Rukun dan Syarat Nikah menjadi salah satu hal yang penting karena menikah merupakan ibadah yang harus dilakukan oleh seorang muslim. Tanda bahwa seorang muslim beriman ialah, melakukan pernikahan. Adapun pernikahan yang dilakukan senantiasa haruslah dilakukan secara baik dan sesuai dengan syariah islam. Ketika perkawinan ataupun menikah tanpa menggunakan syariat islam, maka tidak sah pernikahannya. Hal ini berlaku dari zaman Nabi Muhammad sampai sekarang.

Kini bagi anak muda sangat dimudahkan dalam melaksanakan sebuah pernikahan. Sejatinya pernikahan akan menjadi lebih mudah ketika kedua mempelai dan keluarga memahami dan mengerti secara mendalam, perihal tentang sebuah pernikahan. Rukun dan syarat nikah yang wajib ada ketika melakukan sebuah pernikahan dan ini telah menjadi ukuran sah sesuai syariat islam.

Rukun Nikah

Rukun Nikah
  • Pengantin Pria

Ketika akan melaksanakan sebuah pernikahan, maka haruslah ada seorang pengantin pria. Ketika seorang pengantin tidak ada, maka tidak akan bisa melangsungkan pernikahan karena pada syarat utamanya ialah ijab dan qabul. Dan pembacaan qabul dilakukan oleh seorang pria, sehingga sudah pasti seorang pengantin pria tersebut haruslah ada.

Ketika seorang pengantin pria tersebut tidak ada maka tidak boleh diwakilkan. Karena penerimaan perjanjian suci pernikahan ini, haruslah dilakukan oleh seorang pria. Sehingga menjadi sah sebuah pernikahan ketika telah diucapkan kata qabul, atau penerimaan seorang pria dalam mengemban amanah dari seorang wali dari pihak pengantin wanita.

  • Pengantin Wanita

Sah nya sebuah pernikahan juga harus adanya seorang calon pengantin wanita. Tidak akan mungkin kita menyaksikan adanya sebuah pernikahan, tanpa adanya seorang mempelai wanita. Pengantin pria maupun pengantin wanita haruslah ada, sebagai bagian dari rukun dan sah nya sebuah pernikahan.

  • Wali

Wali sangat penting dalam proses sebuah akad nikah. Dan wali ini berhak atas restu dari seorang mempelai wanita. Ketika seorang wali tidak mengucapkan iya atau setuju, maka pernikahan pun tidak akan bisa terlaksana. Seorang wali ini berasal dari ayah kandung ataupun nasab dari ayah kandung, seperti kakek, paman, dan adek kandung pengantin wanita.

Wali memang wajib ada ketika pelaksanaan akad nikah. Hal ini sebagai wujud sebuah keturunan dari nasab yang jelas. Ketika akan dilaksanakan sebuah pernikahan, pastilah dari pihak penghulu akan menanyakan kejelasan akan seorang wali. Ketika memang seorang wali benar-benar telah tiada dan tidak ada satupun nasabnya, maka bisa diwakilkan oleh wali hakim.

  • Dua Orang Saksi Pria

Pelaksanaan akad nikah pun haruslah dihadiri oleh 2 orang saksi. Saksi ini fungsinya ketika kelak terjadi permasalahan terjadi, maka ada 2 orang yang menyaksikan prosesi akad nikah ini. Sehingga akan lebih banyak fakta yang bisa terucap. Kerugian ketika melakukan sebuah pernikahan secara diam-diam salah satunya ialah, ketika terjadi permasalahan.

Ketika dalam sebuah pernikahan ini tidak adanya seorang saksi, maka tidak akan sah pernikahan tersebut. Rukun nikah haruslah ada dan lengkap ketika proses akad nikah berlangsung. Apapun alasannya, maka tetap tidak akan bisa melangsungkan sebuah pernikahan.

  • Ijab Dan Qabul

Ijab dan qabul ini sebagai proses paling penting dalam sah nya sebuah pernikahan. Ketika sebuah pernikahan ini tidak adanya sebuah ijab dan qabul, maka tidak bisa dikatakan sah pernikahan tersebut. Dan ijab dan qabul ini haruslah memenuhi beberapa syarat seperti wali, saksi dan pengantin pasangan.

Ijab berarti penyerahan tanggung jawab dari seorang wali kepada pengantin pria, dan sebaliknya qabul ialah penerimaan tanggung jawab yang diberikan oleh seorang wali kepada seorang pengantin pria. Ketika kedua hal tersebut dilakukan, maka secara langsung pada waktu pengucapan ijab dan qabul tersebut sah secara agama dan hukum.

Syarat Sah Nikah

Syarat Sah Nikah
  • Islam

Pelaksanaan pernikahan secara islam, maka haruslah bagi seorang pengantin pria dan wanita beragama islam. Bagaimana mungkin melangsungkan sebuah pernikahan dengan perbedaan agama. Ketika hal ini dilangsungkan, maka tidak dapat dikatakan sah pernikahan tersebut baik secara agama, maupun secara hukum yang berlaku.

  • Lelaki Yang Tertentu

Ketika akan melangsungkan sebuah pernikahan, maka haruslah ada seorang pengantin pria yang jelas. Maksudnya jelas ini memiliki kejelasan alamat rumah, keluarga dan sebagainya. Inilah mengapa secara islam dalam syaratnya, memang harus jelas agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyebutan nama dan sebagainya.

  • Bukan Lelaki Mahram

Bagi seseorang yang akan melangsungkan sebuah pernikahan, haruslah saling memahami dan mengetahui tentang urutan dan silsilah kekeluargaan. Karena pernikahan dengan masih ada kaitan keluarga dari seorang bapak, maka hukumnya haram dan tidak sah secara agama pernikahan tersebut apabila tetap dilaksanakan.

Ada baiknya ketika akan melangsungkan sebuah pernikahan, bisa melihat dan membaca ketentuan larangan menikah dengan masih ada kaitan kekeluargaan pada qur’an surat An Nisa’. Di dalam surat tersebut terdapat penjelasan secara detail, tentang siapa saja yang termasuk mahram yang haram untuk kita nikahi.

  • Mengetahui Wali Pengantin Wanita

Bagi seorang pria sebelum anda akan melangsungkan sebuah pernikahan, maka haruslah mengetahui dan memohon restu terhadap wali dari seorang wanita yang akan dinikahi. Hal ini penting dikarenakan sebuah akad nikah bisa berjalan apabila terdapat seorang wali dari pihak wanita. Ketika seorang wali tidak berkenan menjadi wali, maka tidak sah pernikahan tersebut.

Dengan mengetahui wali dari seorang wanita yang akan dinikahi ini, maka akan jelas alur keluarga dan tentunya akad nikah pun akan berjalan secara baik dan benar tanpa adanya kendala. Apabila baik dari seorang pengantin wanita dan wali telah saling memberikan niatan yang baik dalam ikatan suci.

  • Tidak Saat Haji Atau Umroh

Melangsungkan sebuah pernikahan di Mekkah memang menjadi keinginan setiap orang. Tetapi secara agama islam, memang tidak diperkenankan melangsungkan sebuah pernikahan ketika  sedang melakukan ibadah haji maupun umroh. Hal ini bisa terjadi dikarenakan setiap ibadah ini, memiliki batasan-batasan sehingga tidak dapat dicampur adukkan.

  • Bukan Paksaan

Melangsungkan sebuah pernikahan memang haruslah dilandaskan atas rasa saling suka antara pengantin pria dan pengantin wanita. Oleh sebab itu, ketika akan melangsungkan sebuah pernikahan ini senantiasa atas persetujuan dari kedua mempelai, agar tercipta sebuah keluarga yang nyaman dan harmonis di awal pernikahan.

  • Mengetahui Status Calon Istri Sah Untuk Dinikahi

Bagi seorang pria wajib mengetahui secara lengkap tentang status dari seorang wanita tersebut. Jangan sampai memperistri seorang wanita yang masih dalam status istri orang, ataupun masih dalam masa iddah. Maka pengetahuan dan pemahaman akan sebuah pernikahan ini penting diketahui oleh seorang pria, sebelum akan melangsungkan sebuah pernikahan.

Pada umumnya melakukan pernikahan berupa ijab dan qabul sangatlah mudah untuk dilakukan. Namun memahami dan mengerti akan kondisi dari salah satu mempelai menjadi hal paling penting, agar tidak terjatuh kedalam sebuah pernikahan yang sebenarnya tidak sah, namun dibungkus oleh kemewahan sehingga seolah sah dihadapan orang.


Rukun dan Syarat Nikah : Syarat Bakal Istri

  • Islam

Ketika anda adalah seorang pria, maka wajib hukumnya anda mencari seorang istri yang beragama islam. Anda diperkenankan menikah dengan seorang non muslim namun dengan catatan sebelum akad nikah dilangsungkan, maka terlebih dahulu calon istri beragama islam. Jika hal ini bisa dilakukan maka pernikahan pun akan bisa dilangsungkan.

  • Perempuan Tertentu

Melakukan sebuah pernikahan haruslah ditentukan siapa yang akan menjadi pengantin wanitanya. Ketika akan melakukan akad, maka seorang penghulu akan menyebutkan nama secara jelas karena memang kejelasan sangat di perlukan. Tidak hanya pengantin wanita saja, tetapi juga untuk pengantin pria pun harus jelas asal usul nya.

  • Bukan Perempuan Mahram

Seorang pengantin pria haruslah mengetahui tentang asal usul dari seorang pengantin wanita. Agar ketika akan melaksanakan pernikahan tidak terjadi seperti kasus pernikahan dengan keluarga sendiri, yang notabene masih ada ikatan kekeluargaan yang dekat. Sehingga akan mengakibatkan haramnya sebuah pernikahan ketika dilangsungkan.

  • Tidak Saat Haji Atau Umroh

Begitupun ketika akan melangsungkan sebuah pernikahan, maka tidak diperkenankan dilakukan ketika sedang melakukan ibadah haji dan umroh. Ketika hal ini tetap dilakukan, maka akan mengakibatkan pelanggaran rukun dari haji dan umroh itu sendiri. Maka pada tiap ibadah tersebut memiliki aturan dan urutan, yang tidak bisa untuk dibolak balik dan ditambahi.

  • Tidak Dalam Masa Iddah

Masa iddah ini merupakan masa dimana seorang wanita tidak diperbolehkan untuk dilamar maupun dinikahi oleh seorang pria. Hal ini terjadi lantaran seorang wanita tersebut, sedang ditinggal meninggal oleh suaminya, ataupun setelah melahirkan anaknya, ataupun pula setelah bercerai dengan suaminya, lalu dikhitbah oleh seorang pria. Maka hal ini tidak diperbolehkan.

  • Bukan Istri Orang

Hal paling penting lagi ketika anda sebagai seorang pria, maka haruslah memahami tentang wanita yang akan anda khitbah dan nikahi. Salah satunya ialah pastikan jika wanita tersebut belum memiliki seorang suami, ataupun benar-benar menyandang status single. Karena ketika hal ini tidak anda ketahui, maka akibatnya salah satunya ialah seperti kasus tersebut.


Rukun dan Syarat Nikah : Syarat Wali

Syarat Wali
  • Islam

Memiliki agama islam wajib ketika akan melangsungkan sebuah pernikahan secara islam. Hal ini dilakukan karena hanya yang memiliki aqidah yang sama saja, maka akan bisa memahami hakekat dari sebuah pernikahan. Ketika seorang wali nikah tidak beragama islam, maka akan sulit mengucapkan dan memaknai akan arti dari sebuah ijab dan qabul.

  • Pria

Seorang wali haruslah berkelamin pria. Karena seorang wali merupakan mahram dari pengantin wanita tersebut serta satu nasab dengan ayah. Bisa dilakukan oleh ayah kandung, kakek, paman, dan adik kandung sendiri yang memiliki nasab dari ayah. Hal yang memungkinkan seorang wanita menggunakan wali hakim karena memang tidak memiliki wali satupun.

  • Tidak Cacat Akal Dan Pikiran

Wajib bagi seorang wali yang akan menikahkan anak putrinya kepada seorang pria dengan keadaan sehat akal, sehingga dalam pelaksanaannya akan dipahami, dan dimengerti tentang akibat yang timbul ketika proses pernikahan ini dilangsungkan.

Jika memaksakan dengan menggunakan wali dengan akal yang kurang sempurna, maka ketika kelak terjadi permasalahan perihal tentang penanggung jawab pernikahan, maka tidak akan bisa terungkap. Oleh karena itu, dengan akal sehat dari seorang wali maka akan menjadikan pernikahan pun lebih berbobot dan berkesan.


Rukun dan Syarat Nikah : Syarat Saksi

Syarat Saksi
  • Minimal 2 Orang Pria

Seorang saksi haruslah minimal 2 orang pria. Dan tidak diperbolehkan dilakukan oleh seorang wanita, karena tentunya akan memiliki nilai yang kurang maksimal. Ketika seorang saksi dilakukan oleh pria maka secara keutamaan, akan lebih didapatkan ketika melangsungkan sebuah pernikahan.

  • Islam

Bergama islam tentunya menjadi keutamaan ketika akan melangsungkan sebuah pernikahan secara islam. Ketika pernikahan seorang non muslim dilakukan dengan orang yang beragama islam diperkanankan, maka di agama islam ini tidak sekalipun memperbolehkan pernikahan dengan saksi seorang non muslim.

  • Berakal

Berakal sehat dan tidak mengalami kendala pemikiran menjadi hal penting tidak hanya pada saksi saja, tetapi juga wali, dan calon pengantin. Ketika dipaksakan menikahkan seorang yang mengalami gangguan mental, maka dampaknya akan buruk bagi keharmonisan sebuah rumah tangga. Maka dari itu diutamakan seorang saksi dengan akal yang sehat.

  • Baligh

Baligh menjadi hal penting pula agar sebuah pernikahan ini menjadi pernikahan yang sah dan tidak diragukan. Bisa kita bayangkan ketika  seorang saksi belum cukup umur dan mengatakan sah dibandingkan, dengan orang yang telah dewasa dan mengatakan sah atas pernikahan yang dilakukan, pastilah akan lebih berbobot pernikahan dengan saksi orang yang telah dewasa.


Rukun dan Syarat Nikah : Syarat Ijab

Rukun dan Syarat Nikah : Syarat Ijab
  • Diucapkan Oleh Wali Atau Wakilnya

Ketika melangsungkan sebuah pernikahan, maka pembacaan ijab atau penyerahan tanggung jawab atas orang tua kepada calon pengantin dilakukan oleh seorang wali, ataupun wakil dari wali tersebut. Namun yang wajib ada yaitu seorang wali dari pengantin wanita tersebut. Akan disebut sah ketika seorang wali ada pada prosesi pernikahan tersebut .

Ketika memang seorang wali tersebut tidak bisa atau memiliki kekurangan dalam melakukan ijab, maka bisa diwakilkan atas permintaan dan kelegaan dari seorang wali tersebut. Ketika hal tersebut dilakukan, maka secara agama pernikahan tersebut sah sesuai dengan syariat islam.

  • Tidak Secara Taklik (Nama Samaran)

Sebuah pernikahan secara islam ini senantiasa haruslah jelas baik nama dan asal usul dari calon pengantin, maupun wali dan saksinya. Karena ketika pernikahan ini dilakukan dengan mengucapkan dengan nama samaran, maka akan menimbulkan banyak spekulasi kelak di kemudian hari. Oleh karena itu, penyebutan nama haruslah jelas dan tegas.


Rukun dan Syarat Nikah : Syarat Qabul

Syarat Qabul
  • Diucapkan Oleh Calon Pengantin Pria

Penerimaan tanggung jawab yang diberikan oleh seorang wali kepada pengantin pria, haruslah dilakukan sendiri oleh seorang pria tersebut. Hal ini tidak dapat diwakilkan karena akan menjadi perjanjian yang tertulis secara jelas baik secara agama, maupun secara hukum dan disaksikan oleh orang banyak. Sehingga keberadaan seorang pria sangat penting harus ada.

  • Tidak Secara Taklik (Nama Samaran)

Penyebutan nama dan detail tentang pengantin wanita senantiasa haruslah diucapkan secara jelas dan tegas. Biasanya akan dilakukan pengulangan ketika pada prosesi qabul ini, mengalami kekeliruan ataupun ucapan kurang tepat. Oleh karena itu, ketika anda akan melangsungkan sebuah pernikahan pehatikan secara baik dan hafalkan. Sehingga akad pun berjalan lancar.

  • Tidak Diselingi Dengan Kata Lain

Begitupun ketika pengucapan kata qabul ini, tidak diperkenankan menambahi kata yang tidak perlu yang justru akan mengurangi ke khidmatan ketika melangsungkan sebuah akad nikah. Ucapan dan kata yang perlu diucapkan oleh seorang pengantin pria, cukup yang dijelaskan oleh seorang penghulu saja. Selebih itu justru akan mengurangi kebenaran dari sebuah qabul.

Sekian pembahasan Rukun dan Syarat Nikah, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.