga memperbolehkan bagi mereka yang sudah berlanjut usia untuk meninggalkan puasa wajib, hal tersebut karena faktor usia yang membuatnya tidak mampu melakukan puasa. Alangkah baiknya ia mengeluarkan fidyah atau memberi makan orang yang tidak mampu, hal tersebut dilakukan untuk mengganti puasa yang ditinggalkan.

  1. Sedang Mengalami Sakit

Islam juga tidak mewajibkan puasa bagi mereka yang sedang mengalami sakit, karena selain tidak mampu juga dikhawatirkan akan memperburuk penyakitnya. Akan tetapi jika ia sembuh diwajibkan untuk mengqadhanya atau mengganti di lain waktu, namun jika tidak mampu ia juga diperbolehkan mengganti dengan fidyah.

  1. Wanita Haid, Menyusui dan Hamil

Seorang wanita memiliki beberapa keadaan dimana ia diperbolehkan untuk meninggalkan puasa wajib. Keadaan seperti haid adalah salah satu contohnya, dimana ia bahkan diharamkan untuk berpuasa karena sedang kotor. Keadaan lainnya seperti hamil dan menyusui juga memperbolehkan wanita untuk meninggalakan puasa, hal tersebut dikarenakan untuk menjaga buah hatinya. Walaupun diperbolehkan meninggalkannya seorang wanita yang haid, menyusui, atau hamil wajib menggantinya di lain waktu atau disebut dengan puasa qadha.

Menyempurnakan Puasa 

  1. Mengerjakan Ibadah Wajib

Melakukan puasa tentu saja tidak lengkap jika tidak dibarengi dengan ibadah-ibadah lainnya, ibadah yang pertama adalah ibadah wajib. Ibadah wajib seperti shalat lima waktu patut untuk dikerjakan, hal ini agar bisa menyempurnakan amalan dari puasa tersebut. Terlebih lagi shalat di bulan Ramadhan memiliki pahala yang berlipat ganda, tentunya sayang untuk ditinggalkan.

  1. Mengerjakan Ibadah Sunnah

Menyempurnakan puasa wajib yang kedua adalah dengan melakukan ibadah sunnah, seperti shalat sunnah ataupun sunnah lainnya. Dengan melakukan ibadah sunah tersebut, tentunya akan melengkapi ibadah puasa yang anda kerjakan.

  1. Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah penyempurna puasa lainnya, dengan membaca dan mengamalkan Al-Qur’an ketika berpuasa memiliki keutamaan yang sangat besar. Tak heran banyak masyarakat yang berbondong-bondang membaca Al-Qur’an ketika bulan Ramadhan. Selain memiliki keutamaan yang besar dengan membaca Al-Qur’an juga memiliki pahala yang besar pula, dimana akan berlipat ganda jika dibaca pada bulan ramadhan. Sehingga tidak lengkap rasanya jika tidak membaca Al-Qur’an ketika puasa wajib seperti puasa ramadhan tersebut.

  1. Perbanyak Dzikir

Dzikir bukan hanya untuk memperdekat kita dengan Allah SWT saja, namun dzikir ini bisa menyempurnakan ibadah puasa. Banyak-banyaklah membaca dzikir ketika sedang puasa, terutama setelah melakukan shalat. Hal tersebut memiliki pahala serta amalan yang sangat bagus. Apalagi anda melakukannya secara rutin, tentunya akan sangat bermanfaat baik di dunia maupun di akhirat nanti. Terlebih lagi dilakukan di bulan suci ramadhan yang memiliki banyak sekali keutamaan di dalamnya.

  1. Melakukan Amalan Baik

Melakukan amalan baik adalah penyempurna ibadah puasa yang terakhir. Amalan baik seperti menolong sesama, sedekah, ataupun zakat adalah amalan baik yang patut dikerjakan. Bahkan Islam mengajarkan kita untuk melakukan zakat di akhir bulan ramadhan. Amalan baik seperti ini tentunya akan menambah pahala dari berpuasa, selain itu puasa yang anda lakukan akan lebih sempurna.

Hikmah Puasa

  1. Melatih Kesabaran

Hikmah puasa sangatlah banyak dan juga beragam, hikmah yang pertama ialah dapat melatih kesabaran. Dalam berpuasa kita dituntut untuk sabar dalam menghadapi segala cobaan, baik amarah atau emosi harus kita jauhi. Dengan puasa kita akan lebih sabar dalam segala hal, sehingga hal tersebut dapat melatih kesabaran yang anda miliki. Supaya nantinya anda lebih memiliki rasa sabar yang tinggi, karena anda sudah terbiasa dengan sikap sabar saat mengerjakan ibadah puasa tersebut.

  1. Membentuk Akhlak yang Baik

Akhlak merupakan sikap atau tindakan yang tercermin dari suatu individu, ada yang memiliki akhlak baik dan ada juga yang buruk. Nah puasa ini adalah salah satu cara yang paling bagus untuk melatih atau membentuk akhlak yang baik dari seorang individu. Sikap serta perilaku juga akan menjadi baik sehingga akan disegani banyak orang.

  1. Menahan Nafsu

Puasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga saja, namun puasa juga menuntut untuk dapat menahan nafsu. Ini merupakan hikmah yang dapat diambil oleh setiap umat muslim, dengan berpuasa akan menghindarkan kita dari nafsu dunia. Dengan puasa kita juga diajarkan untuk menjaga pandangan serta perilaku kita yang dapat membuatnya masuk ke dalam hal yang dilarang oleh Allah.

  1. Menumbuhkan Rasa Syukur

Menumbuhkan rasa syukur merupakan hikmah yang dapat diambil berikutnya, rasa syukur ini akan tercipta dengan melakukan puasa. Seorang muslim akan lebih tahu tentang nikmat yang diberikan Allah SWT saat berbuka puasa, terutama bagi orang yang berkecukupan akan lebih bersyukur dengan apa yang ia miliki.

  1. Meningkatkan ketaqwaan

Hikmah yang terakhir dan yang paling utama adalah meningkatkan ketaqwaan seorang mukmin kepada sang pencipta. Dengan mengerjakan puasa seperti yang telah di syariatkan dalam Islam, maka akan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan seorang muslim kepada Allah SWT.

Keistimewaan Puasa Wajib

  1. Diturunkannya Al-Qur’an

Puasa wajib terutama puasa ramadhan memiliki banyak sekali keistimewaan, keistimewaan yang pertama ialah diturunkannya Al-Qur’an. Al-Qur’an ini diturunkan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia, di dalamnya memiliki syariat-syariat yang sangat luar biasa. Al-Qur’an tersebut diturunkan untuk menghindarkan manusia dalam jalan yang sesat.

  1. Pahala yang Besar

Keistimewaan yang kedua ialah pahala yang berlipat ganda, banyak orang muslim yang berlomba-lomba mendapatkan pahala yang besar di bulan ramadhan. Bahkan bisa sampai puluhan, ratusan, hingga ribuan kali lipat besarnya. Bukan hanya dari segi pahala saja yang dilipat gandakan, namun dosa pun akan dilipat gandakan saat bulan ramadhan ini. Sehingga jauhilah dosa dan lakukan amalan baik, serta diiringi dengan puasa wajib yaitu puasa ramadhan.

  1. Pintu Pengampunan Dosa

Puasa ramadhan adalah pintu pengampunan segala dosa yang diperbuat oleh manusia, terutama bagi mereka yang benar-benar melakukan puasa serta ibadah lainnya di bulan ramadhan. Allah SWT akan mengampuni segala dosa yang diperbuat olehnya. Pintu pengampunan pada saat bulan ramadhan dibuka sangat lebar, bahkan dosa yang sangat besarpun bisa dihapus dengan mudahnya. Maka dari itu sebagai umat muslim kita harus memanfaatkan momen ini, supaya mendapatkan keistimewaan yang sangat besar ini.

  1. Malam Lailatul Qadar

Keistimewaan yang tidak akan ditemui di lain waktu ialah malam lailatul qadar, dimana malam ini dikatakan lebih baik dari pada seribu bulan. Tentunya ini merupakan keistimewaan yang sangat luar biasa bagi umat muslim. Karena di samping menjalankan puasa dengan pahala yang besar, umat muslim juga akan mendapatkan keutamaan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.

  1. Terawih

Terawih adalah shalat sunnah yang hanya ada pada bulan puasa saja, dimana shalat ini dikerjakan sebanyak 8 rakaat atau 20 rakaat. Terawih ini memiliki keutamaan yang sangat besar untuk dikerjakan oleh umat muslim. Selain itu terawih merupakan komponen dari ibadah puasa, sehingga tidak lengkap rasanya jika melakukan puasa tanpa melakukan shalat terawih. Walaupun hanya sunnah terawih juga memiliki pahala yang sangat besar untuk dikerjakan saat bulan puasa.

  1. Dikabulkannya Doa

Dikabulkannya doa merupakan keistimewaan yang sangat luar biasa di bulan puasa tersebut, dimana jika umat muslim berdoa maka doa tersebut akan dikabulkan. Terutama bagi mereka yang mengerjakan puasa dengan senang hati. Dikabulkannya doa ini adalah salah satu bagian kecil dari keistimewaan bulan puasa tersebut, bahkan umat Islam akan mendapatkan rahmat yang sangat besar di bulan puasa bagi mereka yang senantiasa mengerjakan amal ibadah.

  1. Merasakan Nikmatnya berbuka dan Bertemu Allah SWT

Nikmat berbuka dan nikmat bertemu Allah SWT dalam keadaan bersinar adalah kenikmatan yang akan didapatkan ketika mengerjakan ibadah puasa. Bahkan napas orang berpuasa lebih harum dari minyak kasturi di sisi Allah SWT. Nikmat ini adalah nikmat yang sangat besar dari pada nikmat lain di dunia. Puasa wajib merupakan perintah yang wajib dikerjakan umat muslim, puasa ini memiliki pahala serta keutamaan yang sangat besar. Alangkah baiknya sebagai umat muslim untuk mengerjakan puasa wajib ini, asalkan ada niat untuk mengerjakan maka puasa sebenarnya tidaklah sulit untuk dikerjakan oleh manusia, bahkan tergolong mudah untuk dilakukan.  

 

Sekian pembahasan Puasa Wajib, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.