Apa Yang Dimaksud Zakat Fitrah

Zakat fitrah merupakan salah satu ibadah yang harus dilakukan oleh seorang muslim, baik pria maupun wanita tanpa terkecuali. Dalam keadaan apapun baik sehat maupun sakit pun, tetap diharuskan untuk tetap membayar zakat ini. Zakat ini berarti membersihkan kewajiban bagi seorang muslim dalam pelaksanaannya yang telah ditentukan menurut urutan tanggal dan pelaksanaannya.

Apabila seorang muslim tidak melaksanakan ibadah zakat ini, berarti telah melanggar perintah dari Allah SWT. Begitu pentingnya ibadah zakat ini, sampai dijelaskan dan diterangkan secara gamblang dalam Al quran. Tujuan dan maksud adanya zakat ini pastilah untuk memberikan kebaikan dunia dan akhirat bagi seorang muslim. Karena kita ketahui, zakat ini akan diperuntukkan bagi orang – orang yang layak mendapatkannya.

Pengertian Zakat Fitrah

Pengertian Zakat Fitrah
  • Pengertian zakat menurut bahasa

Zakat menurut bahasa mengkondisikan sifat dari dilakukannya sebuah ibadah zakat, yang wajib dilakukan oleh seorang muslim. Ketika ibadah zakat ini dilakukan oleh seorang muslim, maka akan memunculkan kebaikan dalam diri seorang muslim. Maka makna dari zakat ini merujuk pada mensucikan diri dan menetralisir sifat kikir seorang muslim, untuk bisa membantu sesama umat muslim.

Makna secara bahasa ini memang tujuan dilakukannya sebuah zakat kepada orang-orang muslim. Ketika zakat ini tidak dilakukan oleh seorang muslim, maka akan mengakibatkan menurunnya rasa taqwa kepada Allah swt. Ukuran ini bisa diambil karena zakat ini dilakukan bagi orang-orang yang sadar akan pembersihan hati dan pikiran, melalui pengeluaran harta berupa bahan pokok konsumsi sehari-hari.

  • Pengertian zakat menurut istilah

Zakat menurut istilah lebih mengedepankan tentang prosedural dari pelaksanaan sebuah zakat. Ketika zakat ini diperuntukkan sebagai sarana pembersihan hati dan pikiran, maka secara istilah lebih memaknai tentang  ukuran wajib yang harus dikeluarkan untuk dibagikan kepada orang yang membutuhkan, sesuai ketentuan dan syarat khusus.

Jadi memang zakat fitrah ini haruslah dikeluarkan dengan ukuran berdasarkan harta yang dimiliki, dan juga waktu serta syarat-syarat tertentu. Hal ini dilakukan agar pengoptimalan akan rasa cinta akan harta tidak berlebihan. Semakin tinggi harta yang dimiliki, maka akan semakin besar zakat yang wajib dikeluarkan.

Hukum Zakat Fitrah

Hukum Zakat Fitrah

Zakat merupakan salah satu ibadah yang haruslah dilaksanakan oleh seorang muslim yang ada di dunia ini tanpa terkecuali. Umur pun tidak ditentukan dari baligh atau sudah tua tetap harus melaksanakan ibadah zakat ini. Ibadah ini dilakukan semata-mata untuk memberikan sebagian harta yang kita miliki bagi orang yang membutuhkan. Oleh karena itu, erat kaitannya kepada orang yang memang berhak mendapatkannya.

Ketentuan dari orang yang menerima zakat ini sangat banyak kriterianya, yang ditentukan berdasarkan ukuran baik harta maupun kondisi sosial yang ada. Sehingga sangatlah penting bagi seorang muslim untuk mengeluarkan zakat ini. Hingga zakat ini hukum fardhu ain bagi siapapun yang hidup di dunia ini wajib melaksanakan ibadah zakat ini.

Tata Cara Membayar Zakat Fitrah

Tata Cara Membayar Zakat Fitrah

Zakat yang diwajibkan bagi seluruh muslim yang ada di dunia memiliki tata cara dan prosedur yang sesuai dengan syariat islam. Memang zakat ini erat kaitannya dengan ukuran yang pas dan ditentukan berdasarkan besaran harta yang dimiliki. Semakin besar harta yang dimiliki maka akan semakin besar zakat yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim.

Inilah yang akan membedakan antara orang muslim dengan orang non muslim yang tidak melaksanakan ibadah zakat ini. Adapun cara pelaksanaan dalam ibadah zakat ini yaitu dilakukan di bulan romadhon sebelum terbitnya matahari, menandakan telah masuknya bulan syawal. Maka ketika pada takaran dan ukuran dari zakat ini tidak terlaksanan dengan baik, akan dikatakan tidak sah zakat fitrah yang dilakukan.

Syarat Orang Wajib Zakat Fitrah

  • Islam

Beragama tentunya menjadi syarat paling utama dalam pelaksanaan sebuah ibadah zakat ini. Bagi seorang muslim ibadah zakat ini merupakan salah satu pelepasan kewajiban akan harta yang dititipkan oleh sang pencipta kepada hambanya. Hingga hamba tersebut diperintahkan untuk mensucikan diri dan hati dengan melakukan ibadah zakat ini.

Ketika seorang muslim ini tidak melaksanakan ibadah zakat ini, maka dikatakan kurang sempurna sebagai seorang muslim. Meskipun ada ketentuan yang menjadikan seorang muslim tidak melaksanakan zakat, namun bagi siapapun orang muslim tersebut apabila tidak ada kondisi tertentu, maka diwajibkan atas diri seorang muslim tersebut untuk melakukan zakat.

  • Menemui Dua Waktu Bulan Ramadhan Dan Syawal

Momentum dilaksanakannya ibadah zakat ini pada waktu akhir bulan romadhon dan menjelang bulan syawal. Pada moment ini, maka kebanyakan orang muslim mencapai sebuah kerinduan dan optimalnya rasa cinta kepada Allah dan rasulnya serta segala ibadah yang ada pada seorang muslim. Sebulan lamanya dilaksanakan puasa romadhon dengan berbagai ibadah di dalamnya.

Tentu hari kemenangan tersebut senantiasa ditambahi dengan suka cita akan zakat fitrah, yang dikeluarkan pada hari terakhir bulan romadhon sebelum masuk bulan syawal. Maka di situlah makbulnya zakat yang akan mensucikan hati, pikiran dan harta sebagai salah satu perwujudan rasa syukur dan optimalnya iman terlepas dari aktifitas sebulan penuh bulan romadhon.

  • Memiliki Harta Berlebih Dari Kebutuhan Harian Untuk Dirinya Dan Keluarga

Apabila telah mampu memenuhi kebutuhan diri sendiri maupun keluarga, dengan kondisi apapun itu baik kecukupan maupun kekurangan tetap harus melaksanakan ibadah zakat ini. Ketika kita menyadari tentang hakekat seorang muslim yang hidup di dunia ini, senantiasa akan diberikan kekayaan oleh Allah namun bagi yang dikehendaki.

Perumpaan tersebut maksudnya ketika ada perasaan kurang mampu, maka masih ada orang yang tidak mampu setelah kita. Maka dari itu ketika telah mampu membina sebuah rumah tangga dan mampu memimpin dengan baik, niscaya tidak ada syarat untuk tidak melaksanakan ibadah zakat ini.

Syarat Orang Tidak Wajib Zakat Fitrah

  • Orang Meninggal Sebelum Matahari Terbenam Di Akhir Ramadhan

Keadaan di mana seorang muslim tidak diwajibkan melaksanakan ibadah zakat yaitu ketika meninggal dunia, pada saat sebelum terbenamnya matahari di akhir hari bulan romadhon.  Hal paling makbul ketika melaksanakan ibadah zakat ini di hari akhir romadhon dan sebelum memasuki bulan syawal. Ketika telah meninggal dunia pada hari sebelumnya, maka tidak diwajibkan melaksanakan ibadah zakat.

Maka bagi anda yang memiliki seorang keluarga yang meninggal pada hari sebelum hari terakhir bulan romadhon, tidak ada masalah untuk tidak melaksanakan ibadah zakat atas dirinya. Namun ketika berkenan untuk melaksanakan ibadah zakat, maka itu baik. Jadi memang membangkitkan kesadaran akan zakat ini penting bagi orang yang masih bisa beraktifitas dengan niatan membersihkan harta yang dimiliki.

  • Seorang Bayi Yang Lahir Setelah Terbenam Matahari Pada Hari Akhir Ramadhan

Adapun kondisi di mana bayi yang baru lahir di hari terakhir bulan romadhon, juga belum mendapatkan kewajiban untuk melaksanakan ibadah zakat. Namun apabila dari pihak orang tua melaksanakan ibadah zakat pada bayi tersebut, maka diperkenankan. Tidak ada larangan untuk melaksanakan ibadah zakat. Namun kewajiban bagi seorang muslim yang masih hidup diwajibkan untuk melaksanakan ibadah zakat ini.

Oleh sebab itu, sebagai perwujudan rasa cinta kasih sayang kebanyakan dari para orang tua yang memiliki bayi yang lahirnya setelah matahari tenggelam pada hari terakhir bulan romadhon, diperkenankan pula melakukan ibadah zakat ini meskipun belum ada kewajiban.

  • Mualaf Setelah Matahari Terbenam Di Hari Terakhir Ramadhan

Seorang mualaf diibaratkan sebagai seorang bayi yang baru dilahirkan dengan keyakinan yang baru, memulai meyakini keesaan Allah swt. Bagi seorang mualaf tersebut tidak diberikan kewajiban dalam melaksanakan ibadah zakat. Namun kembali lagi ke pribadi dari individu seorang mualaf tersebut. Diperkenankan untuk berzakat dan tidak ada kewajiban untuk zakat.

Kapan Zakat Fitrah Harus Dikeluarkan ?

  • Waktu Harus

Hal yang tidak bisa dinego ialah ketika dalam pelaksanaan ibadah zakat ini. Zakat fitrah ini haruslah mengikuti ketentuan secara syariat. Sehingga ketika tidak dapat melaksanakan nya sesuai dengan ketentuan waktu dan ukuran, maka akan menjadikan zakat yang dikeluarkan berbeda arti dan kemanfaatannya. Bahkan akan berubah menjadi haram ketika tidak mengikuti ketentuan yang ada.

Haruslah dikeluarkan zakat bagi seorang muslim tersebut, ketika telah memasuki hari terakhir bulan romadhon. Bukan hanya itu saja, melaksanakannya di hari yang tepat dan ukuran atau takaran yang pas dan tidak dikurangi, maka tentunya akan sah ibadah zakat yang dilakukan.

  • Waktu Wajib

Pelaksanaan zakat yang dilakukan pada hari terakhir bulan romadhon menjadi salah satu hari wajib bagi seorang muslim, untuk bisa melaksanakan zakat bahan pokok pangan. Dan ini menjadi ketentuan bagi seorang muslim serta tidak bisa mendapatkan keringanan. Hidup di dunia ini tentunya memiliki makna, dan salah satunya ialah memberikan sebagian harta kepada orang yang memang berhak menerimanya.

Akan sangat baik ketika seorang muslim melaksanakan ibadah zakat ini sesuai dengan waktu yang tepat, serta dilakukan dengan ukuran yang pas. Ketika waktu dan ukuran yang dilakukan dalam pelaksanaan ibadah zakat ini tepat, maka telah terlepaslah kewajiban bagi seorang muslim dalam pelaksanaan ibadah zakat ini.

  • Waktu Afdhal

Waktu yang baik dilaksanakannya ibadah zakat yaitu sebelum terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan romadhon. Ketika telah terbenam matahari hari terakhir bulan romadhon, maka telah masuk bulan syawal dan ini tidak menjadi bagian kesempurnaan pelaksanaan ibadah zakat. Maka ketika anda akan melaksanakan ibadah zakat, bisa mengikuti jadwal dari para pengelola zakat.

Para pengelola zakat ini telah memiliki acuan dan ketentuan waktu dari penghimpunan hingga penyebaran zakat bagi yang menerimanya. Ketika zakat yang kita lakukan ini berdasarkan waktu  yang tepat, maka manfaat dari harta yang kita zakatkan ini akan segera dapat dirasakan oleh penerimanya.

  • Waktu Makruh

Waktu paling baik dalam pelaksanaan ibadah zakat yaitu pada hari terakhir bulan romadhon. Namun seiring banyak dan tinggi nya orang yang melaksanakan zakat, maka saat ini dilakukan banyak penghimpunan di hari sebelum hari terakhir bulan romadhon. Adapun hukum dari pelaksanaannya tidaklah haram tetapi makruh.

  • Waktu Haram

Sejatinya dalam melaksanakan ibadah zakat ini menggunakan perhitungan waktu yang tepat. Dan salah satu ketentuan dari waktu pelaksanaan zakat ini dikatakan haram, yaitu ketika terbenamnya matahari pada akhir romadhon dan masuk ke bulan syawal. Apabila orang tersebut melaksanakan ibadah zakat ini, maka dianggap bagi orang tersebut tidak melaksanakan zakat.

Batasan dari pelaksanaan zakat memang mengacu kepada sikap dari diri dan hati untuk bisa mempercepat proses pembersihan harta. Sehingga kemanfaatan dari harta yang dizakatkan tersebut bisa segera bermanfaat kepada orang yang menerimanya. Maka ketika pelaksanaan dilakukan sebelum terbenam matahari hari terakhir bulan romadhon, maka akan sangat baik.

Berapa Zakat Yang Harus Dikeluarkan ?

Dalam perhitungan pelaksanaan ibadah zakat tentunya ada ketentuan yang menjadikan patokan seorang muslim tersebut mengeluarkan zakat. Dan pada pelaksanaan ibadah zakat fitrah ini diberikan kewajiban bagi orang muslim 2,5 persen dari kekayaannya, untuk bisa dikeluarkan sebagai pembersih harta nya berupa zakat.

Memang jika dilihat dari nominal yang dikeluarkan apabila berdasarkan 2,5 persen harta yang dimiliki, maka pastilah akan terlihat besar dan akan semakin besar lagi jika harta yang dimiliki semakin besar. Inilah yang dimaksud membersihkan harta dan pikiran dari rasa sulit untuk mengikhaskan harta yang dimiliki, untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan. Adapun orang yang akan menerima zakat yang dikeluarkan ini harus memenuhi kriteria tertentu, sehingga zakat akan lebih bermanfaat.

Larangan Zakat

  • Mengeluarkan Zakat Tidak Tepat Waktu

Sejatinya pelaksanaan zakat fitrah ini dilakukan dengan ketentuan dan syarat yang sangat lengkap dan detail baik jumlahnya, waktunya, dan untuk siapa zakat tersebut diberikan. Maka ketika dalam pelaksanaan sebuah zakat ini haruslah memenuhi dari ketentuan pelaksanaan zakat yang baik dan benar. Waktu pelaksanaan zakat ini pada hari terakhir bulan romadhon sampai tenggelamnya matahari memasuki bulan syawal.

Sering dari orang yang melaksanakan ibadah zakat ini terlewatkan akan waktu pelaksanaan zakat ini, dikarenakan tidak memahami tentang ketentuan dari waktu pelaksanaan zakat ini. Maka bagi seorang muslim sebisa mungkin untuk melaksanakan zakat pada waktu pagi hari terakhir bulan romadhon untuk lebih amannya.

  • Mengeluarkan Zakat Tidak Sesuai Dengan Perhitungan 2,5%

Perhitungan 2,5 persen ini telah termasuk ke dalam perhitungan baku. Sehingga bagi seorang muslim apabila pengeluaran zakat kurang dari presentase tersebut, akan mengurangi keabsahan dari proses pembayaran zakat dan wajib untuk melengkapinya.  Zakat berdasarkan kekayaan yang dimiliki dan ketika telah memenuhi kriteria wajib dizakati, maka hendaklah disesuaikan jumlahnya.

Pelajaran yang bisa diambil ketika dalam pelaksanaan ibadah zakat, yaitu mengikuti segala macam perintah atas dasar besaran harta yang harus kita berikan kepada orang yang berhak menerimanya. Ketika besaran dari zakat masih kurang, maka kita masih termasuk orang yang lalai akan melaksanakan ibadah zakat ini. Oleh sebab itu, 2,5 persen ini telah menjadi acuan baku.

  • Mengeluarkan Zakat Dengan Ukuran Yang Dikurangi

Dalam pelaksanaan ibadah zakat ini pastilah ada pengelola zakat yang telah diberikan amanah untuk mengatur masuk keluarnya dana zakat ini. Sehingga ketika dari perhitungan zakat masih kurang sesuai akan adanya pemberitahuan atas kekurangan dari zakat yang dikeluarkan. Apabila dari orang yang melaksanakan zakat tadi tidak merespon, maka dinyatakan sebagai orang yang belum menyempurnakan ibadah zakat ini.

Zakat fitrah ini diibaratkan pembersihan diri dan hati dengan mengeluarkan sebagian hartanya kepada orang yang berhak menerimanya. Maka keutamaan mengedepankan berbagi terhadap sesama, niscaya akan menghindari sikap yang kurang sesuai dalam melaksanakan ibadah zakat ini.

Sekian pembahasan Zakat Fitrah, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.