Zakat dalam agama islam bukan istilah yang asing lagi. Zakat merupakan rukun islam yang ketiga setelah sholat. Menurut pengertian secara luas merupakan memberikan sebagian hartanya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah serta untuk kembali lagi menjadi suci atau fitri. Zakat mempunyai beberapa macam pengertian yang berbeda-beda. Dimana pembagian tersebut dikelompokan menurut waktu, jumlah, dan sebagainya.

Pengertian Zakat

Pengertian Zakat

Istilah zakat berasal dari kata zakaa yang mempunyai berkah, bersih, tumbuh, serta baik. Zakaa berarti sesuatu yang berkembang dan tumbuh dengan baik dan bersih. Dari kata zakaa tersebut menjadi kata zakat yang merupakan segala sesuatu yang dikeluarkan oleh manusia dari sebagian hartanya. Kemudian, disalurkan kepada orang yang tidak mampu atau fakir. Dengan adanya zakat tersebut dapat membersihkan jiwa dan hati seseorang serta dapat menumbuhkan kebaikan.

Zakat menurut bahasa mempunyai arti berkembang dan suci.  Sedang menurut istilah, merupakan membersihkan jiwa dan menyucikan hati dari semua dosa yang telah dilakukan baik sengaja maupun tidak sengaja. Dengan menginfakkan harta untuk di jalan Allah, sehingga terhindar dari sifat kikir atau sombong, bakhil, dengki, dan lain-lain.

Menurut Al-Mawardi  dalam kitab Al-Hawi  berkata bahwa “zakat adalah sebutan untuk pengambilan tertentu dari harta tertentu, yang menurut sifat tertentu untuk diberikan kepada golongan tertentu.” Sehingga istilah zakat diberikan untuk beberapa pengertian. Namun hal ini berkembang dalam masyarakat, menjadi sedekah atau infak yang bertujuan sama yaitu untuk memberikan sebagian rezeki kepada orang yang berhak menerimanya.

Hukum Zakat

hukum zakat

Disesuaikan dengan zakat yang dikeluarkan. Ada yang mempunyai hukum wajib yaitu zakat fitrah, yang merupakan zakat untuk mensucikan diri dari berbagai dosa yang telah dilakukan dan kembali ke fitrah manusia. Ada yang juga yang hukumnya sunnah, yang apabila dikerjakan dapat memperoleh pahala, dan jika ditinggalkan tidak mendapatkan dosa. Oleh karena itu hukumnya bermacam-macam, sesuai dengan pembagian jenisnya.

Hukum berzakat adalah wajib dan merupakan kewajiban bagi individu atau fardhu ‘ain yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim yang mempunyai harta tertentu. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat At Taubah ayat 103 yang artinya sebagai berikut:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui”. (QS At-Taubah:103)

Berzakat merupakan bentuk kedermawanan, serta bentuk ketaatan kepada Allah SWT sehingga harus diperhatikan begaimana tata cara pembayaran dan pembagiannya. Berzakat berarti tumbuh dan berkembang, yang bisa dilihat dari dua sisi, yaitu sisi muzakki atau orang yang wajib berzakat dan sisi mustahiq atau orang yang berhak menerima zakat. Sehingga kita harus mengetahuianya dengan baik dan benar.

  • Pertama, dari sisi muzakki atau orang yang mengeluarkan zakat

Allah SWT menjanjikan bagi orang yang bersedia mengeluarkan hartanya baik untuk berzakat, infaq, maupun sedekah, yaitu ganjaran atau pahala yang berlipat. Bahkan pahalanya tidak hanya di akhirat melainkan juga di dunia. Sebagaimana dalam sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Baqarag ayat 261 yang artinya:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.” (QS. Al-Baqoroh:261)

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa perumpamaan orang yang mengeluarkan hartanya untuk dijalan Allah seperti benih yang dapat menumbuhkan banyak tumbuhan yang bermanfaat bagi orang lain. Serta Allah akan memberikan pahala yang berlipat ganda kepada orang yang berzakat dengan pahala di dunia dan di akherat.

Harta orang yang dikeluarkan untuk bersedekah tidak akan berkurang sedikitpun. Justru harta tersebut akan semakin banyak dan berkah. Orang yang berzakat akan terbebas dari kemiskinan dan kedzoliman. Sehingga dapat menyelamatkan kita dari siksa api neraka.

  • Kedua, dari sisi mustahiq atau orang yang menerima zakat

Zakat yang diberikan secara baik dan istiqomah bagi mustahiq atau orang yang menerima , akan mengembangkan harta yang dimilikinya dengan berzakat. Orang yang wajib menerima zakat mempunyai golongan masing-masing, sebagaimana di jelaskan dalam Al-Quran.

Ancaman Tidak Mengeluarkan Zakat

Orang yang tidak mau berzakat padahal ia sanggup untuk mengeluarkanya maka akan mendapatkan ancaman siksa api neraka yang sangat pedih. Karena ia telah memakan harta orang lain. Allah sangat membenci orang yang tidak mau berzakat, sebagaimana dijelaskan dalam surat At taubah ayat 34 sampai 35.

Orang yang tidak mau berzakat akan mempunyai sifat sombong. Dan sifat sombong adalah sifat yang dibenci oleh Allah serta termasuk dalam sifat tercela. Sombong adalah sifat setan yang menguasai hati dan pikiran serta tindakan manusia untuk menjauhkan diri dari Allah. Sehingga zakat harus menjadi agenda wajib yang harus kita keluarkan untuk menumbuhkan rasa simpati, empati dan peduli kepada orang lain yang berhak menerimanya.

Golongan Penerima Zakat

Golongan Penerima Zakat

Golongan  orang yang berhak menerima zakat terbagi dalam beberapa golongan. Seperti yang dijelaskan dalam surat At taubah ayat 60. Terdapat 8 golongan orang yang berhak menerima zakat adalah sebagai berikut:

  • Orang Fakir

Orang fakir adalah orang yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya atau kebutuhan pokok yaitu makan, pakaian, dan sebagainya untuk kebutuhan sehari-hari karena tidak mampu dalam fisik atau keadaan

  • Orang  Miskin

Orang miskin merupakan orang yang mempunyai kemampuan untuk berusaha namun tidak mencukup kebutuhan pokonya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

  • Amil Zakat

Merupakan orang yang diberi tugas untuk mengurusi pembagian,  pemungutan, pengumpulan, pemeliharaan, pencatatan, serta untuk pembagian zakat.

  • Muallaf

Muallaf adalah orang yang baru masuk islam sehingga berhak menerima zakat untuk menguatkan iman islamnya dalam memeluk agama islam.

  • Riqob

Riqob merupakan memerdekaan hamba sahaya untuk dibebaskan dari status  budaknya dan lepas ikatan dengan tuanya.

  • Ghorimin

Ghorimin merupakan orang yang mempunyai hutang, dan tidak sanggup untuk membayar atau melunasinya. Hutang tersebut bukan untuk hal yang tercela atau bukan untuk bermaksiat kepada Allah, melainkan untuk kebutuhan sehari-harinya.

  • Fi Sabilillah

Merupakan orang yang berjihad untuk agama Allah. Orang yang berjuang untuk kemaslahatan umat silam sehingga dapat diberikan zakat untuk memenuhi kehidupan dan kebutuhan pokoknya.

  • Ibnu Sabil

Merupakan orang yang dalam perjalanan dan kehabisan uang atau ongkos sehingga berhak menerima zakat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokonya dalam mencapai tujaan perjalananya.

Macam Macam Zakat

Macam Macam Zakat

Mempunyai pembagian yang berbeda-beda. Pembagiannya ada dua yaitu fitrah dan maal. Sebagaimana dijelaskan berikut ini:

  • Zakat Fitrah

Disebut juga dengan zakat badan, yang berarti wajib dikeluarkan dalam waktu satu kali dalam setahun yaitu pada bulan ramadhan oleh setiap muslim yang mukallaf atau orang yang dibebani kewajiban oleh Allah untuk dirinya sendiri. Biasanya berjumlah satu Sha’ atau 1.k 3,5 liter atau 2,5 Kg per orang. Zakat fitrah tersebut didistribusikan pada tanggal 1 Syawal setelah sholat shubuh sebelum sholat idul Fitri.


Hukum berzakat fitrah adalah wajib. Karena zakat fitrah merupakan zakat badan untuk mensucikan diri dari dosa yang telah dilakukan selama ini. Dengan berzakat dapat menjadi penghalang akan siksa dari Allah akan dosa yang telah dilakukan.

  • Zakat Maal

Merupakan zakat harta yang terdiri dari beberapa macam yaitu sebagai berikut.

  • Zakat emas

Termasuk harta emas, perak, ataupun uang. Dimana emas yang dikeluarkan sebanyak 20 dinar atau 90 gram. Untuk perak sebanyak 200 dirham atau 600 gram, dengan kadar kadar zakat sebesar 2.5 %. Zakat ini dikeluarkan setelah mencapai 1 tahun maka wajib berzakat harta atau maal.

  • Zalat Ziroah

Merupakan zakat pertanian atau hasil bumi. Sebagaimana hasil pertanian yang di hasilkan selama 1 tahun, maka wajib berzakat 2.5 % dari hasil pertanian tersebut.

  • Zakat Maadin

Merupakan zakat barang galian dan dikeluarkan dari hasil bumi yang digali sehingga menghasilkan harta yang melimpah.

  • Zakat Rikaz

Merupakan harta untuk barang temuan atau harta karun sebesar 20 % dari harta tersebut.

  • Zakat Binatang ternak

Dilekuarkan bagi orang yang memelihara binatang ternak dengan hasil yang memuaskan.

  • Zakat Tizaroh

Merupakan zakat perdagangan yang dihitung sebesar 2.5 % dari barang yang dijual.

Keutamaan Zakat

Mempunyai keutamaan khususnya bagi orang yang mengeluarkanya. Karena zakat merupakan kebajikan yang akan mengalir terus pahalanya bahkan dilipatgandakan. Keutamaan berzakat dapat dirasakan di dunia dan juga di akherat. Berikut keutamaan berzakat yang diperoleh:

  • Pahalanya berlipat ganda

Merupakan kebaikan yang pahalanya akan mengalir terus. Bahkan pahala dari berzakat ini dilipatgandakan dan dapat dirasakan di dunia dan di akherat. Sebagaimana dalam surat Al hadid ayat 18 yang artinya sebagai berikut.

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahalanya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak“. (QS. Al-Hadid: 18)

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang yang bersedekah akan mendapatkan pahala dari Allah dan pahalanya akan dilipat gandakan. Allah akan membalas semua kebaikan yang pernah dilakukan, walaupun hanya sebesar biji zaroh sekalipun.

  • Menghapuskan dosa-dosa

Dapat menghapuskan diri dari dosa yang telah dilakukan. Dosa merupakan perbuatan yang mendapatkan balasan dari Allah, sehingga dengan berzakat dapat membebaskan diri dari dosa. Sebagaimana dalam hadits berikut ini. “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api“.(HR. At-Tirmidzi).

Akan tetapi, bukan berarti dosa tersebut akan dihapuskan begitu saja. Dosa akan hilang jika diawali dengan taubat yang sungguh-sungguh. Tanpa disertai dengan taubat dan perbuatan yang baik, maka dosa tersebut akan tetap ada.  Sehingga dengan taubat serta zakat dapat menghapus semua dosa yang telah dilakukan baik sengaja maupun tidak sengaja.

  • Terhindar dari panas api neraka

Dapat menjauhkan diri dari panas api neraka. Karena zakat adalah penyelamat dari siksa neraka. Sehingga kita wajib berzakat khususnya untuk zakat fitrah. zakat yang ikhlas akan menjadi amal jariyah yang pahalanya tidak akan putus. Sehingga dapat menghindari diri dari neraka yang sangat menakutkan tersebut.

Dapat menghindari diri dari api neraka. Karena berzakat merupakan salah satu amal yang pahalanya akan mengalir terus. Sedekah bukan hanya berbentuk harta. Namun bisa juga emas, perak, beras, dan sebagainya yang bermanfaat untuk orang lain.

  • Mendapat naungan pada hari kiamat

Hari kiamat adalah hari berakhirnya seluruh kehidupan di dunia ini. Dimana semua yang ada di dunia ini lenyap dan hilang. Dan pada akhirnya semua manusia akan dibangkitkan di padang mahsyar dengan amal mereka. Orang yang berzakat dapat memperoleh naungan di hari kiamat dimana tidak ada naungan kecuali naungan dari Allah.

  • Teman dalam alam kubur

Zakat merupakan kebajikan yang tidak pernah hilang. Dan akan menjadi teman di kubur nanti. Dimana kuburan adalah tempat yang sangat gelap, dan zakat tersebut akan menjadi penerang kubur kita dimana tidak ada teman lagi selain amal dan kebaikan yang telah kita lakukan di dunia.

  • Masuk dalam surga tanpa hisab

Dengan penuh keikhlasan akan menjadi amal jariyah yang dapat menyelamatkan kita dari azab neraka. Bahkan dengan sedekah dapat memudahkan melewati jembatan shiratal mustaqim dan akhirnya masuk dalam surga. Dimana surga merupakan tempat yang paling indah dan menajdi tujuan akhir manusia.

  • Menambah harta kekayaan

Pada hakikatnya zakat bukan hal yang mengurangi harta justru sedekah dapat menambah harta. Karena berzakat akan bernilai tinggi dihadapan Allah, pahalanya akan dilipat gandakan. Berzakat bukan perkara yang mendatangkan kemiskinan atau kekurangan, namun dengan berzakat dapat membuat harta kita semakin bertambah.

  • Penerang alam kubur

Menjadi salah salah satu cara untuk meringankan siksa kubur dan menerangkan alam kubur. Alam kubur adalah tempat yang paling menakutkan dan menyeramkan, sehingga membutuhkan penerang yaitu dengan berzakat atau amal kebajikan.

  • Meredakan amarah Allah

Dapat meredakan amarah Allah, karena dengan berzakat dapat melatih diri menjadi pribadi yang dermawan, ramah, murah hati, dan sebagainya. Sehingga tidak akan mendatangkan kemarahan Allah.

  • Syafaat di Akherat

Pertolongan dari Rosul akan datang dari sedekah. Sebagaimana sifat Nabi yang sangat dermawan, maka siapapun yang mempunyai amalan berupa zakat akan mendapatkan syafaat di akherat dari Nabi.

  • Menghindarkan dari bala’

Merupakan penolak bala’ atau bencana, serta juga sebagai penyubur pahala, yang dapat menahan musibah atau bala dan kejahatan. Dengan berzakat sesuai ketentuan maka rezeki yang dilipat gandakan oleh Allah SWT. Sehingga bukan kemiskinan yang didapatkan melainkan rezeki yang melimpah.

  • Cepat dalam melewati jembatan shiratal mustaqim

Jembatan shiratal mustaqim terbuat dari rambut yang terbelah menjadi tujuh dengan tajamnya yang melebihi silet, lebih tajam dari pedang, serta lebih licin dan berduri. Jembatan tersebut berujung pada surga atau dibawahnya neraka. Orang yang mempunyai amalan sedekah akan cepat melewati jembatan tersebut karena zakat menjadi penolongnya di akherat.

  • Menjadi obat penyakit

Dapat menjadi obat untuk berbagai penyakit, salah satunya penyakit hati. Dengan berzakat maka hati dan pikiran kita akan bersih dan tidak menimbulkan rasa iri atau putus asa. Serta dapat membersihkan harta kita dari hak orang lain, sehingga harta kita semakin berkah dan bersih.

  • Meringankan sakaratul maut

Sakaratul maut merupakan peristiwa yang pasti dilewati oleh semua makhluk hidup dan bernyawa. dengan berzakat dapat mengurangi rasa sakit ketika sakaratul maut. Karena peristiw sakaratul maut ini sangat menakutkan dan menyakitkan.

Berzakat merupakan pembersih harta dan diri kita dari dosa dan penyakit hati. Karena penyekit hati akan cepat datang pada diri orang yang kikir, bakhil, dan sombong. Oleh karena itu, dengan berzakat dapat menghindari diri dari penyakit hati.

Sekian pembahasan Zakat, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.