Sholat Berjamaah

Dalam sholat berjamaah, diikuti dengan kata berjamaah yang memiliki istilah dalam bahasa arab Al-Jama’ah. Al-Jama’ah mempunyai arti yaitu berkumpul. Sholat berjamaah yaitu sholat yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, yang terdiri dari satu orang imam dan yang lainnya merupakan makmum. Imam merupakan orang yang diikuti dan orang yang mengikuti imam dinamakan makmum.

Jadi bisa dikatakan, apabila terdapat dua orang yang sedang melaksanakan sholat, salah satu orang menjadi iman dan yang lainnya menjadi makmum, maka itu sudah dikategorikan sholat berjamaah.

Hukum Sholat berjamaah

hukum sholat berjamaah

Memang benar, seperti yang telah diketahui oleh banyak orang bahwa sholat berjamaah lebih baik dan lebih utama daripada sholat sendiri karena pengutamaan sholat berjamaah dari sholat sendirian yaitu dengan dua puluh tujuh derajat. Hadist dari ‘Abdullah bin Umar r.a, “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam bersabda, ‘Sholat jama’ah lebih utama daripada sholat sendirian dengan dua puluh derajat.’”

Ada beberapa ulama yang memiliki perbedaan pendapat melihat dari segi keutamaan pahala dan tujuan dari sholat berjamaah, mengenai hukum sholat berjamaah. Beberapa dari ulama mengatakan bahwa sholat berjamaah hukumnya sunnah mu’akkad, sedangkan ulama lainnya berpendapat fardhu kifayah, bahkan ada yang mengatakan jika hukumnya fardhu ‘ain.

Dikutip berdasarkan buku karya Hasyibiyallah dengan judul Fiqh dan Ushul Fiqh: Metode Istinbath dan Istidlal yang menjelaskan bahwa, “Imam Syafi’i dan sebagian ulama berpendapat bahwa sholat berjamaah pada sholat lima waktu adalah fardhu kifayah bagi orang laki-laki yang muqim (tidak musafir) dan memiliki kesanggupan untuk menampakkan syiar berjamaah pada setiap negeri kecil atau besar.

Kemudian dijelaskan lagi mengenai fardhu kifayah, yaitu jika dalam suatu kota telah ada sekelompok orang yang melaksanakannya, maka gugur kewajiban tersebut dari penduduk yang lainnya. Tetapi jika tidak ada yang meyelenggarakannya, maka seluruh penduduk kota itu menanggung dosa.”

Syarat Sholat Berjamaah

syarat sholat berjamaah

Supaya memperoleh keutamaan dalam sholat berjamaah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi baik itu untuk imam maupun makmum. Ketentuan syariat tentang syarat ini dimaksudkan untuk membedakan antara sholat berjamaah dengan kumpulan orang yang kebetulan sedang bersama-sama berada di satu tempat. Sehingga, ada beberapa syarat bagi imam dan makmum.

  • Syarat Imam

Diantaranya syarat imam yaitu sebagai berikut:

  1. Laki-laki, syarat ini apabila jemaah heterogen (terdiri dari laki-laki dan perempuan).
  2. Perempuan sah menjadi imam apabila makmumnya hanya kaum perempuan.
  3. Imam berada pada satu tempat dengan makmum.

Selain syarat tersebut, ada ketentuan lain yang sifatnya utama. Maksudnya imam diutamakan berdasarkan urutan, yaitu:

  1. Orang yang paling fasih dalam membaca Al-Qur’an.
  2. Orang yang palung mengerti mengenai masalah Islam.
  3. Orang yang lebih dahulu hijrah.
  4. Orang yang paling tua dalam segi umur.
  • Syarat Makmum

Ada pun syarat makmum adalah sebagai berikut:

Ada pun syarat makmum adalah sebagai berikut:

  1. Niat (ma’muman) mengikuti imam.
  2. Mengiringi imam dalam semua yang dilakukan, maksudnya makmum tidak mendahului gerakan imam dan atau juga tidak persis bersamaan.
  3. Mengikuti setiap gerakan sholat imam, misalnya ketika berdiri, ruku’, dan seterusnya. Tidak terlambat dalam mengikuti gerakan, seperti misalnya imam sudah i’tidal, namun makmum baru akan ruku’.
  4. Berada pada satu tempat yang sama dengan imam.
  5. Tidak berdiri di depan posisi imam.
  6. Mengikuti imam yang aturan sholat-nya sama. Artinya, tidak sah apabila sholat fardhu yang lima waktu mengikuti imam yang sedang melaksanakan sholat gerhana.
  7. Tidak berimam kepada orang yang sedang makmum.
  8. Tidak mengikuti imam yang diketahui tidak sah (batal) sholat-nya. Misalnya, saat mengikuti imam yang makmum ketahui bahwa imam tersebut bukan orang Islam atau orang itu sedang berhadas (ada najis) badan, pakaian, atau tempat.

Tata Cara Sholat Berjamaah

Sebagaimana telah diketahui bahwa sholat berjamaah dapat dilaksanakan minimal oleh dua orang. Artinya, salah satu dari orang tersebut menjadi imam dan satu orang lainnya menjadi makmum. Pada praktiknya, sholat berjamaah yang dilaksanakan oleh dua orang akan berbeda dengan sholat berjamaah yang dilaksanakan oleh tiga orang atau lebih.

Saat berjamaah ketika orang yang melaksanakan sholat hanya dua orang, maka sholat imam dan makmum berada dalam satu baris (garis). Maksudnya, diumpamakan ada sebuah garis, maka posisi dari telapak kaki imam agak ke depan dan posisi dadi makmum agak sedikit ke belakang. Sehingga, pada garis yang sama telapak kaki imam dan telapak kaki makmum menyentuh garis yang sama.

Sementara pada sholat berjamaah yang jumlahnya 3 (tiga) orang atau lebih, yaitu ketika satu orang menjadi imam dan dua orang atau lebih lainnya menjadi makmum, tentu praktiknya berbeda dengan sholat berjamaah yang dilaksanakan oleh dua orang.

Sholat berjamaah yang dilaksanakan oleh tiga orang atau lebih, maka dilakukan dengan mengambil posisi depan dan belakang. Artinya, satu orang imam berada di shaf depan, sedangkan dua orang atau lebih makmum berada di shaf belakangnya dengan posisi yang berdekatan.

Apabila ada orang keempat dan selanjutnya berjamaah namun tidak berada pada shaf yang sama, yang artinya orang tersebut datang kemudian dan menjadi makmum masbuq (makmum yang tertinggal) tidak berada pada satu garis dengan makmum yang lain, padahal pada saat itu terdapat shaf yang masih kosong.

Maka sholat makmum yang masbuq akan menyebabkan fadhilah berjamaah menjadi hilang karena dia mendirikan shafnya sendiri.

Pada sholat berjamaah penting untuk kita memahami praktik dalam membuat shaf sholat, terdapat beberapa cara dalam mengatur barisan shola, sebagai berikut:

  1. Tempat untuk berdiri makmum tidak lebih depan dari imam. Bagi orang yang sholat sambal berdiri diukur tumitnya dan bagi orang yang duduk diukur pinggulnya. Jika makmum hanya satu orang, makmum berdiri di sebelah kanan imam agak ke belakang sedikit saja. Jika pada saat itu datang orang lain, maka hendaklah berdiri di sisi sebelah kiri imam. Sesudah takbir, maka imam hendaknya maju atau kedua orang makmum tersebut mundur.
  2. Bila makmum terdiri atas beberapa shaf dan jemaahnya terdiri atas laki-laki dewasa, anak-anak, dan perempuan, maka shaf perlu diatur dengan benar. Di belakang imam yaitu shaf laki-laki dewasa, kemudian shaf anak-anak, dan terakhir shaf perempuan.
  3. Shaf disusun secara lurus, rapi, dan rapat sehingga tidak ada celah di antara makmum satu dan yang lain.
  4. Jika makmum hanya satu orang, maka aturan makmum berdiri di sebelah kanan imam, hanya berlaku pada Jemaah khusus laki-laki atau khusus perempuan. Namun, jika yang menjadi makmum perempuan dengan seorang imam laki-laki, maka makmum perempuan berdiri di belakang imam.
  5. Apabila makmum terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, maka makmum laki-laku berdiri di samping kanan imam, sedangkan makmum perempuan berdiri dengan posisi di belakang imam.
  6. Bila makmum terdiri dar dua orang laki-laki atau lebih dalam jamaah khusus laki-laki, ataupun dua orang makmum perempuan atau lebih dalam jamaah kusus perempuan, maka makmum berdiri di belakang imam.
  7. Jika makmum terdiri dari beberapa laki-laki dan beberapa perempuan, maka posisi berdiri dari makmum laki-laki berada di belakang imam, sementara makmum perempuan berada di belakang makmum laki-laki.
  8. Dianjurkan untuk makmum yang berdiri di belakang imam adalah seseorang yang berilmu dan memiliki keutamaan.

Keutamaan Sholat berjamaah

Sholat berjamaah di masjid, memiliki banyak sekali keutamaan bagi umat Islam, diantaranya:

  • Barangsiapa yang hatinya terpaut dengan masjid, nanti akan mendapat naungan dari Allah pada hari kiamat.

Dalilnya yaitu sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ، يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ

”Terdapat tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan dari Allah, pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya … ”

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa salah satunya adalah,

وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي المَسَاجِدِ

“dan seorang lelaki yang hatinya terpaut dengan masjid.” (Muttafaq ‘alaih)

An-Nawawi rahimahullah berkata,”Maksudnya adalah sangat mencintai masjid dan senantiasa melaksanakan sholat berjamaah di dalamnya.”

  • Langkah orang yang pergi menuju masjid sesungguhnya dicatat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا بَنِي سَلِمَةَ دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ

”Wahai Bani Salimah, tetaplah di rumah-rumah kalian, niscaya langkah-langkah kalian akan dicatat.” (HR. Muslim)

  • Sholat berjamaah merupakan sebab terhapusnya dosa dan diangkatnya derajat seseorang.

Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

مَنْ رَاحَ إِلَى مَسْجِدِ الْجَمَاعَةِ فَخَطْوَةٌ تَمْحُو سَيِّئَةً، وَخَطْوَةٌ تُكْتَبُ لَهُ حَسَنَةٌ، ذَاهِبًا وَرَاجِعًا

”Barangsiapa yang berangkat menuju masjid untuk shalat berjamaah, maka satu langkah akan menghapus dosa dan langkah berikutnya dicatat sebagai kebaikan, baik pada saat berangkat maupun kembali.” (HR. Ahmad, dan di-shahih-kan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

  • Orang yang berangkat untuk melaksanakan sholat mendapatkan jaminan dari Allah.

Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

”Terdapat tiga golongan yang semuanya mendapatkan jaminan dari Allah ‘Azza wa Jalla … ”

Disebutkan salah satunya yaitu,

وَرَجُلٌ رَاحَ إِلَى الْمَسْجِدِ، فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ فَيُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ، أَوْ يَرُدَّهُ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ وَغَنِيمَةٍ

“.. dan seorang yang berangkat menuju masjid maka dia mendapatkan jaminan dari Allah, Dia mewafatkannya, lalu memasukkannya ke dalam surga atau mengembalikannya ke rumah dengan membawa pahala dan keberuntungan.” (HR. Abu Dawud, di-shahih-kan oleh Syaikh Albani).

  • Orang yang berangkat untuk pergi sholat sama dengan menunaikan sholat sampai ia kembali.

Rasululah shallallahu ‘alaihi wa saalm bersabda,

إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَأَحْسَنَ وُضُوءَهُ، ثُمَّ خَرَجَ عَامِدًا إِلَى الْمَسْجِدِ فَلَا يُشَبِّكَنَّ يَدَيْهِ فَإِنَّهُ فِي صَلَاةٍ

”Jika salah seorang dari kalian berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian berangkat ke masjid, maka janganlah menyilangkan jari-jemarinya karena sesungguhnya dia dalam keadaan shalat.” (HR. Abu Dawud, dan di-shahih-kan oleh Syaikh Albani)

Masail al-‘Ashriyah Sholat berjamaah

Ketika membahas mengenai suatu pembahasan terutama dalam fiqih, tenu pasti ada beberapa masalah-masalah yang mengikuti, sebagai berikut:

  1. Kaum wanita yang mengikuti sholat jamaah di masjid. Kaum wanita dibolehkan mengikuti sholat berjamaah bersama laki-laki di masjid, namun bagi kaum wanita yang masih memiliki banyak tugas sebagai ibu rumah tangga dan menjadi seorang pendidik bagi putra dan putrinya, maka sholat di rumahnya lebih utama daripada di masjid.
  2. Bermakmum tehadap orang yang masbuq. Apabila seseorang masuk masjid dan ketinggalan sholat berjamaah kemudian dia mendapati ada orang yang sedang melaksanakan sholat sendiri, maka tidak apa-apa baginya untukikut sholat bersamanya dan menjadi makmum, bahkan hal tersebut lebih utama.
  3. Apabila imam batal wudhu saat sholat, maka imam tersebut dapat menunjuk seseorang agar menggantikannya menjadi imam untuk meneruskan sholat yang tersisa, sebagaimana hal yang dilakukan oleh Umar bin Khattab saat dirinya ditikam saat mengimami sholat, maka dia menunjuk Abdurrahman bin ‘Auf untuk meneruskan sholat. Jika imam tidak menunjuk seseorang, maka salah seorang dari makmum ada yang maju dan meneruskan sholat. Jika mereka memulai sholat dari awal juga tidak apa-apa, karena hal ini merupakan masalah khilafiyah anatara para ulama. Akan tetapi, yang lebih kuat yaitu dengan menunjuk seseorang untuk meneruskan sholat. Namun, jika mereka memulai dari pertama juga tidak apa-apa.

Hikmah dalam Sholat Berjamaah

Dengan melaksanakan sholat berjamaah akan ada banyak hikmah yang bisa kita dapatkan, diantaranya:

  1. Menjadi syiar untuk masyarakat luas, dengan melaksanakan sholat berjamaah di masjid hal tersebut bisa menjadi sarana dakwah kepada masyarakat luas. Dakwah dapat dilaksanakan dengan memberikan edukasi mengenai Islam yang akan membuat masyarakat secara luas semakin lebih paham.
  2. Mempersatukan umat. Allah SWT menginginkan bahwa umat Islam menjadi suatu umat yang satu karena sudah jelas bahwa Tuhan-Nya hanya satu, syariatnya satu, kiblaynya satu, dan tujuannya satu.
  3. Merealisasikan penghambaan terhadap Allah Tuhan semesta alam. Saat muaadzin mengumandangkan adzan dan mengeraskan takbir, saat itu seorang muslim menjawab panggilan dari Tuhan-Nya, meninggalkan segala kenikmatan kehidupan dunia, kesenangan dan daya Tarik duniawi, pergi untuk menunaikan sholat berjamaah, serta tidak lalai oleh harta benda dan anak-anaknya dari mengingat Allah dan dari sholat, maka hal tersebu itulah yang menjadi bukti atas penghambaan seorang manusia kepada Allah, Tuhan bumi dan langit.
  4. Membakar kemarahan yang ada pada musuh Islam. Sholat berjamaah adalah suatu pemaklumatan kekuatan umat Islam dan menjadi bukti atas berpegang teguhnya mereka kepada tali agama Allah, kuatnya persatuan umat, dan hilangnya perpecahan dan perselisihan di antara umat. Tidak ada sedikitpun yang menjadi keraguan bahwa hal  tersebut akan membuat musuh-musuh Islam menjadi marah dan menjadikan hati mereka penuh dengan kekhawatiran dan ketakutan terhadap kedahsyatan persatuan umat Islam.
  5. Memperkuat Ukhuwah Islamiyah. Salah satu hal yang terpenting dan yang menjadi masalah dalam masyarakat umat Islam yaitu ukhuwah Islamiyah (hubungan). Misalnya saat orang orang berbeda pendapat dan berbeda pemikiran, hal  tersebut tentu saja bisa merusak hubungan. Saat ini sangat penting bagi umat Islam untuk melakukan penguatan ukhuwah Islamiyah sesama muslim. Karena dengan ukhuwah akan menjadikan Islam menjadi semakin kuat.
  6. Meluaskan silaturahmi. Pada kehidupan ini, kita selalu disibukkan dengan berbagai kegiatan dan masalah. Waktu yangterbatas membuat kita sulit untuk menjalin dan menyambung silaturahmi. Namun, dengan melaksanakan sholat berjamaah bisa memberikan kita kesempatan untuk meluaskan dan mempererat hubungan silaturahmi dengan orang yang telah dekat dengan kita ataupun orang baru.
  7. Selalu siap saat menerima perbedaan. Perbedaan menjadi salah satu faktor pemecah belah bangsa. Terkadang dalam menunaikan sholat juga terdapat perbedaan, misalnya contoh nyata yang ada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dimana di sana kita akan melihat banyak orang yang datang dari berbagai belahan penjuru dunia dengan cara sholat yang mungkin kita lihat berbeda dengan kita. Dengan melaksanakan sholat berjamaah, tentu kita harus bisa menerima perbedaan tersebut.
  8. Merasakan kesamaan dan kesetaraan kedudukan di hadapan Allah. Saat melakukan sholat berjamaah, kita disatukan dengan orang orang yang berasal dari berbagai suku, jabatan, kedudukan, maupun harta. Tidak ada perbedaan dan diskriminasi dalam sholat berjamaah, karena semua orang harus bersatu dalam jajaran atau shaf-shaf nya. Karena sesungguhnya di mata Allah semua adalah sama, saat sholat pun kita harus melupakan segala perbedaan, jabatan, serta kedudukan duniawi.
  9. Bersegera untuk melakukan kebaikan dan melipat gandakan pahala. Muslim sejatinya ingin selalu menaati dan menjauhi kemaksiatan terhadap Tuhan-Nya. Hal itu dilakukan dengan mengerjakan kebaikan dengan beragam jenisnya dan meninggalkan segala kemungkaran dengan aneka ragamnya. Hal tersebut akan terwujud untuk dua tujuan: (1) merealisasikan penghambaan denngan melaksanakan segala perintah-Nya. (2) Berusaha untuk melipat gandakan kebaikan dan menghapus segala dosa serta kesalahan yang pernah dilakukannnya.
  10. Belajar mengenai masalah agama yang belum diketahui. Masjid merupakan sekolah tempat bagi seorang muslim untuk belajar banyak tentang masalah-masalah agama yang belum atau tidak diketahuinya, hal itu akan terwujud jika seorang muslim selalu mendatangi masjid dan rajin mengerjakan sholat berjamaah serta tadarus Al Quran serta menghadiri majelis keilmuan.
  11. Menjadi sarana untuk mendisiplinkan diri. Sholat berjamaah merupakan salah satu cara untuk melatih diri menjadi seorang yang disiplin. Bagaimana kita berusaha untuk selalu tepat waktu saat melaksanakan sholat dan bisa mengikuti gerakan imam sampai sholat berakhir.

Sekian pembahasan Sholat Berjamaah, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.