Sholat Taubat

Manusia hidup di dunia atas izin Allah SWT. Allah memberikan petunjuk kepada para manusia melalui Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman untuk hidup di dunia. Mengerjakan kebaikan dan menghindari keburukan adalah tugas setiap manusia untuk mengharap ridho Allah SWT, agar keberkahan bisa didapatkan. Namun, manusia pasti pernah salah dan berbuat dosa, bahkan lalai dalam keburukan.

Manusia hidup di dunia atas izin Allah SWT. Allah memberikan petunjuk kepada para manusia melalui Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman untuk hidup di dunia. Mengerjakan kebaikan dan menghindari keburukan adalah tugas setiap manusia untuk mengharap ridho Allah SWT, agar keberkahan bisa didapatkan. Namun, manusia pasti pernah salah dan berbuat dosa, bahkan lalai dalam keburukan.

Lagi lagi islam memberikan solusi untuk setiap permasalahan. Apabila ada yang ingin bertaubat dan meminta ampunan atas segala kesalahan yang dilakukan, maka bersegera untuk melakukan sholat taubat. Menyesali perbuatan dan bertekad untuk tidak melakukannya lagi. Taubat adalah kewajiban bagi setiap muslim sebagai hamba Allah SWT. Berikut informasi lengkap tentang sholat taubat.

Makna Taubat

Taubat artinya berhenti melakukan kemaksiatan dan kembali menuju ketaatan. Taubat merupakan amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Hal ini digambarkan pada QS. Al-Baqarah : 222).

Artinya : “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”

Hukum taubat bagi setiap mukmin adalah wajib. Sebagaimana disebutkan dalam QS. At-Tahrim : 8), yang artinya : “Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh.”

Taubat bisa mendatangkan kemenangan. Sebagaimana disebutkan pada firman Allah yang lainnya, yakni QS. An-Nur : 31. Ayat tersebut menyebutkan bahwa “Bertaubatlah kepada Allah, wahai orang-orang beriman sekalian agar kalian beruntung”. Keberuntungan akan didapatkan manusia ketika dirinya merasa butuh pada Allah SWT. Hingga Allah menyelamatkan jiwa yang terperosok, karena selalu mengikuti hawa nafsu belaka.

Pada QS. Az-Zumar : 53 juga disebutkan bahwa taubat yang sungguh-sungguh akan mendatangkan limpahan ampunan Allah atas dosa-dosa hambaNya. Dimana dosa yang makin hari makin bertambah banyak.

“Katakanlah: Wahai para hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendirinya, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah Mengampuni semua dosa dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Taubat menurut syekh Nawawi Banten menyampaikan dalam kitabnya yaitu Nihayatuz Zain (Bandung: Syirkah Al-Ma’arif, tt, hal. 106) adalah suatu kewajiban untuk orang-orang yang melakukan kesalahan, sehingga harus dilakukan. Apabila taubat yang dilakukan benar, maka bisa melebur dosa yang telah dilakukan. Layaknya sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yakni :

“Setiap anak keturunan Adam adalah orang yang berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang berbuat kesalahan adalah orang yang bertobat.” (HR. Ibnu Majah; lihat Ibnu Hajar Al-Asqalani, Bulughul Maram, [Semarang: Usaha Keluarga], tt., hal. 302)

Makna Taubat Nasuha

Allah SWT berfirman pada QS. At-Tahrim : 8 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nasuhaa (taubat yang semurni-murninya)”. Secara bahasa, na-sha-ka berarti sesuatu yang bersih atau murni, yakni tidak bercampur dengan sesuatu yang lain.

Makna bahasa menjelaskan bahwa taubat disebut dengan taubat nasuha apabila pelaku yang ingin melakukan taubat tersebut memurnikan, ikhlas (hanya semata-mata untuk Allah), dan jujur dalam taubatnya. Ia mencurahkan segala daya, upaya, dan kekuatannya untuk menyesali dosa-dosa yang telah diperbuat dengan taubat yang benar (jujur).

Taubat nasuha ini akan terasa pengaruhnya bagi pelakunya. Seakan-akan orang lain kemudian ikut mendoakan kebaikan untuknya. Menurut Al-Alusi dalam Ruuhul Ma’ani, 28/158, ia berkata : “Taubat nasuha boleh juga dimaknai dengan taubat yang mendatangkan doa dari manusia. Artinya, manusia mendoakannya untuk bertaubat, sehingga tampaklah pengaruh taubat tersebut bagi pelakunya. Pelakunya pun mencurahkan kesungguhan dan tekad untuk melaksanakan konsekuensi dari taubatnya.

Al-Qurthubi rahimahullahmenjelaskan sisi yang lain dari istilah taubat nasuha. Beliauberkata, Sisi yang ke dua, karena taubat nasuha mengumpulkan antara pelakunya dengan wali-wali Allah, dan merekatkannya. Hal ini sebagaimana jahitan yang merekatkan pakaian dan menyambung antara sisi (kain) yang satu dengan sisi lainnya.” (Al-Jami’ li Ahkaamil Qur’an,18/199).

Sholat Taubat dan Keutamaannya

sholat taubat dan keutamaannya

Apabila seseorang hendak melakukan taubat, maka yang harus dilakukan yaitu dengan mendirikan sholat sunnah rakaat yakni sholat taubat. Hal ini didasarkan pada hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Abu Bakar As-Shidiq. Rasulullah bersabda :

“Tidaklah seorang (muslim) melakukan suatu perbuatan dosa, lalu dia bersuci – dalam riwayat lain: berwudhu dengan baik -, kemudian melaksanakan sholat – dalam riwayat lain: dua rakaat -, lalu meminta ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuni (dosa)nya”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat ini (yang artinya), “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah, dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui” (QS. Ali ‘Imraan:135)

Adapun keutamaan dari sholat taubat berdasarkan hadist tersebut yakni :

  • Mendapat rahmat dan kasih sayang Allah

Rahmat dan kasih sayang Allah SWT yang begitu agung dan mulia kepada para hambaNya. Allah memberikan petunjuk melalui syariatNya. Yakni cara untuk membersihkan diri dari buruknya perbuatan dosa yang telah dilakukan.

  • Setiap muslim harus selalu bertakwa kepada Allah SWT

Muslim harus merasakan pengawasanNya. Muslim pun harus berusaha untuk senantiasa menghindari perbuatan buruk atau maksiat. Jika melakukan kesalahan dan terjerumus dalam dosa, maka hendaknya segera bertaubat, kembali kepada Allah SWT. Allah akan mengampuni dosa sebagaimana janjiNya dalam surat QS. An-Nisaa’:17 yang berbunyi :

“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.

  • Maksud dari meminta ampun kepada Allah yakni bersungguh-sungguh untuk bertaubat

Tidak hanya dalam bentuk ucapan penyesalan, namun harus disertai dengan tindakan atau perilaku. Menjauhkan diri dari dosa, meninggalkan sebab-sebabnya, tekad yang kuat untuk tidak mengulanginya selamanya. Apabila dosa atau kesalahan tersebut berkaitan dengan hak orang lain, maka harus segera diselesaikan. [Kitab “Tuhfatul ahwadzi” (2/368)]

Menurut Imam Hajar, “Meminta ampun kepada Allah (hanya) dengan lisan, tapi masih tetap mengerjakan dosa (dengan anggota badan) adalah seperti bermain-main (dalam bertaubat). [Kitab “Fathul Barii” (11/99)]

Begitu pula menurut Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Beliau berkata, “Sesungguhnya orang yang beriman memandang dosanya seperti dia sedang berada di bawah sebuah gunung (besar) yang dia takut gunung tersebut akan menimpa (dan membinasakan)nya, sedangkan orang yang fajir (rusak imannya) memandang dosanya seperti seekor lalat yang lewat di (depan) hidungnya kemudian dihalaunya dengan tangannya (dianggapnya remeh dan kecil)”. [HSR al-Bukhari (no. 5949)]

Perihal sholat taubat, berikut isi dalam kitab Nihayatuz Zain menurut Syekh Imam Nawawi Banten :

Artinya : “Termasuk sholat sunnah adalah sholat taubat, yakni sholat dua rakaat sebelum bertobat dengan niat sholat sunnah tobat.”

Dapat disimpulkan bahwa sholat taubat merupakan sholat sunnah 2 rakaat yang dilakukan sebelum seseorang bertaubat kepada Allah atas dosa yang telah dilakukan. Selanjutnya, diikuti dengan membaca istighfar. Rasa penyesalan dan takut yang kuat untuk tidak melakukan dosa lagi. Tekad yang besar untuk menjauhkan diri dari perbuatan dosa. Memiliki komitmen agar tidak terjerumus pada dosa yang sama di kemudian hari.

Syarat-Syarat Taubat

  • Ikhlas melakukan sholat taubat

Sholat taubat dilakukan dengan ikhlas untuk mengharap ridho Allah. Bukan karena makhluk atau tujuan yang bersifat sementara atau duniawi

  • Menyesal atas dosa yang telah dilakukan sebelumnya

Menyesali perbuatan hingga tidak ingin mengulanginya kembali. seperti yang disebutkan oleh Malik bin Dinar, Menangisi dosa-dosa itu akan menghapuskan dosa-dosa sebagaimana angin mengeringkan daun yang basah.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali, hal. 203, Darul Muayyid, cetakan pertama, 1424 H.). ‘Umar, ‘Ali dan Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa taubat adalah dengan menyesal. (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, hal. 206.)

  • Tidak terus menerus dalam kondisi berbuat dosa saat ini

Apabila sedang dalam melakukan keharaman, maka segera ditinggalkan. Apabila meninggalkan suatu yang wajib, maka harus kembali ditunaikan. Apabila berkaitan dengan hak manusia, maka hendaknya segera ditunaikan atau meminta maaf.

  • Bertekad kuat untuk tidak mengulangi dosa tersebut di masa mendatang

Ini adalah sebuah keharusan. Apabila masih bertekad untuk mengulanginya, itu berarti tidak benci pada maksiat yang dilakukan.

  • Taubat hendaknya dilakukan sesegera mungkin

Taubat dilakukan pada waktu diterimanya taubat yaitu sebelum datang ajal atau sebelum matahari terbit dari arah barat. Apabila dilakukan setelahnya, maka taubat tersebut tidak diterima.

Hukum Melaksanakan Sholat Taubat

Hukum Melaksanakan Sholat Taubat

Seluruh ulama sepakat bahwa melakukan taubat hukumnya adalah wajib. Taubat itu bisa menghapus semua dosa yang pernah dilakukan sebelumnya. Sementara hukum sholat taubat berbeda dari hukum taubat itu sendiri. Para ulama tidak mewajibkan sholat taubat. Yang dikatakan hukum sholat taubat adalah sunnah, sebagai pelengkap dari taubat yang dilakukan.

Sholat taubat juga tidak disyariatkan kecuali seseorang sedang dalam proses bertaubat. Artinya, sholat taubat hanya dilakukan sesekali. Berbeda dengan sholat sunnah lainnya seperti sholat sunnah rawatib yang dilakukan setiap hari. Ketika setiap hari melakukan dzikir, kemudian dalam dzikir sembali melafadzkan ucapan taubat (bukan taubat yang besar) ataupun sejenisnya, sehingga tidak disyariatkan untuk sholat taubat untuk sesuatu yang sifatnya rutin.

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Taubat

Tata Cara Sholat Taubat
  1. Berwudhu dengan sempurna yaitu sesuai sunah yang diajarkan
  2. Mendirikan sholat sunnah taubat dua rakaat. Tata cara sholat taubat sama dengan sholat pada umumnya
  3. Tidak ada bacaan khusus ketika sholat. Bisa membaca al-Fatihah kemudian dilanjutkan dengan membaca surat lainnya. Umumnya para ulama mengatakan bahwa tidak ada ayat atau surat khusus yang dianjurkan untuk dibaca.
  4. Berusaha khusyuk dalam sholatnya. Mengingat dosa yang telah dilakukan
  5. Beristigfar dan memohon ampun kepada Allah setelah sholat.

Dari Abu bakarRadiyallahu’anhu, bahwasanya Rosulullah sholallahu Alaihi Wassalam bersabda: Hendaklah kalian membaca Laailaaha illallah dan istighfar lalu perbanyaklah membaca keduanya karena iblis berkata : “Aku telah membinasakan manusia dengan dosa sedangkan mereka membinasakanku dengan Laailaaha illallah, istigfar, lalu tatkala aku mengetahui demikian maka aku binasakan mereka dengan (mengikuti) hawa nafsu maka akhirnya mereka menyangka dan merasa bahwa sesungguhnya mereka itu sedang mendapatkan petunjuk (dan sedang berada diatas kebenaran).” (HR. Al-Imam Al-Hafidz Ibnu Ya’la)

Adapun bacaan istighfar yang bisa dibaca adalah sebagai berikut. Hendaknya diucapkan 100 kali.

“astaghfirullahal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu  wa atuubu ilaihi”. Artinya : “Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.”

Memperbanyak bacaan tasbih juga, memuji Allah SWT. Subhanalli wa bihamdihi, artinya : “Maha suci Allah dan segala puji bagiNya”.

Kemudian dilanjutkan dengan membaca do’a seperti sabda Rasulullah SAW yakni : “Barangsiapa mengucapkannya (sayyidul istighfar) di siang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum shubuh maka dia termasuk penduduk syurga.” (HR. Al-Bukhari)

Adapun memohon ampunan dengan membaca do’a seperti : “Ya Allah, sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu Taufiq (pertolongan)nya orang-orang yang mendapatkan petunjuk (hidayah), dan perbuatannya orang-orang yang bertaubat, dan cita-cita orang-orang yang sabar, dan kesungguhan orang-orang yang takut, dan pencariannya orang-orang yang cinta, dan ibadahnya orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa (wara’), dan ma’rifatnya orang-orang berilmu sehingga hamba takut kepada-Mu. Ya Allah sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu rasa takut yang membentengi hamba dari durhaka kepada-Mu, sehingga hamba menunaikan keta’atan kepada-Mu yang berhak mendapatkan ridho-Mu sehingga hamba tulus kepada-Mu dalam bertaubat karena takut pada-Mu, dan sehingga hamba mengikhlaskan ketulusan untuk-Mu karena cinta kepada-Mu, dan sehingga hamba berserah diri kepada-Mu dalam semua urusan, dan hamba memohon baik sangka kepada-Mu. Maha suci Dzat Yang Menciptakan Cahaya.”

“allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. a’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbii, faghfirlii fainnahuua laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.”

Artinya : “Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji-Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”

  • Tidak ada bacaan istigfar khusus untuk sholat taubat. Bacaan istigfarnya sama dengan bacaan istigfar lainnya, yakni misalnya: astaghfirullah wa atuubu ilaih
  • Inti dari sholat taubat adalah memohon ampun kepada Allah. Menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan dan bertekad untuk tidak mengulanginya

Sholat taubat tidak terikat dengan waktu tertentu. Berbeda halnya dengan sholat fardhu lima waktu, atau jenis sholat sunnah lainnya. Waktu untuk mengerjakan sholat taubat ini boleh dilakukan kapan saja, baik siang ataupun malam. Para ulama berpendapat dan mengatakan bahwa tidak ada larangan apabila sholat taubat ingin dikerjakan pada waktu-waktu yang terlarang sholat. Sebab prinsipnya sholat taubah merupakan sholat yang ada sebabnya secara syar’i.

Selain itu, ada amalan yang juga perlu diperhatikan. Di samping memperbanyak istighfar, hendaknya memperbanyak sedekah. Menurut firman Allah pada QS. Al-Baqarah : 271 yang berbunyi :

“Jika kamu menampakkan sedekah, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Hal ini pernah dilakukan oleh Ka’ab bin Malik radhiyallahuanhu. Beliau bertaubat dari kesalahannya yakni tidak ikut dalam perang. Beliau berkata kepada Rasulullah SAW :

“Ya Rasulullah, sebagai tanda taubatku, aku lepaskan hak milikku dari hartaku untuk sedekah di jalan Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah SAW bersabda, “Tahanlah sebagian dari hartamu, karena akan berguna bagimu”. Kaab berkata,”Aku masih punya bagian hartaku dari harta rampasan perang Khaibar. (HR. Bukhari Muslim)

Bermaksiat Lagi Setelah Sholat Taubat. Apakah Taubat Diterima?

Bermaksiat Lagi Setelah Sholat Taubat. Apakah Taubat Diterima-

Allah SWT sesungguhnya memberikan kesempatan yang sangat luas kepada umat manusia. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda menurut HR. Muslim no 7165. Bahwa Allah meluaskan tanganNya saat malam hari untuk menerima taubat dari para hambaNya yang melakukan maksiat pada siang hari. Allah pun meluaskan tanganNya pada siang hari untuk para hambanya yang bermaksiat pada malam hari.

Berdasarkan hadist yang lain menyebutkan bahwa Allah menerima taubat hambaNya selama nyawa belum sampai di kerongkongan. Begitu Allah maha baik dan pintu taubat sangat terbuka untuk umat manusia yang ingin bertaubat dan kembali ke jalan Allah SWT.

Adapun kisah yang pernah dikabarkan oleh Nabi Muhammad SAW yakni seorang lelaki yang telah membunuh 99 orang. Dimana lelaki tersebut ditunjukkan kepada seorang ahli ibadah. Ia yang telah membunuh berkata kepada ahli ibadah tersebut bahwa dirinya telah membunuh 99 orang. Ia pun bertanya apakah masih bisa bertaubat atau tidak. Si ahli ibadah pun berkata tidak. Lelaki pembunuh kemudian membunuhnya sehingga genaplah 100 orang yang ia bunuh.

Kemudian ia kembali bertanya kepada penduduk yang paling alim. Ia kemudian ditunjukkan kepada seorang ulama dan bertanya apakah ia masih bisa bertaubat atau tidak. Ulama pun berkata “Ya. Memangnya siapa yang bisa menghalangimu untuk bertaubat?”, begitu ucapnya. Hal ini berdasarkan HR. Muslim no. 1784.

Ini berarti bahwa tidak ada yang bisa menghalangi diri dari taubat. Sebab kesempatan sangat terbuka lebar bagi orang-orang yang ingin berbuat kebaikan. Namun, perlu diingat bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa : “Setiap manusia pasti banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang sering bertaubat” (HR. Tirmidzi no. 2687)

Apakah Kabar Baik untuk Ahli Maksiat?

Tentu saja terbukanya pintu taubat bukan menjadi pendorong untuk selalu berbuat maksiat. Orang yang melakukan maksiat seharusnya menyadari bahwa belum tentu ia mendapatkan hidayah setelah melakukan taubat nasuha. Ia pun tidak mendapatkan jaminan apabila di kemudian hari meninggal dalam keadaan sudah bertaubat.

Hal ini berdasarkan hadist Nabi Muhammad SAW yang mengatakan bahwa setiap amal tergantung pada bagian akhirnya. Sehingga, seharusnya kita senantiasa menjauhi maksiat dan terus melakukan taubat kepada Allah SWT. Agar kelak Allah menjemput kita dalam keadaan baik atau sedang berjuang dalam kebaikan.

Sekian pembahasan Sholat Taubat, silahkan disebarluaskan, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

Ayo bergabung dengan komunitas pondokislam.com dan dapatkan MP3 Al-Quran 30 Juz yang menyejukkan hati.