Sholat Hajat

Setiap orang tentu memiliki harapan dan keinginan dalam kehidupannya. Baik itu yang berhubungan dengan kesehatan, finansial, pendidikan, kebahagiaan dan lain sebagainya. Dari berbagai keinginan tersebut kemudian sering muncul suatu harapan yang dilantunkan melalui doa. Doa menjadi penyemangat dan pendorong manusia untuk senantiasa berusaha mewujudkan harapan dan cita-cita.

Di dalam ajaran Islam, ada cara khusus yang bisa dilakukan oleh seorang hamba ketika mereka sedang dihadapkan kepada hajat atau keinginan tertentu, yakni dengan melakukan sholat hajat. Ini merupakan sholat khusus untuk seseorang dengan keinginan tertentu. Dan untuk keterangan selengkapnya mengenai sholat sunnah satu ini, berikut akan diulas selengkapnya.

Pengertian Sholat Hajat

Pengertian Sholat Hajat

Sholat hajat adalah salah satu bentuk sholat sunnah yang dilakukan ketika seseorang memiliki hajat atau keinginan tertentu. Bagi seseorang yang melakukan sholat ini, mereka berharap keinginan dan hajatnya dipenuhi oleh Allah SWT. Sehingga, sholat ini biasa dilakukan oleh seseorang yang sangat komitmen dengan cita-cita serta harapannya.

Penting untuk dicatat bahwa hajat dan keinginan yang dimaksud bukan termasuk hal yang keluar dari ajaran atau syariat agama dan juga tidak termasuk sesuatu yang dilarang di dalam ajaran Islam. Sehingga dapat diambil pemahaman bahwa sholat hajat dilakukan semata-mata adalah untuk kebaikan.

Umumnya, sholat hajat dilakukan dengan tujuan untuk memohon perlindungan, untuk mencari jodoh, untuk keinginan sukses, dan berbagai keinginan yang lainnya. Sebagai umat Islam, selain untuk mendapatkan tujuan dan keinginan, sholat hajat juga termasuk jenis ibadah kepada Allah Swt.

Dasar Pelaksanaan Sholat Hajat

Dasar Pelaksanaan Sholat Hajat

Adapun dasar untuk melaksanakan sholat hajat di antaranya ada di Fiqih Sunnah yang ditulis oleh Sayyid Sabiq. Ia menyebutkan bahwa mengenai sholat hajat terdapat di dalam hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Darda ra bahwa Nabi bersabda:

“Seseorang yang melakukan wudhu dan menyempurkan wudhunya tersebut, kemudian ia mengerjakan sholat sejumlah dua raka’at dengan sempurna, maka Allah akan memberikan apapun yang ia minta. Baik itu dikabulkan secara segera ataupun lambat.” (HR. Ahmad)

Dari hadis tersebut dapat dipahami bahwa Rasul senantiasa mengajarkan kepada umatnya untuk memohon kepada Allah dengan perantara sholat jika seseorang tersebut memiliki hajat tertentu. Dan ternyata sholat sunnah satu ini memiliki manfaat dan keutamaan yang sangat besar.

Selain dasar yang diungkap oleh Sayyid Sabiq, ada juga dasar pelaksanaan lain di dalam buku Fiqih Empat Mazhab yang ditulis oleh Syaikh Aburrahman Al Juzairi. Ia menyembutkan bahwa, “Dianjurkan untuk umat Muslim yang mempunyai kebutuhan syar’i untuk melaksanakan sholat hajat”.

Di samping itu, seorang ulama bernama Imam Gazali di dalam kitab fenomenalnya Ihya’ Ulumuddin juga menerangkan tentang sholat hajat yang artinya:

“Adapun yang ke delapan, dari beberapa jenis sholat sunnah karena suatu sebab merupakan sholat hajat. Siapapun yang tengah ada dalam keadaan tersedak dan memerlukan sesuatu, entah itu yang berhubunagn dengan urusan dunia ataupun urusan akhirat sementara ia tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikannya, maka hendaknya ia melakukan sholat hajat”.

Dari beberapa dasar yang telah disebutkan di atas, dapat diperoleh pemahaman bahwa sholat hajat merupakan ajaran Islam yang penting untuk diamalkan setiap muslim ketika mereka sedang memiliki hajat tertentu.

Waktu Pelaksanaan Sholat Hajat

Waktu Pelaksanaan Sholat Hajat

Sebenarnya di dalam pelaksanaan sholat hajat sendiri tidak ada aturan waktu khusus untuk mengerjakannya. Sholat sunnah satu ini bisa dikerjakan di siang ataupun malam hari. Yang penting adalah tidak dilaksanakan di waktu-waktu terlarang mengerjakan sholat.

Adapun yang dimaksud dengan waktu terlarang untuk melakukan sholat tersebut seperti sesudah waktu sholat subuh hingga terbitnya matahari. Kemudian sesudah waktu ashar dan lain sebagainya. Di waktu-waktu tersebut sholat hajat juga dilarang dilakukan.

Hal penting yang harus diketahui oleh umat Islam adalah sholat hajat menjadi sholat sunnah yang pengerjaannya lantaran sebab tertentu. Sebagaimana sholat Istikharah yang dilaksanakan saat hendak memilih satu di antara dua pilihan sehingga mendapatkan pilihan yang terbaik. Dan sholat dengan alasan seperti ini bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Sekalipun demikian, sholat ini juga memiliki keutamaan waktu untuk mengerjakannya. Bahkan menurut beberapa pendapat, ia akan semakin mustajab apabila dilakukan saat malam hari, terkhusus di sepertiga malam yang terakhir bersamaan dengan sholat sunnah yang lain misalnya Tahajud, Witirl, Taubat dan sebagainya.

Niat Sholat Hajat

Niat Sholat Hajat

Niat merupakan sesuatu yang sangat penting di dalam Islam. Bahkan, semua amal perbuatan manusia ditentukan oleh niatnya. Perbuatan baik tanpa adanya niat yang baik ia tidak akan dicatat sebagai amal yang baik. Oleh karena itu, dalam sholat hajat niat harus diutamakan.

Adapun niat itu sendiri tempatnya adalah di dalam hati. Sehingga, melafalkan dengan suara ketika pelaksanaan sholat tidak menjadi syarat. Akan tetapi, berdasarkan pendapat dari jumhur ulama hukum dari pelafalan niat saat sholat adalah sunnah. Dan tujuan dari pelafalan tersebut adalah untuk membantu menghadirkan niat yang benar di dalam hati.

Akan tetapi, berdasarkan pendapat dari madzhab Maliki, yang terbaik dan paling utama adalah dengan tidak melafalkan niat. Hal itu disertai alasan bahwa melafalkan niat tidak dicontohkan di masa Rasulullah Saw. Perbedaan pendapat tersebut tentu sudah diawali dengan ijtihad sehingga tetap bisa diikuti sesuai imam madzhab yang diikuti.

Adapun niat dari sholat hajat sendiri adalah sebagai berikut:

“Usholli sunnatal haajatii rok’ataini lillaahi ta’aala”

Yang artinya: Aku niat melaksanakan sholat sunnah sebanyak dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Tata Cara Sholat Hajat

Tata Cara Sholat Hajat

Tata cara sholat hajat sesungguhnya sama dengan jenis sholat yang lain dan tidak memiliki perbedaan apapun. Yakni diawali dengan adanya niat dan diakhiri dengan salam sesudah mendapatkan dua rakaat. Adapun hal yang membedakan tata cara sholat hajat dengan sholat yang lain adalah dari segi niatnya saja.

Sebelum seseorang melakukan sholat hajat, ada syarat yang wajib dipenuhi. Di antaranya adalah ia harus suci dari hadas kecil dan hadas besar. Di samping itu, mereka juga harus suci pada badannya, pakaian dan juga tempat untuk melaksanakan shalat dari najis. Kemudian menutup aurat serta menghadap ke arah kiblat.

Secara umum, sholat hajat memiliki dua jumlah rakaat. Akan tetapi, Imam Ghozali memiliki pendapat dalam kitabnya berjudul Ihya’ Ulumuddin bahwa sholat hajat bisa dilakukan hingga berjumlah 12 rakaat. Artinya, seseorang bisa melakukan sholat hajat dengan jumlah minimal dua rakaat dan maksimalnya dua belas rakaat.

Adapun tata cara sholat hajat sendiri secara detail adalah sebagaimana berikut ini agar lebih mudah dipahami dan dipelajari khususnya bagi orang yang masih awam dan ingin mengetahui tata cara sholat yang baik dan benar.

  1. Niat untuk melaksanakan sholat
  2. Melakukan takbiratul ihram sembari berdiri bagi yang mampu berdiri
  3. Membaca doa iftitah
  4. Membaca al-Fatihah
  5. Membaca satu dari beberapa surah dalam al-Qur’an. Dalam hal ini bisa memilih surah apa saja. Akan tetapi yang paling utama menurut pendapat ulama adalah membaca surah al-Kafirun sebanyak 3 kali.
  6. Ruku’ disertai dengan tuma’ninah
  7. I’tidal disertai dengan tuma’ninah
  8. Sujud yang disertai dengan tuma’ninah
  9. Duduk di antara dua sujud disertai dengan tuma’ninah
  10. Sujud kedua disertai dengan tuma’ninah
  11. Berdiri untuk rakaat yang kedua
  12. Membaca surah al-Fatihah
  13. Membaca satu dari jumlah surat dalam al-Qur’an. Akan tetapi yang diutamakan untuk rakaat kedua sholat di sini adalah surat al-Ikhlas sebanyak 3 kali.
  14. Ruku’ disertai dengan tuma’ninah
  15. I’tidal disertai dengan tuma’ninah
  16. Sujud pertama disertai dengan tuma’ninah
  17. Duduk di antara dua sujud disertai dengan tuma’ninah
  18. Sujud kedua disertai dengan tuma’ninah
  19. Tahiyyat akhir disertai dengan tuma’ninah
  20. Salam

Apabila diamati, untuk tata cara sholat hajat rakaat pertama dan kedua di atas sesungguhnya adalah sama. Yang membedakan adalah jika pada rakaat pertama ada pembacaan doa iftitah, maka di rakaat kedua tidak ada doa iftitah. Dan jika di rakaat kedua ada tahiyyat akhir disertai salam, maka di rakaat pertama tidak ada.

Doa Sholat Hajat

Doa Sholat Hajat

Sesudah melaksanakan sholat, maka selanjutnya adalah membaca doa sholat hajat. Dalam hal ini, bisa juga membaca dzikir tertentu sebelum berdoa. Dan akan lebih sempurna lagi apabila sesudah mengucap salam, seorang hamba melakukan sujud untuk tujuan tadzallul atau yang artinya merendahkan diri kepada Allah Swt.

Ketika sujud tersebut dianjurkan untuk membaca Subhaanallah walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar walaa haula walaa quwwataa illa billaahil ‘aliyyil ‘adzim diulang sebanyak sepuluh kali. Jika sudah, kemudian bisa dilanjutkan dengan membaca sholawat Allahumma sholli ‘ala sayyidinaa Muhammad wa ‘ala ali sayyidinaa Muhammad yang diulang sebanyak sepuluh kali.

Sedangkan untuk yang terakhir kemudian dilanjutkan dengan membaca doa “Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanah wa filakhiroti hasana wa qiina ‘adzaabannar” yang artinya:

“Ya Allah, berikan kepada kami semua kebaikan di dunia ini dan berikan juga kebaikan di akhirat. Serta lindungi kami dari siksaan api neraka”. Ini merupakan doa sholat yang sering dilakukan oleh Rasulullah dan diulang sebanyak sepuluh kali.

Umat Islam juga dianjurkan untuk mempraktikkan beberapa tata cara doa ketika sholat sebagaimana yang disebutkan berikut ini:

  1. Pertama, melakukan tawassul dengan tujuan memberikan hadiah kepada Rasul dan segenap keluarganya, sahabat Nabi, para ulama’, guru, orang rua dan segenap umat Muslim.
  2. Kedua membaca surah al-Ikhlas, surah al-Falaq, Surah al-Nass dan ayar Kursi yang diulang sebanyak tiga kali.
  3. Ketiga, membaca doa sholat hajat berikut ini:

“Laa ilaaha illalaahul haliimul kariimu subhaanallaah Rabbil ‘arsyil ‘adzim. Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamin. As’aluka muujibaari rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimataa min kulli birri wasalaamata min kulli itsmin laa tada’lii dzamban illa ghofartahu walaa hamman illaa farrojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar raahimin”.

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan yang memelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji hanya bagi Allah yang merupakan Tuhan sekalian alam. Kepada Engkaulah hamba memohon sesuatu yang mewajibkan alamat Engkau. Dan sesuatu yang bisa mendapatkan ampunan Engkau dan mendapatkan keuntungan dari masing-masing dosa. Janganlah Engkau membiarkan dosa ada dalam diriku kecuali Engkau mengampuninya. Dan tidak pula ada suatu kepentingan, kecuali Engkau memberikan sebuah jalan keluar. Dan tidak juga terdapat suatu hajat dan keinginan yang memperoleh kerelaan Engkau, melainkan Engkau mengabulkannya. Wahai Tuhan yang Paling Pengasih dan Penyayang”. 

  1. Sesudah membaca bacaan-bacaan di atas, Anda bisa menyembutkan mengenai hajat apa yang diinginkan dengan memakai bahasa sendiri tidaklah masalah karena sesungguhnya doa terbaik adalah ketika dipahami maknanya oleh pelantun doa tersebut.

Hikmah Melaksanakan Sholat Hajat

Hikmah Melaksanakan Sholat Hajat

Islam tidak sekedar memberikan perintah kepada hambaNya melainkan ada manfaat dan hikmah dari ajaran tersebut. Termasuk anjuran untuk melaksanakan sholat hajat. Sholat sunnah satu ini ternyata memiliki hikmah yang besar apabila dilaksanakan dengan baik. Berikut adalah beberapa hikmah yang akan didapatkan dari pelaksanaan sholat hajat tersebut.

  1. Sarana mendekatkan diri kepada Allah

Pelaksanaan sholat apapun, termasuk sholat hajat merupakan suatu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Seorang hamba yang tidak pernah melakukan sholat tentu akan terasa jauh dengan Sang Pencipta. Begitupun sebaliknya, orang yang rajin melaksanakan sholat akan semakin dekat dengan Tuhan.

  1. Sebagai jalan untuk terkabulnya keinginan

Lantaran sholat hajat merupakan sholat yang dilakukan atas dasar keinginan atau hajat tertentu, maka tentu saja hikmah dari sholat ini adalah doa dan harapan yang dipanjatnya menjadi terkabul lantaran sholat tersebut.

  1. Sebagai sarana pelaksanaan ibadah

Di dalam kehidupan dunia ini, manusia mengemban tugas berat yang disebut dengan ibadah. Sehingga, hikmah dari pelaksanaan sholat hajat tidak sekedar untuk terkabulnya doa, namun juga sebagai sarana untuk melakukan ibadah sesuai ajaran Rasul.

  1. Dapat terhindar dari berbagai hal yang menyulitkan

Hikmah selanjutnya dari sholat hajat adalah seseorang menjadi terhindar dari berbagai hal yang bisa mempersulit kehidupannya. Baik itu dalam melakukan aktifitas duniawi atau kegiatan ibadah kepada Allah.

  1. Dapat terhindar dari bahaya

Seseorang yang dengan rajin melakukan sholat ini, maka mereka akan dapat terhindar dari berbagai jenis bahaya yang merugikan manusia. Hal itu lantaran Allah akan selalu menjaga mereka dan senantiasa memberikan perlindungan serta kasih sayangNya.

  1. Mendapatkan petunjuk

Selain bisa dihindarkan dari marabahaya, seseorang yang rajin melakukan sholat ini juga akan mendapatkan petunjuk dari Allah. Karena seorang hamba yang mendekatkan diri kepada Allah, segala urusannya akan dipermudah dan senantiasa diberikan petunjuk agar ada di jalan yang benar.

  1. Mendapatkan surga

Dengan melaksanakan sholat, seseorang juga akan mendapatkan surgaNya Allah. Seseorang yang melakukan sholat iini  akan melakukan berbagai perintah Allah yang lain serta senantiasa menghindari laranganNya. Maka kesempatan mereka untuk mendapatkan surga juga lebih besar.

  1. Mendapatkan ketenangan dan kemudahan

Selain beberapa hikmah yang telah disebutkan di atas, seseorang yang melakukan sholat ini juga akan memperoleh ketenangan serta kemudahan hidup. Seseorang yang melaksanakan sholat sunnah satu ini akan muncul keyakinan dalam diri mereka bahwa apa yang diharapkan akan dikabulkan. Hal inilah yang memunculkan ketenangan dan kemudahan dalam diri.

Sholat hajat menjadi salah satu ajaran Islam yang sangat dianjurkan ketika seseorang sedang dihadapkan kepada berbagai kebutuhan dan hajat tertentu. Namun sholat ini harus dilakukan dengan baik dan benar agar diterima di sisiNya dan dikabulkan segala doa. Dan sholat hajat memiliki berbagai keutamaan serta hikmah yang akan didapatkan oleh seorang hamba.

 

Sekian pembahasan Sholat Hajat, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.