Sholawat Nariyah

Membaca sholawat merupakan salah satu tanda rasa cinta kita kepada Rasul. Nilai pujian seorang hamba kepada Rasul bisa dilantunkan melalui Sholawat Nariyah. Jika dimaknai secara mendalam, sholawat ini merupakan lafadz untuk memohon ampunan dari Allah SWT melalui perantara Rasululluhah.

Namun ternyata, cukup banyak golongan yang berpendapat jika perbuatan membaca Sholawat Nariyah ini merupakan perbuatan Bid’ah serta tidak ada dalilnya. Untuk itu, mari kita bersama-sama melakukan pengkajian secara mendalam, sehingga kita semua akan mengetahui hukumnya.

Sholawat Nariyah Dalam Bahasa Arab

Sholawat Nariyah Dalam Bahasa Arab

Perlu untuk Anda ketahui bersma, jika Ulama besar Syaikh Ibrahim at-Taaziyy al-Magribiylah yang mengarang Sholawat nabi Nariyah ini, sebagaimana yang pernah dikatakan oleh al-Habib Mundzie bin Fuad al-Musawa. Adapun mengenai teks arab bacaan Sholawat Nariyah adalah sebagai berikut ini.

اَللهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامَّاعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الَّذِىْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

 

Sholawat Nariyah Latin

Mengenai bentuknya, sebuah sholawat merupakan ungkapan sanjungan serta cinta umat kepada Rasullnya. Berikut bacaan Sholawat Nariyah latin yang bisa Anda baca dengan mudah, manakala Anda kesulitan untuk membaca dalam huruf Arabnya.

“Allahumma sholli sholaatan kaamilatan wasallim salaaman. Taman ‘ala sayyidina Muhammadi lladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil kurobu. Wa tuqdhobihil hawaaiju wa tunna lu bihiro ‘ibu wa husnul khotima wa yustaqol ghomawu biwajhihil kariim wa ‘ala aalihi washohbihi fii kulli lamhatin wa hafasim bi’adadi kulli ma’lu mi laka ya robbal ‘aalamiin”

 

Sholawat Nariyah Arab dan Artinya

Sholawat Nariyah Arab dan Artinya

اَللهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامَّاعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الَّذِىْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

 

junjungan kami Nabi Muhammad SAW. Semoga terurai dengan berkahnya segala macam buhulan dilepaskan dari segala kesusahan, dan ditunaikan segala macam hajad, tercapai segala keinginan dan khusnul khotimah, dicurahkan rahmat dan berkah pribadinya yang mulia. Kesejahteraan dan keselamatan yang sempurna itu semoga Engkau limpahkan juga kepada para keluarga dan sahabatnya setiap kedipan mata dan kembusan napas, bahkan sebanyak pengetahuan Engkau, Ya Tuhan semesta alam.”

Makna Sholawat Nariyah

Makna Sholawat Nariyah

Mengucapkan sholawat adalah salah satu bukti dari cinta kasih cara umat Nabi Muhammad Kepada beliau. Perlu diketahui bersama jika di hari kiamat nanti nya beliau insya Allah akan mendatangkan syafaat atau pertolongan kepada umatnya yang selalu Istiqomah membaca sholawat.

Sholat dalam bahasa Arab berarti doa, rahmat serta pujian. Sholat maktubah dinamakan sholat dikarenakan didalamnya terdapat kandungan doa serta istighfar. Untuk itu, shalawat kepada Nabi jika datangnya dari Allah memiliki arti Rahmat yang disertai pengagungan atau pemulihan serta pujian kepada Allah serta nabinya.

Di sisi lain, manakala pemulihan serta pujian itu selain Allah dimaksudkan untuk mendoakan atau meminta ampunan dari Allah. Membaca sholawat nabi berarti memohon agar Allah aturan kepada hamba pilihannya tersebut.

Syekh Yusuf an nabhani mengutip beberapa pendapat Ar Rohim yang mengatakan jika sholat dalam bahasa Arab memiliki arti doa, kemuliaan serta pemberkahan. Manakala datangnya dari Allah memiliki makna tazkiyah atau  pembersihan.

Datangnya dari malaikat berarti istighfar serta manakala datangnya dari manusia memiliki makna doa untuk itu membaca shalawat merupakan salah satu bagian dari tahiyat atau penghormatan. Jika kita diperintahkan untuk membaca sholawat nariyah maka maksudnya adalah mendoakan dengan penuh rahmat kepada Nabi Muhammad. Dengan demikian maka nabi sebagaimana yang ada dalam perintah Allah juga akan mendoakan dengan rahmat untuk manusia yang bershalawat kepada Nya.

Mengenai hal ini, ulama yang sudah bersepakat jika doa nabi itu tidak akan pernah ditolak oleh sang pemilik alam semesta Allah SWT. Dengan adanya hal tersebut maka Allah akan menerima syafaat dari nabi atas seluruh umat yang selalu bershalawat kepada beliau.

Sementara itu anak menurut bahasa Arab memiliki arti doa sebagai keselamatan dari beragam bencana tangan serta penyakit. Sedangkan menurut Ibnu Said memiliki arti kepatuhan tanpa menyelisihinya.

Manfaat 

Sholawat nariyah merupakan salah satu jenis sholawat yang paling banyak diamalkan oleh umat muslim. Sholawat ini diyakini memiliki beragam manfaat atau faedah bagi yang membacanya. Adapun beberapa manfaat sholawat saru ini diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Dimudahkan pintu rezekinya

Sholawat nariyah juga dikenal sebagai salah satu shalawat tafrijiyah tahu sholawat pelepas kesukaran. Sholawat nabi nariyah ini diyakini dapat mempermudah kan rezeki manakala dibaca 11 kali. Sholawat merupakan salah satu doa.

Dengan adanya hal tersebut maka dapat menjadi penghantar doa manakala seseorang sedang meminta kemudahan serta mendapatkan rezeki. Imam Zainuri juga mengatakan jika membaca sholawat nariyah sebanyak 11 kali setelah kita melaksanakan salat fardu maka menjadikan seseorang rezekinya tidak terputus.

Selain itu juga orang yang membacanya akan memiliki tingkatan layaknya orang kaya.

  1. Dimudahkan segala urusannya

Telah disebutkan manakala sholawat nariyah ini dibaca sebanyak 31 kali seusai melaksanakan salat subuh, Allah akan melancarkan segala urusan serta segala hajat yang dilakukan keesokan harinya. Untuk itu sebaiknya enakan sholat subuh Maka jangan lupa untuk membaca shalawat satu ini.

  1. Dijauhkan dari segala marabahaya dan penyakit

Seseorang yang rajin membaca sholawat nariyah setidaknya 90 kali maka akan terhindar dari segala penyakit serta bentuk kesusahan hidup. Tidak hanya itu saja, seorang juga akan diberi kesenangan dunia dan dijauhkan dari kesulitan yang akan menyulitkan hidupnya.

  1. Dikabulkan permintaannya

Sholawat nariyah yang dibaca bersama-sama di dalam sebuah majelis keilmuan kurang lebih 300 kali diyakini bisa mengabulkan hajat ikan dari segala marabahaya yang bisa menyimpannya. Selain itu hal tersebut juga disebutkan di dalam kitab Khozinatul Asror yang menyatakan jika sholawat nariyah merupakan salah satu sholawat atau doa yang mustajab untuk meminta sesuatu dari Allah.

Sejarah singkat 

Sejarah singkat sholawat nariyah

Sholawat nariyah merupakan sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh Nariyah tersebut hidup dikala zaman Nabi Muhammad s a w. Dengan demikian maka termasuk salah satu sahabat nabi serta beliau lebih menekuni pada bidang ketahuhidan.

Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras yang dilakukan oleh Rasulullah ketika menyampaikan wahyu Allah. Di mana waktu itu rasulullah mengajarkan mengenai Islam amal saleh dan akhlakul karimah. Melihat hal tersebut ia selalu berdoa kepada Allah untuk memberikan keselamatan serta kesejahteraan kepada Rasulullah.

Doa-doa yang dipanjatkan nya ternyata bisa menyertakan perjalanan hidup Nabi. Alat tersebut disebut dengan sholawat, serta Syekh Nariyah merupakan salah satu penyusun sholawat nabi yang kemudian disebut dengan nama sholawat nariyah.

Pada suatu malam Syekh Nariyah membaca sholawat nariyah sebanyak 4444 kali. Seusai beliau membaca kemudian mendapat Karomah dari Allah. Hingga akhirnya di dalam sebuah majelis beliau mendekati Nabi Muhammad serta dimasukkan ke dalam surga pertama kali bersama nabi.

Dan akhirnya nabi mengiyakan permintaan nya. Kemudian ada seorang sahabat yang cemburu serta lantas meminta didoakan yang sama seperti Syekh Nariyah. Akan tetapi nabi merupakan sosok yang adil, beliau menjawab dengan sangat bijak. Beliau mengatakan tidak bisa karena Syekh Nariyah sudah pertama kali atau terlebih dahulu meminta doa.

Permintaan  tersebut ditolak nabi serta justru Syekh Nariyah yang bisa? Para sahabat nabi tersebut tidak mengetahui bagaimana amalan yang dilakukan setiap malam oleh Syekh Nariyah. Syekh Nariyah setiap malam selalu mendoakan keselamatan serta kesejahteraan Rosulullah.

Selalu berdoa untuk keselamatan nabi pada hakekatnya juga berdoa untuk dirinya sendiri. Allah telah menjamin nabi-nabinya doa-doa tersebut akan berbalik kepada pengamalnya.

Nabi berperan sebagai wasilah yang dapat melancarkan doa umat dengan bersholawat kepadanya. Inilah salah satu rahasia doa atau shalawat nariyah yang tidak diketahui banyak orang hingga banyak orang yang selalu bertanya kenapa Nabi selalu meminta didoakan oleh umatnya.

Untuk itu, maka jika kita berdoa kepada Allah jangan lupa untuk membaca shalawat nariyah terlebih dahulu, karena atas doa kita terkabul yaitu melalui wasilah dengan bersholawat tersebut.

Pengertian 

Pengertian sholawat nariyah

Sholawat nariyah yang sering kita baca untuk memuji kepada Nabi Muhammad ini ternyata memiliki pengertian atau definisi tersendiri menurut bahasa atau menurut istilahnya.

Definisi menurut bahasa

Kata sholawat berasal dari kata arsala yang berarti sholat. Sholawat merupakan bentuk jamak dari kedua kata yang memiliki arti doa. Demikian maka secara bahasa sholawat diartikan sebaiknya sebuah doa.

Definisi menurut istilah

Adapun menurut istilah sholawat memiliki arti sebagai pujian untuk Rasulullah SAW.

Waktu terbaik untuk membaca sholawat 

  1. Ketika keluar masjid

Waktu terbaik pertama untuk mengamalkan sholawat nariyah kepada rasulullah yaitu saat masuk ke dalam masjid. Hal ini sesuai dengan hadits dari Fatimah radhiyallahu anha:

“Biasanya, ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam masuk ke dalam masjid beliau bershalawat kemudian mengucapkan: Rabbighfirli Dzunubi Waftahli Abwaaba Rahmatik (Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, dan bukalah untukku pintu-pintu Rahmat-Mu)” (HR. At Tirmidzi, 314. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi).

  1. Ketika keluar masjid

Bukan hanya saat akan memasuki masjid saja, mainkan membaca sholawat juga diperintahkan atau sangat baik ketika keluar dari masjid. Ternyata ketika melangkahkan kaki untuk keluar dari masjid kita juga dianjurkan untuk bersholawat kepada nabi seperti kelanjutan dari hadist Fatimah sebelumnya tadi:

“Dan ketika beliau keluar dari masjid, beliau bershalawat lalu mengucapkan: Rabbighfirli Dzunubi, Waftahlii Abwaaba Fadhlik (Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, dan bukalah untukku pintu-pintu keutamaan-Mu)” (HR. At Tirmidzi, 314. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi).

  1. Ketika tasyahud dalam menjalankan salat

Waktu terbaik selanjutnya untuk bersholawat yaitu saat tasyahud dalam sholat setiap umat muslim tentu akan selalu melaksanakan perintah Allah ini.

Untuk itu maka melaksanakan salat baik sholat wajib atau sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mendengar seorang lelaki yang berdoa dalam shalatnya tanpa mengagungkan Allah dan tanpa bershalawat. Beliau pun berkata: ‘Orang ini terlalu tergesa-gesa’. Rasulullah lalu memanggil lelaki tersebut lalu menasehatinya: ‘Jika salah seorang diantara kalian berdoa mulailah dengan mengagungkanlah Allah, lalu memuji Allah, kemudian bershalawatlah, barulah setelah itu berdoa apa yang ia inginkan‘” (HR. Abu Daud, 1481. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud).

  1. Ketika melaksanakan salat jenazah

Saat melaksanakan salat jenazah, kita semua juga dianjurkan untuk selalu bershalawat kepada rasulullah terkait dengan hal ini terdapat dalil yang mengatakan disyaratkan adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam Abdul Rozak dalam mushannaf nya dengan sanad yang shahih:

“Azzuhri berkata: Aku mendengar Abu Umamah bin Suhail bin Hanif berkata Ibnu Musayyab: Sunnah dalam shalat jenazah adalah takbir kemudian membaca ayat al-Qur’an, kemudian mengkhususkan do’a untuk mayat, dan tidak membaca (ayat al-Qur’an) melainkan pada takbir  yang pertama, kemudian

salam dari sebelah kanan. Ibnu Juraij berkata: Ibnu Shihab berkata: Pembacaan (ayat al-Qur’an) pada shalat mayit pada takbir  pertama.”

  1. Saat disebut nama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Beberapa diantara kita belum mengetahui jika kita harus bersholawat manakala ada yang menyebut nama Rasulullah s a w. Ketika kita tidak melaksanakannya maka Rasul akan menganggap kita sebagai orang yang kikir. Ini sesuai dalam sebuah hadis, rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Orang pelit itu adalah orang yang ketika disebut namaku ia enggan bershalawat” (HR. At Tirmidzi no.3546, ia berkata: “Hasan Shahih Gharib”).

  1. Saat mendengarkan adzan

Waktu terbaik berikutnya untuk membaca sholawat nariyah adalah ketika mendengarkan kumandang adzan. Selain dianjurkan untuk mengucapkan apa yang dikatakan oleh mulazim, kita juga diperintahkan untuk bershalawat kepada rasulullah. Rasulullah  allahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Jika kalian mendengarkan muadzin mengumandangkan adzan, ucapkanlah apa yang ia ucapkan. Kemudian bershalawatlah kepadaku. Karena setiap seseorang bershalawat kepadaku, Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali” (HR. Muslim, no. 384)

  1. Ketika sedang melaksanakan dzikir pagi serta sore

Zikir adalah salah satu amalan yang sebaiknya kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa melaksanakan zikir di pagi ataupun sore hari. Zikir akan lebih baik ketika diiringi dengan Sholawat nariyah kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Karena terdapat beberapa balasan luar biasa yang akan didapatkan ketika orang melaksanakannya hal ini seperti sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam :

“Barangsiapa bershalawat kepadaku ketika pagi dan ketika sore masing-masing 10 kali, ia akan mendapatkan syafa’atku kelak di hari kiamat” (Dihasankan oleh Al Mundziri dalam Targhib Wat Tarhib, 1/314, juga oleh Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid, 10/123)

  1. Saat akan berdoa

Waktu terbaik selanjutnya untuk mengucap sholawat yaitu ketika kita hendak berdoa. Sholawat kepadanya merupakan salah satu penentu mengenai terkabul serta terhalangnya sebuah doa yang diucapkan oleh seorang hamba hal ini diriwayatkan dalam sebuah hadis:

Dari Anas bin Malik Radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap doa tertutup (terhalang dari pengabulannya, pent) hingga ia bershalawat kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam.” (HR. ad-Dailami dan dinyatakan Hasan oleh Syaikh al-Albani).

  1. Di dalam waktu-waktu yang tidak ditentukan

Pada dasarnya kita memang dianjurkan untuk selalu bershalawat kepada rasulullah setiap saat dalam keadaan apapun waktu-waktu yang tidak ditentukan tersebut ternyata bisa seperti saat dalam menempuh perjalanan, ketika menunggu, ketika sedang menunggu serta beberapa aktivitas lainnya. Hal ini dilakukan supaya waktu yang kita habiskan tidak sia-sia belaka. Seperti dalam hadis berikut ini:

“Sesungguhnya Allah dan para Malaikatnya bershalawat kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepadanya dan doakanlah keselamatan atasnya” (QS. Al Ahzab: 56)

Juga keumuman sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam: “Karena setiap seseorang bershalawat kepadaku, Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali” (HR. Muslim, 384)

  1. Hari serta malam Jumat

Waktu terbaik berikut untuk bersholawat yaitu di hari dan malam Jumat hal ini juga sesuai dalam sebuah riwayat Hadits :

“Hari jumat adalah hari yang paling utama. Oleh karena itu perbanyaklah sholawat nariyah kepadaku pada hari itu. Karena sesungguhnya shalawat kalian itu sampai kepadaku”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin shalowat nariyah kami sampai kepadamu, sementara kelak engkau dikebumikan?”. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala telah mengharamkan bumi untuk menghancurkan jasad para Nabi shallallahu ‘alaihim” (HR. Abu Daud no. 1047. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami, 2212)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda: “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari dan malam Jumat. Karena orang yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali” (HR. Al-Baihaqi, 3/249. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah, 1407)

  1. Mengadakan majelis

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya Jika setiap waktu dapat mendatangkan pahala baik untuk pelakunya manakala dihabiskan dengan selalu mengingat Allah dan rasulnya seperti dalam hadis berikut ini:

Artinya: “Tidak duduk sesuatu kaum di dalam sesuatu majlis, sedang mereka tidak menyebut akan Allah dan tidak bershalawat nariyah kepda Nabinya, melainkan menderita kekuranganlah maka jika Allah mmghendaki niscaya Allah akan mengazab mereka dan jika Allah menghendaki, niscaya akan mengampuni mereka.” (HR. Al-Thrmudzî Abû Dâwud, di shahihkan oleh Syeikh Al-Albani).

Download MP3

Bagi anda yang ingin memiliki bacaan sholawat nariyah dalam bentuk mp3 dapat download disini

Sekian pembahasan Sholawat Nariyah, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.