Zakat Mal

Zakat dapat diartikan sebagai sesuatu yang menyucikan dan bertumbuh, secara fisik seseorang memang memberikan uangnya untuk orang lain, akan tetapi pada hakikatnya uang itu tidaklah hilang dan tidak berkurang. Secara fisik terdapat 2 jenis zakat yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah merupakan zakat yang diberikan saat bulan ramadhan sebelum idul fitri.

Bentuk dari zakat dapat berupa uang. Di dalam zakat mal terdapat beberapa kategori seperti pajak penghasilan, pajak hasil panen, pajak perhiasan, serta jenis kekayaan lainnya. sebelum melakukan zakat terdapat beberapa syarat yang harus di penuhi seseorang seperti beragama islam, bukan budak, berakal serta baligh, dan harta tersebut telah mencapai batas nishab (yaitu takaran untuk berzakat).

Pengertian Zakat Mal

Pengertian Zakat Mal

Secara etimologi, zakat berasal dari kata yang berarti tumbuh, kesuburan, dan kesucian. Kata zakat digunakan untuk pemberian harta tertentu karena di dalamnya terdapat harapan mendapat berkah. Sedangkan menurut terminologi, zakat berarti bahwa pemberian sesuatu yang wajib diberikan dari sekumpulan harta tertentu, menurut sifat dan ukuran tertentu kepada orang yang berhak menerima.

Dalam kitab Fathul Mu’in disebutkan bahwa zakat mal (harta benda) merupakan zakat yang dikeluarkan dari harta benda tertentu seperti emas, perak, binatang, tumbuhan (biji-bijian), serta harta dagangan.

Pakar ekonomi islam kontemporer mengartikan bahwa zakat mal sebagai harta yang telah ditetapkan oleh pemerintah maupun pejabat berwenang, kepada masyarakat umum, ataupun individu tertentu yang bersifat mengikat dan final, tanpa adanya imbalan tertentu yang dilakukan pemerintah sesuai dengan kemampuan pemilik harta.

Dasar Hukum

Dasar Hukum

Zakat merupakan fardhu ‘ain serta kewajiban ta’abuddi karena zakat merupakan salah satu dari rukun islam. Di dalam Al-Qur’an tertulis bahwa perintah zakat sama pentingnya dengan perintah shalat. Karena zakat merupakan rukun dari agama islam yang sama dengan rukun-rukun agama islam yang lain merupakan fardhu-fardhu agama yang wajib di tunaikan.

Di dalam Al-Qur’an sendiri juga terdapat banyak ayat yang memerintahkan anda untuk melaksanakan serta menunaikan zakat. Sedemikian pula terdapat banyak hadis yang memerintahkan serta menganjurkan untuk memberikan zakat.

Adapun dasar hukum zakat mal seperti yang tercantum dalam Q.s Al-Baqarah : 43 Allah berfirman yang artinya “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk”.

Untuk dasar hukum yang ke-2 terdapat dalam surat At-Talak ayat 267 yang artiya:

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

Dari ayat tersebut dapat di ambil penjelasan bahwa Allah ta’ala menganjurkan kepada hamba-hamba Nya untuk menginfakkan sebagian apa yang mereka dapatkan dalam berniaga, dan sebagian dari apa yang mereka panen dari tanaman dari biji-bijian ataupun buah-buahan, hal ini mencakup zakat uang ataupun seluruh perdagangan yang dipersiapkan untuk dijual belikan, juga hasil dari pertanian.

Termasuk dalam keumuman ayat ini, infak yang wajib ataupun yang sunah. Allah ta’ala memerintahkan untuk memilih yang baik dari semua itu serta tidak memilih yang buruk, yaitu yang jelek serta hina yang mereka sedekahkan kepada Allah, seandainya mereka memberikan barang yang seperti itu kepada orang-orang yang berhak mereka berikan, pasti mereka tidak akan meridhainya.

Mungkin mereka akan menerimanya dengan kedongkolan serta dengan memicingkan mata. Untuk itu yang seharusnya adalah mengeluarkan yang tengah-tengah dari semua itu, serta yang lebih sempurna adalah mengeluarkan yang paling baik. Sedangkan yang dilarang adalah mengeluarkan yang jelek, sebab yang ini tidaklah memenuhi infak yang wajib dan tidak akan memperoleh pahala yang sempurna.

Syarat Harta yang Wajib Dizakati                         

1. Harta itu merupakan milik orang yang beragama Islam,

2. Harta tersebut merupakan hak milik sepenuhnya seseorang,

3. Harta tersebut merupakan harta yang produktif dan menghasilkan,

4. Harta itu telah mencapai satu nisab (syarat perhitungan minimal suatu harta sudah wajib untuk dizakati,

5. Harta tersebut merupakan surplus (kelebihan) dari kebutuhan primer,

6. Pada harta tersebut tidak terdapat tanggungan utang serta tidak sedang menanggung utang jatuh tempo yang dapat mengurangi perhitungan minimal.

7. Untuk harta berupa emas, perak, peternakan, pertambangan serta perdagangan, maka harus setidaknya telah berusia lebih dari satu tahun.

Pembagian Zakat Mal

Pembagian Zakat Mal

1. Zakat Emas dan Perak

a. Zakat Emas

Apabila belum mencapai dua puluh dinar, maka emas tidak wajib untuk dizakati. Apabila emas telah mencapai dua puluh dinar serta haul, wajib mengeluarkan zakat mal sebesar 2,5% maupun setengah dinar. Ali ra, meriwayatkan bahwa Rasulullah saw, bersabda yang artinya:

“Kamu tidak wajib membayar zakat emas, kecuali saat kamu memiliki dua puluh dinar. Apabila kamu telah memiliki dua puluh dinar serta telah mencapai satu tahun, kamu wajib mengeluarkan setengah dinar. Selebihnya juga dihitung seperti itu. Suatu harta tidak wajib di zakati, kecuali telah mencapai haul”. (HR. Abu Daud).

b. Perak

Apabila belum mencapai dua ratus dirham, maka perak tidak wajib untuk dizakati. Apabila telah mencapai dua ratus dirham, wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 %. Selebihnya dapat juga dihitung dengan persentase seperti itu, entah itu sedikit maupun banyak. Ali ra, meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda yang artinya :

“Aku telah membebaskan kalian dari zakat kuda dan budak. Maka dari itu, bayarlah zakat perak sebesar satu dirham dari setiap empat puluh dirham. Untuk dirham yang jumlahnya 199 tidak wajib dikeluarkan zakatnya. Jika ia telah mencapai dua ratus, wajib dikeluarkan zakatnya sebesar lima dirham”. (HP. Abu Daud).

2. Zakat Binatang

a. Unta

Baik unta Khurasany maupun unta arab campuran masing-masing 2,5 serta tidak ada zakat mal terhadap unta yang kurang dari lima ekor, jantan dan juga betina. Untuk nizab dari unta serta banyaknya zakat dapat dilihat dalam tabel berikut.

Nizab Unta Banyaknya Zakat
10 ekor 2 ekor kambing
15 ekor 3 ekor kambing
20 ekor 4 ekor kambing
25 ekor 1 ekor unta binti makhadl yang betina. Apabila tidak ada dapat diganti dengan unta ibn labun jantan
36 ekor 1 ekor unta binti labun
46 ekor 1 ekor unta huqqah
61 ekor 1 ekor unta jidz’ah
76 ekor 2 ekor unta binti labun
120 ekor 3 ekor unta binti labun
130 ekor Pada setiap 50 ekor, 1 ekor uta huqqah dan pada setiap 40 ekor, 1 ekor unta binti labun, sehingga pada 130 ekor, zakatnya 1 ekor unta huqqah, 2 ekor ekor unta binti labun
140 ekor 2 ekor unta huqqah, 2 ekor binti labun
150 ekor 3 ekor unta huqqah
160 ekor 4 ekor binti labun

Keterangan :

1. Binti Makhadl, unta betina yang berumur setahun masuk ke tahun kedua.

2. Binti Labun, unta betina yang telah berumur dua tahun, masuk ke tahun ketiga.

3. Ibnu Labun. Unta jantan yang berumur dua tahun, masuk ke tahun ketiga.

b. Sapi (Kerbau)

Rasulullah saw tidak menjelaskan secara rinci banyaknya zakat sapi maupun kerbau sehingga muncul berbagai perbedaan pendapat. Zakat sapi ataupun kerbau ditetapkan zakatnya berdasarkan sunnah dan ijma’ (pendapat yang mashur).

Adapun berdasarkan hadist Mu’az bin Jabal yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Msyuruq, nabi memerintahkan Mu’az untuk setiap 30 ekor sapi diambil zakatnya satu ekor sapi yang telah berumur satu tahun serta diatur sebagai berikut:

Nisab Sapi (Kerbau) Banyaknya Zakat
30 ekor 1 ekor anak sapi jantan maupun betina yang berumur 1 tahun 1 ekor sapi betina berumur 2 tahun
40 ekor 2 ekor anak sapi jantan
60 ekor 1 ekor anak sapi betina yang berumur 2 tahun serta 1 ekor anak sapi jantan umur 1 tahun
70 ekor 2 ekor anak sapi betina umur 2 tahun
80 ekor 3 ekor sapi jantan umur 1 tahun
90 ekor 1 ekor anak sapi betina berumur 1 tahun dan 2 ekor anak sapi jantan umur 1 tahun
100 ekor 2 ekor anak sapi betina umur 2 tahun dan 1 ekor untuk sapi jantan umur 1 tahun
110 ekor 3 ekor anak sapi betina umur 2 tahun serta 3 ekor anak sapi jantan umur 1 tahun
120 ekor Sapi jantan umur 1 tahun

c. Kambing (Domba)

Zakat kambing maupun domba wajib dikeluarkan berdasarkan hadis serta ijma’, dalam sebuah hadis disebutkan yang artinya : “Zakat kambing (domba) apabila telah sampai pada 40 ekor hingga 120 ekor, 1 ekor kambing. (HR. Bukhori). Untuk lebih rincinya dapat dilihat pada tabel berikut.

Nizab Kambing (Domba) Banyaknya Zakat
40 – 120 ekor 1 ekor kambing
121 – 200 ekor 2 ekor kambing
201 – 399 ekor 3 ekor kambing
400 – 499 ekor 4 ekor kambing
500 – 599 ekor 5 ekor kambing

3. Zakat Tumbuh – Tumbuhan dan Buah – Buahan

Beberapa ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa jumlah yang wajib dikeluarkan untuk zakat tumbuh – tumbuhan ataupun tanaman serta buah-buahan yaitu seper sepuluh atau sepuluh persen (10 % ), apabila tanaman dan buah-buahan tersebut disiram air hujan maupun air sungai.

Akan tetapi apabila air yang digunakan untuk menyiram dari air irigasi (dengan membayar) atau yang sejenisnya, maka zakat yang dikeluarkan cukup hanya lima persen (5 %) saja. Selain mazhab Hanafi, para ulama dari mazhab lain sepakat bahwa nisab untuk tanaman serta buah-buahan terdapat lima ausaq.

Untuk satu ausaq sama dengan enam puluh gantang, yang memiliki jumlah mencapai Sembilan ratus sepuluh gram. Untuk satu kilo sama dengan seribu gram. Sehingga apabila tidak mencapai target, maka tidak wajib dizakati.

Akan tetapi berbeda dengan mazhab Hanafi yang berpendapat bahwa banyak ataupun sedikitnya harta wajib untuk dizakati. Beberapa ulama mazhab berbeda pendapat akan tanaman serta buah-buahan yang wajib untuk dizakati. Mazhab Hanafi berpendapat bahwa semua buah-buahan serta tanam-tanaman yang keluar dari bumi wajib untuk dizakati, kecuali kayu, rambut, serta tebu persi.

Maliki dan Syafii, berpendapat bahwa setiap tanaman serta buah-buahan yang disimpan untuk kepentingan belanja wajib dizakati, seperti gandum, beras, kurma, dan anggur. Hambali berpendapat bahwa, semua tanaman serta buah-buahan yang ditimbang serta disimpan wajib untuk dizakati.

Tujuan serta Hikmah Zakat Mal

Tujuan serta Hikmah Zakat Mal

Segala sesuatu yang telah ditetapkan sebagai hukum-hukum Allah tentu tidak lepas dari tujuan serta hikmah yang terkandung di dalamnya, begitu juga dengan zakat yang merupakan rukun islam yang ke tiga tentu memiliki tujuan serta hikmah-hikmah yang mendalam untuk kehidupan manusia yang memimpikan kesejahteraan lahir dan batin.

Yang dimaksud dengan tujuan zakat yaitu sasaran praktisnya. Dalam hal tersebut, menurut Syaefuddin Zuhri tujuan dari zakat adalah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Sedangkan untuk secara rincinya Daud Ali menjelaskan sebagai berikut :

1. Mengangkat derajat fakir miskin serta membantunya keluar dari permasalahan yang ada.

2. Membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh para gharimin, ibnu sabil, serta mustahiq lainnya.

3. Membentangkan seta membina tali persaudaraan sesama umat Islam serta manisia pada umumnya.

4. Menghilangkan sifat kikir.

5. Menghilangkan sifat dengki serta iri hati dari orang-orang miskin.

6. Menjembatani antara yang kaya dengan yang miskin dalam sebuah masyarakat.

7. Mengembangkan rasa tanggung jawab sosial kepada diri seseorang, khususnya bagi mereka yang memiliki harta,

8. Mendidik manusia untuk disiplin dalam menunaikan kewajiban, serta menyerahkan hak dari orang lain yang adad padanya.

9. Sarana dalam hal pemerataan (rizki) guna mencapai kesadlan sosial.

Dari beberapa pernyataan tersebut dapat diambil satu pemahaman bahwa dapat dipahami tujuan zakat dapat dibedakan menjadi dua bagian seperti tujuan zakat yang dinisbatkan kepada si pemberi serta tujuan zakat yang dihubungkan dengan si penerima dengan orang yang memanfaatkannya.

Hikmah dari zakat mal ada yang bersifat rohaniah serta filosofis, maka hikmah yang dapat diambil yaitu:

1. Zakat melatih si pemberi zakat lebih bermurah hati dan dermawan.

2. Zakat dapat memperkuat hubungan cinta serta persaudaraan antara si pembeli dengan.

3. Zakat menjaga adanya taraf hidup yang cukup untuk warga dan masyarakat.

4. Zakat dapat menghilangkan faktor-faktor serta sebab-sebab pengangguran.

5. Zakat merupakan satu-satunya jalan untuk membersihkan hati manusia dari iri, dengki, serta dendam.

Orang yang Berhak Menerima Zakat

1. Faqir, dan

2. Miskin

Faqir dan miskin merupakan orang yang tidak memiliki sesuatu untuk mencukupi kebutuhan pokoknya bersama istri serta anaknya.

3. Amil Zakat (pengurus zakat)

Amil zakat adalah orang yang diangkat oleh imam atau naibnya untuk mengumpulkan zakat dari orang kaya.

4. Orang-orang yang sedang di lunakkan hatinya

Mereka dapat pula disebut seorang mualaf, yaitu orang yang baru masuk islam atau memantapkan hatinya di atas islam.

5. Budak (Hamba Sahaya)

Termasuk juga mukatib yang ditolong untuk membebaskan dirinya dengan uang zakat (shadaqoh)

6. Gharimun

Adalah mereka yang menanggung utang dan tidak mampu untuk membayarnya.

7. Orang yang berjihad di jalan Allah

Yang dimaksud adalah adalah orang-orang yang sedang berjihad, mereka adalah para mujahidin. Sebab terdapat dalam satu riwayat yang berbunyi “Zakat tidak halal bagi orang yang kaya kecuali orang kaya yang ikut berjihad di jalan Allah.

8. Ibnu Sabil

Untuk golongan yang satu ini, para ulama sepakat bahwa seorang yang terputus perjalanannya dari negerinya diberi bagian shadaqah (zakat), untuk membantu dalam mewujudkan tujuannya. Para ulama mensyaratkan safarnya yaitu untuk ketaatan bukan untuk maksiat.

Sekian pembahasan Zakat Mal, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.