Sujud Syukur

Pernahkah Anda mendengar istilah sujud syukur? Pastinya Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah satu ini. Sujud syukur diartikan sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala atas segala nikmat yang telah diberikan dengan cara melakukan gerakan sujud disertai membaca doa sujud syukur di dalamnya.

Selain itu, Anda juga perlu mengetahui bahwa sujud syukur ini termasuk dalam salah satu ibadah sunnah. Hal ini karena Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terus melakukan sujud syukur kepada Allah SWT saat beliau mendapat sesuatu hal yang menggembirakan.

Pengertian Sujud Syukur

Pengertian Sujud Syukur

Pengertian dari sujud syukur telah disinggung pada informasi diatas yakni sebagai salah satu bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT terhadap berbagai nikmat yang telah diberikan. Cara mengungkapkannya yaitu dengan melakukan gerakan sujud sambil membaca do’a sujud syukur.

Dalam pelaksanaan sujud syukur sebenarnya sudah disinggung pada salah satu hadist shahih yang diriwayatkan oleh Abu Daud yang mana bunyinya sebagai berikut:

Dari Abu Bakrah bahwa Nabi Muhammad SAW bila datang kepada beliau sesuatu hal yang menggembirakan, atau kabar suka cita, maka dari itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terus bersujud semata-mata sebagai bentuk terima kasih atau bersyukur kepada Allah (HR. Abu Daud).

Selain tercantum dalam hadist, ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT juga terdapat pada Al Qur’an tepatnya pada surat Ibrahim Ayat 7 yang artinya: “Dan ingatlah juga, tatkala Tuhan mu memaklumkan, “sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat kepada kamu, dan jika kamu mengingkari nikmatKu, maka sesungguhnya azabKu sangatlah pedih (QS. Ibrahim, Ayat 7)

Oleh sebab itu, terus bersyukurlah kepada Allah SWT, selain mendapatkan pahala, juga akan ditambahkan rezekinya serta kenikmatan yang lainnya. Namun, bila mengingkarinya maka akan mendapat azab yang sangat pedih.

Dalil dan Hukum

Untuk dalil di syari’atkannya dari sujud syukur yang mana telah di riwayatkan oleh HR. Abu Daud No. 2774 (Syaikh Al Albani mengatakan bahwa dalil ini shahih) adalah sebagai berikut:

“Dari Abu Bakroh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yakni saat beliau mendapat hal yang menggembirakan atau di kabarkan suatu berita gembira, beliau tersungkur untuk sujud kepada Allah Ta’ala.

Selain itu, terdapat juga salah satu hadist yang berasal dari Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu yang mana telah di riwayatkan oleh Imam Al Bukhari yakni di mana saat diberitahu bahwa taubat Ka’ab telah diterima, beliau (Nabi Muhammad SAW) langsung tersungkur untuk bersujud yakni sujud syukur.

Sementara untuk hukum melakukan sujud syukur adalah disunnahkan saat ada sebab atau alasan. Ini pendapat dari ulama Syafi’iyah dan juga Hambali.

Sebab Sujud Syukur

Sebab Sujud Syukur

Untuk melakukan sujud syukur itu saat mendapat nikmat yang besar atau berlimpah. Misalnya ketika seseorang baru dikaruniai oleh seorang anak oleh Allah SWT dalam jangka waktu yang sangat lama. Selain itu, sujud syukur juga telah di syariatkan saat selamat dari suatu musibah seperti menemukan barang yang telah hilang, ketika sembuh dari sakit keras, selamat dari kebakaran dan lain sebagainya.

Sebab lain dari melakukan sujud syukur adalah ketika melihat orang lain tertimpa musibah atau saat melihat pelaku maksiat. Ini di lakukan sebagai salah satu bentuk rasa syukur karena telah selamat dari hal tersebut.

Menurut Ulama Hambali dan Syafi’iyah juga menegaskan bahwa sujud syukur itu di sunnahkan saat mendapat suatu nikmat atau selamat dari bencana musibah yang sifatnya itu khusus pada masing – masing individu atau hanya dialami oleh kebanyakan umat muslim misalnya seperti selamat dari wabah maupun selamat dari musuh.

Syarat

Mengenai syarat melakukan sujud syukur itu sebenarnya tidak di syaratkan untuk menghadap ke arah kiblat, namun juga tidak di syaratkan dalam keadaan yang suci karena sujud sykur itu bukanlah shalat. Akan tetapi, hal – hal tadi itu hanyalah bersifat di sunnahkan saja dan juga bukanlah syarat.

Demikian salah satu pendapat yang dianut oleh Ibnu Taimiyah rahimahullah yang mana menyelisihi pendapat para ulama madzhab.

Tata Cara

Dalam tata cara melaksanakan sujud syukur sebagai salah satu ibadah sunnah yang dapat diamalkan oleh Anda saat mendapat suatu bentuk kenikmatan dan juga rezeki dari Allah Subhanahu wa ta’ala sebenarnya cukup mudah dan gampang dalam melaksanakannya. Agar lebih jelasnya, dapat Anda simak pada ulasan berikut ini mengenai tata cara sujud syukur yang benar sesuai dengan sunnah.

  1. Suci dari segala jenis najis dan hadas. Baik itu hadas besar maupun kecil. Jadi harus dalam keadaan bersih ataupun suci.
  2. Tata cara yang ke dua adalah berwudhu seperti wudhunya ketika mau sholat.
  3. Menghadap ke arah kiblat
  4. Membaca niat dari sujud syukur
  5. Melaksanakan gerakan takbiratul ikhram
  6. Kemudian langsung melakukan gerakan sujud syukur 1 kali
  7. Lalu membaca doa sujud syukur ketika dalam posisi sujud syukur tersebut
  8. Diakhiri dengan duduk dan mengucapkan salam

Sedangkan, mengenai doa dari sujud syukur adalah sebagai berikut:

“subhaanallohi walhamdulillaahi walaa ilaaha-illalloohu wallohu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘adziim.”

Artinya: “Maha suci Allah dan segala puji untuk Allah, tiada Tuhan selain Allah. Allah maha besar dan tiada kekuatan serta daya upaya kecuali atas izin Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung”

Penjelasan tata cara sujud syukur

Penjelasan tata cara sujud syukur

Sebelum melakukan sujud syukur, tentu ada beberapa syarat sah yang wajib dipenuhi terlebih dahulu sebagaimana melaksanakan ibadah lainnya. Untuk syarat sah melaksanakan sujud syukur antara lain suci badan, pakaian dan tempat, kemudian menghadap arah kiblat, dan menutup aurat pada tubuh.

Kemudian, setelah syarat yang telah disebutkan tadi terpenuhi dengan baik maka setelah bersuci maupun berwudhu dilanjutkan dengan berdiri menghadap arah kiblat, lalu niatkan dengan niat sujud syukur dalam hati sambil mengangkat kedua tangan atau takbiratul ihram. Setelah itu bersedekap sebentar seperti sedekepnya melakukan shalat wajib tanpa disertai bacaan apa-apa.

Setelah itu lakukanlah takbir tanpa mengangkat ke dua tangan serta langsung melakukan sujud satu kali dan bangkit dari gerakan sujud disertai mengucapkan Allahuakbar atau takbir, setelah itu duduk sejenak untuk mengucap salam.

Catatan: Pada bagian berwudhu atau bersuci ada beberapa ulama yang mana memiliki pendapat bahwa berwudhu atau bersuci itu bukan sebagai syarat. Maksudnya adalah boleh untuk dilakukan tanpa melaksanakan wudhu terlebih dahulu. Sementara niat dari sujud syukur adalah nawaetu sujudasysyukuri lillahi ta’ala.

Tata Cara Sujud Syukur Lengkap

Adapun tata cara melakukan sujud syukur yang lebih ringkas adalah sebagai berikut:

  1. Suci dari hadas besar, kecil, dan juga najis.
  2. Menutup segala aurat dan menghadap arah kiblat
  3. Melakukan takbir dengan disertai membaca doa niat melakukan sujud syukur. Do’anya sebagai berikut:

Nawaitu sujudas syukri sunnatan lillahi ta’ala” yang mana artinya “Saya niat melaksanakan sujud syukur sunnah karena Allah Ta’ala.”

  • Dilanjutkan dengan sujud satu kali disertai dengan membaca doa berikut ini:

“Sajada wajhi lillazi kholaqu washowwarahu wasyaqqa san’ahu wabashorahu bi haulihi wa quwwatihi fatabaarakallaahu ahsanul kholiqina.

Yang artinya: “Aku sujudkan wajahku pada yang menciptakannya, membentuk rupanya, dan membuka pendengaran serta penglihatannya. Maha suci Allah sebaik-baik pencipta.”

  • Setelah itu, dilanjutkan dengan duduk serta mengucap salam pada arah kanan dan juga kiri.

Waktu Melakukan Sujud Syukur

Bersyukur pada Allah SWT merupakan salah satu amalan yang seharusnya dikerjakan oleh manusia. Allah telah memberikan segala karuniaNya sehingga para umat muslim dapat merasakan ketenangan dan kebahagiaan dalam menjani hidupnya.

Mengungkap syukur kepada sang Pencipta tentunya dapat diakukan dengan banyak hal. Bisa dengan mengucapkan bacaan hamdalah atau bisa juga dengan melakukan sujud syukur. Seperti tercantum dalam sebuah hadist yang telah di riwayatkan oleh Ibnu Majah, dari Abu Bakrah RA.

“Bila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapati kemudahan dan juga kabar gembira, beliau langsung tersungkur berssujud kepada Allah subhanahu wa ta’ala”.

Walaupun demikian, para ulama telah sepakat bahwa sujud syukur itu tidak boleh dikerjakan tanpa adanya sebab tertentu. Bahkan menurut Imam An Nawawi, terdapat beberapa situasi dan kondisi yang mana membuat sujud syukur itu sunnah untuk segera dilakukan. Dimana waktu pelaksanaannya dapat di simak pada informasi berikut ini:

  • Rezeki berlimpah

“Memperoleh nikmat yang tidak terduga, baik yang tampak semisal kelahiran anak, kedatangan orang yang hilang, dan sembuh dari penyakit, atau yang tidak tampak seperti memperoleh pengetahuan bagi diri sendiri ataupun anak.”

Maksudnya adalah Anda di sunnahkan untuk mengerjakan sujud syukur ketika Anda pada kondisi rezeki yang sedang berlimpah dimana sedang mendapat nikmat yang terduga dari Allah SWT misalnya seperti kelahiran anak, kedatangan anggota keluarga yang telah lama menghilang, dan mendapatkan ilmu pengetahuan sehingga terhindar dari kebodohan.

  • Terhindar bahaya

“Terhindar dari bahaya secara tiba-tiba, seperti selamat dari reruntuhan atau bangunan, tenggelam, dan musibah lainnya.”

Manusia tidak bisa menduga kapan akan datangnya musibah kepadanya. Bisa jadi saat ini mendapat nasib baik, dan besoknya mendapatkan nasib yang buruk. Maka dari itu, sempatkanlah untuk selalu melakukan sujud syukur saat mendapat lindungan dari Allah SWT.

  • Melihat pelaku maksiat

“Melihat orang fasik, baik yang tampak kefasikannya ataupun tertutup dan terus menerus melaksanakan dosa kecil. Disunnahkan untuk memperlihatkan sujud syukur kepada orang yang berbuat dosa secara terang-terangan bila tidak dikhawatirkan terjadi fitnah.”

Maksudnya, bila Anda sedang berada disuatu tempat tertentu dan kebetulan melihat sesuatu yang tidak baik atau yang menjurus ke maksiat. Maka, Anda disunnahkan untuk melakukan sujud syukur secara terang-terangan di depan pelaku maksiat tersebut. Hal ini dilakukan agar Anda terhindar dari fitnah.

Bagaimana bila nikmat bersifat terus-menerus?

Sujud syukur memang di lakukan ketika mendapatkan rezeki atau nikmat yang berlimpah, namun bagaimana jadinya bila nikmat yang di dapat itu sifatnya terus – menerus atau mengalir tanpa henti? Menurut pada Ulama Syafi’iyah dan juga ulama Hambali telah berpendapat yang bunyinya:

“Tidak di syari’atkan atau di sunnahkan untuk melakukan sujud syukur karena mendapat nikmat yang terus – menerus yang mana tidak akan pernah terputus.

Hal ini di karenakan pastinya dalam hidup akan ada orang yang selalu sehat mendapatkan nikmatnya bernafas, maka tidak di anjurkan untuk melakukan sujud syukur setelah shalat. Nikmat itu bisa didapati setiap waktu selama nyawa masih dikandung oleh badan. Akan tetapi, lebih pantasnya dilakukan setiap kali sedang bernafas. Namun, tidak mungkin kan ada yang bisa melakukannya?

Hikmah sujud syukur

Tentunya ada banyak hikmah yang telah diberikan oleh salah satu perkara sunnah ini, diantaranya sebagai berikut:

  • Mengingat Allah

Salah satu hikmah dari melakukan sujud syukur adalah sebagai bentuk bahwa Anda akan selalu mengingat Allah sepanjang perjalanan hidup Anda baik itu suku atau duka dan juga merupakan akhlaq dalam agama islam yang terpuji.

Namun terlepas dari itu semua, ada lagi hikmah yang sangat luar biasa ketika Anda bersikap selalu mengingat Allah, sebagaimana dalam firman Allah SWT berikut ini yang artinya:

“Karena itu, ingatlah kamu kepada Ku biscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada Ku dan janganlah kamu mengingkari ni’mat Ku”. (QS Al Baqarah: 152)

  • Ucapan Rasa syukur

Namun ingatlah juga ketika Tuhanmu telah bersabda, “sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat kepadamu, dan bila kamu mengingkari nikmat Ku maka sesungguhnya azab Ku sangatlah pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Pada surat tersbut telah dijelaskan bahwa, Allah senantiasa menambahkan nikmat bagi siapa saja yang selalu mengucap rasa syukur, namun sebaliknya Allah akan memberikan azab bagi siapa saja yang mengingkari nikmat yang telah diberinya.

  • Semakin dekat kepada Allah

Ketika posisi sujud ini dipercaya sebagai salah satu momentum dimana seorang hamba benar-benar dalam posisi yang paling dekat dengan Allah SWT. Maka dari itu perbanyaklah sujud maka insyaallah Anda akan menjadi semakin dekat dengan Allah SWT. Hal ini didukung dari sebuah hadist yang diriwayatkan oleh HR Muslim.

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Paling dekatnya seorang hamba kepada Tuhannya yakni ketika waktu ia sedang sujud, maka dari itu perbanyaklah do’a.” (HR. Muslim)

  • Menghilangkan sifat sombong

Sikap sombong merupakan sifat yang paling dibenci oleh Allah SWT. Hal ini dikarenakan sombong itu salah satu contoh dari penyakit hati menurut agama islam dimana memandang rendah orang lain dan merasa dirinya paling hebat. Namun sebenarnya dalam pandangan Allah seluruh makhluk ciptaanNya itu sama yang membedakannya hanyalah amal dan perbuatan.

Maka dari itu, sujud syukur adalah salah satu cara untuk menghilangkan rasa sombong yang mana secara naluri memang ada pada diri manusia.

  • Bentuk pasrah

Penjelasan mengenai bentuk kepasrahan disini maksudnya ialah bukan menyerah akan tetapi lebih pada rasa berserah diri kepada Allah SWT sebagai salah satu cara agar hati menjadi tenang dalam agama islam. Maka, dengan melaksanakan sujud syukur diartikan bahwa kita benar mensyukuti segala bentuk nikmat yang diberi dan memasrahkan yang terjadi selanjutnya.

Karena sujud merupakan salah satu bentuk ungkapan yang mana melambangkan kepasrahan manusia akan semua takdir yang telah digariskan dariNya.

  • Rendah diri

Saat dalam posisi bersujud, maka dahi akan menyentuh lantai atau tanah, badan juga dalam posisi yang sangat rendah. Oleh karena itu, sujud syukur dilakukan merupakan symbol dari merendahkan diri dihadapan Tuhan semesta alam.

Sudah sepantasnya dalam hidup ini seorang hamba harus mempunyai sikap rendah diri. Karena, bagaimanapun itu seorang manusia tidak akan ada yang dapat dibanggakan didepan Allah SWT, kecuali amal serta ibadah yang dilakukannya selama masih didunia.

  • Membuat otak segar

Ketika dalam posisi melakukan sujud, maka posisi kepala lebih rendah dari badan. Bila dipandang dari sisi kesehatan, dari posisi ini suplai dari oksigen ke otak lebih banyak. Sehingga akan membuat otak menjadi lebih fresh dan segar.

  • Menjauhkan diri dari takabur

Selain sifat sombong, ada satu lagi sifat tercela yang sangat dibenci oleh Allah SWT yakni takabur yang merupakan sifat dimana seseorang merasa paling benar dan lebih dari segala galanya bila dibandingkan dengan orang lain.

Sifat ini akan membuat manusia menjadi lupa diri bahwa apa yang telah didapatkannya itu adalah hasil dari usahanya semata tanpa campur tangan pihak lain maupun Allah SWT. Sesungguhnya sifat takabur itu menjauhkan dari rasa bersyukur.

  • Menajamkan pikiran

Saat sirkulasi darah serta oksigen di otak lancar, maka otomatis daya konsentrasinya pun akan meningkat. Pastinya dalam hal ini yang membuat daya ingat atau memori yang bekerja menjadi semakin tajam. Apalagi dibarengi dengan peningkatan usia yang semakin bertambah tentu hal tersebut akan semakin menurun.

  • Memperlancar sirkulasi darah

Ketika dalam posisi sujud maka sirkulasi darah ke otak akan menjadi lancar. Pastinya ini sangat baik untuk kesehatan tubuh Anda. Apalagi bila ditambah Anda yang mengalami masalah dengan kepala seperti pusing. Maka bila Anda melakukan sujud syukur, rasa pusing itu akan hilang.

Sekian pembahasan Sujud Syukur, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.