Sholat Tarawih

Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang disyariatkan Islam dilakukan pada waktu bulan Ramadhan. Menurut asal muasal bahasa, tarawih sendiri merupakan bentuk jamak dari kata “tarwiihah”. Kata ini memiliki arti waktu sesaat untuk beristirahat. Dikatakan demikian karena pada ibadah tarawih terdapat waktu untuk beristirahat sejenak yaitu setelah dua kali salam.

Tidak jauh berbeda dengan ibadah sunnah lainnya, tarawih juga mempunyai beberapa aturan. Aturan yang dimaksud meliputi waktu pelaksanan, jumlah rakaat hingga tata caranya. Disamping itu, ibadah tarawih juga mempunyai beberapa keutamaan yang sedikit melebihi sholat sunnah lainnya. Agar pengetahuan Anda lebih luas, simak pembahasannya berikut ini.

Hukum Sholat Tarawih

Hukum sholat tarawih

Ibadah tarawih hukumnya adalah sunnah baik itu bagi umat Islam laki-laki maupun perempuan. Pelaksanaannya boleh dilakukan secara sendiri maupun berjamaah. Akan tetapi, menurut jumhur ulama sebaiknya dikerjakan secara berjamaah di masjid. Pada masa awal, Rasulullah SAW melakukan tarawih berjamaah bersama para sahabat.

Kemudian, Ia pun menghentikannya sejenak karena dikhawatirkan sholat tarawih ini menjadi wajib.

Atas dasar alasan inilah beliau meriwayatkan sebuah hadist kepada para sahabatnya. Intinya adalah tarawih diperkenankan untuk dilakukan secara berjamaah maupun sendiri. Aspek yang membedakan adalah dari segi perolehan pahala dimana secara berjamaah tentu lebih diutamakan.

Terkait perkara ini, Rasulullah SAW meriwayatkan dua hadist yang berbunyi:

“Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan supaya mengerjakan shalat malam di bulan Ramadhan tetapi tidak mewajibkannya. Beliau bersabda: “Barangsiapa bangun pada malam bulan Ramadhan karena iman dan mengarapkan perhitungan dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Muslim).

“Dari Aisyah Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat di masjid pada suatu malam, lalu orang-orang ikut shalat bersama beliau. Malam berikutnya beliau shalat lagi dan orang yang ikut semakin banyak. Pada malam ketiga dan keempat orang-orang berkumpul lagi tapi Rasulullah tidak keluar untuk shalat bersama mereka. Pagi harinya beliau bersabda: “Aku telah melihat apa yang kalian lakukan dan tidak ada yang menahanku untuk keluar kecuali kekhawatiranku akan difardhukannya shalat itu atas kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pada kedua hadist tersebut dijelaskan bahwa ibadah tarawih dilakukan di bulan Ramadhan. Awalnya, sholat ini memang diwajibkan untuk dikerjakan oleh umat muslim. Namun, kewajiban tersebut menjadi gugur setelah turun perintah untuk mengerjakan sholat lima waktu. Semenjak itu, hukum dari ibadah tarawih berubah menjadi sunnah muakkadah (sangat dianjurkan untuk dilakukan).

Waktu Dan Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Waktu dan jumlah rakaat sholat tarawih

Syariat Islam mengatur mengenai ibadah tarawih dimana pelaksanaannya dilakukan setelah sholat Isya’ hingga akhir malam. Sebenarnya, tarawih boleh dikerjakan setelah sholat witir namun beberapa ulama berpendapat bahwa tindakan ini tidak afdhal. Kemudian, pelaksanaan tarawih sendiri juga perlu mempertimbangkan kondisi serta kemampuan para makmum.

Nabi Muhammad SAW memang mengerjakan ibadah tarawih dengan sangat lama karena surat yang dibacanya panjang. Pada waktu itu, Rasulullah terbiasa mengerjakan tarawih sebanyak delapan rakaat diikuti dengan witir tiga rakaat. Kemudian, pada zaman Umar bin Khattab, ibadah tarawih dikerjakan sebanyak dua puluh rakaat disertai dengan witir tiga rakaat.

Terkait dengan jumlah rakaat tarawih yang dikerjakan pada masa Rasulullah dan Umar bin Khattab, Syaikh Wahbah Az Zuhaili berpendapat. Menurutnya, jumlah rakaat pelaksanaan ibadah tarawih pada waktu itu merupakan ijma’ atau kesepakatan para sahabat terdahulu. Jadi, dapat disimpulkan bahwa persoalan jumlah rakaat tarawih adalah masalah furu’iyah.

Dengan demikian, persoalan ini bisa ditanggapi oleh para ulama yang bersangkutan dengan menggunakan hujjah-nya sendiri. Sebagian ulama berpendapat bahwa sholat tarawih yang dikerjakan adalah delapan rakaat. Pendapat ulama ini berpedoman pada kesaksian Aisyah yang diriwayatkan dalam hadist. Ia berpedapat bahwa ibadah tarawih nabi tak pernah lebih dari sebelas rakaat.

Sebaliknya, ada juga beberapa ulama yang mengerjakan ibadah tarawih sebanyak dua puluh rakaat. Pelaksanaannya mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh kaum Muhajirin dan Anshar semasa khalifah Umar. Lalu, ada juga sebagian ulama yang melakukan sembahyang tarawih sebanyak 36 rakaat. Golongan ini mencontoh apa yang dilakukan semasa khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Kemudian, Ibnu Taimiyah memberikan pendapatnya untuk menengahi perkara tentang jumlah rakaat tarawih. Menurut beliau, semua pendapat yang dikemukakan oleh ulama tersebut bagus dan dapat dibenarkan. Imam Ahmad juga menambahkan bahwa jumlah rakaat sembahyang tarawih sebetulnya tidak dibatasi. Jadi, Anda boleh mengerjakannya delapan, dua puluh maupun tiga puluh enam rakaat.

Keutamaan Sholat Tarawih

Keutamaan sholat tarawih
  • Kebiasaan orang shalih

Orang-orang Islam terdahulu memang terkenal dengan keshalihannya. Salah satu kebiasaan yang sering mereka lakukan adalah melakukan sholat malam. Allah SWT sendiri sebenarnya menjanjikan keistimewaan bagi umatnya yang rajin mengerjakan sholat malam. Keistimewaan tersebut adalah berupa amalan dan dicatat sebagai golongan orang shalih.

Tarawih termasuk ke dalam kategori sholat malam, maka apabila mengerjakannya itu menjadi bukti keshalihan Anda. Ada satu hadist yang menyinggung mengenai keutamaan sholat tarawih ini, yaitu sebagai berikut:

“Biasakanlah dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad).

  • Kemuliaan serta kewibawaan

Apabila Anda ingin memperoleh kemuliaan dan kewibawaan selain amalan, maka rutin sholat tarawih adalah jalan yang bisa ditempuh. Allah SWT telah menjanjikan umatnya berupa kemuliaan serta kewibawaan apabila mereka mengerjakan sholat malam termasuk tarawih. Perkara ini diatur dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Hakim dan Hasan.

“Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang mukmin itu ada pada shalat malamnya” (HR. Hakim dan hasan).

  • Mendapat ampunan dari Allah SWT

Secara khusus, apabila Anda mengerjakan ibadah tarawih dengan ikhlas maka akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Rasulullah SAW meriwayatkan kepada para sahabatnya bahwa mereka yang bertarawih akan diampuni segala dosa-dosanya terdahulu. Riwayat nabi mengenai perkara ini termaktub dalam sebuah hadist yang terjemahannya adalah sebagai berikut:

“Barangsiapa bangun pada malam bulan Ramadhan karena iman dan mengarapkan perhitungan dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Muslim).

  • Sholat sunnah paling utama

Terdapat banyak sekali ibadah sholat sunnah yang dapat Anda amalkan. Akan tetapi, dari sekian banyak tersebut tarawih merupakan sholat sunnah paling utama. Ibadah tarawih sendiri ini mendapat julukan qiyamu Ramadhan. Artinya sholat malam yang dilakukan pada bulan Ramadhan. Keutamaan ibadah tarawih ini disinggung oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadist yang berbunyi:

“Shalat yang paling afdhol setelah shalat fardhu adalah shalat malam” (HR. An Nasa’i).

Niat Sholat Tarawih

Niat sholat tarawih

Para ulamanya nampaknya setuju bahwa niat bertempat di hati. Dengan demikian, melafalkan niat bukanlah salah satu syarat ibadah tarawih. Ini artinya Anda boleh tidak melafalkan niat secara lisan. Akan tetapi, meski bukan merupakan syarat beberapa ulama dari madzhab Maliki berpendapat bahwa pelafalan niat disunnahkan. Tujuannya ialah dalam rangka membantu hati mendatangkan niat.

Sebaliknya, ulama dari madzhab Syafi’i justru mempunyai pandangan yang berbeda soal niat dalam ibadah sembahyang tarawih. Menurut mereka, tindakan terbaik adalah tidak melafalkan niat secara lisan tetapi cukup di dalam hati. Alasannya karena pelafalan lisan niat tarawih belum pernah dicontohkan oleh baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Terdapat dua niat tarawih yang wajib dilafalkan baik secara lisan maupun cukup dalam hati. Niat yang dimaksud adalah untuk Anda sebagai imam atau pun makmum. Berikut ini adalah lafal niat sholat tarawih beserta terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia. 

Niat sembahyang tarawih untuk makmum:

“Usholli sunnatat taroowihi rok’ataini ma’muuman lillahi ta’aalaa.”

(Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala).

Niat sembahyang tarawih untuk imam:

“Usholli sunnatat taroowihi rok’ataini imaaman lillahi ta’aalaa.”

(Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala).

Tata Cara Sholat Tarawih

Umat muslim disunnahkan untuk melaksanakan tarawih secara berjamaah di masjid. Pelaksanaanya pun cukup beragam bergantung kebijakan masijid yang bersangkutan. Secara umum, jumlah rakaat tarawih yang dilaksanakan adalah 8, 20 dan 36. Lalu, pengerjaannya dilakukan dengan cara per dua atau empat rakaat salam. Sekilas, tata cara tarawih ini sama dengan sholat sunnah lainnya, yaitu:

  • Niat.
  • Takbiratul ihram diikuti dengan doa iftitah.
  • Membaca surat Al Fatihah.
  • Membaca surat atau ayat Al-Qur’an.
  • Ruku’ dengan tuma’ninah.
  • I’tidal dengan tuma’ninah.
  • Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah.
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah.
  • (Berdiri lagi untuk melaksanakan rakaat kedua, lakukan niat hingga sujud kedua).
  • Setelah sujud kedua, lakukan tahiyat akhir dengan tuma’ninah.
  • Salam.

Bacaan Sholat Tarawih

Bacaan sholat tarawih

Persoalan mengenai bacaan ibadah tarawih juga mempunyai banyak versi dari berbagai pendapat berbeda. Apabila pedoman mengacu pada kebiasaan Rasulullah SAW dahulu, maka beliau membaca surat-surat yang panjang. Dengan demikian, waktu sembahyang tarawih pun akan menjadi lebih lama.

Bahkan, salah satu sahabat nabi yaitu Abu Dzar Al Ghifari merasa takut tertinggal sahur karena sholat yang begitu lama. Kekhawatirannya ini diriwayatkan dalam sebuah hadist, yaitu sebagai berikut:

“Kami mengerjakan shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sampai-sampai kami merasa takut tertinggal falah, yakni sahur.”

Sementara itu, pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Qadhi Abu Ya’la. Menurut beliau, panjang bacaan tarawih adalah satu juz dalam semalam. Ia berpendapat bahwa alangkah tidak baiknya apabila bacaan Al-Qur’an kurang dari satu kali khatam selama satu bulan. Ini dikarenakan tujuan dari pembacaan ayat-ayat suci ini adalah untuk didengar oleh makmum.

Tetapi, ada satu lagi pendapat yang cukup relevan dengan keadaan sekarang dimana bacaan sholat tarawih disesuaikan dengan dua aspek. Kedua aspek yang dimaksud yaitu kemampuan dan kondisi makmum. Imam Ahmad menyarankan agar imam membaca surat-surat pendek saat memimpin tarawih. Tujuannya ialah agar tidak memberatkan makmum terlebih jika malamnya pendek.

Manfaat Ibadah Tarawih Bagi Jasmani

  • Menurunkan kadar gula darah

Biasanya, setelah berbuka puasa sebagian dari kita cenderung makan berlebihan. Kebiasaan ini tentu saja dapat berdampak buruk terhadap tubuh terutama bagi penderita diabetes. Sebab makanan manis yang dikonsumsi saat berbuka dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh dengan cepat.

Peningkatakan kadar gula darah tentu saja dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh terutama penderita diabetes. Supaya kemungkinan buruk ini dapat diantisipasi maka ibadah tarawih merupakan solusi terbaik. Ini dikarenakan dalam sholat tarawih Anda akan melakukan berbagai gerakan yang bermanfaat menurunkan kadar gula darah.

  • Meningkatkan daya tahan tubuh

Bagi lansia dan orang tua, sembahyang tarawih ternyata dapat bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sebab pada saat melakukan gerakan tubuh akan bereaksi dan sel-sel menjadi lebih kuat. Inilah yang membuat seseorang bisa tahan berpuasa selama satu bulan penuh dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

  • Menghilangkan stres

Layaknya aktivitas fisik lain seperti olahraga, apabila dilakukan secara rutin ibadah tarawih bisa juga menghilangkan stres. Jadi, apabila Anda lelah dan penat mengenai persoalan pekerjaan di bulan Ramadhan, maka jangan mengabaikan ibadah tarawih. Ini dikarenakan ketika Anda melakukan gerakan dalam ibadah tarawih tubuh akan melepaskan senyawa kimia negatif.

  • Terjaganya kesehatan jantung

Anda tentu tidak menyangka bahwa pelaksanaan ibadah tarawih dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung. Ketika melakukan berbagai gerakan tarawih secara rutin, maka keseimbangan detak jantung akan terjaga. Dampaknya, tubuh Anda tentu akan menjadi merasa nyaman. Secara ilmiah, ibadah tarawih memiliki khasiat yang sama dengan senam kardio menurut penelitian dari Harvard.

Manfaat Ibadah Tarawih Bagi Rohani

  • Meningkatkan keimanan

Meskipun hukumnya sunnah, tidak ada ruginya bagi Anda untuk melakukan ibadah tarawih. Dikarenakan dengan mengerjakan tarawih, maka keimanan Anda kepada Allah SWT juga akan menjadi lebih meningkat. Apalagi pada saat bulan Ramadhan, Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat ganda dari setiap amalan.

  • Memberi ketenangan batin

Seperti sholat wajib dan sunnah lainnya, melaksanakan ibadah tarawih juga akan memberikan manfaat. Salah satu manfaat utama yang diberikannya adalah berupa ketenangan batin kepada Anda. Dampak ini dipengaruhi oleh gerakan dalam sembahyang tarawih yang bisa meredakan gejala stres hingga depresi. Jadi, pengerjaan sholat ini secara rutin akan membuat batin lebih tenang.

  • Melatih kesabaran

Pelaksanaan sholat tarawih juga bisa melatih tingkat kesabaran Anda sama seperti ketika berpuasa. Ibadah tarawih yang dilakukan secara berjamaah di masjid memang akan melatih kesebaran Anda. Mengapa bisa demikian? Ini dikarenakan jumlah rakaat ibadah tarawih sendiri lebih banyak. Jadi, Anda diwajibkan untuk sabar mengikuti imam hingga selesai.

Bahkan terdapat sebuah hadist yang mengatakan bahwa ibadah tarawih mengikuti imam hingga selesai memiliki keistimewaan. Keistimewaan tersebut adalah berupa besaran pahala yang setara dengan sholat semalam suntuk. Berikut ini adalah bunyi dari hadist tersebut.

“Barangsiapa mendirikan shalat malam bersama imam sehingga selesai, dicatat baginya shalat semalam suntuk.”

  • Menghilangkan kesejangan sosial

Sembahyang tarawih secara berjamaah biasanya dilakukan di tempat peribadatan umum seperti masjid dan mushola. Dengan melaksanakan ibadah tarawih berjamaah, maka semua kalangan akan berkumpul menjadi satu. Baik itu tua, muda, anak-anak, laki-laki, perempuan, kaya hingga miskin. Jadi, tidak ada lagi sekat pembeda diantara jamaah selain amal dan ibadah mereka.

  • Meningkatkan solidaritas sosial

Terakhir, dampak sholat tarawih bagi rohani pelakunya adalah meningkatnya solidaritas sosial. Sholat ini memang dilakukan secara berjamaah dengan orang lain. Jadi, secara otomatis hubungan silaturahmi untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah juga semakin membaik. Ramadhan merupakan momen tepat guna menggalang solidaritas sosial sehingga baik bagi Anda untuk ikut serta.

Sekian pembahasan Sholat Tarawih, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.