Sholat sunnah merupakan sholat yang dianjurkan untuk dilaksanakan namun dalam artian tidak wajib. Sehingga, jika dikerjakan mendapat pahala namun apabila ditinggalkan tidak berdosa. Sholat sunnah juga biasa disebut sholat nawafli, dimana sholat tersebut bisa dilaksanakan siang atau malam di luar pengerjaan sholat fardhu.

Macam-Macam Sholat Sunnah

  1. Sholat Wudhu

Sholat yang berjumlah dua rakaat ini merupakan sholat sunnah yang bisa dikerjakan usai melakukan wudhu. Hukum mengerjakan sholat wudhu adalah sunnah sehingga apabila tidak dikerjakan tidak apa-apa.

Banyak keutamaan yang bisa di dapatkan dari melaksanakan sholat wudhu. Diantaranya adalah, dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu bahkan jika melaksanakan sholat dua rakaat ini dijamin dengan surga.

Tata Pelaksanaan Sholat Wudhu

Untuk pelaksanaan sholat wudhu sama seperti sholat wajib pada umumnya. Hanya saja yang membedakan hanyalah niat, jumlah rakaat, serta waktu pelaksanaan sholat saja.

Ketika seseorang telah selesai melaksanakan sholat, maka disunnahkan baginya untuk melakukan sholat wudhu dua rakaat. Cara pengerjaannya sebagai berikut:

  1. Sesudah mengambil wudhu, kemudian langsung membaca doa setelah wudhu dengan bacaan seperti ini:

.وَرَسُوْلُهُ عَبْدُهُ مُحَمَّدًا اَنَّ وَاَشْهَدُ  لَهُ لاَشَرِيْكَ وَحْدَهُ اِلاَّاللهُ اَنْ اَشْهَدُ

 مِنْ وَجْعَلْنِيْ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، مِنَ وَاجْعَلْنِىْ  التَّوَّابِيْنَ مِنَ اجْعَلْنِىْ اَللّٰهُمَّ

 .الصَّالِحِيْنَ عِبَادِك

Artinya: “Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh.”

  • Membaca niat untuk melaksanakan sholat wudhu

“ Ushallii sunnatal-wudhuu’i rak’ ataini lillaahi ta’aalaa.”

 Artinya: “Aku niat sholat sunnah wudhu dua rakaat karena Allah Ta’alla.”

  • Kemudian pada rakaat pertama membaca doa iftitah, membaca surat al-fatikhah dan dilanjutkan dengan membaca surat al-kafirun.
  • Selanjutnya melakukan ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud kemudian bangun untuk melakukan rakaat selanjutnya.
  • Kemudian pada rakaat kedua membaca surat al-fatikhah dilanjutkan dengan membaca surat Al-ikhlas.
  • Setelah itu dilanjutkan dengan melakukan ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud kemudian diakhiri dengan melakukan salam.
  • Kemudian yang terakhir dianjurkan untuk membaca doa setelah sholat.
  • Sholat Sunnah Sebelum subuh

Sholat sunnah dua rakaat sebelum subuh atau qabliyah subuh merupakan sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan sebelum menunaikan sholat subuh. Banyak keistimewaan dari sholat qabliyah subuh, bahwasanya pahala yang di dapatkan lebih dari dunia.

Sebagaimana dijelaskan di dalam hadist: “Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Dua raka’at Shalat Fajr lebih baik dari pada dunia dan seisinya. (Hadist Riwayat Muslim)

Tata Pelaksanaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh

Untuk pelaksanaan sholat sunnah sebelum subuh pada dasarnya sama seperti sholat wajib pada umumnya. Hanya saja dilakukan dua rakaat sebelum menunaikan sholat subuh. Cara pengerjaannya sebagai berikut:

  1. Dimulai dengan takbiratul ikhram sambil membaca niat untuk melaksanakan sholat qabliyah subuh dengan niat sebagai berikut:

     تَعَالَى لِلهِ قَبْلِيَةً رَكْعَتَيْنِ الصُّبْحِ سُنَّةَ أُصَلِّى

Ushalli sunnatash-shubhi rak’ataini qabliyyatal lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah sebelum subuh dua rakaat karena Allah Ta’alla.”

  • Kemudian pada rakaat pertama membaca doa iftitah, membaca surat al-fatikhah dan dilanjutkan dengan membaca surat al-kafirun.
  • Selanjutnya melakukan ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud sama seperti sholat pada umumnya.
  • Kemudian pada rakaat kedua membaca surat al-fatikhah dilanjutkan dengan membaca surat Al-ikhlas.
  • Setelah itu dilanjutkan dengan melakukan ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud kemudian diakhiri dengan melakukan salam.
  • Setelah sholat dua rakaat selesai dilaksanakan, kemudian dianjurkan untuk membaca dzikir sebagaimana bacaan berikut:

                                                 رِالنَّا مِنَ بِكَ اَعُوْذُ النَّبِيِّ وَمُحَمَّدٍ وَمِيْمَائِيْلَ افِيْلَ إِسْرَ وَ يْلَ جِبْرِ رَبَّ اَللهُمّ  

Allahumma rabba jibrila wa israfila wa mika-ila wamuhammadinin-nabiyyi, a’udzubika minan-nar (dibaca sebanyak 33x)

Artinya: “Ya Allah, wahai Tuhan dari Jibril, Israfil, Mikail, dan Nabi Muhammad. Aku berlindung diri dengan Engkau dari Neraka.”  (HR. Ibnu Sinni dan Al-Hakim)

  • Sholat Sunnah Tahiyatul Masjid

Sholat sunnah berjumlah dua rakaat ini merupakan sholat sunnah yang dikerjakan ketika masuk masjid. Fungsi dari sholat sunnah tahiyatul masjid adalah untuk menghormati masjid yang dilaksanakan sebelum duduk.

Banyak keutamaan yang bisa didapatkan dari melaksanakan sholat sunnah tahiyatul masjid. Diantaranya adalah, meninggikan derajat serta menghapus dosa-dosa di masa lalu bagi yang melaksanakan sholat dua rakaat ini. Karena pada dasarnya sholat sunnah tahiyatul masjid merupakan sebaik-baiknya amalan.

Tata Pelaksanaan Sholat Sunnah Tahiyatul Masjid

Pada dasarnya tata pelaksaan shlat Tahiyatul Masjid sama dengan sholat wajib pada umumnya. Hanya saja berbeda pada waktu pengerjaannya, yang dikerjakan dua rakaat ketika memasuki masjid sebelum duduk. Cara pengerjaannya sebagai berikut:

  1. Melakukan takbiratul ikhram sambil membaca niat untuk melaksanakan sholat Tahiyatul Masjid dengan bacaan sebagai berikut:

  تَعَالَى للهِ رَكْعَتَيْنِ الْمَسْجِدِ تَحِيَّةُ سُنَّةً اُصَلِّى

Usholi sunatan tahiyatul masjidi rak’ ataini lillahi ta’alaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tahiyatul Masjid dua rakaat karena Allah Ta’alla.”

  • Kemudian pada rakaat pertama membaca doa iftitah, membaca surat al-fatikhah dan dilanjutkan dengan membaca surat-surat pendek.
  • Selanjutnya melakukan ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud sama seperti sholat pada umumnya kemudian berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua.
  • Pada rakaat kedua membaca surat Al-fatikhah dan dilanjutkan dengan membaca surat-surat pendek.
  • Selanjutnya melakukan ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud dan dilanjutkan dengan tasyahud akhir kemudian diakhiri dengan megucap salam.
  • Sholat Dhuha

Sholat dhuha merupakan sholat sunnah yang sangat dianjurkan. Hal ini dikarenakan banyak keistimewaan yang terkandung dalam sholat dhuha itu sendiri. Meskipun hukum pengerjaan sholat dhuha adalah ghairu muakad atau sunnah yang benar-benar dianjurkan. Namun, pahala yang didapatkan sangatlah banyak.

Sholat dhuha mempunyai keistimewaan, dimana seseorang yang mengerjakan sholat dhuha akan dihapuskan dosa-dosanya, dibangunkan rumah di surga, mendapatkan pahala layaknya orang yang melakukan ibadah umrah dan naik haji, serta dicukupkan rezekinya serta dipermudah dalam mencari rezeki.

Tata Pelaksanaan Sholat Sunnah : Sholat Dhuha

Sama seperti melakukan sholat pada umumnya, sholat dhuha bisa dikerjakan mulai dua puluh menit setelah matahari terbit sampai lima belas menit sebelum memasuki waktu sholat zuhur. Namun, waktu yang paling baik untuk mengerjakan sholat dhuha adalah ketika memasuki waktu seperempat siang.

Seperti yang dijelaskan di dalam hadist sebagai berikut:

“Bahwasanya Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha (di awal pagi). Dia berkata, “Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Shalat orang-orang awwabin (taat kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan.” (HR. Muslim)

Cara pengerjaan sholat dhuha adalah dengan dua rakaat salam dan  jumlah minimal pengerjaan dua rakaat. Selebihnya bisa sampai empat rakaat, delapan rakaat, dua belas rakaat, bahkan ada yang menyebutkan bahwa lebih dari itu hingga memasuki waktu sholat dhuha habis itu lebih baik. Berikut tata cara dalam pengerjaan sholat dhuha:

  1. Melakukan takbiratul ikhram sambil membaca niat untuk melaksanakan sholat dhuha dengan bacaan sebagai berikut:

  تَعَالَى  لِلَّهِ  رَكْعَتَيْنَ  الضُّحَى  سُنَّةَ  أُصَلِّى

Ushali Sunatthad dhuhaa rak’ataini lillahitaalla

Artinya: “Aku niat sholat dhuha dua rakaat karena Allah Ta’alla.”

  • Kemudian pada rakaat pertama membaca doa iftitah, membaca surat al-fatikhah dan dilanjutkan dengan membaca surat-surat pendek.
  • Selanjutnya melakukan ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud sama seperti sholat pada umumnya kemudian berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua.
  • Pada rakaat kedua membaca surat Al-fatikhah dan dilanjutkan dengan membaca surat-surat pendek atau membaca surat Adh-Dhuha.
  • Selanjutnya melakukan ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud dan dilanjutkan dengan tasyahud akhir kemudian diakhiri dengan melakukan salam.
  • Sholat Tahajud

Sholat sunnah yang dikerjakan tengah malam ketika terbangun dari tidur ini hukumnya adalah sunah mu’akad. Waktu paling baik untuk melaksanakan sholat tahajud adalah sepertiga malam setelah terbangun dari tidur dengan ketentuan minimal dua rakaat dan untuk maksimal tidak ada batasan dalam pengerjaan sholat tahajud.

Banyak keutamaan dari sholat tahajud yang bisa didapatkan. Diantaranya, mendapatkan ketenangan dan juga kedamaian, bisa menjadi penghapus dosa-dosa di masa lalu, doanya dikabulkan, mendapatkan jaminan surga serta masih banyak keutamaan yang bisa diperoleh dari melaksanakan sholat tahajud.

Tata Pelaksanaan Sholat Sunnah : Sholat Tahajud

Tata Pelaksanaan Sholat Tahajud

Sama seperti pelaksanaan sholat fardhu pada umumnya, hanya saja sholat tahajud dikerjakan pada waktu setelah isya hingga menjelang subuh dengan waktu yang paling baik adalah waktu sepertiga malam.

Dalam pengerjaannya, sholat tahajud bisa dilaksanakan hanya dengan dua rakaat dengan salam. Untuk sholat tahajud, jumlah minimal dalam pelaksanaan sholat adalah dua rakaat dan maksimal tidak terbatas.

Waktu sepertiga malam selalu dikatakan sebagai waktu yang paling baik. Karena pada waktu tersebut Allah turun langsung ke langit ke dunia sebagaimana dijelaskan dalam hadist sebagai berikut:

Berikut tata cara dalam pengerjaan sholat tahajud:

  1. Melakukan takbiratul ikhram sambil membaca niat untuk melaksanakan sholat tahajud dengan bacaan sebagai berikut:

 تَعَالَى  للهِ الْقِبْلَةِ مُسْتَقْبِلَ  رَكْعَتَيْنِ التَّهَجُّدِ سُنَّةً اُصَلِّى

Usholli sunnatat tahajudi rok’ataini lillahi ta’aalaa

Artinya:  “Aku niat sholat sunnah sebelum subuh dua rakaat karena Allah Ta’alla.”

  • Kemudian pada rakaat pertama membaca doa iftitah, membaca surat al-fatikhah dan dilanjutkan dengan membaca surat-surat atau ayat al-qur’an.
  • Selanjutnya melakukan ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud sama seperti sholat pada umumnya kemudian berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua.
  • Pada rakaat kedua membaca surat Al-fatikhah dan dilanjutkan dengan membaca surat-surat-surat atau ayat al-qur’an.
  • Selanjutnya melakukan ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud dan dilanjutkan dengan tasyahud akhir kemudian diakhiri dengan melakukan salam.

Doa Sholat tahajud:

 فَأَسْتَجِيبَ يَدْعُونِى  مَنْ يَقُولُ   الآخِرُ اللَّيْلِ  ثُلُثُ يَبْقَى حِينَ الدُّنْيَا  السَّمَاءِإِلَى  لَيْلَةٍ  كُلَّ  وَتَعَالَى تَبَارَكَ رَبُّنَا يَنْزِلُ

                                                                   لَهُ فَأَغْفِرَ  يَسْتَغْفِرُنِى مَنْ فَأُعْطِيَهُ يَسْأَلُنِى مَنْ لَهُ   

Artinya:  “Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia setiap sepertiga malam akhir. Ia lalu berkata: Barangsiapa yang berdoa, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri. Siapa yang memohon kepada-Ku, akan Aku ampuni. Hingga terbit fajar.” (HR. Bukhari 1145, Muslim 758)

  • Sholat Istikharah

Sholat Istikharah merupakan salah satu sholat sunnah yang dikerjakan ketika menghadapi pilihan-pilihan sulit yang dihadapkan dalam hidup. Keutamaan yang didapatkan dalam sholat istikharah adalah agar dapat memilih salah satu pilihan dengan benar diantara pilihan-pilihan terbaik yang dihadapkan.

Bnyak para ulama yang menyimpulkan bahwasanya tak ada sholat khusus untuk istikharah. Melainkan bisa melakukan istikharah dengan sholat dua rakaat selain sholat fardhu. Seperti halnya melakukan sholat dhuha, tahajud, tahiyatul masjid dan lain sebagainya, kemudian setelah sholat membaca doa istikharah.

Tata Pelaksanaan Sholat Istikharah

Tata Pelaksanaan Sholat Istikharah

Berbeda dengan pelaksanaan sholat fardhu pada umumnya, pelaksanaan sholat istikharah dilaksanakan karena ada beberapa hal lain yang melatar belakangi pelaksanaan sholat tersebut.

Dalam pelaksanaan sholat istikharah tidak ada ketentuan dalam pengerjaannya.  Namun waktu yang paling baik dalam pelaksanaan sholat istikharah adalah di waktu sepertiga malam yang dilaksanakan secara bersamaan dengan sholat tahajud.

Berikut tata cara dalam pengerjaan sholat istikharah:

  1. Melakukan takbiratul ikhram sambil membaca niat untuk melaksanakan sholat tahajud dengan bacaan sebagai berikut:

  تَعَالَى لِلَّهِ رَكْعَتَيْنِ ةِ لاِسْتِخَارَ  سُنَّةَ أُصَلِّيْ

Ushollii sunnatal istikhooroti rok’ataini lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’alla.”

  • Kemudian pada rakaat pertama membaca doa iftitah, membaca surat al-fatikhah dan dilanjutkan dengan surat-surat pendek, akan tetapi lebih diutamakan membaca surat al-kafirun.
  • Selanjutnya melakukan ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud sama seperti sholat pada umumnya kemudian berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua.
  • Kemudian pada rakaat kedua membaca surat al-fatikhah dilanjutkan dengan surat-surat pendek, akan tetapi lebih diutamakan membaca surat Al-ikhlas.
  • Selanjutnya melakukan ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud dan dilanjutkan dengan tasyahud akhir kemudian diakhiri dengan melakukan salam.
  • Kemudian dilanjutkan dengan membaca doa istikharah. Dengan bacaan sebagai berikut:

أَعْلَمُ وَ  وَلاَ وَتَعْلَمُ أَقْدِرُ وَلاَ  تَقْدِرُ  فَإِنَّكَ  الْعَظِيمِ ،فَضْلِكَ مِنْ  وَأَسْأَلُكَ   وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، كَ بِعِلْمِكَأَ سْتَخِيرُ إِنِّى اللَّهُمَّ

 وَيَسِّرْهُ لِى فَاقْدُرْهُ  أَمْرِى  وَعَاقِبَةِ وَمَعَاشِى دِينِى  فِى لِى خَيْرٌ الأَمْرَ  هَذَا   أَنَّ  تَعْلَمُ  كُنْتَ إِنْ  اللَّهُمَّ الْغُيُوبِ عَلاَّمُ أَنْتَ

     وَاصْرِفْنِى عَنِّى فَاصْرِفْهُ أَمْرِى   وَعَاقِبَةِ وَمَعَاشِى دِينِى  فِى لِى شَرٌّ الأَمْرَ هَذَا أَنَّ تَعْلَمُ  كُنْتَ  وَإِنْ فِيهِ لِى بَارِكْ  ثُمَّ لِى

  أَرْضِنِى  ثُمَّ  كَانَ  حَيْثُ  الْخَيْرَ  لِى وَاقْدُرْ ، عَنْهُ

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kekuasaan-Mu (untuk menyelesaikan urusanku) dengan kodrat-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Maha kuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Maha tahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib, Ya Allah  jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untukku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku, maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini, Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untuk diriku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku, maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.

  • Sholat Taubat

Sholat taubat merupakan sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan untuk menebus dosa. Sholat ini dilakukan sebagai tanda bahwa orang tersebut benar-benar serius ingin melakukan taubat untuk mendapatkan ampunan atas dosa yang telah lalu.

Terkait waktu pelaksanaan sholat taubat banyak ditemui berbagai macam versi dari para ulama. Namun waktu yang paling tepat dalam pengerjaan sholat taubat adalah dalam waktu yang sesegera mungkin. Dengan pengecualian waktu disaat sholat subuh hingga matahari terbit dan saat memasuki sholat ashar hingga menjelang terbenamnya matahari.

Tata Pelaksanaan Sholat Taubat

Tata Pelaksanaan Sholat Taubat

 Pelaksanaan sholat taubat haruslah didasari dari keinginan dalam diri untuk meminta ampunan kepada Allah swt kemudian setelah meniatkan hal tersebut segeralah berwudhu dan dilanjutkan dengan melaksanakan sholat taubat dua rakaat. Dalam pelaksanaan sholat taubat juga disunnahkan untuk melakukan mandi besar terlebih dahulu.

Berikut tata cara dalam pengerjaan sholat taubat:

  1. Melakukan takbiratul ikhram sambil membaca niat untuk melaksanakan sholat taubat dengan bacaan sebagai berikut:

 تَعَالَى لِلهِ رَكْعَتَيْنِ  التَّوْبَةَ  سُنَّةَ صَلِّى

Ushalli Sunnatat Taubata Rak’ataini Lillahi Ta’ala

Artinya: “Aku niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’alla.”

  • Kemudian pada rakaat pertama membaca doa iftitah, membaca surat al-fatikhah dan dilanjutkan dengan membaca surat-surat atau ayat al-qur’an.
  • Selanjutnya melakukan ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud sama seperti sholat pada umumnya kemudian berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua.
  • Pada rakaat kedua membaca surat Al-fatikhah dan dilanjutkan dengan membaca surat-surat-surat atau ayat al-qur’an.
  • Selanjutnya melakukan ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud dan dilanjutkan dengan tasyahud akhir kemudian diakhiri dengan melakukan salam.
  • Setelah itu dilanjutkan dengan membaca doa memohon ampunan dan membaca istighfar sebanyak-banyaknya dengan penuh rasa penyesalan serta berjanji tidak akan mengulangi kesalahan tersebut dikemudian hari.
  • Sholat Hajat

Sholat hajat merupakan sholat sunnah dua rakaat yang dilaksanakan ketika seseorang mempunyai keinginan atau hajat dengan harapan hal tersebut dapat segera tercapai. Salah satu keutamaan yang dapat diperoleh dari melaksanakan sholat hajat adalah adanya penekanan bahwa Allah swt senantiasa akan mengabulkan setiap doa dan permintaan bagi para hambanya.

Tata Pelaksanaan Sholat Hajat

Tata Pelaksanaan Sholat Hajat

Sama seperti pelaksanaan sholat pada umumnya, sholat hajat hakikatnya hanya berjumlah dua rakaat dan dapat dikerjakan hingga dua belas rakaat.

Berikut tata cara dalam pengerjaan sholat hajat:

  1. Melakukan takbiratul ikhram sambil membaca niat untuk melaksanakan sholat hajat dengan bacaan sebagai berikut:

  تَعَالَى  لِلَّهِ  رَكْعَتَيْنِ   الْحَاجَةِ سُنَّةَ أُصَلِّيْ

Ushollii sunnatal haajati rok’ataini lillahi ta’aala

Artinya: “Aku niat sholat hajat dua rakaat karena Allah Ta’alla.”

  • Kemudian pada rakaat pertama membaca doa iftitah, membaca surat al-fatikhah dan dilanjutkan dengan membaca surat-surat atau ayat al-qur’an. Diutamakan membaca surat Al-Kafirun sebanyak 10x.
  • Selanjutnya melakukan ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud sama seperti sholat pada umumnya kemudian berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua.
  • Pada rakaat kedua membaca surat Al-fatikhah dan dilanjutkan dengan membaca surat-surat-surat atau ayat al-qur’an. Diutamakan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 11x.
  • Selanjutnya melakukan ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud dan dilanjutkan dengan tasyahud akhir kemudian diakhiri dengan melakukan salam.
  • Usai melaksanakan sholat hajat tepatnya setelah melakukan salam, dianjurkan untuk bersujud dengan melafadzkan doa “Subhanallah wallhamdulillah walailaailaaha illallah waallahu akbar walaa haulaa walaa quwwata illa billahil ‘aliiyil ‘adzim.” (dibaca sebanyak sepuluh kali).

Setelah itu dilanjutkan dengan membaca doa dengan lafadz sebagai berikut:

Allahumma sholli ‘allaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad (dibaca sebanyak sepuluh kali). kemudian diakhiri dengan membaca doa “Rabbanaa aatina fidunya hasanah waa fil’akhirati hasanah waa qinaa ‘adzaabannar.”

Sekian pembahasan Sholat Sunnah, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.