Sholat Isya

Kita sebagai umat muslim wajib melaksanakan sholat lima waktu dalam sehari. Berdasarkan urutan waktu, sholat pertama yang wajib kita lakukan adalah sholat isya.

Waktu pelaksanaan Sholat Isya

Waktu pelaksanaan Sholat Isya

Sholat isya merupakan sholat yang memiliki waktu paling panjang daripada sholat lainnya. Waktu ashar adalah malam hari, dimulai sejak hilangnya mega merah sampai dengan malam sebelum fajar. Rentang waktu ini kemudian dibagi kembali menjadi tiga bagian.

Pertama, adalah melaksanakan sholat isya awal waktu atau saat adzan berkumandang. Berdasarkan hitungan jam, awal waktu yang dimaksud adalah sekitar jam 7 malam. Di lingkungan kita, biasanya ditandai dengan adanya adzan. Keutamaan sholat di awal waktu seperti dijelaskan dari Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Perbuatan yang paling mulia ialah shalat pada awal waktunya.” Hadits riwayat dan shahih menurut Tirmidzi dan Hakim. Asalnya Bukhari-Muslim”.

Waktu yang kedua adalah saat pertengahan malam atau sekitar jam 12. Sedangkan waktu ketiga adalah sekitar jam 1 sampai 4. Salah satu hadist ada yang memperbolehkan untuk mengakhirkan sholat isya. Hadist ini berlaku bagi seseorang yang khawatir jika tidak dapat bangun malam untuk sholat tahajud. Dengan sengaja belum melaksanakan sholat isya dan segera tidur, ia akan memiliki beban dan dapat bangun malam.

Namun, untuk waktu yang ketiga beberapa ulama menganggap makruh. Waktu makruh lainnya adalah saat melaksanakan sholat isya di tiga puluh menit sebelum waktu subuh atau biasa disebut waktu sakhr. Dalam hitungan jam, waktu sakhr sekitar pukul setengah 4 fajar.

Meskipun banyak pilihan waktu untuk melaksanakan sholat isya, yang paling utama tetap adalah di awal waktu. Jika ditunda-tunda, dikhawatirkan ketiduran dan tidak mendapat waktu sholat. Selain itu, dengan sholat di awal waktu berarti kita sedang menjaga hubungan dengan Allah.

Sholat sunnah

Selain melaksanakan empat rakaat wajib sholat isya, kita juga dianjurkan melaksanakan sholat sunnahnya. Ada dua sholat sunnah yang diajarkan Rasulullah sebelum dan sesudah sholat isya. Pertama adalah sholat sunnah qobliyah isya (sebelum isya). Sholat qobliyah dikerjakan dua rakaat dengan satu kali salam.

Meskipun, sholat qobliyah ini tidak termasuk dua belas rakaat sholat rawatib, namun akan tetap lebih baik jika dilakukan. Seperti yang dijelaskan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

““Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas rakaat tersebut adalah empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat sesudah zhuhur, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah ‘Isya, dan dua rakaat sebelum shubuh.” (HR. Tirmidzi, no. 414; Ibnu Majah, no. 1140; An-Nasa’i, no. 1795. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)”.

Niat sholat qobliyah isya:

Usholli sunnatal ‘isyaa-i rok’ataini qabliyyatan mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.

“Aku niat melakukan shalat sunat sebelum isya 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

Selanjutnya adalah sholat ba’diyah isya (sesudah isya). Sholat sunnah ini termasuk dalam dua belas rakaat sholat rawatib, sehingga hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Sama seperti sholat qobliyah, sholat ba’diyah dikerjakan sebanyak dua rakaat atau dapat dilebihkan. Berikut niat sholat ba’diyah isya:

Usholli sunnatal ‘isyaa-i rok’ataini ba’diyyatan mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.

Aku niat melakukan shalat sunat sesudah isya 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala.

Tata cara sholat isya

Tata cara sholat isya

Sholat isya dikerjakan sebanyak empat rakaat dengan dua kali salam. Dapat dilakukan secara munfarid (sendiri) atau jama’ah (bersama-sama). Berikut penjeelasannya:

Rakaat pertama Sholat Isya

Niat

Salah satu syarat sah sholat adalah niat. Niat dilakukan dengan posisi badan tegak menghadap ke kiblat sesaat sebelum takbiratul ihram.

  • Lafadz niat secara munfarid (sendiri)
sholat-isya-1

Artinya : “Saya shalat fardu isya empat raka’at menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”.

  • Lafadz niat secara jamaah (imam)
sholat-isya-2

USHOL-LII FARDHOL ISYAA’I ARBA’A ROKA’AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN IMAAMAN LILLAAHI TA’AALA

Artinya : “Saya shalat fardu isya empat raka’at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala”.

  • Lafadz niat secara jamaah (makmum)
sholat-isya-3

USHOL-LII FARDHOL ISYAA’I ARBA’A ROKA’AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA’MUUMAN LILLAAHI TA’AALA

Artinya : “Saya shalat fardu isya empat raka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala”.

Kita dianjurkan untuk melaksanakan semua sholat secara berjamaah, termasuk sholat isya. Hal ini dikarenakan sholat berjamaah memiliki pahala yang lebih besar. Selain dapat menjaga hubungan dengan Allah, dengan sholat berjamaah kita juga dapat menjaga ukhuwah islamiyah.

Takbiratul ihram

Setelah mengucapkan niat, gerakan yang termasuk syarat sah sholat selanjutnya adalah takbiratul ihram. Takbiratul ihram dilakukan dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan sisi telinga, seraya mengucap takbir “Allahu akbar”. Kemudian, kedua tangan dilipat dengan posisi tangan kanan memegang pergelangan tangan kiri. Takbiratul ihram menandakan kita sudah memasuki sholat, sehingga tidak boleh melakukan hal yang dapat membatalkannya.

Membaca doa iftitah

Setelah posisi badan dalam keadaan takbiratul ihram sempurna, maka selanjtnya kita membaca doa iftitah. Hukum bacaan ini adalah sunnah, artinya, boleh dibaca atau ditinggalkan. Berikut lafadz doa iftitah yang banyak digunakan:

sholat-isya-4

Membaca Al Fatihah

Surah Al Fatihah dibaca dalam setiap rakaat sholat fardhu maupun sholat sunnah. Jadi, hukumnya wajib dibaca. Berikut lafadz bacaan Al Fatihah:

sholat-isya-5

Membaca surah atau ayat Al Qur’an

Setelah membaca surah Al Fatihah, kita dianjurkan untuk membaca surah atau ayat Al Qur’an. Salah satu surah yang sering dibaca adalah surah Al Ikhlas. Setelah selesai membaca surah Al Fatihah dan ayat Al Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan gerakan ruku’.

Ruku’ sholat Isya

Setelah mengangkat kedua tangan dan mengucap takbir, kita melakukan gerakan ruku’. Ruku’ dilakukan dengan posisi badan membungkuk, kedua tangan berada di atas lutut untuk menopang badan. Pandangan menghadap ke bawah dan diusahakan punggung sejajar rata.

Dalam keadaan ruku’, kita harus tuma’ninah. Artinya, tidak boleh tergesa-gesa untuk kembali berdiri tegak. Karena disebutkan dalam salah satu hadist bahwa seseorang yang ruku’nya tidak sempurna maka dianggap pencuri dalam sholat.

Saat ruku’, kita membaca doa:

I’tidal sholat Isya

Bangun dari ruku’, kita mengangkat kedua tangan dan mengucap doa

 “samiallahuliman hamidah”

Kemudian, badan kembali tegak dan posisi kedua tangan berada di samping badan seraya membaca doa:

Sujud pertama

Tata cara sujud dalam sholat adalah sebagai berikut:

  1. Meletakkan kedua kaki di atas sajadah
  2. Meletakkan kedua tangan di depan, disusul menempelkan dahi di sajadah. Posisi kedua tangan berada di sisi telinga kanan dan kiri.

*catatan: dua langkah di atas dapat dibalik, tergantung keyakinan dalil dari seseorang.

  • Tidak menempelkan tangan dilantai, harus diangkat. Kemudian membaca doa:

Duduk di antara dua sujud

Tata cara duduk di antara dua sujud:

  • Pertama, duduk dengan menindih kaki kiri, sedangkan telapak kaki kanan tegak berdiri.
  • Kedua, kedua tangan lurus dan agak direnggangkan, kemudian diletakkan di atas paha.
  • Ketiga, wajah menghadap ke bawah

Sujud kedua

Sujud kedua dilakukan dengan tata cara yang sama dengan sujud pertama dalam rakaat pertama. Saat sujud, membaca doa yang sama juga sebanyak tiga kali.

Rakaat kedua sholat Isya

Setelah bangun dari sujud rakaat pertama, kita kembali berdiri dengan mengucap kalimat takbir.

Membaca Al Fatihah dan surah Al Qur’an

Setelah takbir, posisi tangan bersedekap kembali di atas pusar. Kemudian, membaca surah Al Fatihah dan memilih salah satu surah lain dalam Al Qur’an.

Ruku’ Sholat Isya

Ruku’ merupakan salah satu rukun sholat. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist sebagai berikut:

“Jika engkau hendak shalat, bertakbirlah dan bacalah apa yang engkau mampu dari Al Qur’an, lalu rukuk dengan tuma’ninah…” (HR. Bukhari 757, Muslim 397).

Tata cara ruku’

  • Membungkukkan badan. Usahakan punggung dan kepala sejajar menghadap ke bawah. Sebagaimana dalam hadits Abu Humaid As Sa’idi radhiallahu’anhu, beliau berkata:

“Dahulu aku yang paling hafal diantara kalian terhadap tata cara shalat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Aku melihat beliau ketika bertakbir, beliau menjadikan kedua tangannya sejajar dengan pundak, lalu membungkukkan badannya” (HR. Bukhari no. 828).

  • Meletakkan tangan di atas lutut untuk menopang badan. Tangan harus lurus membentuk sudut siku-siku dan jari-jari direnggangkan. Sebagaimana hadits Abu Humaid yang menyatakan:

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam jika rukuk beliau meletakkan kedua telapak tangannya pada lututnya dan membuka jari-jarinya” (HR. Abu Daud 731)

  • Kaki tegak lurus, tidak boleh membengkok.
  • Kepala sejajar dengan punggung, tidak terlalu mendongak atau menunduk. Dalam hadits ‘Aisyah radhiallahu’anha juga dijelaskan,

 “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam jika rukuk beliau tidak meninggikan (mendongakkan) kepada dan tidak juga merendahkannya (terlalu membungkukkan), namun di antara keduanya (lurus)” (HR. Muslim no. 498).

  • Pandangan mata menghadap tempat sujud
  • Thuma’ninah dalam ruku’. Thuma’ninah sebenarnya bukan untuk ruku’ saja, melainkan untuk semua gerakan sholat isya. Thuma’ninah berarti tidak terlalu cepat dalam melakukan gerakan sholat atau sering disebut khusyu’. Bahkan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam banyak hadits menekankan umatnya untuk thuma’ninah dalam rukuk. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, yang berarti:

“Sempurnakanlah rukuk dan sujud. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku benar-benar memperhatikan kalian di balik punggungku ketika kalian rukuk dan sujud” (HR. Bukhari no. 742, Muslim no. 425).

I’tidal Sholat Isya

Bangkit dari ruku’, mengangkat kedua tangan seraya membaca tasmi’, samialllahuliman hamidah. Kemudian, kedua tangan turun dan diletakakkan di samping badan sambil membaca doa:

Sujud Sholat Isya

Sujud merupakan salah satu rukun sholat, sehingga wajib dilakukan. Tata cara sujud dijelaskan sebagai berikut:

  • Menurunkan badan

Ada dua pendapat kuat dari para ulama mengenai cara menurunkan badan dalam sujud. Pendapat pertama menyebutkan kedua lutut turun dahulu, baru kemudian kedua tangan. Sedangkan pendapat kedua menyebutkan kedua tangan turun dahulu sebelum lutut. Kedua pendapat dianggap benar karena didasarkan dalil yang jelas. Mengenai perbedaan yang ada, hanya berkaitan dengan madzab.

  • Anggota badan yang digunakan sujud

Untuk melakukan gerakan sujud ada empat anggota badan yang digunakan, yaitu kening, telapak tangan, lutut dan hidung.

  • Kening dan hidung menempel ke lantai
  • Tangan dibuka agak lebar, jari-jari direnggangkan dan diletakkan di sisi telinga. Kedua tangan tidak boleh menempel di lantai, agak di angkat ke atas.
  • Lutut dilipat ke dalam.
  • Paha menjauhi perut,

Kedua tumit dirapatkan dan kedua telapak kaki tegak berdiri. Berdasarkan hadis dari Aisyah radhiallahu’anha:

“Suatu malam aku kehilangan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, padahal sebelumnya beliau bersamaku di tempat tidur. Kemudian aku mendapat beliau sedang sujud, dengan menempelkan dua tumitnya, menghadapkan jari-jari kakinya ke kiblat.” (HR. Muslim no. 486)

Saat sujud, kita membaca doa:

Duduk di antara dua sujud

Tata cara melakukan duduk di antara dua sujud adalah sebagai berikut:

  • Posisi badan duduk di atas kaki kiri, telapak kaki kanan tegak berdiri dan jari-jari kaki menghadap ke kiblat. Dari Abu Humaid As Sa’idi radhiallahu’anhu beliau berkata: “Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika duduk dalam salat di dua rakaat pertama beliau duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan kaki kanan. Jika beliau duduk di rakaat terakhir, beliau mengeluarkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya dan duduk di atas lantai.”(HR. Bukhari no. 828 dan Muslim no. 226.
  • Kedua tangan sejajar dan direnggangkan berada di atas paha

Setelah posisi kaki dan tangan sempurna, selanjutnya membaca doa iftirasy:

Duduk tasyahud awal

Setelah duduk di antara dua sujud dan sujud yang kedua, kemudian kita melakukan duduk tasyahud awal. Tata cara duduk tasyahud awal sama seperti saat kita duduk di antara dua sujud. Saat duduk, kita membaca doa:

Rakaat ketiga sholat Isya

Tata cara gerakan rakaat ketiga sama dengan rakaat sebelumnya, yaitu:

  • Berdiri dengan tegak
  • Membaca surah Al Fatihah. Namun, untuk rakaat ketiga kita disunnahkan untuk membaca surah atau ayat Al Qur’an, sehingga boleh ditinggalkan.
  • Ruku’
  • I’tidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua

Rakaat keempat sholat Isya

Gerakan dalam rakaat keempat dilakukan seperti penjelasan di atas:

  • Berdiri dengan tegak
  • Membaca surah Al Fatihah.
  • Ruku’I’tidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Duduk tasyahud akhir

Dalam rakaat terakhir sholat isya, kita melaksanakan duduk tasyahud akhir. Tata cara dan doa yang dibaca hampir sama dengan rakaat kedua.

Posisi badan duduk dengan sempurna. Posisi kaki kiri berada di bawah kiki kanan atau bagian belakang tubuh menempel di lantai. Telapak kaki kanan tegak berdiri dan jari-jari menghadap ke barat. Kedua tangan diletakkan di atas paha, jari-jari agak direnggangkan. Saat mengucap kalimat syahadat dalam doa, maka jari telunjuk harus ditegakkan.

Doa duduk tasyahud akhir

Kesimpulan

Sholat isya merupakan salah satu kewajiban bagi semua umat muslim. Memiliki rentang waktu yang sangat panjang, yaitu dari hilangnya mega merah hingga sebelum fajar. Dengan rentang waktu tersebut, umat muslim tetap diharapkan untuk melaksanaknnya di awal waktu.

Tata cara pelaksanaan sholat isya adalah dengan empat rakaat dan dua kali salam di rakaat kedua dan keempat. Secara singkat, gerakan sholat dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Niat
  2. Berdiri dengan tegak
  3. Membaca surah Al Fatihah dan surah Al Qur’an.
  4. Ruku’
  5. I’tidal
  6. Sujud pertama
  7. Duduk di antara dua sujud
  8. Sujud kedua
  9. Tasyahud awal (rakaat kedua)
  10. Tasyahud akhir (rakaat keempat)

Sekian pembahasan Sholat Isya, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.